You are on page 1of 3

HELIUM

Helium, unsur kedua yang paling melimpah di alam semesta, ditemukan pada matahari
sebelum ditemukan di bumi. Helium, nama ini berasal dari bahasa Yunani , helios yang berarti
matahari, seperti dalam korona matahari tempat dimana Helium pertama kali ditemukan. Pierre-Jules
Csar-Janssen, seorang astronom Perancis, melihat garis kuning dalam spektrum matahari selama
belajar gerhana matahari total pada tahun 1868 (Petrucci, 1992). Sir Norman Lockyer, seorang
astronom Inggris, menyadari bahwa baris ini, dengan panjang gelombang 587,49 nanometer, tidak
bisa diproduksi oleh setiap unsur yang dikenal pada saat itu. Itu adalah hipotesis bahwa unsur baru di
matahari bertanggung jawab untuk emisi ini kuning misterius. Unsur yang tidak diketahui ini bernama
helium oleh Lockyer.

Perburuan untuk menemukan helium di bumi berakhir pada tahun 1895. Sir William Ramsay,
seorang ahli kimia Skotlandia, melakukan percobaan dengan uranium mineral yang mengandung
disebut clevite. Dia terkena clevite asam mineral dan mengumpulkan gas yang dihasilkan. Dia
kemudian mengirim sampel gas ini untuk dua ilmuwan, Lockyer dan Sir William Crookes, yang
mampu mengidentifikasi helium di dalamnya. Dua ahli kimia Swedia, Nils Langlet dan Per Theodor
Cleve, independen menemukan helium di clevite pada waktu yang sama seperti Ramsay.

Helium terdapat sekitar 0,000524% dari atmosfer bumi. Ini jumlah jejak helium tidak terikat
secara gravitasi ke bumi dan terus hilang ke ruang angkasa. Helium di atmosfer bumi digantikan oleh
peluruhan unsur-unsur radioaktif di kerak bumi. Peluruhan alfa, satu jenis peluruhan radioaktif,
menghasilkan partikel yang disebut partikel alpha. Partikel alfa dapat menjadi atom helium setelah
menangkap dua elektron dari lingkungannya. Helium ini baru terbentuk pada akhirnya dapat bekerja
jalan ke atmosfer melalui retakan di kerak. (Petrucci,1992).

Dalam hal Helium, bagaimanapun, tersedia sumber pilihan. Gas-gas alam tertentu di Texas
Oklahoma dan Kansas mengandung sampai 2% Helium berdasar volume; dan ekstraksi He dari gas
alam tersebut dapat dikerjakan sampai kira-kira 0,3 % He. (Petrucci,1992).

Unsur Helium memiliki :

o Nomor atom: 2
o Berat atom: 4.002602
o Titik lebur: 0.95 K (-272,2 C atau -458,0 F)
o Titik didih: 4.22 K (-268,93 C atau -452,07 F)
o Kepadatan: 0.0001785 gram/cm3
o Fasa pada Suhu Kamar: Gas
o Klasifikasi Unsur: Non-logam
o Nomor periode: 1
o Nomor golongan: VIII A
o Nama golongan: Gas Mulia
o Perkiraan Kelimpahan di kerak bumi : 8 10-3 miligram per kilogram
o Perkiraan Kelimpahan di lautan : 7 10-6 miligram per liter
o Jumlah Isotop Stabil: 2
o Energi Ionisasi: 24,587 eV
o Bilangan oksidasi: 0
o Konfigurasi kulit elektron : 1s2
o Radius Vanderwaals: 0.118 nm
o Radius ionik: tidak diketahui
o Isotop: 2
o Elektronegativitas menurut Pauling: tidak diketahui
o Energi ionisasi pertama: 2372 kJ/mol
o Ditemukan oleh: Sir Ramsey pada tahun 1895

(Royal Society of Chemistry)

Helium merupakan salah satu gas mulia kelompok O dalam tabel periodik. Gas ini merupakan
unsur paling ringan kedua setelah hidrogen. Helium adalah gas tidak berbau, tidak berasa, tidak
berwarna, dan tidak beracun. Gas ini kurang larut dalam air dibandingkan gas lainnya. Helium
merupakan unsur kurang reaktif dan hampir tidak membentuk senyawa kimia dengan unsur lain.
Kepadatan dan viskositas uap helium sangat rendah, sedangkan konduktivitas termik dan kandungan
kalorinya sangat tinggi. Helium bisa dicairkan namun harus dilakukan dalam suhu amat rendah dan
tekanan tinggi. Helium adalah unsur paling melimpah kedua di alam semesta, setelah hidrogen.
Helium menyumbang 23% dari semua massa dasar alam semesta. Helium terbentuk di bumi oleh
peluruhan radioaktif alami unsur yang lebih berat. Sebagian besar helium ini bermigrasi ke
permukaan dan memasuki atmosfer. Namun demikian, berat molekul yang rendah memungkinkan
helium untuk terlepas ke ruang angkasa pada tingkat yang sama dengan laju pembentukannya.

Kegunaan

Karena kelembamannya, Helium digunakan untuk menyelimuti bahan-bahan yang harus


dilindungi terhadap N2 dan O2 dalam atmosfir, seperti pada jenis-jenis pengelasan tertentu, dalam
proses pengolahan logam (metalurgi) dan dalam pembuatan Si dan Ge adimurni dalam industry
semikonduktor. (Petrucci, 1992)

Sejumlah besar He digunakan untuk mempertahankan bahan pada suhu rendah (Cryogenik).
Logam kehilangan daya tahan listriknya pada suhu He cair dan menjadi superkonduktor. magnet
listrik yang besar kekuatannya dapat dibuat dengan mencelupkan kumparan listrik dari magnet dalam
He cair. Magnet yang demikian digunakan dalam alat pemacu partikel dan dalam penelitian fusi.
Untuk meningkatkan efisiensi transmisi tenaga listrik, pada masa datang konduktor logam mungkin
dibungkus dengan He pada kabel transmisi bawah tanah. He juga digunakan untuk mengisi pesawat
udara (blimp). (Pettruci,1992)

Jumlah besar helium digunakan dalam system tekanan bahan bakar untuk roket. Dalam
atmosfer yang tak reaktif untuk pengelasan, dan dalam atmosfer pemindah (transfer) panas untuk
reactor nuklir. Helium digunakan secara luas dalam riset, dalam suhu yang sangat rendah. Helium,
yang paling kecil rapatannya dari semua unsur kecuali, hydrogen, lebih disukai untuk pengisian balon
metereologi atau kapal balon berkemudi dan balon dekorasi karena berbeda dengan hidrogen zat ini
tidak mudah terbakar. Ia juga digunakan sebagai gas untuk terowongan angin supersonic (lebih cepat
dari bunyi). (Keenan, 1986)

Suatu penggunaan lain yang menarik dari Helium adalah campuran 80% helium dan 20%
oksigen yang dipakai untuk menggantikan udara untuk pernafasan penyelam dan orang lain yang
bekerja dibawah tekanan tinggi. Terlalu lama terkena udara yang dimampatkan, dapat menimbulkan
narkose nitrogen, yang salah satu efeknya adalah halusinasi, yang oleh para penyelam dikenal sebagai
pesona bawah laut. Para penyelam yang terpesona demikian tak mampu memperhatikan tindakan-
tindakan pengamanan, dan mungkin akan tenggelam. Helium pada mulanya disarankan sebagai
pengganti nitrogen karena kurang larut dalam darah dibanding nitrogen. Selagi kembali ke tekanan-
tekanan atmosfir, melarutnya gas nitrogen akan membentuk gelembung-gelembung gas yang sangat
kecil dalam darah, yang menimbulkan tekukan yang terasa nyeri dan berbahaya. (Keenan, 1986)

Penggunaan Helium sebagai gas vektor dalam kromatografi. Helium biasanya juga digunakan
untuk mendeteksi kebocoran seperti pada system AC mobil. Karena proses difusinya yang sangat
cepat, maka dari itu helium sangat ideal untuk mendeteksi kebocoran mikro. Kemudian selain itu,
karena helium memiliki konduktifitas termal yang tinggi, helium digunakan sebagai pendingin batang
uranium pada reaktor nuklir, gas atmosfir untuk dapur heat treatment, pendingin cetakan di pabrik
kaset. Laser gas helium-neon digunakan untuk memindai kode bar barang pada pemeriksaan di
supermarket. Kegunaan baru dari helium adalah mikroskop ion helium memberikan gambar yang
lebih baik daripada mikroskop elektron. (Compressed Gas Association, 1999)

Campuran radioaktif dari helium dan krypton tersedia untuk pengguna yang diizinkan oleh
NRC (Nuclear Regulatory Commission). NASA menggunakan Helium untuk membersihkan dan
menekan tangki hydrogen cair dari pesawat ruang angkasa, karena hanya helium element yang tetap
berwujud gas dalam kondisi dingin yang ekstrim, helium dibutuhkan untuk mengatur mesin hydrogen
cair yang digunakan dalam banyak roket dan kendaraan luar angkasa lainnya. Helium digunakan
sebagai medium pendingin LHC (Large Hadron Collider), dan magnet superkonduktor dalam scanner
MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan spectrometer NMR (Nuclear Magnetic Resonance). (John
Emsley, 2011)

Daftar Pustaka :

Compressed Gas Association. 1999. Fourth Edition Handbook of Compressed Gases,


Compressed Gas Association, 4221 Walney Road, 5th Floor, Chantilly, Virginia
20151-2923. Available at http://www.cganet.com
Emsley, John. 2011. Natures Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements, 2nd Edition.
New York : Oxford University Press.
Keenan, dkk. 1990. Kimia untuk Universitas. Edisi Keenam Jilid 2. Jakarta :
Erlangga.
Petrucci, R.H. 1992. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Edisi Keempat Jilid 1.
Jakarta : Erlangga.
Thomas Jefferson National Accelerator Facility - Office of Science Education, Its Elemental -
The Periodic Table of Elements, accessed December 2014.
http://www.rsc.org/periodic-table/element/2/helium