You are on page 1of 1

PENDAHULUAN

Telah lama diketahui bahwa keadaan-keadaan seperti luka bakar yang luas, penyakit
pembuluh darah otak, trauma susunan saraf pusat terutama bila keadaan tersebut dipersulit
penyakit lainnya biasanya disertai dengan adanya perdarahan gastrointestinal bagian atas.
Perdarahan gastrointestinal bagian atas tersebut sering kali bermanifestasi sebagai
Hematemesis1,2

Menurut Kamus kedokteran Dorland, Hematemesis adalah keluarnya isi lambung


bercampur darah, atau keluarnya darah saja berupa muntah. Dalam beberapa kasus muntah
darah bisa dipicu oleh penyebab kondisi ringan, seperti menelan darah dari cedera mulut atau
dari mimisan yang tidak membahayakan. Namun hematemesis juga bisa disebabkan oleh
kondisi yang lebih serius seperti luka, perdarahan organ, atau pecah organ dalam. Hematemesis
biasanya disebabkan oleh asam lambung yang bersifat korosif dan pepsin yang bersifat
proteolitik. Selain itu terdapat faktor penyebab lain seperti asam empedu, merokok, alkohol,
bakteri, NSAID, dll.

Pada tahun 1932, Harvey Cushing melukiskan hematemesis yang berkaitan dengan
kerusakan hipotalamus akibat adanya lesi-lesi di otak yang berat ataupun tindakan bedah saraf
intrakranial.3,4,5 Kelainan akut traktus gastrointestinal yang ditandai dengan hematemesis dapat
terjadi akibat trauma susunan saraf pusat/lesi intrakranial atau tekanan intrakranial yang tinggi
misalnya stroke, hematoma subdural, tumor otak, dll.

Berikut akan dilaporkan sebuah kasus hubungan patofisiologi dan diagnosis


hematemesis pada penderita stroke perdarahan yang dirawat di RSUP Prof. dr. R.D. Kandou
Manado.