You are on page 1of 54

76

Lampiran 1

SILABUS MEMPERBAIKI SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL

NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 1 MERDEKA BERASTAGI


MATA PELAJARAN : KOMPETENSI KEJURUAN
KELAS/SEMESTER : XI/4
STANDAR KOMPETENSI : Memperbaiki Sistem Pengapian Konvensional
KODE : 020.KK.17
ALOKASI WAKTU : (24 X 45 menit)

ALOKASI SUMBER
MATERI KEGIATAN WAKTU
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KKM PENILAIAN BELAJAR
PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN
TM PS PI

17.1. Mengidentifikasi System pengapian Pengertian, Menjelaskan system 75 TestTertulis Buku


sistem pengapian konvensioanal diakses fungsi dan pengapian Porto Folio Modul
dan dari buku Toyota new prinsip kerja konvensional Pengamatan Trainer
komponennya step 1 dan CD sistem meliputi : sistem
pembelajaran sistem pengapian Fungsi pengapian
pengapian konvensional Nama komponen Mobil Stand
Menyebutkan komponen- pada mobil Cara kerja CD
komponen sistem Konstruksi dan Gambar pembelajaran
pengapian konvensional komponen rangkaian sistem
Menjelaskan cara kerja system Menggunakan pengapian
komponen system pengapian buku manual Persyaratan
pengapian konvensional konvensional
ditempat
Menggambarkan Bagan/rangkaia
kerja/industri
rangkaian sistem n sistem
pengapian konvensional pengapian
Mengidentifikasi konvensional
komponen-komponen Prosedur
77

sistem pengapian identifikasi,


konvensional dari buku rangkaian,
Toyota new step 1 konstruksi, tipe
Menggunakan peralatan dan kerusakan
K3 sistem
Melakukan prosedur pengapian
sesuai SOP konvensional
Prosedur
pengujian dan
identifikasi
sistem
pengapian
konvensional
Pengunaan
buku pedoman
reparasi

ALOKASI
WAKTU
KOMPETENSI MATERI KEGIATAN SUMBER
INDIKATOR KKM PENILAIAN
DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN BELAJAR
TM PS PI

17.2. Memperbaiki Menyiapkan


78

sistem Mengakses informasi dari Teknik peralatan yang Unjuk kerja Buku
pengapian dan buku pedoman reparasi dan pengukuran digunakan Laporan pedoman
komponennya Job sheet sistem komponen Demontrasi praktek reparasi
. pengapian konvensional system mengenai : Job sheet
Menyiapkan peralatan pengapian Pemeriksaan Engine
praktek system pengapian konvensional Pengukuran stand bensin
konvensional Teknik Diagnosa Alat tangan
Menggunakan alat ukur menganalisa Penyetelansi dan alat
multimeter, timing light, system Perbaikan ukur
engine tuner.feller gauge pengapian Penggantian Peralatan
sesuai buku pedoman konvensional komponen system K3
reparasi Teknik pengapian Persya
Melakukan pemeriksaan, Perbaikan konvensional ratan
pengukuran dan sistem ditempat
pengidentifikasian pengapian Siswa melakukan kerja/
kerusakan pada system konvensional praktek secara industri.
pengapian konvensional Teknik kelompok
Menganalisa kerusakan Penggantian mengenai:
system pengapian komponen Pemeriksaan
konvensional system Pengukuran
Melakukan perbaikan pengapian komponen system
system pengapian konvensional pengapian
konvensional Teknik konvensional
Melakukan penggantian penyetelan
komponen system komponen Siswa melakukan
pengapian system praktek secara
Melakukan penyetelan pengapian kelompok mengenai
system pengapian konvensional :
konvensional Diagnosa
Menggunakan peralatan K Penyetelan
3 Perbaikan
79

Melakukan prosedur sesuai Penggantian


SOP komponen system
pengapian
konvensional

Mengetahui, Disetujui, Mahasiswa


Kepala Sekolah SMK NEGERI 1 Merdeka Guru Mata Diklat Peneliti,

SIMSON, SE Drs. GEMAR TARIGAN Mhd. Alinopanto GTG


NIP. 19611231 199503 2 009 NIP. 19601020 198703 1 004 NIM. 5103122025
80
Lampiran 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 MERDEKA. BERASTAGI

Mata Diklat : Memperbaiki Sistem Pengapian Konvensional

Kelas/Semester : XI Teknik Kendaraan Ringan/ genap (4)

Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (Pertemuan 1)

Kode Kompetensi : 020 KK 17

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi dan memperbaiki sistem pengapian

konvensional dan komponennya

I. INDIKATOR

- Dapat menyebutkan komponen-komponen system pengapian

konvensional mobil
- Menjelaskan fungsi komponen-komponen system pengapian

konvensional mobil
- Menjelaskan cara kerja system pengapian konvensional mobil

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran selesai siswa diharapkan mampu :

- Menjelaskan komponen dan fungsi setiap komponen sistem pengapian dengan benar

sesuai buku training manual.


- Mengenal setiap komponen sistem pengapian konvensional pada mobil.

Karakter yang diharapkan : 1. Jujur 4.Tanggung jawab


2. Displin 5. Kreatif
3. Kerja keras 6. Mandiri
81

III. MATERI AJAR


a. Sistem Pengapian Konvensional
Sistem pengapian adalah sistem yang berfungsi menghasilkan percikan bunga api
listrik di busi pada saat yang tepat untuk memulai proses pembakaran campuran udara dan
bahan bakar di dalam ruang pembakaran pada mesin bensin.

(Sudarwanto, 2011)
Gambar 1. Sistem Pengapian Konvensional
b. Komponen dan Fungsi Komponen Sistem Pengapian Konvensional
Komponen utama sistem pengapian konvensional terdiri dari baterai, kunci kontak,
koil pengapian, distributor, kabel tegangan tinggi, dan busi.

(Sudarwanto, 2011)
Gambar 2. Komponen Sistem Pengapian Konvensional

1. Baterai
82

Baterai berfungsi sebagai sumber arus listrik untuk rangkaian sistem pengapian
konvensional. Setelah mesin bekerja, kebutuhan arus listrik pada sistem pengapian
disuplai oleh sistem pengisian.

(Daryanto, 1991)
Gambar 3. Bagian-bagian baterai
2. Kunci kontak
Kunci kontak berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik dari baterai
ke sistem pengapian. Kunci kontak juga memiliki fungsi untuk mematikan kerja mesin.
Dengan tidak bekerjanya sistem pengapian maka mesin tidak dapat hidup karena busi
tidak memercikkan bunga api listrik untuk memulai proses pembakaran di dalam ruang
bakar, berikut ini adalah gambar kunci kontak.

(Sudarwanto, 2011)
Gambar 4. Kunci Kontak

3. Koil Pengapian (Ignition Coil)


Koil pengapian berfungsi untuk menaikkan tegangan baterai 12 volt menjadi tegangan
tinggi lebih dari 10.000 Volt. Rangkaian koil pengapian terdiri dari dua buah kumparan,
83

yaitu kumparan primer dan kumparan skunder. Jumlah lilitan kumparan skunder jauh
lebih banyak dibandingkan dengan kumparan primer. Koil dapat menaikkan besar
tegangan berdasarkan jumlah lilitan pada lilitan skunder. Berikut gambar 5 menunjukkan
penampang dan hubungan koil pengapian.

(Sudarwanto, 2011)
Gambar 5. Penampang dan hubungan koil
4. Distriobutor
Distributor berfungsi untuk mendistribusikan tegangan tinggi yang dihasilkan oleh koil
pengapian ke tiap-tiap busi sesuai dengan urutan penyalaan (firing order). Pada
distributor terdapat beberapa komponen antara lain kontak pemutus, kondensor, cam,
vakum advancer, octane selector, sentrifugal advancer, rotor, dan tutup distributor.

(Sudarwanto,2011)
Gambar 6. Komponen distributor

Bagian-bagian yang terdapat pada distributor adalah sebagai berikut:


a) Breaker Point, berfungsi untuk memutuskan arus listrik dan menghubungkanya dari
kumparan primer koil ke massa agar terjadi induksi pada kumparan skunder koil.
84

b) Cam, berfungsi untuk mengungkit breaker point agar dapat memutuskan dan
menghubungkan arus listrik pada kumparan primer coil. Berikut gambar 7. Menunjukkan
konstruksi braker point dan cam.

(Sudarwanto, 2011)
Gambar 7. Konstruksi Breaker Point dan Cam
c) Condenser, berfungsi menghilangkan atau mencegah terjadinya loncatan bunga api pada
breaker point.

Gambar 8. Konstruksi condenser

d) Tutup distributor dan rotor, berfungsi menbagikan arus tegangan tinggi yang dihasilkan
oleh kumparan skunder pada koil pengapian ke busi tiap-tiap silinder.
e) Governor Advanser, berfungsi memajukan saat pengapian sesuai dengan pertambahan
putaran mesin.

(Sudarwanto, 2011)
Gambar 9. Konstruksi Governor Advancer
85

f) Vacuum Advancer, berfungsi memundurkan dan memajukan saat pengapian ketika beban
mesin bertambah atau berkurang.

(Sudarwanto, 2011)
Gambar 10. Konstruksi Vacum Advancer
5. Busi
Busi berfungsi menghasilkan bunga api listrik antara kedua elektrodanya untuk
membakar campuran gas pada ruang bakar.

(Sudarwanto, 2011)
Gambar 11. Konstruksi Busi

c. Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional


Pada saat kunci kontak pada posisi start kemudian cam distributor berputar menekan
tumit platina sehingga platina membuka dan akibatnya arus primer yang mengalir terputus
sehingga kemagnetan di koil pengapian hilang. Hilangnya kemagnetan menyebabkan
terjadinya induksi tegangan tinggi di kumparan primer kurang lebih 300-400 volt diserap oleh
kondensor, sedangkan induksi kumparan skunder kurang lebih 10.000-20.000 volt dialirkan
ke kabel tegangan tinggi kemudian menuju rotor dan kabel busi kemudian ke busi dan
menuju massa, sehingga terjadi percikan bunga api pada busi.
86

d. Rangkaian Sistem pengapian konvensional

Gambar 12. Diagram system pengapian konvensional

IV. METODE PEMBELAJARAN


Metode : Diskusi Kelompok, Demonstrasi, dan Tanya
Jawab
Strategi : Inkuri Terbimbing (Guide Inqury)

V. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Siklus I (Pertemuan 1)
Langkah Tahapan Kegiatan Alokasi
Keterangan
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 5 menit - Mengkondisikan siswa agar
Kegiatan Awal

tertib dan kondusif


- Mengkoordinir siswa untuk
berdoa
- Mengabsen siswa
Apersepsi 5 menit - Mengadakan tanya jawab
dengan siswa yang berkaitan
dengan komponen dan
87

kegunaan system pengapian


konvensional
Motivasi/ pre tes 20 menit - Menjelaskan manfaat dan
tujuan pembelajaran serta
kompetensi yang akan dicapai
- Memberika pre tes
Mengorientasikan 10 menit - Memberi penjelasan singkat
Kegiatan Inti

siswa pada masalah dan menyeluruh tentang


konten dan prosedur kerja
- Guru menjelaskan topik,
tujuan dan hasil belajar yang
akan dicapai. Topik
permasalahan yang akan
dibahas siswa antara lain :
Seorang pemilik
kendaraan mogok dan
dibawa ke sebuah
bengkel, setelah
diidentifikasi kerusakan
adalah sistem pengapian
kendaraan maka
pekerjaan yang harus
mekanik lakukan antara
lain :...!
Tuliskan hal-hal yang
meja-di kesenjangan pada
system pengapian
konvensional!
Tuliskan komponen-
komponen yang
digunakan pada system
pengapian konvensional !
Mengorganisasikan 5 menit - Guru mengorganisasikan
siswa untuk belajar siswa menjadi 5 kelompok,
setiap kelompok terdiri 5- 6
siswa.
- Guru membuat ketua dan
tool-man setiap kelompok
Membimbing 130 - Guru mendorong siswa untuk
penyelidikan menit mengumpulkan informasi
kelompok terkait dengan masalah yang
dipecahkan.
Mengembangkan 30 menit - Guru membantu siswa dalam
dan menyajikan menyiapkan laporan hasil
88

hasil karya diskusi kelompok.


- Guru membantu siswa untuk
berbagi tugas dengan
temannya dalam menyajikan
hasil diskusi
- Setiap kelompok menyajikan
hasil diskusi mereka.
Menganalisis dan 10 menit - Guru bersama siswa
mengevaluasi proses merangkum terhadap masalah
pemecahan masalah yang baru dipecahkan tadi.

Tanya Jawab 5 menit - Guru memberi kesempatan


Kegiatan Penutup

kepada siswa untuk bertanya


terhadap materi ajar yang
belum jelas/belum dimengerti
oleh siswa.
- Guru dan siswa bersama
merangkumkan materi
pelajaran
Evaluasi 25 menit - Guru memberikan Evaluasi
kepada siswa untuk
mengerjakannya.
Menutup 5 menit - Setelah tugas selesai
Pembelajaran dikerjakan, maka
pembelajaran ditutup dengan
doa.

VI. SUMBER BELAJAR


- TOYOTA ASTRA Buku NEW STEP 1
- Jobsheet
- Buku pedoman reparasi TOYOTA SERI K

VII. ALAT / BAHAN


- Spidol / Papan tulis - ToolBox
- Engine Stand 5 Unit - Tacho Meter
- Panel simulator sistem Pengapian - Timing Light
- Filler Gauge - LCD Proyektor

- Multitester - Hydro Meter

VIII. PENILAIAN
Soal Evaluasi Pertemuan 1
89

No. Butir Soal Bobot Skor


1 Tuliskan komponen-komponen sistem pengapian konvensional ?
2 Jelaskan fungsi dari komponen-komponen sistem pengapian konvensional ?

Mengetahui : Berastagi, April 2016


Guru Mata Diklat Mahasiswa/Peneliti

Drs. Gemar Tarigan Mhd. Alinopanto GTG


NIP. 19601020 198703 1 004 NIM. 5103122025

Lampiran 3

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 MERDEKA. BERASTAGI

Mata Diklat : Memperbaiki Sistem Pengapian Konvensional

Kelas/Semester : XI Teknik Kendaraan Ringan/ genap (4)

Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (Pertemuan 2)

Kode Kompetensi : 020 KK 17

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi dan memperbaiki sistem pengapian


90

konvensional dan komponennya

I. INDIKATOR

- Menggambarkan rangkaian sistem pengapian konvensional

pada mobil
- Mengidentifikasi kerusakan komponen-komponen sistem

pengapian konvensional pada mobil


- Mempersiapkan alat dan bahan praktek sistem pengapian

konvensinal pada mobil

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran selesai siswa diharapkan mampu :

- Menggambarkan diagram sistem pengapian konvensional pada mobil


- Mengidentifikasi fungsi komponen sistem pengapian konvensional pada mobil sesuai

dengan cara kerjanya.


- Menggenal alat dan bahan yang akan di peraktekkan pada sistem pengapian

konvensional pada mobil.

Karakter yang diharapkan : 1. Jujur 4.Tanggung jawab


2. Displin 5. Kreatif
3. Kerja keras 6. Mandiri

III. MATERI AJAR


e. Rangkaian Sistem pengapian konvensional
91

Gambar 12. Diagram system pengapian konvensional

f. Pemeriksaan dan penyetelan sistem pengapian konvensional mobil


a. Menyetel celah platina

b. Meriksa dan menyetel busi


Busi berfungsi untuk mengalirkan arus tengangan tinggi dari distributor ke ruang
bakar dalam bentuk bunga api dengan tempratur yang tinggi diantara elektroda
tengah dan masa dari busi untuk membakar campuran bahan bakar dan udara.
92

Pemakaian dalam jangka panjang dan kerusakan komponen system pengapian


lainnya dapat menyebabkan turunnya perfom busi tersebut, oleh karena itu busi
memerlukan perawatan dan penggantian.
Busi yang sudah menimbulkan gejala-gejala turunnya performanya antara lain
adalah:
1. Tenaga mesin menjadi berkurang
2. Timbulnya bunyi ketukan dari mesin
3. Pembakaran didalam ruang bakar menjadi tidak sempurna

c. Memeriksa kabel tegangan tinggi

d. Memeriksa Ignition Coil


93

IV. METODE PEMBELAJARAN


Metode : Diskusi Kelompok, Demonstrasi, dan Tanya
Jawab
Strategi : Inkuri Terbimbing (Guide Inqury)

V. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Siklus I (Pertemuan 2)
Langkah Tahapan Kegiatan Alokasi
Keterangan
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 5 menit - Mengkondisikan siswa agar
Kegiatan Awal

tertib dan kondusif


- Mengkoordinir siswa untuk
berdoa
- Mengabsen siswa
Apersepsi 5 menit - Mengadakan tanya jawab
dengan siswa yang berkaitan
dengan komponen dan
kegunaan system pengapian
konvensional
Motivasi/ pre tes/ 20 menit - Menjelaskan manfaat dan
tujuan pembelajaran serta
kompetensi yang akan dicapai
- Memberika pre tes
94

Mengorientasikan 10 menit - Memberi penjelasan singkat

Kegiatan Inti
siswa pada masalah dan menyeluruh tentang
konten dan prosedur kerja
- Guru menjelaskan topik,
tujuan dan hasil belajar yang
akan dicapai. Topik
permasalahan yang akan
dibahas siswa antara lain :
Seorang pemilik
kendaraan mogok dan
dibawa ke sebuah
bengkel, setelah
diidentifikasi kerusakan
adalah sistem pengapian
kendaraan maka
pekerjaan yang harus
mekanik lakukan antara
lain :...!
Tuliskan hal-hal yang
menyebabkan kerusakan
pada system pengapian
konvensional!
Apa yang dilakukan
sebelum melaksanakan
perbaikan pada system
pengapian konvensional !
Mengorganisasikan 5 menit - Guru mengorganisasikan
siswa untuk belajar siswa menjadi 5 kelompok,
setiap kelompok terdiri 5- 6
siswa.
- Guru membuat ketua dan
tool-man setiap kelompok
- Membagikan jobsheet kepada
setiap kelompok.
Membimbing 150 - Guru mendorong siswa untuk
penyelidikan menit mengumpulkan informasi
kelompok terkait dengan masalah yang
dipecahkan.
- Guru memberikan bimbingan
kepada setiap kelompok
untuk melaksanaan
penyelidikan
Mengembangkan 30 menit - Guru membantu siswa dalam
dan menyajikan menyiapkan laporan hasil
95

hasil karya diskusi kelompok.


- Guru membantu siswa untuk
berbagi tugas dengan
temannya dalam menyajikan
hasil diskusi
- Setiap kelompok menyajikan
hasil diskusi mereka.
Menganalisis dan 10 menit - Guru bersama siswa
mengevaluasi proses merangkum terhadap masalah
pemecahan masalah yang baru dipecahkan tadi.

Tanya Jawab 5 menit - Guru memberi kesempatan


Kegiatan Penutup

kepada siswa untuk bertanya


terhadap materi ajar yang
belum jelas/belum dimengerti
oleh siswa.
- Guru dan siswa bersama
merangkumkan materi
pelajaran
Evaluasi 25 menit - Guru memberikan Evaluasi
kepada siswa untuk
mengerjakannya.
Menutup 5 menit - Setelah tugas selesai
Pembelajaran dikerjakan, maka
pembelajaran ditutup dengan
doa.

VI. SUMBER BELAJAR


- TOYOTA ASTRA Buku NEW STEP 1
- Jobsheet
- Buku pedoman reparasi TOYOTA SERI K

VII. ALAT / BAHAN


- Spidol / Papan tulis - ToolBox
- Engine Stand 5 Unit - Tacho Meter
- Panel simulator sistem Pengapian - Timing Light
- Filler Gauge - LCD Proyektor

- Multitester - Hydro Meter

VIII. PENILAIAN
96

Soal Post Test Siklus 1

No. Butir Soal Bobot Skor


1 Tuliskan komponen-komponen sistem pengapian konvensional ?
2 Jelaskan fungsi dari komponen-komponen sistem pengapian konvensional ?
3 Jelaskan cara kerja memeriksa komponen-komponen system pengapian konvensional?
Sebutkan komponen komponen yang diperiksa dan cara kerjannya dalam system
4
pengapian konvensional mobil?
5 Gambarkan diagram system pengapian konvensional pada mobil?

Penilaian Psikomotorik ( Test Unjuk Kerja)


Penilaian tes unjuk kerja dilakukan dengan pengamatan saat siswa melakukan praktek.
Adapun kegiatan praktek kelompok siswa yang dilakukan antara lain:
1. Memeriksa baterai dengan Hydro meter dan secara visual
2. Memeriksa kabel tegangan tinggi dengan OHM meter
3. Memeriksa Tahanan Iqnition Coil
4. Memeriksa dan menyetel busi
5. Memeriksa Sudut Dwell

Mengetahui : Berastagi, April 2016


Guru Mata Diklat Mahasiswa/Peneliti

Drs. Gemar Tarigan Mhd. Alinopanto GTG


NIP. 19601020 198703 1 004 NIM. 5103122025

Lampiran 4

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


97

(RPP)

Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 MERDEKA. BERASTAGI

Mata Diklat : Memperbaiki Sistem Pengapian Konvensional

Kelas/Semester : XI Teknik Kendaraan Ringan/ genap (4)

Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (Pertemuan 3)

Kode Kompetensi : 020 KK 17

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi dan memperbaiki sistem pengapian

konvensional dan komponennya

I. INDIKATOR

B. Mempersiapkan peralatan praktek


C. Menggunakan alat ukur system pengapian konvensional pad mobil
D. Melakukan diagnose, dan penyetelan system pengapian konvensional pda mobil

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran selesai siswa diharapkan mampu :

- Mempersiapkan alat dan bahan praktek sistem pengapian konvensional pada monil
- Mengenal dan menggunakan alat ukur sistem pengapian sistem pengapian dengan

benar sesuai buku training manual.


- Melaksanakan penyetelan dan diagnosa sistem pengapian konvensional pada mobil

Karakter yang diharapkan : 1. Jujur 4.Tanggung jawab


2. Displin 5. Kreatif
3. Kerja keras 6. Mandiri

III. MATERI AJAR


a. Alat ukur sistem pengapian konvensional
1. Feeler gauge
98

Filler gauge adalah sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur celah.
Dalam perbaikan sistem pengapian konvensional alat ukur ini digunakan untuk
mengukur rubbing block pada distributor, mengukur celah platina dan celah busi.

1. Timing Light
Timing light berfungsi untuk mengetahui derajat saat pengapian.

2. Multi tester
Multi tester memiliki beberapa fungsi antara lain adalah mengukur tegangan AC
dan DC, mengukur tahanan (OHM) dan mengukur kuat arus yang mengalir
Ampere(A) .
Dalam perbaikan sistem pengapian AVO meter digunakan untuk mengukur Load
baterai. OHM meter digunakan untuk mengukur tahanan kabel tegangan tinggi,
mengukur tahanan ballast, mengkukur kontiunitas suatu rangkaian.
99

3. Tacho meter
Tacho meter memiliki beberapa fungsi dalam melakukan perbaikan pada sistem
pengapian, antara lain :
a) Memeriksa derajat pembukaan pelatina pada saat kendaraan sedang di
nyalakan
b) Memeriksa Rpm mesin sesuai dengan jumlah silinder kendaraan.

4. Hydro Meter
Hydro meter digunakan untuk mengukur berat jenis elaktrolit baterai.

IV. METODE PEMBELAJARAN

Metode : Diskusi Kelompok, Demonstrasi, dan Tanya


Jawab
Strategi : Inkuri Terbimbing (Guide Inqury)

V. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Siklus II (Pertemuan 3)
Langkah Tahapan Kegiatan Alokasi
Keterangan
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 10 menit - Mengkondisikan siswa agar
Kegiatan Awal

tertib dan kondusif


- Mengkoordinir siswa untuk
berdoa
- Mengabsen siswa
Apersepsi 5 menit - Mengadakan tanya jawab
dengan siswa yang berkaitan
100

dengan komponen dan


kegunaan system pengapian
konvensional
Motivasi/ pre tes 20 menit - Menjelaskan manfaat dan
tujuan pembelajaran serta
kompetensi yang akan dicapai
- Memberika pre tes
Mengorientasikan 20 menit - Memberi penjelasan singkat
Kegiatan Inti

siswa pada masalah dan menyeluruh tentang


konten dan prosedur kerja
- Guru menjelaskan topik,
tujuan dan hasil belajar yang
akan dicapai. Topik
permasalahan yang akan
dibahas siswa antara lain :
Busi tidak memercikkan
bunga api maka
pekerjaan yang harus
mekanik lakukan antara
lain :...!
Kondisi kendaraan pada
saat dinyalakan suara
mesin abnormal yang
diperkirakan kerusakan
pada sistem pengapian,
tindakan apa yang harus
dilakukan?
Apakah alat yang
digunakan untuk
memeriksa kerusakan
sistem pengapian
konvensional mobil?
Mengorganisasikan 10 menit - Guru mengorganisasikan
siswa untuk belajar siswa menjadi 5 kelompok,
setiap kelompok terdiri 5- 6
siswa.
- Guru membuat ketua dan
tool-man setiap kelompok
Pengumpulan data 130 - Guru mendorong siswa untuk
menit mengumpulkan informasi
terkait dengan masalah yang
dipecahkan.
Mengembangkan 30 menit - Guru membantu siswa dalam
dan menyajikan menyiapkan laporan hasil
101

hasil karya diskusi kelompok.


- Guru membantu siswa untuk
berbagi tugas dengan
temannya dalam menyajikan
hasil diskusi
- Setiap kelompok menyajikan
hasil diskusi mereka.
Menganalisis dan 10 menit - Guru bersama siswa
mengevaluasi proses merangkum terhadap masalah
pemecahan masalah yang baru dipecahkan tadi.

Tanya Jawab 5 menit - Guru memberi kesempatan


Kegiatan Penutup

kepada siswa untuk bertanya


terhadap materi ajar yang
belum jelas/belum dimengerti
oleh siswa.
- Guru dan siswa bersama
merangkumkan materi
pelajaran
Evaluasi 25 menit - Guru memberikan Evaluasi
kepada siswa untuk
mengerjakannya.
Menutup 5 menit - Setelah tugas selesai
Pembelajaran dikerjakan, maka
pembelajaran ditutup dengan
doa.

VI. SUMBER BELAJAR


- TOYOTA ASTRA Buku NEW STEP 1
- Jobsheet
- Buku pedoman reparasi TOYOTA SERI K

VII. ALAT / BAHAN


- Spidol / Papan tulis - ToolBox
- Engine Stand 5 Unit - Tacho Meter
- Panel simulator sistem Pengapian - Timing Light
- Filler Gauge - LCD Proyektor

- Multitester - Hydro Meter

VIII. PENILAIAN
Soal Evaluasi Pertemuan 1

No. Butir Soal Bobot Skor


102

1 Tuliskan alat ukur yang digunakan dalam perbaikan sistem pengapian konvensional ?
Jelaskan cara kerja mengunakan alat ukur :
a. Feeler Gauge
b. Multi Tester
2
c. Timing Light
d. Tacho meter
e. Hydro Meter

Penilaian Psikomotorik

Penilaian tes unjuk kerja yang dilakukan dengan pengamatan saat siswa melakukan kegiatan praktek.
Adapun kegiatan praktek yang dilakukan kelompok siswa anatara lain:
1. Memeriksa busi
2. Memeriksa platina
3. Memeriksa ignition coil
4. Memeriksa berat jenis elektrolit baterai
5. Memeriksa saat pengapian
6. Memeriksa Rpm

Mengetahui : Berastagi, April 2016


Guru Mata Diklat Mahasiswa/Peneliti

Drs. Gemar Tarigan Mhd. Alinopanto GTG


NIP. 19601020 198703 1 004 NIM. 5103122025

Lampiran 5

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 MERDEKA. BERASTAGI

Mata Diklat : Memperbaiki Sistem Pengapian Konvensional

Kelas/Semester : XI Teknik Kendaraan Ringan/ genap (4)

Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (Pertemuan 4)


103

Kode Kompetensi : 020 KK 17

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi dan memperbaiki sistem pengapian

konvensional dan komponennya

I. INDIKATOR

- Menganalisa kerusakan distributor sistem pengapian konvensional pada mobil


- Memperbaiki kerusakan distributor sistem pengapian konvensional pada mobil

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran selesai siswa diharapkan mampu :

1. Menganalisa kerusakan distributor sistem pengapian konvensional pada mobil


2. Memperbaiki kerusakan distributor sistem pengapian konvensional pada mobil

Karakter yang diharapkan : 1. Jujur 4.Tanggung jawab


2. Displin 5. Kreatif
3. Kerja keras 6. Mandiri

III. MATERI AJAR


b. Distributor
Distributor pada sistem pengapian konvensional memiliki beberapa fungsi antara
lain:
a. Membagikan percikan api kebusi sesuai dengan Firing Order kendaraan
b. Berfungsi sebagai tempat Vacum Advancer dan GovernorAdvancer
c. Membuka dan menutup platina
104

1. Tutup dirstributor
2. Rotor
3. Tutup penahan debu
4. Poros distributor
5. Cam
6. Sambungan ke saluran vakum
7. Vacuum advancer
8. Kondensor

IV. METODE PEMBELAJARAN


Metode : Diskusi Kelompok, Demonstrasi, dan Tanya
Jawab
Strategi : Inkuri Terbimbing (Guide Inqury)

V. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Siklus II (Pertemuan 3)
Langkah Tahapan Kegiatan Alokasi
Keterangan
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 10 menit - Mengkondisikan siswa agar
Kegiatan Awal

tertib dan kondusif


- Mengkoordinir siswa untuk
berdoa
- Mengabsen siswa
Apersepsi 5 menit - Mengadakan tanya jawab
dengan siswa yang berkaitan
dengan komponen dan
kegunaan system pengapian
konvensional
Motivasi/ pre tes 20 menit - Menjelaskan manfaat dan
tujuan pembelajaran serta
kompetensi yang akan dicapai
- Memberika pre tes
105

Mengorientasikan 10 menit - Memberi penjelasan singkat

Kegiatan Inti
siswa pada masalah dan menyeluruh tentang
konten dan prosedur kerja
- Guru menjelaskan topik,
tujuan dan hasil belajar yang
akan dicapai. Topik
permasalahan yang akan
dibahas siswa antara lain :
Seorang pemilik mobil
mengeluh tentang
kendaraannya pada saat
akselerasi dan beban
berat, menerangkah
bahwa pada performa
kendaraannya tidak
maksimal, maka yang
harus dilakukan seorang
mekanik adalah?

Mengorganisasikan 10 menit - Guru mengorganisasikan


siswa untuk belajar siswa menjadi 5 kelompok,
setiap kelompok terdiri 5- 6
siswa.
- Guru membuat ketua dan
tool-man setiap kelompok
Pengumpulan data 140 - Guru mendorong siswa untuk
menit mengumpulkan informasi
terkait dengan masalah yang
dipecahkan.
Mengembangkan 30 menit - Guru membantu siswa dalam
dan menyajikan menyiapkan laporan hasil
hasil karya diskusi kelompok.
- Guru membantu siswa untuk
berbagi tugas dengan
temannya dalam menyajikan
hasil diskusi
- Setiap kelompok menyajikan
hasil diskusi mereka.
Menganalisis dan 10 menit - Guru bersama siswa
mengevaluasi proses merangkum terhadap masalah
pemecahan masalah yang baru dipecahkan tadi.

Tanya Jawab 5 menit - Guru memberi kesempatan


106

Kegiatan Penutup
kepada siswa untuk bertanya
terhadap materi ajar yang
belum jelas/belum dimengerti
oleh siswa.
- Guru dan siswa bersama
merangkumkan materi
pelajaran
Evaluasi 25 menit - Guru memberikan Evaluasi
kepada siswa untuk
mengerjakannya.
Menutup 5 menit - Setelah tugas selesai
Pembelajaran dikerjakan, maka
pembelajaran ditutup dengan
doa.

VI. SUMBER BELAJAR


- TOYOTA ASTRA Buku NEW STEP 1
- Jobsheet
- Buku pedoman reparasi TOYOTA SERI K

VII. ALAT / BAHAN


- Spidol / Papan tulis - ToolBox
- Engine Stand 5 Unit - Tacho Meter
- Panel simulator sistem Pengapian - Timing Light
- Filler Gauge - LCD Proyektor

- Multitester - Hydro Meter

VIII. PENILAIAN
Soal Post-TesPertemuan 4

No. Butir Soal Bobot Skor


1 Tuliskan alat ukur yang digunakan dalam perbaikan sistem pengapian konvensional ?
2 Jelaskan cara kerja mengunakan alat ukur :
f. Feeler Gauge
g. Multi Tester
h. Timing Light
107

i. Tacho meter
j. Hydro Meter
3. Sebutkan komponen-komponen dan fungsinya yang terdapat pada distributor ?
4 Jelaskan cara kerja vacuum advancer pada sistem pengapian konvensional!
5 Jelaskan cara kerja governor advancer pada sistem pengapian konvensioanl!

Penilaian Psikomotorik

Penilaian tes unjuk kerja yang dilakukan dengan pengamatan saat siswa melakukan kegiatan praktek.
Adapun kegiatan praktek yang dilakukan kelompok siswa antara lain:
7. Memeriksa distributor
8. Memeriksa vacuum advancer
9. Memeriksa governor advancer
10. Memeriksa tutup distributor dan rotor
11. Memongkar distributor
12. Merakit distributor

Mengetahui : Berastagi, April 2016


Guru Mata Diklat Mahasiswa/Peneliti

Drs. Gemar Tarigan Mhd. Alinopanto GTG


NIP. 19601020 198703 1 004 NIM. 5103122025

Lampiran 6

SMK NEGERI 1 MERDEKA BERASTAGI

POST TEST SIKLUS I


Soal No. 1

Sebutkan komponen komponen sistem Pengapian konvensional mobil?


Soal No. 2

Jelaskan fungsi dari komponen komponen sistem pengapian konvensional mobil?


108

Soal No. 3

Jelaskan apa yang dimaksud dengan sudut dwell pada sistem pengapian konvensional
mobil?
Soal No. 4

Jelaskan cara kerja sistem pengapian konvensional?


Soal No. 5

Gambarkan diagram sistem pengapian konvensional mobil?

Lampiran 7

SMK NEGERI 1 MERDEKA BERASTAGI

POST TEST SIKLUS II


Soal No. 1

Tuliskan alat ukur yang digunakan dalam perbaikan sistem pengapian konvensional
mobil?
Soal No. 2
109

Jelaskan cara kerja memeriksa, kabel tegangan tinggi, tahanan primer coil, tahanan
skunder coil, tegangan baterai, sudut pengapian, dan elektrolit baterai!
Soal No. 3

Sebutkan dan jelaskan (FO) Firing order sistem pengapian konvensional mobil?
Soal No. 4

Jelaskan cara kerja vacuum advancer sistem pengapian konvensional?


Soal No. 5

Jelaskan cara kerja governor advancer sistem pengapian konvensional?

Lampiran 8

DAFTAR NILAI SISTEM PENGPIAN KONVENSIONAL SIKLUS I


SMK NEGERI 1 MERDEKA BERASTAGI
T.A 2015/2016
No. Nama siswa Nilai (Y) KKM keterangan
1 Agustinus Ginting 65 75 TIDAK TUNTAS
2 Akuindo Leo Vani .k 80 75 TUNTAS
3 Alwin Syahputra Sinuraya 60 75 TIDAK TUNTAS
4 Amsal Barus 90 75 TUNTAS
5 Anay Pratama Ginting 60 75 TIDAK TUNTAS
110

6 Andri Halomoan Sinaga 40 75 TIDAK TUNTAS


7 Ano Venda Tarigan 80 75 TUNTAS
8 Bahri Johan 40 75 TIDAK TUNTAS
9 Boy Wahyu Tanta Tarigan 50 75 TIDAK TUNTAS
10 Dea Arjuna 30 75 TIDAK TUNTAS
11 Dedinta Ginting 30 75 TIDAK TUNTAS
12 Eka Syahputra 90 75 TUNTAS
13 Emo Kemitta Kemit 30 75 TIDAK TUNTAS
14 Felix Sena Ginting 100 75 TUNTAS
15 Ferdinan Karo Sekali 50 75 TIDAK TUNTAS
16 Hari Angga Sialagan 80 75 TUNTAS
17 Jansen Calsius Pandia 80 75 TUNTAS
18 Jhon Piter 80 75 TUNTAS
19 Jukepri Prain 90 75 TUNTAS
20 Malem Pindonta Milala 80 75 TUNTAS
21 Novem Surnana Sembiring 75 75 TUNTAS
22 Nuah Sinulingga 65 75 TIDAK TUNTAS
23 Prans Andratama 100 75 TUNTAS
24 Puja Kesuma 100 75 TUNTAS
25 Revi Yando Sembiring 60 75 TIDAK TUNTAS
26 Reza Ginting 100 75 TUNTAS
27 Roji Tantomi Surbakti 90 75 TUNTAS
28 Samuel Sembiring 80 75 TUNTAS
29 Sanpra Yoga Sinuhaji 60 75 TIDAK TUNTAS
30 Vranky Eduard. M 60 75 TIDAK TUNTAS
Jumlah 2095
Rata-rata 69,83

Keterangan :
Jumlah siswa yang tuntas > 75 = 16 orang
Jumlah siswa yang tidak tuntas < = 14 orang
Persentase yang lulus = 53,3%
Persentase yang tidak lulus = 46,7%

Medan, April 2016


Diketahui
Guru bidang study Peneliti
111

Drs. Gemar Tarigan Muhammad Alinopanto Ginting


NIP. 19601020 198703 1 004 NIM. 5103122025

Lampiran 9

DAFTAR NILAI SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL SIKLUS II


SMK NEGERI 1 MERDEKA BERASTAGI
T.A 2015/2016
No. Nama siswa Nilai KKM keterangan
1 Agustinus Ginting 75 75 TUNTAS
2 Akuindo Leo Vani .k 80 75 TUNTAS
3 Alwin Syahputra Sinuraya 90 75 TUNTAS
4 Amsal Barus 80 75 TUNTAS
5 Anay Pratama Ginting 90 75 TUNTAS
112

6 Andri Halomoan Sinaga 65 75 TIDAK TUNTAS


7 Ano Venda Tarigan 80 75 TUNTAS
8 Bahri Johan 60 75 TIDAK TUNTAS
9 Boy Wahyu Tanta Tarigan 80 75 TUNTAS
10 Dea Arjuna 60 75 TIDAK TUNTAS
11 Dedinta Ginting 60 75 TIDAK TUNTAS
12 Eka Syahputra 80 75 TUNTAS
13 Emo Kemitta Kemit 65 75 TIDAK TUNTAS
14 Felix Sena Ginting 80 75 TUNTAS
15 Ferdinan Karo Sekali 75 75 TUNTAS
16 Hari Angga Sialagan 80 75 TUNTAS
17 Jansen Calsius Pandia 90 75 TUNTAS
18 Jhon Piter 80 75 TUNTAS
19 Jukepri Prain 80 75 TUNTAS
20 Malem Pindonta Milala 80 75 TUNTAS
21 Novem Surnana Sembiring 75 75 TUNTAS
22 Nuah Sinulingga 90 75 TUNTAS
23 Prans Andratama 90 75 TUNTAS
24 Puja Kesuma 100 75 TUNTAS
25 Revi Yando Sembiring 80 75 TUNTAS
26 Reza Ginting 80 75 TUNTAS
27 Roji Tantomi Surbakti 80 75 TUNTAS
28 Samuel Sembiring 90 75 TUNTAS
29 Sanpra Yoga Sinuhaji 80 75 TUNTAS
30 Vranky Eduard. M 90 75 TUNTAS
Jumlah 2385
Rata-rata 79,5

Keterangan :
Jumlah siswa yang tuntas > 75 = 25 orang
Jumlah siswa yang tidak tuntas < = 5 orang
Persentase yang lulus = 83,3 %
Persentase yang tidak lulus = 16,7 %

Medan, Juni 2016


Diketahui
Guru bidang study Peneliti
113

Drs. Gemar Tarigan Muhammad Alinopanto Ginting


NIP. 19601020 198703 1 004 NIM. 5103122025
114

Aspek yang dinilai


Nama Jumlah
Kel.
Siswa A B ... H
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1.

2.

I
3.

Dst...

II

III

IV
Lampiran 10

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA

Sumber: Paul D. Dierich (Hamalik, 2009)

Keterangan aspek yang dinilai:

A : Aktif dalam memperhatikan atau mendengarkan penjelasan guru (Visual Activities)


B : Siswa mampu bertanya atau mengemukakan pendapatnya (Oral Activities)
C : Mendengarkan uraian materi atau diskusi (Listening Activities)
D : Mencatat/menyalin materi pembelajaran selama proses belajar berlangsung
(Writing Activities)
E : Siswa aktif dalam menggambar skema atau diagram selama proses belajar
mengajar (Drawing Activities)
F : Siswa mampu melakukan diskusi serta bekerja sama dengan kelompok (Motor
Activities)
G : Menanggapi pertanyaan yang diberikan oleh guru baik itu benar atau salah
(Mental Activities)
H : Semangat dalam mengikuti proses belajar (Emotional Activities)
Skala penilaian dibuat rentangan dari 1 sampai 4, (Majid, 2006). Kriteria pemberian

nilai pada lembar aktivitas sebagai berikut:


115

Nilai 1: Siswa kurang aktif


Nilai 2: Siswa cukup aktif
Nilai 3: Siswa aktif
Nilai 4: Siswa sangat aktif
Setiap aspek yang dinilai jika dilakukan siswa diberi tanda contreng (). semakin

banyak kegiatan yang dilakukan siswa tersebut maka semakin tinggi frekwensi penilaianya.

Penilaian tergantung pada indikator aktivitas yang dilakukan siswa tersebut yang disesuaikan

dengan kegiatan siswa pada proses pembelajaran. Angka 32 adalah skor maksimum yang

diperoleh dari tiap-tiap aspek yang dinilai berjumlah empat (4) pada setiap indikator. Dan

angka delapan (8) adalah skor minimum yang diproleh dari tiap-tiap aspek yang dinilai

berjumlah satu (1) pada setiap indikator. Untuk menentukan nilai hasil konversi maka

langkah yang ditempuh adalah dengan membuat pedoman konversi berikut.

PEDOMAN KONVERSI AKTIVITAS BELAJAR SISWA

No. Skor Aktivitas Kriteria


1. 28-32 Sangat Aktif
2. 23-27 Aktif
3. 18-22 Cukup Aktif
4. 13-17 Kurang Aktif
5. 8-12 Tidak Aktif

Lampiran 11

Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I


Aspek yang dinilai
No Nama siswa X
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Agustinus Ginting 3 2 4 4 3 2 2 3 17
2 Akuindo Leo Vani .k 3 2 4 4 2 2 2 3 22
3 Alwin Syahputra Sinuraya 2 2 3 4 2 2 2 3 20
4 Amsal Barus 3 4 3 3 3 3 3 3 25
5 Anay Pratama Ginting 3 2 4 4 2 2 2 3 22
6 Andri Halomoan Sinaga 2 3 3 2 3 2 2 2 19
7 Ano Venda Tarigan 2 3 3 2 2 2 2 2 18
116

8 Bahri Johan 3 3 3 1 3 4 4 2 16
9 Boy Wahyu Tanta Tarigan 2 2 3 3 2 2 2 2 18
10 Dea Arjuna 2 2 2 2 2 2 1 2 15
11 Dedinta Ginting 2 2 2 2 2 2 2 1 15
12 Eka Syahputra 2 3 3 2 3 2 2 2 19
13 Emo Kemitta Kemit 2 1 2 1 2 2 2 2 14
14 Felix Sena Ginting 3 3 3 3 3 4 4 4 27
15 Ferdinan Karo Sekali 2 2 3 2 3 2 2 2 18
16 Hari Angga Sialagan 3 3 3 3 2 2 4 3 23
17 Jansen Calsius Pandia 4 3 3 3 3 2 2 3 23
18 Jhon Piter 4 2 3 3 3 2 2 3 22
19 Jukepri Prain 4 4 3 3 3 3 2 3 25
20 Malem Pindonta Milala 3 4 3 3 3 2 2 3 23
21 Novem Surnana Sembiring 3 3 2 3 3 3 2 3 22
22 Nuah Sinulingga 3 2 2 2 2 2 2 3 18
23 Prans Andratama 4 4 3 3 3 2 3 2 24
24 Puja Kesuma 2 4 3 4 2 3 3 3 24
25 Revi Yando Sembiring 3 3 2 2 2 2 3 3 20
26 Reza Ginting 4 3 4 2 3 3 3 3 25
27 Roji Tantomi Surbakti 4 3 3 3 3 2 2 3 23
28 Samuel Sembiring 3 3 2 2 3 3 3 4 23
29 Sanpra Yoga Sinuhaji 3 2 2 2 2 2 2 2 17
30 Vranky Eduard. M 2 3 2 2 2 2 2 2 17
Jumlah 614
Rata-rata 20,46

Keterangan :

A. Aspek yang dinilai


1. Visual activities (membaca)
2. oral activities (bertanya, mengemukakan pendapat, memberi saran)
3. listening activities ( mendengarkan uraian, mendengarkan pendapat teman)
4. writing activities(menyalin)
5. drawing activities (membuat tabel)
6. motor activities (bergerak menjelaskan didepan kelas)
7. mental activities ( memecahkan masalah)
8. emotional (bersemangat)
B. kriteria skor
1 = tidak pernah melakukan (1x)
2 = dilakukan namun jarang (2x)
3 = Sering dilakukan (3x)
4 = sangat sering dilakukan (4x)

C. kriteria penilaian
28-32 = sangat aktif (SA)
23-27 = aktif (A)
18-22 = cukup aktif (CA)
13-17 = kurang aktif (KA)
8-12 = tidak aktif (TA)
117

Medan, April 2016


Diketahui
Observer 1 Observer 2 Observer 3

Drs. Gemar Tarigan Mhd. Alinopanto G Rizki Kurniawan


NIP. 19601020 198703 1 004 NIM. 5103122025 NIM. 5103122034

Lampiran 12

Lembar Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I


Jumlah Persentase
No. Nama siswa kategori
skor aktivitas
1 Agustinus Ginting 17 17% KURANG AKTIF
2 Akuindo Leo Vani .k 22 22% CUKUP AKTIF
3 Alwin Syahputra Sinuraya 20 20% CUKUP AKTIF
4 Amsal Barus 25 25% AKTIF
5 Anay Pratama Ginting 22 22% CUKUP AKTIF
6 Andri Halomoan Sinaga 19 19% CUKUP AKTIF
7 Ano Venda Tarigan 18 18% CUKUP AKTIF
8 Bahri Johan 16 16% KURANG AKTIF
9 Boy Wahyu Tanta Tarigan 18 18% CUKUP AKTIF
118

10 Dea Arjuna 15 15% KURANG AKTIF


11 Dedinta Ginting 15 15% KURANG AKTIF
12 Eka Syahputra 19 19% CUKUP AKTIF
13 Emo Kemitta Kemit 14 14% KURANG AKTIF
14 Felix Sena Ginting 27 27% AKTIF
15 Ferdinan Karo Sekali 18 18% CUKUP AKTIF
16 Hari Angga Sialagan 23 23% AKTIF
17 Jansen Calsius Pandia 23 23% AKTIF
18 Jhon Piter 22 22% CUKUP AKTIF
19 Jukepri Prain 25 25% AKTIF
20 Malem Pindonta Milala 23 23% AKTIF
21 Novem Surnana Sembiring 22 22% CUKUP AKTIF
22 Nuah Sinulingga 18 18% CUKUP AKTIF
23 Prans Andratama 24 24% AKTIF
24 Puja Kesuma 24 24% AKTIF
25 Revi Yando Sembiring 20 20% CUKUP AKTIF
26 Reza Ginting 25 25% AKTIF
27 Roji Tantomi Surbakti 23 23% AKTIF
28 Samuel Sembiring 23 23% AKTIF
29 Sanpra Yoga Sinuhaji 17 17% KURANG AKTIF
30 Vranky Eduard. M 17 17% KURANG AKTIF
Jumlah 614
Total 20,47

Keterangan :
28-32 = sangat aktif (SA) = tidak ada
23-27 = aktif (A) = 11 siswa ( 36,7 %)
18-22 = cukup aktif (CA) = 12 ( 40 %)
13-17 = kurang aktif (KA) = 7 siswa ( 23,3 %)
8-12 = tidak aktif (TA) = tidak ada

Lampiran 13

Lembar Observasi Aktivitas siswa siklus II


Aspek yang dinilai
No Nama siswa X
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Agustinus Ginting 4 3 3 3 2 3 2 2 22
2 Akuindo Leo Vani .k 3 2 4 4 2 3 3 3 23
3 Alwin Syahputra Sinuraya 3 3 3 4 3 2 2 3 23
4 Amsal Barus 3 4 3 3 3 3 3 3 25
5 Anay Pratama Ginting 3 2 4 4 2 3 3 3 24
6 Andri Halomoan Sinaga 2 3 3 2 3 2 2 2 19
7 Ano Venda Tarigan 3 3 3 3 3 4 4 4 27
8 Bahri Johan 2 2 3 2 3 2 2 2 18
9 Boy Wahyu Tanta Tarigan 3 3 3 3 2 2 4 3 23
119

10 Dea Arjuna 4 3 3 3 3 2 2 3 23
11 Dedinta Ginting 4 2 3 3 3 2 2 3 22
12 Eka Syahputra 4 4 3 3 3 3 2 3 25
13 Emo Kemitta Kemit 3 4 3 3 3 2 2 3 23
14 Felix Sena Ginting 3 3 2 3 3 3 2 3 22
15 Ferdinan Karo Sekali 3 2 2 2 2 2 2 3 18
16 Hari Angga Sialagan 4 4 3 3 3 2 3 2 24
17 Jansen Calsius Pandia 2 4 3 4 2 3 3 3 24
18 Jhon Piter 3 3 2 2 2 2 3 3 20
19 Jukepri Prain 3 3 3 3 3 3 2 2 22
20 Malem Pindonta Milala 3 3 3 3 3 3 2 3 23
21 Novem Surnana Sembiring 3 2 3 3 2 3 3 3 22
22 Nuah Sinulingga 4 3 4 2 3 3 3 3 25
23 Prans Andratama 4 3 3 3 3 2 2 3 23
24 Puja Kesuma 3 3 2 2 3 3 3 4 23
25 Revi Yando Sembiring 3 2 3 3 3 2 3 3 22
26 Reza Ginting 3 3 3 3 2 3 4 3 24
27 Roji Tantomi Surbakti 4 3 3 3 2 2 3 3 23
28 Samuel Sembiring 4 3 3 3 2 3 4 4 26
29 Sanpra Yoga Sinuhaji 4 3 3 3 2 3 3 3 24
30 Vranky Eduard. M 3 3 3 3 2 2 3 3 22
Jumlah 682
Rata-rata 22,73

Keterangan :
1. Aspek yang dinilai
1. Visual activities (membaca)
2. oral activities (bertanya, mengemukakan pendapat, memberi saran)
3. listening activities ( mendengarkan uraian, mendengarkan pendapat teman)
4. writing activities(menyalin)
5. drawing activities (membuat tabel)
6. motor activities (bergerak menjelaskan didepan kelas)
7. mental activities ( memecahkan masalah)
8. emotional (bersemangat)

D. kriteria skor
1= tidak pernah melakukan
2= dilakukan namun jarang (1x-2x)
3= Sering dilakukan (3x)
4 = sangat sering dilakukan (4x)

E. kriteria penilaian
28-32 = sangat aktif (SA)
23-27 = aktif (A)
18-22 = cukup aktif (CA)
13-17 = kurang aktif (KA)
8-12 = tidak aktif (TA)

Medan, April 2016


120

Diketahui
Observer 1 Observer 2 Observer 3

Drs. Gemar Tarigan Mhd. Alinopanto G Rizki Kurniawan


NIP. 19601020 198703 1 004 NIM. 5103122025 NIM. 5103122034

Lampiran 14

Lembar Hasil Observasi aktivitas siswa siklus II


Jumlah Persentase
No. Nama siswa kategori
skor aktivitas
1. Agustinus Ginting 22 22% CUKUP AKTIF
2. Akuindo Leo Vani .k 23 23% AKTIF
3. Alwin Syahputra Sinuraya 23 23% AKTIF
4. Amsal Barus 25 25% AKTIF
5. Anay Pratama Ginting 24 24% AKTIF
6. Andri Halomoan Sinaga 19 19% CUKUP AKTIF
7. Ano Venda Tarigan 27 27% AKTIF
8. Bahri Johan 18 18% CUKUP AKTIF
9. Boy Wahyu Tanta Tarigan 23 23% AKTIF
10. Dea Arjuna 23 23% AKTIF
11. Dedinta Ginting 22 22% CUKUP AKTIF
121

12 Eka Syahputra 25 25% AKTIF


13 Emo Kemitta Kemit 23 23% AKTIF
14 Felix Sena Ginting 22 22% CUKUP AKTIF
15 Ferdinan Karo Sekali 18 18% CUKUP AKTIF
16 Hari Angga Sialagan 24 24% AKTIF
17 Jansen Calsius Pandia 24 24% AKTIF
18 Jhon Piter 20 20% CUKUP AKTIF
19 Jukepri Prain 22 22% CUKUP AKTIF
20 Malem Pindonta Milala 23 23% AKTIF
21 Novem Surnana Sembiring 22 22% CUKUP AKTIF
22 Nuah Sinulingga 25 25% AKTIF
23 Prans Andratama 23 23% AKTIF
24 Puja Kesuma 23 23% AKTIF
25 Revi Yando Sembiring 22 22% CUKUP AKTIF
26 Reza Ginting 24 24% AKTIF
27 Roji Tantomi Surbakti 23 23% AKTIF
28 Samuel Sembiring 26 26% AKTIF
29 Sanpra Yoga Sinuhaji 24 24% AKTIF
30 Vranky Eduard. M 22 22% CUKUP AKTIF
Jumlah 682 68,2%
Total 22,73

Keterangan :
28-32 = sangat aktif (SA) = tidak ada (0%)
23-27 = aktif (A) = 19 orang ( 63,3 %)
18-22 = cukup aktif (CA) = 11 Siswa ( 36,7 %)
13-17 = kurang aktif (KA) = tidak ada ( 0 %)
8-12 = tidak aktif (TA) = tidak ada ( 0 %)

Lampiran 15

Nilai Aktivitas Siklus I Dan Siklus II Siswa


No. Nama siswa Aktivitas siklus I Aktivitas siklus II
1. Agustinus Ginting 17 22
2. Akuindo Leo Vani .k 22 23
3. Alwin Syahputra Sinuraya 20 23
4. Amsal Barus 25 25
5. Anay Pratama Ginting 22 24
6. Andri Halomoan Sinaga 19 19
7. Ano Venda Tarigan 18 27
8. Bahri Johan 16 18
9. Boy Wahyu Tanta Tarigan 18 23
10. Dea Arjuna 15 23
11. Dedinta Ginting 15 22
122

12 Eka Syahputra 19 25
13 Emo Kemitta Kemit 14 23
14 Felix Sena Ginting 27 22
15 Ferdinan Karo Sekali 18 18
16 Hari Angga Sialagan 23 24
17 Jansen Calsius Pandia 23 24
18 Jhon Piter 22 20
19 Jukepri Prain 25 22
20 Malem Pindonta Milala 23 23
21 Novem Surnana Sembiring 22 22
22 Nuah Sinulingga 18 25
23 Prans Andratama 24 23
24 Puja Kesuma 24 23
25 Revi Yando Sembiring 20 22
26 Reza Ginting 25 24
27 Roji Tantomi Surbakti 23 23
28 Samuel Sembiring 23 26
29 Sanpra Yoga Sinuhaji 17 24
30 Vranky Eduard. M 17 22
Jumlah 614 682

Lampiran 16

Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa


Siklus I Siklus II
Aktivitas Hasil Aktivitas Hasil
No. Nama siswa
(X) belajar (Y) (X) belajar (Y)
Jlh Ket Jlh Ket Jlh Ket Jlh Ket
1. Agustinus Ginting 17 KA 65 TT 22 CA 75 T
2. Akuindo Leo Vani .k 22 CA 80 T 23 A 80 T
3. Alwin Syahputra Sinuraya 20 CA 60 TT 23 A 90 T
4. Amsal Barus 25 A 90 T 25 A 80 T
5. Anay Pratama Ginting 22 CA 60 TT 24 A 90 T
6. Andri Halomoan Sinaga 19 CA 40 TT 19 CA 65 TT
7. Ano Venda Tarigan 18 CA 80 T 27 A 80 T
123

8. Bahri Johan 16 KA 40 TT 18 CA 60 TT
9. Boy Wahyu Tanta Tarigan 18 CA 50 TT 23 A 80 T
10. Dea Arjuna 15 KA 30 TT 23 A 60 TT
11. Dedinta Ginting 15 KA 30 TT 22 CA 60 TT
12 Eka Syahputra 19 CA 90 T 25 A 80 T
13 Emo Kemitta Kemit 14 KA 30 TT 23 A 65 TT
14 Felix Sena Ginting 27 A 100 T 22 CA 80 T
15 Ferdinan Karo Sekali 18 CA 50 TT 18 CA 75 T
16 Hari Angga Sialagan 23 A 80 T 24 A 80 T
17 Jansen Calsius Pandia 23 A 80 T 24 A 90 T
18 Jhon Piter 22 CA 80 T 20 CA 80 T
19 Jukepri Prain 25 A 90 T 22 CA 80 T
20 Malem Pindonta Milala 23 A 80 T 23 A 80 T
21 Novem Surnana Sembiring 22 CA 75 T 22 CA 75 T
22 Nuah Sinulingga 18 CA 65 TT 25 A 90 T
23 Prans Andratama 24 A 100 T 23 A 90 T
24 Puja Kesuma 24 A 100 T 23 A 100 T
25 Revi Yando Sembiring 20 CA 60 TT 22 CA 80 T
26 Reza Ginting 25 A 100 T 24 A 80 T
27 Roji Tantomi Surbakti 23 A 90 T 23 A 80 T
28 Samuel Sembiring 23 A 80 T 26 A 90 T
29 Sanpra Yoga Sinuhaji 17 KA 60 TT 24 A 80 T
30 Vranky Eduard. M 17 KA 60 TT 22 CA 90 T
Jumlah 614 2095 682 2385
Rata-rata 20,47 69,83 22,73 79,5

Lampiran 17

DOKUMENTASI PENELITIAN
SMK NEGERI 1 MERDEKA BERASTAGI
124

Guru menjelaskan topik dan tujuan pembelajaran Siklus I pertemuan pertama

Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan kedua


125

Siswa memperhatikan penjelasan dari guru bidang studi

Peneliti bersama dengan guru membimbing siswa melaksanakan praktikum


126

Peneliti ikut membimbing sebagian kelompok

Siswa melakukan percobaan pemeriksaan dan perbaikan komponen sistem pengapian


127

Siswa berkelompok membuat laporan hasil penemuan dari rumusan masalah yang telah
diberikan oleh guru

Siswa mengerjakan Post test siklus I pada pertemuan kedua


128

Siswa menjelaskan hasil penemuan mereka secara individu


129

Siswa menjelaskan hasil penemuan dan memperagakan cara pemeriksaan dan pemasangan
sistem pengapian konvensional