You are on page 1of 16

RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH REBUNG UNTUK

PRODUKSI LUMPIA DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK 1,5 HP


Imam Zaenuri
Aryan Khrisna Purnama
Rofarsyam, ST., Msc.

Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang


Jln. Prof. H.Soedarto, S.H. Tembalang, Semarang 50275 Telepon 024 76480569
Email: mesin.polines@Yahoo.co.id

Abstrak
Lumpia adalah makanan khas semarang berupa gorengan dengan isian utamanya rebung.
Rebung yang akan digunakan untuk isi lumpia harus dicacah terlebih dahulu sampai ukuran
yang ideal yaitu berukuran 20 mm x 5 mm x 2 mm. Proses pencacahan rebung didaerah
semarang masih dilakukan secara manual yaitu menggunakan pisau, sehingga menghabiskan
banyak waktu, keamanan yang kurang dan kurang higienis. Disemarang sendiri belum ada
mesin pencacah yang di khususkan untuk rebung. Mesin yang di rancang menggunakan
penggerak motor listrik 1,5 HP. Pembuatan mesin pencacah rebung bertujuan untuk
menyediakan bahan baku lumpia rebung akan lebih cepat, aman dan higienis.. Alat ini juga
akan mempercepat proses pencacahan rebung sebagai bahan baku pembuatan lumpia.
Dengan demikian, para pelaku usaha pembuat lumpia dapat meningkatkan kuantitas
produknya. Dengan meningkatnya produksi lumpia maka akan meningkatkan penghasilan
para pengusaha lumpia rebung.

Kata Kunci :lumpia, semarang, pencacah, rebung, motor listrik 1,5 HP

PENDAHULUAN/LATAR BELAKANG MASALAH


Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman hayatinya, mulai dari tumbuhan
sayur hingga tumbuhan buah yang dapat dipakai sebagai sumber pangan oleh seluruh
masyarakat Indonesia pada umumnya, salah satunya adalah rebung.
Rebung adalah salah satu tumbuhan yang banyak terdapat didaerah jawa tengah. Rebung
banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan makanan olahan seperti lumpia.Akan
tatapi proses yang dilakukan oleh para pelaku industri pembuat lumpia masih manual, yaitu
mencacah rebung dengan pisau, sehingga kapasitas yang dicapai tidak bisa maksimal, produk
yang dihasilkan tidak seragam, tidak aman dan kurang higienis.
Proses yang dirasa kurang efisien tersebut dapat di atasi dengan adanya perbaikan secara
mekanis, agar kapasitas yang dihasilkan bisa maksimal, terjaga keamanannya, dan
kehigienisannya terjamin serta akan di dapatkan hasil cacahan yang memiliki ukuran yang
seragam yaitu 20 mm x 5 mm x 2 mm. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan
kapasitas produksi sehingga peluang pasar menjadi lebih besar dan menambah nilai ekonomis.
Untuk dapat memecahkan masalah yang ada dan mencapai tujuan yang dimaksud maka
perlu adanya penerapan mesin pencacah rebung, sehingga dapat mengatasi permasalahan dan
memenuhi batasan-batasan yang dihadapi oleh industri rumah tangga yang memproduksi
lumpia rebung.

LANDASAN TEORI
a. Roll Pencacah
Rol pencacah adalah suatu komponen yang digunakan untuk mencacah rebung sehingga
akan di dapatkan cacahan rebung yang memiliki ukuran yang di inginkan. Terbuat dari Pipa
ST 60 yang dilapis dengan plat yang permukaannya dibentuk persegi panjang sebagai mata
pencacah yang kemudian dilapis dengan galvanis.

Gambar 1. Roll pencacah


Daya yang digunakan untuk menggerakkan poros dapat dihitung dengan rumus :
P = T.
Keterangan :
P = Daya untuk menggerakkan poros [HP]
T = Torsi [Nm]
= Kecepatan sudut [rad/s]
Torsi yang dibutuhkan untuk menggerakkan poros dapat dihitungmenggunakan untuk rumus :
T = F.r
F dicari dengan melakukan uji cobadi lab mesin yang terlampir pada (lampiran 1)
Keterangan :
T = Torsi [Nmm]
F = Gaya pencacahan [N]
r = Jari-jari roll pencacah [mm]
Kecepatan sudut yang terjadi pada poros pisau ( )
dapat dihitung dengan rumus :
2
= (Sumber: Sularso. 2002: hal. 7)
60
Dimana :
= kecepatan sudut [rad/s]
n = putaran puli motor [rpm]
b. Daya Motor Penggerak
Perhitungan tiap elemen mesin
Gambar 2. Perbandingan transmisi
Perbandingan transmisi

= , = (Sumber: Khurmi. 2005: hal.731)

Dengan :n = putaran poros pertama [put/menit]
n = putaran poros kedua [put/menit]
n = putaran poros ketiga [put/menit], n = n
d = diameter puli 1 [mm]
d = diameter puli 2 [mm]
d = diameter puli 3 [mm]
Daya Total (Pd)
Pd = Daya pencacahan + Daya yang hilang pada sabuk
Perhitungan daya motor listrik yang diperlukan menggunakan rumus :
Pm = Pd .fc
Dengan :
Pm = Daya motor listrik [HP]
Pd = Daya total [HP]
fc = Faktor koreksi

METODE PENELITIAN
a. Metode Penelitian
Untuk mencapai tujuan dari rancangbangun mesin pencacah rebung, maka dilakukan
metode-metode yang diperlukan dalam pembuatannya, antara lain:
1. Studi kepustakaan
Dengan mempelajari buku-buku maupun literature yang berhubungan dengan mesin
pencacah rebung.
2. Observasi
Dengan melakukan observasi ke tempat usaha kecil sampai menengah yang menggunakan
bahan dasar rebung yang dicacah.
3. Perancangan
Membuat rancangan mesin yang dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang telah
diuraikan di atas dengan memberikan inovasi yang menyangkut nilai ekonomis.
4. Pembuatan
Membuat alat yang sesuai dengan rancangan yang sudah di rancang.
5. Perakitan
Proses assembling dengan memperhatikan aspek yang telah di rancangan sebelumnya.
6. Pengujian
Menguji alat yang telah di buat guna mengetahui hasil dari rancangan yang telah di buat.
Tahapan - tahapan dalam rancang bangun mesin pencacah rebung secara umum adalah
sebagai berikut:

Gambar 3.Proses Perancangan


Tahapan pada proses perancangan diatas dapat dijelaskan seperti berikut ini :
1. Identifikasi kebutuhan (Recognition of need)
Proses perancangan dimulai dengan diidentifikasikannya suatu kebutuhan akan suatu
produk oleh seseorang, yang menyadari adanya suatu problem yang akan terpecahkan jika
diciptakan produk baru atau modifikasi produk yang telah ada.
2. Perumusan masalah (Definition of problem)
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah merumuskan masalah tentang produk yang
dibutuhkan, yang akan menghasilkan arahan perancangan. Sekaligus menentukan
spesifikasi produk yang akan dirancang, seperti prestasi kerja yang harus dicapai, fungsi,
dan lain-lain.
3. Sintesis (Synthesis)
Tahap sintesis merupakan tahap pencarian macam atau bentuk produk yang dapat
memenuhi kebutuhan seperti yang telah didefinisikan di atas.Pada langkah ini dicoba
ditemukan sebanyak mungkin alternatif tentang konsep produk.
4. Analisis (Analysis)
Beberapa alternatif konsep produk pada tahap sintesis kemudian dipilih untuk dianalisis
lebih lanjut. Analisis ini meliputi analisis gaya, tegangan, deformasi, getaran, dan lain-
lain.
5. Evaluasi (Evaluation)
Hasil dari langkah analisis dan sintesis dievaluasi atau diukur terhadap spesifikasi yang
telah ditentukan.Pada langkah ini dapat timbul keperluan dibuatnya model atau prototipe
untuk maksud pengukuran kualitas, keandalan, dan beberapa kriteria lainnya.
6. Presentasi (Presentation)
Langkah akhir dari proses perancangan adalah langkah presentasi, yakni kegiatan
menyusun dokumen hasil perancangan dalam bentuk gambar lengkap atau gambar kerja
(working drawing), daftar komponen, spesifikasi bahan, dan informasi lainnya untuk
keperluan proses pembuatan.

HASIL DAN PEMBAHASAN


a. Manfaat Mesin
Pembuatan Rancang Bangun Mesin Pencacah Rebung untuk Produksi Isi Lumpia
dengan Penggerak Motor Listrik 1.5 HP ini bertujuan untuk membantu atau mempermudah
kerja manusia dalam pencacahan rebung sebagai bahan baku utama martabak. Mayoritas
masyarakat masih menggunakan parang untuk mencacah rebung. Oleh karena itu diperlukan
suatu mesin pencacah yang kuat, cepat dan higienis sehingga lebih efektif dan efisien.
b. Alternatif Desain

Gambar 4.Alternatif desain mesin dan batang pendorong


Adapun bagian-bagian dan fungsi dari komponen-komponen utama mesin adalah
sebagai berikut :
1. Rangka
Berfungsi untuk menyangga bagian-bagian mesin.
2. Rol Pencacah
Berfungsi untuk mencacah rebung menjadi bagian-bagian kecil.
3. Pulley
Berfungsi untuk memutar rol pencacah yang didapat dari motor listrik.
4. V-belt
Berfungsi untuk meneruskan putaran dari motor listrik ke rol pencacah.
5. Motor listrik
Berfungsi sebagai penggerak utama mesin.
6. Body Atas
Berfungsi sebagai tempat memasukkan rebung dan sebagai tutup roll bagian atas.
7. Body Bawah
Berfungsi sebagai saluran keluar hasil pencacahan dan sebagai tutup roll bagian bawah.
8. Roda Karet
Roda karet berfungsi sebagai penyangga mesin dan supaya mesin mudah untuk
dipindahkan.
c. Prinsip kerja
Motor listrik dihubungkan dengan sabuk V untuk menggerakkan silinder pencacah.
Silinder pencacah yang terhubung dengan pully akan berputar dan mencacah rebung yang
dimasukkan kedalam hopper. Rebung di dalam hopper akan ditekan secara manual dengan
batang penekan. Kemudian hasil pencacahakan mengalir melalui saluran keluar.
d. Cara Pengoperasian Mesin
Adapun proses pengolahan rebung menjadi hasil cacahan oleh mesin ini adalah sebagai
berikut :
1. Periksa setiap bagian apakah mesin siap dioperasikan.
2. Steker ditancapkan pada saluran listrik.
3. Hidupkan mesin dengan menekan tombol ON pada saklar.
4. Rebung yang telah dikupas, kemudian dipotong menjadi beberapa bagian dan dimasukan
kedalam bak mesin dan di dorong dengan batang pendorong secara manual.
5. Selanjutnya proses pencacahan dilakukan dengan rol pencacah yang diputarkan dengan
pulley.Pulley diputarkan oleh motor listrik.
6. Hasil cacahan akan keluar melalui saluran pada bak bagian bawah.
e. Perhitungan
1. Roll pencacah
Ukuran cacah rebung yang diingikan adalah 20 mm x 5 mm x 2 mm
N roll = 852 [put/menit]
Diameter roll = 180 [mm]
Keliling roll = 565, 2 [mm]
Jumlah pisau = 189 buah
Artinya roll pencacah berputar 1x akan melakukan pemakanan 189x. Untuk
mengetahui kapasitas mesin maka perlu dilakukan uji coca setelah mesin di buat.
Kemudian menghitung kapasitas dengan menggunakan rumus :
massa hasil cacahan [kg]
Kapasitas produksi [kg/jam] =
waktu pencacahan [jam]
2. Perhitungan Daya
Torsi yang dibutuhkan untuk menggerakkan poros dapat dihitungmenggunakan untuk
rumus:
T = F.r
= 16 [N] x 0,18 [m]
= 2,88 [Nm]
F didapatkan dari data uji coba di lab mesin yang terlampir pada (lampiran 1)
Kecepatan sudut yang terjadi pada poros pisau ( )
dapat dihitung dengan rumus :
2
=
60
Dimana :
= kecepatan sudut [rad/s]
n = putaran puli motor [rpm]
Dengan :n = putaran poros pertama [put/menit]
n = putaran poros kedua [put/menit]
d = diameter puli 1 [mm]
d = diameter puli 2 [mm]
Perbandingan transmisi :
.
=

1420.76,2
=
127
= 852 [put/menit]
Maka,
2.3,14.852
=
60
= 89,17 [rad/s]
Daya Pencacahan
P = T.
= 2,88 [Nm] x 89,17 [rad/s]
= 256,8 [watt]
= 0,34 [HP]
Daya yang hilang pada slip sabuk
+
= = (1 - )Keterangan :
+ 100
n2 = kecepatan putaran pada poros pencacah
n1 = kecepatan putaran pada poros pencacah
d1 = diameter puli pada motor (driver)
d2 = Diameter puli pada pencacah (driven)
t = tebal sabuk
s = slip pada sabuk
Maka,
852 76,2+9
= = (1 - )
1420 127+9 100
852 85,2
= = (1 - )
1420 136 100
852 85,2 85,2
= -
1420 136 1360
852 85,2 85,2
- =-
1420 1420 1360
37,59 85,2
- =-
1420 1360
S = 0,42 %
0,42
N Slip = x 852
100
= 3,5 [rpm]
Kecepatan sudut pada faktor slip sabuk
2 .3,14 .3,5
=
60
= 0,37 [rad/s]
Daya yang hilang pada sabuk
P = T.
= 2,88 [Nm] x 0,37 [rad/s]
= 1,06 [Watt]
Daya Total (Pd)
Pd = Daya pencacahan + Daya yang hilang pada sabuk
= 256,8 [watt] + 1,06 [watt]
= 257,86 [watt]
= 0,34 [HP]
Faktor koreksi
Untuk keperluan daya, maka harus dikalikan faktor koreksi (fc), nilai (fc) untuk
keperluan daya maksimum diambil = 1,2
Daya pada Motor Listrik (Pm)
Pm = Pd .fc
Pm = 0,34 . 1,2
= 0,4 [HP]
Sedangkan untuk keperluan daya normal, nilai (fc) diambil 1,5
Pm = Pd .fc
= 0,34 . 1,4
= 0,48 [HP]
Jadi daya motor yang digunakan adalah sebesar
= 0,48 [HP]
= 0,5 [HP] { disesuaikan dengan yang ada dipasaran}
3. Motor Listrik
Spesifikasi motor listrik yang digunakan :
Motor type : YC 90L-4
Voltase : 220 [V]
Ampere : 0,5 [A]
Putaran : 1420 [rpm]
Output : 1,5 [HP]
KW : 1,1 [KW]

KESIMPULAN
Mesin pencacah rebung mampu menghasilkan cacahan rebung dengan cepat, aman dan
mudah diopearasikan.Dengan adanya roda penyangga yang dapat di kunci membuat mesin
mudah untuk dipindahkan.Perawatan mesin juga relatif mudah karena desainnya yang
sederhana.

DAFTAR PUSTAKA
Khurmi, R.S. & J. K. Gupta, 2005,A Textbook of Machine Design,New Delhi, Eurasia
Publishing House (PVT), Ltd.
Stolk, Jac. & C. Kros,.1993, Elemen Mesin,Hendarsin H., & Abdul Rachman
A,Jakarta,Penerbit Erlangga.
Sularso & Kiyokatsu Suga, 2008, Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin. Jakarta,
PT Pradnya Paramita
PT. Denko Wahana Sakti Semarang, Roda Trolly Merk Nansin
(Japan),https://rodamurah.wordpress.com. (15 Desember 2015)

LAMPIRAN
Lampiran 1. Tabel Data Hasil Percobahan Gaya Pencacahan
Percobaan Gaya Pencacahan [N]
1 15
2 16
3 16
Gaya Terbesar 16
Lampiran 2. Faktor koreksi

Lampiran 3. Tabel data untuk memilih roda karet


Lampiran 4. Curriculum vitae

DATA PRIBADI
Nama : Imam Zaenuri
Jenis kelamin : Laki-laki
Tempat, tanggal lahir : Kudus, 21 November 1992
Kewarganegaraan : Indonesia
Status perkawinan : Belum Kawin
Agama : Islam
Alamat : Ds. Soco RT 2 RW 1 Dawe Kudus
Telepon, HP : 08562719598
E-mail : i_zaen_23@yahoo.com

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN


1998 2004 : SD Negeri 1 Soco
2004 2007 : SMP Negeri 1 Kudus
2007 2010 : SMK Negeri 2 PATI
2014 2015 : D3 POLINES (TEKNIK MESIN)

PENGALAMAN KERJA
Bekerja di PT. PURA
Periode : Agustus 2010 Agustus 2014

Semarang, 15 Desember 2015


Hormat saya,

Imam Zaenuri
DATA PRIBADI
Nama :Aryan Khrisna Purnama
Jenis kelamin : Laki-laki
Tempat, tanggal lahir : Semarang, 22 september 1996
Kewarganegaraan : Indonesia
Status perkawinan : Belum Kawin
Agama : Islam
Alamat : Jl. Bukit tunggal VI. Block CIII A no.1 BPP. Ngaliyan
Telepon, HP : 085740888937
E-mail : aryankhrisna22@gmail.com

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN


2002 2008 : SD Negeri Siliwangi (02) Semarang
2008 2011 : SMP Nasima Semarang
2011 2014 : SMA Negeri 6 Semarang
2014 sampai sekarang: D3 POLINES (TEKNIK MESIN)

PENGALAMAN KERJA

Semarang, 15 Desember 2015


Hormat saya,

Aryan Khrisna Purnama