You are on page 1of 2

Ada beberapa gejala yang tidak nyaman saat menopause, untuk meminimalisir ketidak nyamanan

itu bisa dengan melakukan terapi sulih hormone atau Hormone Replacement Therapy (HRT),
mengandung estrogen dan progestin untuk menurunkan resiko pembentukan kanker endometrium.
Seorang wanita yang uterusnya sudah dihilangkan, hanya butuh estrogen saja dan disebut Estrogen
Replacement Therapy (ERT). Terapi ini bisa berbentuk pil, krim, gel, dan sebagainya (Shier, 2013).

Shier, B.L., 2013. Holes Human Anatomy and Physiology. (13th ed). New York: McGraw Hill.

Seorang wanita yang ingin melakukan terapi sulih hormone sebaiknya mendiskusikannya dulu
dengan dokter tentang resiko dan keuntungannya. Keuntungan dari terapi ini dapat mengurangi rasa tidak
nyaman menopause, seperti liang vagina yang kering. Resiko dari terapi ini bisa juga menimbulkan rasa
mual, perdarahan vagina, kram rahim. Terapi sulih hormone hanya memerlukan sedikit estrogen sintesis
karena estrogen sintesis memiliki daya yang lebih kuat dibandingkan yang alami. Penggunaan estrogen
harus didampingi dengan progesterone untuk mencegah terjadinya kanker endometrium (Taufan &
Bobby, 2014).

Taufan, B.L., Bobby, I.U., 2014. Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita. (1st ed). Yogyakarta: Nuha
Medika.

Ada 2 tipe pengobatan untuk mengurangi ketidak nyamanan menopause yaitu dengan pemberian
hormone secara natural dan dengan terapi sulih hormone. Pemberian hormone secara natural biasanya
menggunakan fitoestrogen. Perbedaan antara keduanya yaitu resiko yang ditimbulkannya. Pemberian
terapi sulih hormone lebih bisa menimbulkan resiko, sedangkan hormone natural atau fitoestrogen
hamper tidak menimbulkan resiko. Terapi sulih hormone estrogen biasanya diampingi dengan
progesterone dan biasanya juga dapat menimbulkan perdarahan yang tidak teratur pada 2-3 bulan
pemakaian (Sunyoto, 2014).

Sunyoto, P., 2014. Buku Lengkap Kesehatan Organ Reproduksi Wanita. (1st ed). Yogyakarta: Saufa.