You are on page 1of 2

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Konduktometri merupakan metode analisa kimia berdasarkan daya
hantar listrik suatu larutan. Daya hantar listrik (G) suatu larutan
tergantung pada jenis dan konsentrasi ion dalam larutan. Daya hantar
listrik berhubungan dengan pergerakan suatu ion di dalam larutan ion
yang mudah bergerak mempunyai daya hantar listrik yang besar
(Hendayana, 1994).
Larutan berair dari sejumlah senyawa merupakan konduktor arus
listrik yang baik karena senyawa senyawa ini memiliki ion positif dan ion
negatif. Senyawa-senyawa seperti ini disebut elektrolit, sedangkan
senyawa yang larutan berairnya tidak menghantarkan listrik disebut non
elektrolit. Natrium klorida, NaCl, terurai sempurna menjadi ion Na + dan
Cl- dalam larutan encer sehingga tergolong sebagai elektrolit , Etilena
glikol, CH2OH- CH2OH, senyawa antibeku yang sering dijumpai, tidak
terurai dalam larutan berair sehingga tergolong non elektrolit. Sebagian
besar senyawa ionik terurai sempurna dalam air dan oleh karenanya
disebut elektrolit kuat. Kebanyakan senyawa kovalen sedikit terurai
dalam air sehingga disebut elektrolit lemah (Day & Underwood, 2002).
Konduktivitas larutan elektrolit tergantung pada tiga faktor: jumlah
muatan, mobilitas, dan konsentrasi ion. Ion dengan dua muatan
misalnya A2- akan mampu menghantarkan dua kali muatan listrik yang
dapat dihantarkan ion A-1. Mobilitas ion adalah kecepatan bergerak ion
dalam larutan. Mobilitas ion dipengaruhi olah sifat- sifat solven, beda
tegangan listrik, dan ukuran ion (yakni semakin besar ion akan semakin
kurang mobilitasnya). Mobilitas ion juga dipengaruhi oleh suhu dan
viskositas dari solven. Untuk ion, solven, dan suhu tertentu, konduktansi
ditentukan oleh konsentrasi ion. Oleh karena itu, konsentrasi ion dapat
ditentukan berdasar nilai konduktansi larutan. Konsentrasi merupakan
variabel yang penting dalam larutan elektrolit maka biasanya
konduktivitas larutan elektrolit dihubungkan dengan konsentrasi melalui
besaran konduktivitas ekivalen (Petrus, 2014).

I.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara mengetahui pengaruh penambahan penitran NaOH?
2. Bagaimana cara mengetahui bentuk kurva titrasi konduktometri dan
menentukan titik akhir titrasi konduktometri pada sampel Cuka
Kura-kura dan Fruit Tea Apel?
3. Bagaimana cara menghitung konsentrasi sampel Cuka Kura-kura?

I-1
BAB 1 PENDAHULUAN

I.3 Tujuan Percobaan


1. Untuk mengetahui pengaruh penambahan penitran NaOH.
2. Untuk mengetahui bentuk kurva titrasi konduktometri dan
menentukan titik akhir titrasi konduktometri pada sampel Cuka
Kura-kura dan Fruit Tea Apel.
3. Untuk menghitung konsentrasi sampel Cuka Kura-kura.

Laboratorium Analisa Instrumen


I-2
Departemen Teknik Kimia Industri
Fakultas Vokasi
Institut Teknologi Sepuluh Nopember