You are on page 1of 2

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN

IVATESTDAN PEMERIKSAAN PAYUDARA

No. Dokumen
SO No. Revisi
TanggalTerbit
P Halaman
Drg. Martazolla
UPT.PUSKESMAS NIP:
BAKTI JAYA
1. Pengertian IVA ( Insfeksi visual dengan asam asetat ) : merupakan metode
sederhana untuk deteksi dini kanker leher rahim dengan menggunakan
asam asetat.
Deteksi dini kanker payudara adalah pemeriksaan payudara untuk
mengidentifikasi kelainan payudara yang dapat mengarah ke arah
keganasan ( kanker ) sehingga dapat segera mendapat pengobatan
dengan harapan pengobatan dapat lebih tuntas dan angka kesembuhan
lebih tinggi.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pemeriksaan IVA test di Puskesmas
Baktijaya
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor
tentang Penetapan Penanggung Jawab Program Tidak Menular Puskesmas
Baktijaya
4. Referensi Buku panduan pedoman teknis pengendalian kanker payudara dan leher
rahim 2014
5. Alatdanbahan 1. Alat :
Alat tulis
Meja Pemeriksaan
Speculum ( cocor bebek )
2. Bahan :
Handschoon
Kapas steril
Kapas lidi
Asam asetat 3 5 %
6. Prosedur
I. PEMERIKSAAN IVA TEST
- Petugas menjelaskan terlebih dahulu kepada pasien mengenai prosedur
yang akan dijalankan
- Petugas menganjurkan pasien untuk posisi litotomi ( berbaring dengan
dengkul ditekuk dan kaki melebar )
- Petugas melihat vagina dengan visual dan pencahayaan yang cukup
( untuk melihat ada kelainan atau tidak )
- Petugas memasangkan speculum ( alat pelebar ) akan dimasukkan
kedalam vagina dan dibuka untuk melihat leher rahim dengan dibantu
pencahayaan yang cukup. Bila terdapat banyak cairan dileher rahim, di
pakai kapas basah untuk menyerapnya.

- Petugas mengunakan kapas lidi yang sudah diberikan larutan asam


asetat 3 -5 % dan ditempelkan ke leher rahim. Dalam waktu kurang lebih
dua menit, reaksinya pada leher rahim sudah dapat dilihat. Bila warna
leher rahim berubah menjadi keputih putihan, kemungkinan positif
terdapat kanker. Asam asetat berfungsi menimbulkan dehidrasi sel
kanker yang berkedapetan protein tinggi berubah warna menjadi putih.
Bila tidak didapatkan gambaran epitel putih pada daerah tranformasi
berarti hasil negative.

II.PEMERIKSAAN PAYUDARA

Petugas mengajarkan cara melakukan SADARI


a. Amati dengan teliti payudara anda di mukacermin, tanpa
berpakaian dengan ke dua tangan diangkat keatas kepala.
b. Perhatikan bila anda benjolan, perubahan bentuk pada kulit dan
puting,serta payudara secara keseluruhan.
c. Amati dengan teliti, Anda sendiri yang lebih mengenal tubuhAnda.
d. Rapatkan dan tekanlah telapak tangan dengan kuat sehingga
payudara menonjol kedepan dan amati kembali apakah ada
benjolan, kulit mengerut seperti kulit jeruk atau cekungan seperti
lesung pipi dan puting susu yang tertarik kedalam .
e. Lakukan pada kedua payudara ,
Pencet dan urutlah pelan-pelan daerah disekitar puting sampai
kearah ujung puting dan amatilah apakah keluar cairan yang tidak
normal, seperti putih kekuning-kuningan yang terkadang
bercampur darah seperti nanah. Pada wanita menyusui, bedakan
dengan ASI.
f. Pada posisi berbaring lettakan bantal dibelakang punggung.
g. Tangan kanan letakkan dibelakang kepala, dan gunakan tangan
kiri untuk memeriksa payudara sebelah kanan
h. Rabalah dengan ujung dari tiga jari tengah yang dirapatkan.
i. Lakukan gerakan memutar dengan tekanan lembut tetapi mantap,
dimulai dari penggir sampai keputing dengan mengikkuti arah
putaran jarum jam.
j. Lakukanlahhal yang sama seperti pada langkah keempat dan
kelima, tetapi dengan tangan kiri dibawah kepala,sedang tangan
kanan meraba payudara kiri anda
7. Unit terkait Poli Umum, Poli TB, Poli Lansia, KIA KB.

8. Dokumenterkait Rekam Medis, Buku Register

9. Rekamanhistoriperuba No Yang diubah Isi Perubahan Tanggalmulaidiberlakukan


han