You are on page 1of 5

Siapa Kita ?.......

NU
NKRI ?..............Harga Mati
Pancasila ? ........Jaya.
Itulah jargon yang tidak asing lagi bagi warga Nahdlotul Ulama. Dapat kita ketahui
bahwa dulu Indonesia bisa merdeka karena pemudanya, yang mana pemuda pada waktu itu
dapat disatukan dan membentuk sumpah pemuda. Selain itu indonesia merdeka karena
BHINE KATUNGGAL IKA atau berbeda-beda tapi tetap satu. Karena sejarah membuktikan
selama perjuangan dengan kedaerahan indonesia sulit untuk merdeka. Setelah adanya
persatuan pemuda dan mengedepankan bhineka tunggal ika indonesia dapat merdeka.

Nahdlotul Ulama seringkali mengucapkan jargon-jargon NKRI harga mati,


Pancasila Jaya yang terkhusus IPNU IPPNU UNESA. Tapi yang menjadi pertanyaan, apakah
kader- kader IPNU IPPNU Unesa tahu atau sadar akan ancaman-ancaman terhadap pertahanan
NKRI ???.... Sehingga untuk menjawab hal itu, DPO ( Dewan Pengembangan
Organisasi ) IPNU IPPNU UNESA mengadakan Diskusi yang menarik pada malam ini
( Rabu, 10 Mei 2017). Diskusi ini berbeda dengan diskusi yang sebelumnya, pada malam hari
ini DPO mengangkat tema Bagaimana Sikap atau Pandangan Kader IPNU IPPNU terhadap
Ancaman Terhadap Pertahan Indonesia .

Dalam diskusi ini difasilitatori oleh seorang ketua IPNU Unesa yaitu Rekan Rohmad
Hidayatulloh. Untuk mendukung tema tersebut kami menyajikan vidio pidato dari salah satu
seorang yang paling berpengaruh di Indonesia yakni Bapak Panglima TNI Gatot
Nurmantyo. Vidio ini dapat di lihat di youtube dengan judul Waspadalah! Panglima TNI
Gatot Nurmantyo Gemetaran Ungkap Ancaman Nyata yg dihadapi Indonesia . Bapak
Gatot dalam pidatonya mengangkat tema Indonesia sebagai bangsa pemenang. Kebetulan
dalam vidio ini Bapak Gatot berpidato di depan presiden-presiden BEM dari seluruh
indonesia yaitu 80 BEM.

Secara garis besar isi dari pidato Bapak Gatot adalah bahwa indonesia sekarang dan
untuk waktu yang akan datang terancam kedaulatannya dan pertahanannya. Kenapa hal
tersebut bisa terjadi, menurut Bapak Gatot dalam vidio tersebut menjelaskan bahwa hal
yang melatarbelakangi hal tersebut dapat di tinjau dari berbagai aspek,
dari Aspek SDA, ideologi, Ekonomi, Internal, dan Politik. Dari beberapa Aspek
tersebut bapak Gatot menjelaskan Indonesia akan mudah untuk hancur jika pemuda nya atau
masyarakatnya tidak menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika.

Jika kita lihat secara gamblang isi dalam pidato Bapak Gatot sangat meluas. Sehingga
untuk mengatasi hal tersebut kami membentuk 3 kelompok besar yang anggotanya sekitar 7
sampai 8 orang. Lalu tentang apa yang mereka bahas kami tidak membatasi setiap kelompok
untuk mendiskusikan isi pidato Bapak Gatot. Tapi kami membatasi bahwa
setiap kelompok hanya boleh membahas permasalahan dari
satu sudut pandang.
Diskusi yang sangat menarik karena kami tidak membatasi pemikiran dari kader ipnu
ippnu unesa untuk berfikir dan mengungkapkan argumentasinya. Sehingga acara yang di
mulai pada pukul 19.30 selesai 22.10. Mereka sangat antusias walaupun hanya beberapa dari
anggota dan pengurus yang datang dari acara diskusi malam hari ini.
Apa sih tujuannya dari diskusi ini ? hemmb, pastinya kita ingin menjaga NKRI. Ipnu
ippnu unesa adalah slat satu ormek atau organisasi ektra kampus yang cukup besar. Peran
dari IPNU IPPNU sangat penting bagi calon-calon pemimpin bangsa. Paling tidak
kader IPNU atau IPPNU nantinya dapat lebih peka terhadap permasalahan yang menimpa
pemerintah. Karena tugas kami sebagai warga negara Indonesia yang baik adalah menjaga
kenyamanan dan ketentraman di masyarakat. Diskusi yang kami lakukan menghasilkan
beberapa solusi-solusi konkrit terhadap permasalahan pertahanan indonesia di lihat dari 3
aspek. Karena hanya ada 3 kelompok dan setiap kelompok hanya boleh membahas satu
aspek.
Baik hasil dari diskusi pada malam hari ini adalah :

DARI KELOMPOK 1 : Sudut pandang Internal yakni Indonesia Mudah Di adu


Domba, solusi yang di hasilkan dari kelompok pertama dan tambahan dari kelompok 2 dan
tiga di dapatkan bahwa :
1. Lebih digencaran rasa cinta tanah air atau Nasionalisme dari kecil dimulai dari
keluarga, sekolah dan lingkungan.
2. Rasa Nasionalisme tidak hanya di sekolah saja. Tai dari berbagai aspek kehidupan
harus mengandung ajaran atau doktrin untuk berjiwa patriot dan mempunyai rasa
Nasionalisme yang tinggi. Dengan salah satu wujud konkritnya kita dalm suatu
acara di beri waktu untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia.

DARI KELOMPOK 2 : Sudut pandang Agama radikal, ( menumbuhkan rasa


Nasionalisme dengan Nahdlotul ulama), karena dengan cinta NU, maka NKRI harga
mati. Solusinya :
1. Menumbuhkan rasa cinta NU, karena dirasa kader NU kurang dalam rasa cinta
NU nya kurang di banding dengan HTI.
2. Didalam pondok pesantren lebih gencar di beri pengetahuan nasionalisme. Karena
kebanyakan setelah keluar pesantren santri pindah jalur.
3. Di dalam pendidikan umum misalnya SMA, SMK, SMP, dll lebih di perhatikan
dalam bidang SKI nya, dalam masalah NU
4. Dalam kasus di desa dan di kota sangat berbeda. Maka dengan sering berkumpul
atau mengadakan persekumpulan yang di desa maupun di kota. Lalu di adakan
diskusi tentang ke NU an. Maka paham radikalisme akan sulit berembang di
negara tercinta kita yakni Indonesia.
5. Peran IPNU IPPNU dalam negara adalah sebagai calon benteng-benteng NKRI
atau calon tonggak pemopang keutuhan NKRI. Dengan belajar, berjuang dan
bertakwa.
DARI KELOMPOK 3 : Sudut pandang Ekonomi. Dengan meningkatnya ekonomi
suatu negara maka akan berpengaruh terhadap idiologi dari masyarakatnya. Dapat kita
ketahui pembangunan indonesia ini belumlah merata. Maka bagaimana dengan
ideologi dari masyarakat indonesia ???

Pemerintah telah berupaya menjaga dan meningkatkan pemerataan pembangunan


demi meningkatnya perekonomian Indonesia. Butuh waktu untuk meningkatkan
pemerataan pembangunan di indonesia demi perekonomian yang meningkat.
Solusi :
1. Memberikan lapangan pekerjaan terhadap warga negara indonesia dan
mengurangi pekerja asing. Sehingga akan meningkatkan perekonomian
masyarakat dan menumbuhkan rasa Nasionalisme.
2. Harus mendukung progrm pemerintsh dalam pembangunan, sehingga dapat
merata.
Jadi kesimpulannya Indonesia mempunyai banyak ancaman dari berbagai aspek,
tetapi itu dapat di cegah dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air atu nasionalisme. Selain
itu menjunjung tinggi rasa gotongroying dan yang paling penting adalah rasa Bhineka
Tunggal Ika itu tetap ada.
Mungkin itu yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat bagi rekan dan rekanita.
Demi ke utuhannya NKRI. Beberapa kata yang ingin saya sampaikan.

Jangan lihat siapa yang bicara tapi dengar dan cermati apa yang
dia bicarakan

Jaga Bhineka Tunggal Ika jika ingin Indonesia tetap ada

Agus Suhendri
S1 Pendidikan Teknik Mesin
2015