You are on page 1of 20

MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN PENGELOLAAN

PONDOK PESANTREN
MAKALAH
Diajukan sebagai salah satu tugas akhir Kelas XII dan syarat
mengikuti Sidang Munaqosah

Disusun Oleh:

Nama : BAYU ABDILLAH N


Kelas : XII IPS 1

PONDOK PESANTREN TERPADU AL-MULTAZAM


Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan,
Jawa Barat. Telp/Fax: (0232) 613805 / 614349. Email:
info@almultazam.sch.id. Website: www.almultazam.sch.id
LEMBAR PENGESAHAN

MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN PENGELOLAAN


PONDOK PESANTREN

Makalah

Diajukan sebagai salah satu tugas akhir kelas XII dan syarat
mengikuti Sidang Munaqosah
Disusun oleh:

Nama : BAYU ABDILLAH N


Kelas : XII IPS 1

Makalah ini disetujui oleh:

Pembimbing Kepala SMAIT Al-

Multazam

Dudung Abdul Karim, Lc Edi Gunarto,


S.Pd

Kuningan, Januari 2017

Mengesahkan, Mengetahui,

Mudir Mahad Al-Multazam Sekretaris Pondok Al-


Multazam

KH. Adin Nurhaedin, Lc Dudung Abdul Karim,


Lc
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, saya bersaksi

bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan saya juga bersaksi

bahwa Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga

shalawat dan salam terlimpahkan atas junjungan Nabi Besar

Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya.

Islam sebagai agama yang berkembang selama 14 abad

lebih menyimpan banyak fakta yang perlu kita ketahui, baik itu

yang menyangkut ajaran dan pemikiran keagamaan maupun

realitas sosial, politik, ekonomi, bahasa, dan budaya.

Makalah ini ditulis agar pembaca dapat memperluas

pengetahuan tentang bagaimana MANAJEMEN PENDIDIKAN

DAN PENGELOLAAN PONDOK PESANTREN yang dimana

masalah klasik, kompleks, dan pelik untuk di sajikan pada

makalah ini. Yang penulis sajikan berdasarkan pengamatan

penulis selama nyantri di Pondok Pesantren Terpadu Al-

Multazam dalam kurun waktu selama 6 tahun dan juga dari

berbagai sumber informasi, referensi, riset, berita, dan lain

sebagainya.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang

lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca.

Penulis akui makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari

sempurna. Oleh karena itu, diharapkan kepada para pembaca

untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun

untuk kesempurnaan makalah ini.

Penulis,

DAFTAR ISI

LEMBAR

PENGESAHAN.. i

KATA PENGANTAR .

ii

DAFTAR ISI ...

iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Sistem Manajemen Pesantren


B. Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren

C. Pengelolaan Sistem dalam Pendidikan Pesantren


BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

BIODATA PENULIS

B. Rumusan Masalah

Dalam ulasan di atas dapat di ambil kesimpulan rumusan

masalah yaitu :

1. Apa itu Sistem Manajemen Pendidikan Pesantren?


2. Apa sajakah sistem manajemen yang ada di pondok

pesantren?
3.Bagaimanakah Pengelolaan dalam Pesantren?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian dalam kasus ini adalah memahami

secara mendalam manajemen pendidikan yang ada di pondok

pesatren.

D.Manfaat penelitian
1. Untuk mengetahui apa itu manajemen, dan bagaimana manajemen

dalam pondok pesantren tersebut.

2. Untuk apa saja manajemen yang ada didalam pesantren.

3. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dalam pesantren.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat

pada era global pada era ini terasa saat ini terasa sekali

pengaruhnya dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat,

khususnya dalam bidang pendidikan, social dan budaya,

termasuk dalam pendidikan pesantren. Kemajuan yang pesat itu

mengakibatkan cepat pula perubahan dan berkembangnya

berbagai tuntutan masyarakat.


Masyarakat yang tidak menghendaki keterbelakangan

akibat perkembangan tersebut, perlu menanggapi serta

menjawab tuntutan kemajuan tersebut secara serius. Dalam

rangka menghadapi tuntutan masyarakat lembaga pendidikan

masyarakat termasuk pondok pesantren haruslah bersifat

fungsional, sebab lembaga pendidikan sebagai salah satu wadah

dalam masyarakat bisa dipakai sebagai pintu gerbang dalam

menghadapi tuntutan masyarakat, ilmu pengetahuan dan

teknologi yang terus mengalami perubahan.

Untuk itu lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren

perlu mengadakan perubahan secara terus menerus seiring

dengan perkembangannya tuntutan-tuntutan yang ada dalam

masyarakat yang dijalaninya.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Sistem Manajemen Pesantren


Sebelum membahas apa itu manajemen pesantren maka kita harus tahu

dahulu apa itu sistem manajement dan apa itu pesantren. Sistem adalah cara,

sarana, upaya, dan organ. Dan manejemen berasal dari bahasa Inggris yaitu

management artinya yang dikembangkan dari kata to manage, yang artinya

mengatur atau mengelola. Dalam bahasa Arab berasal dari nazhoma atau idarah

artinya yang menata beberapa hal dan mengabungkan beberapa antara satu dengan

yang lain.

Jadi Sistem pondok pesantren adalah sarana yang bertugas

sebagai perangkat organisasi yang diciptakan untuk mencapai

tujuan pendidikan yang berlangsung dalam pondok pesantren.

Sudah menjadi hal yang lumrah bahwa pesantren lekat

dengan figure kyai/Ustadz. Kyai/Ustadz dalam pesantren

merupakan figure, pusat seluruh kebijakan dan perubahan. Hal

ini erat kaitanya denggan dua faktor :

Pertama, kepemilikan pesantren bersifat individual atau

keluarga bukan komunal. Otoritas individu kyai/ustadz sebagai

pendiri skaligus pengasuh pesantren sanggat besar dan tidak

bisa di ganggu gugat. Faktor keturunan juga kuat sehingga

kyai/ustadz bisa mewariskan kepemimpinan pesantren kepada

anak (istilahnya putra mahkota) yang di percaya pada komponen

pesantren. Sistem seperti biasanya menimbulkan sindiran bahwa

pesantren seperti kerajaan kecil.


Beberapa pesantren sudah membentuk badan pengurus

harian sebagai lembaga yang khusus mengelola dan

menanggani kegiatan-kegiatan pesantren misalnya pendidikan

formal, diniyah, penggajian majelis talim, sampai pada masalah

pengginapan (asrama santri), dapur, dan juga humas. Pada tipe

pesantren ini pembagian kerja antar unit sudah perjalan denggan

baik, meskipun tetap saja kyai/ustadz memiliki pengaruh yang

kuat.

Al-Quran dan Hadits yg notabene merupakan landasan

dan dasar pendidikan Islam saat ini belum benar-benar

digunakan sebagaimana mestinya. Hal ini diakibatkan oleh

minim pakar -di Indonesia- yg secara khusus mendalami

pemahaman kedua sumber tersebut dalam perspektif pendidikan

Islam. Ummat Islam belum banyak mengetahui tentang isi

kandungan Al-Quran dan Al-Sunnah yg berhubungan dgn

pendidikan secara baik. Akibat proses pendidikan Islam belum

berjalan diatas landasan dan dasar ajaran Islam itu sendiri.

Ramayulis menyatakan bahwa pengertian yang sama dengan

hakikat manajemen adalah al-tadbir (pengaturan). Kata ini

merupakan derivasi dari kata dabbara (mengatur) yang banyak

terdapat dalam Al Quran seperti firman Allah SWT :















Artinya: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian

(urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya

adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (Al Sajdah : 05)

B. Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren

1. Kurikulum Pendidikan Pondok Pesantren

Pada awalnya adalah hanya pengajaran yang simpel tidak

ada kurikulum tidak seperti sekarang ini. Sebenarnya

pembelajaran yang diberikan dalam pondok pesantren sudah

menggunakan kurikulum tertentu yang lama yaitu sistem

pengajaran tuntas kitab, dalam hal ini kyai bebas untuk

membacakan kitabnya.

2. Sistem Pengajaran

Sistem pengajaran dapat diartikan sebagai cara uyang

diperguanakan untuk menyampaikan tujuan. Pondok

pesantren secara agak seragam menerapkan sistem

pengajaran yang sering kita kenal yaitu: sorogan, bandungan,

hafalan dan masih banyak lainnya. Akan tetapi konsep

keilmuan lebih menekankan pada rasionalitas seperti yang

menjadi dasar pendidikan modern.


3. Sistem Pembiayaan

Pondok pesantren sebagai lembaga non formal juga

sebagai lembaga sosial keagamaan. Dan perjalanannya,

pembiayaan dalam bidang pendidikan pesantren bisa didapat

dari imbal swadya pemerintah, yaitu Depag, Link Depag,

Instansi Daerah maupun dari lainnya. Karena kepedulian

pesantren ini dilandasi dengan keikutansertaan pemerintah

dalam memajukan pondok pesantren dengan karakternya

yang khas.

C. Pengelolaan Sistem dalam Pendidikan Pesantren

Permasalahan seputar pengelolaan model pendidikan

pondok pesantren dalam hubunganya dengan peningkatan

kualitas sumberdaya manusia merupakaan berita aktual dalam

arus perbincanggan kepesantrenan masa kini karena pesantren

ini dinilai kurang mampu mengoptimalkan potensi yang

dimilikinya namun meskipun demikian setidaknya terdapat dua

potensi besar yang dimiliki pesantren yaitu:

1. Potensi pendidikan.

2. Penggembangan masyarakat.

Terkait denggan sistem pengelolaan pondok pesantren

dalam interaksinya denggan perubahan sosial akibat modernisasi


ataupun globalisasi, pesantren sendiri sudah mulai melakukan

pembenahan salah satu bentuknya adalah pengelolaan pondok

pesantren formal sekolahan mulai tingkat SD, sampai perguruan

tinggi, di lingkungan pesantren dengan menawarkan perpaduan

kurikulum keagamaan dan umum sertaperangkat keterampilan

yang dirancang secara sistematik

Tawaran berbagai pendidikan mulai dari SD, Madrsah

Aliyah, SMP, dan SMA hingga perguruan tinggi yang di

kembangkan pesantrenpun cukup kompetitif dalam menarik

minat masyarakat. Sebab ada semacam jaminan keunggulan out

put yang siap bersaing dalam kehidupan sosial. Dan pesantren

dengan segala keunikan yang dimilikinya masih sangat

diharapkan menjadi pendorong berkembangnya sistem

pendidikan di Indonesia, yang ditandai banyak sekarang

pesantren yang ada pendidikannya berupa formal dan tentunya

non formal juga.


Ada pula sebagian pesantren yang memperbaharui sistem

pendidikanya denggan menciptakan model pendidikan modern

yang tidak lain terpaku pada sistem pengajaran klasik dan materi

kitab-kitab kuning. Tetapi semua sistem pendidikan mulai dari

teknik pengajaran, materi pelajaran, sarana dan prasarananya

didesain berdasarkan sistem pendidikan modern.

Sementara itu tidak semua pesantren melakukan

pengembangan sistem pendidikannya dengan cara memperluas

cangkupan wilayah, masih banyak pesantren yang masih

mempertahankan sistem

pendidikan tradisional dan konvensional denggan membatasi diri

pada penggajaran kitab-kitab klasik dan pembinaan moral

keagamaan semata.

Pesantren model pure klasik atau salaf ini memang unggul

dalam melahirkan santri yang memiliki kesalehan, kemandirian,

dan penguasaan terhadap ilmu-ilmu ke-Islaman.

Kelemahanya, out put pendidikan pure salaf kurang kompetitif

dalam percaturan persaingan kehidupan modern.

Padahal tuntutan kehidupan global menghendaki kualitas

sumberdaya manusia terdidik dan keahlian di dalam bidangnya.

Realitas out put pesantren yang memiliki sumber daya manusia

kurang kompetotif inilah yang kerap


menjadikannyatermaginalisasi dan kalah bersaing dengan out

put pendidikan formal baik agama maupun umum.

Penyebaran yang luas dengan keaneragaman karakteristik

yang dimiliki pesantren saat ini di semua wilayah Indonesia

menjadi potensi luar biasa dalam percepatan pembanggunan di

daerah-daerah. Jika upaya maksimal ini dilakukan oleh

pemerintah secara tepat bukan tidak mungkin kedepan akan

menjadi lahan subur penyemaian bibit-bibit unggul manusia

Indonesia. Jika melihat keadaan ini tampaknya akselerasi

pendidikan dan pengelolaan masyarakat di pesantren optomis

bisa berjalan, namun bagaimanapun program-program ini

tergantung pada penerimaan kyai/ustadz di pesantren sendiri,

maupun pengurus pesantren sebab pesantren memiliki

kemandirian sendiri yang relative besar.

Sehingga intervensi dari luar akan cenderung kurang

efektif. Hal ini menjadi tantangan Departemen agama untuk

secara terus menerus mensosialisasikan dan mendorong

pesantren-pesantren tersebut terlihat dalam akselarasi

pendidikan nasional akan dapat di tingkatkan scara drastis. Oleh

sebab itu pelibatan pesantren dalam akselerasi pendidikan

nasional tidak bisa ditanggani secara sembarangan, apalagi

tugas Departemen Agama yang mendesak adalah bagaimana

memperbesar partisipasi pesantren melalui program-program


yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter pesantren itu

sendiri.

Salah satu bagian terpenting dalam manajemen pesantren

adalah berkaitan denggan pengelolaan keuanggan pesantren.

Dalam pengelolaan keuangan akan menimbulkan permasalahan

yang serius apabila pengelolaanya tidak baik. Pengelolaan

keuanggan pesantren yang baik sebenarnya merupakan upaya

melindunggi personil pengelolaan pesantren (kyai, pengasuh,

ustadz, atau pengelola pesantren lainya) dari pandangan yang

kurang baik dari luar pesantren. Selama ini banyak pesantren

yang tidak memisahkan antara harta kekayaan pesantren

denggan harta milik individu, walaupun disadari bahwa

pembiayaan pesantren justru lebih banyak bersumber dari

kekayaan individu. Namun dalam rangka pelaksanaan

manajemen yang baik sebaiknya diadakan pemilahan antara

harta kekayaaan pesantren dengan harta milik individu, agar

kelemahan dan kekurangan pesantren dapat diketahui secara

transparan oleh pihak-pihak lain, termasuk orang tua santri.

Pengertian pengelolaan keuangan sendiri adalah

penggurusan dan pertanggung jawaban suatu lembaga terhadap

penyandang dana baik individual maupun lembaga. Dalam

penyusunan anggaran memuat pembagian penerimaan dan


pengeluaran anggaran rutin dan anggaran pembanggunan serta

anggaran incidental jika perlu

Prinsip-prinsip pengelolaan pendidikan sebagai berikut:

1. Hemat tidak mewah, efisien, dan sesuai denggan kebutuhan

2. Terarah dan terkendali sesuai dengan rencana dan program

3. Terbuka dan transparan

Pesantren sebagai lembaga yang semestinya menjaga akuntabilitas publik

selayaknya jika mulai memperbaiki manajemen atau penggelolaan keuanggan

secara baik dan bertanggung jawab.


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1.Sistem pondok pesatren adalah sarana yang bertugas
sebagai perangkat organisasi yang diciptakan untuk
mencapai tujuan pendidikan yang berlangsung dalam
pondok pesantren.
2.Menciptakan model pendidikan modern yang tidak lain
terpau pada system pengajaran klasik dan materi kitab
kitab kuning. Tetapi semua sistemnya dari pengajaran,
materi pelajaran, sarana, hingga prasarannya didesain
secara system pendidikan modern.
DAFTAR PUSTAKA
1. Ainurrofiq Dawam dan Ahmad Tarifin, 2008, Manajemen
Madrasah Berbasis Pesantren, cet. 3. (Jakarta:PT. Lista Farika
Putra)
2. https://tujuhkoto.wordpress.com/2010/06/21/manajemen-
peningkatan-mutu-pendidikan-islam/
3. http://beritaislamimasakini.com/manajemen-pendidikan-
pondok-pesantren.htm
4. Haedari, Amin dan Ishom El-Saha, 2008, Peningkatan Mutu
Terpadu Pesantren dan Madrasah Diniyah. (Jakarta:Diva
Pustaka).
5. MU YAPPI, 2008, Manajemen Pengembangan Pondok
Pesantren ,cet. 1(Jakarta: Media Nusantara).
BIODATA PENULIS

NAMA : Bayu Abdillah Nurahman


Tempat : Semarang
Tanggal Lahir : 01 Januari 1999

ALAMAT : Perum. Graha Wahid


Cluster florida blok B/28
RIWAYAT PENDIDIKAN :

1. Play group. Semarang, Jawa Tengah (2001-


2002)

2. Taman kanak-kanak Aisyah butsanul atfal.


Semarang, Jawa tengah (2002-2003)

3. Sekolah Dasar islam terpadu Al-Azhar 14.


Semarang, Jawa tengah (2004-2010)

4. Sekolah menengah pertama islam terpadu


Al-Multazam. Kuningan, Jawa barat (2011-
2013)

5. Sekolah menengah atas islam terpadu Al-


Multazam. Kuningan, Jawa barat (2014-2017)