You are on page 1of 69

PENGEMBANGAN INDIKATOR MUTU

PELAYANAN FARMASI

Perspektif Manajemen dan Medication Safety

IRMA RISDIANA, MPH, Apt


Program Studi Profesi Apoteker
Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan
Yogyakarta
Definisi Mutu/Quality
(Philip B Crosby)

Mutu adalah kesesuaian terhadap permintaan


persyaratan (the conformance of requirements)
Empat hal yang mutlak menjadi bagian integral dari
manajemen mutu adalah :
- Mutu adalah kesesuaian terhadap persyaratan
- Sistem mutu adalah pencegahan
- Standar penampilan mutu adalah tanpa cacat
(zero defect)
- Ukuran mutu adalah harga/nilai ketidaksesuaian
Persyaratan mutu/quality requirement :
1. Technical requirement
2. Customer requirement
INDIKATOR
Definisi Indikator : Suatu cara untuk menilai
penampilan kerja dengan menggunakan
instrumen
Syarat Indikator (Donabedian)
Measurable (dapat diukur)
Reliable (dapat diandalkan)
Valid (benar)
Specific (tertentu)
Relevant (berhubungan)
Timely (tepat/sesuai waktu)
FUNGSI INDIKATOR
Keamanan
Tanda adanya masalah
Menilai apakah proses sesuai standar
Menilai keberhasilan
Antisipasi agar tidak melanggar aturan
Mencari peluang perbaikan
Menilai dampak dari suatu intervensi
Untuk membandingkan (benchmarking)

Tiap-tiap indikator mempunyai tujuan:

To replace intuiton by fact

Wettstein, T., Kueng, P., A Maturity Model for Performance Measurement Systems, at
www.measure.ch/docs/wetkue2002.pdf
PEMILIHAN INDIKATOR

Prioritas tinggi
Sederhana
Mulai dengan sedikit indikator
Data tersedia
Ditingkatkan secara bertahap
Dampak terhadap pengguna
Mengukur berbagai dimensi
Penetapan Target/Sasaran
Pencapaian Indikator

Kepustakaan
Hasil Penelitian
Benchmarking
Kepatutan
Bagaimana
mengembangkan indikator
mutu ?
Karakteristik Mutu
Mut Mut
u u
Produ Pelayana
k n

Spesifikasi dimensi
dan
karakteristik Ketepatan
operasional
Konsistensi
Masa penggunaan
Tanggapan pd
dan ketahanan pelanggan
Keamanan produk Keahlian
Keterkaitan standar Keramahan
Pemeliharaan Kemudahan
Penggunaan energi kontak
dan bahan baku Komunikasi
Dampak terhadap Pemahaman
lingkungan Pelanggan
Biaya operasi
Keindahan
8
KERANGKA KONSEP QUALITY IMPROVEMENT

Perbaikan sistem manajemen mutu secara terus menerus


Tanggung
jawab
manajemen
PERSYARATA
N pasien,
masyarakat,
Manajemen Penilaian,
pemerintah
sumber analisa, dan
daya peningkatan Kepuasan
pelayanan pasien/
Realisasi masyarakat
pemerintah
Pelayanan/
produk PRODUK

INPUT
OUTPUT

Diambil dari Proses Model ISO 9001:2008


INDIKATOR MUTU
PENGELOLAAN OBAT
Perspektif Manajemen Farmasi
Drug Management Cycle

Selection
U
P

Distribution
KERANGKA KONSEP PENGELOLAAN OBAT
YANG
EFISIEN
INPUT PROSES
OUTPUT
b Ta na aa1. m pa na isi a n a nd
I a ha an n u na inte e n a ah
F t P n rve P t n l
p P t n j
R e nsi e e o
S Pe en u : u
S D ga n Dis n r b
ng m
M el da g trib 4. g - a
P K l
P ol an u usi Int el t
er e a J
F aa P k erv o y
en c h a
T n en u ca Pe ens b a
u o m
O yi r na ng i at n
R k b i
b m a an gu y g
A u a n
at pa n na a r
B p t H
: na P an n a
i a arg
R n en g si
n n M a
S Di ga 2. ef o
d u terj
K stri da An e j n
i t an
eb P bu an ali kt e al
k u gk
ut er si sa if n
a au W
u e P P d i p
en t P as
ha n en 3. a s e
gg o en te
n c yi Re n l
un r d gg re
O a m nca ef y un
TAHAP PERENCANAAN
Nama Indikator Tujuan Cara Pengukuran Target
% dana yang tersedia dengan Untuk mengetahui seberapa Mengumpulakan 100%
keseluruhan dana yang jauh persediaan dana RS data rencana/realisasi
sesungguhnya dibutuhkan diberikan kepada farmasi anggaran dan
Untuk meramalkan kebutuhan/perencana
ketersediaan obat an obat dalam
periode satu tahun
Realisasi/rencana
anggaran dibagi
kebutuhan kali 100%

Perbandingan ant jml item Untuk mengetahui seberapa Lihat buku catatan Menyesuaikan dengan
obat yg ada dlm perencanaan jauh ketepatan perkiraan peMbelian, lap stok kesepakatan/kepatuta
dg kenyataan pemakaian dalam perencanaan obat dan pemakaian n
obat kemudian hitung
jumlah pengadaannya
dalam periode waktu
tertentu
Bandingkan dengan
rencana pengadaan
TAHAP PENGADAAN
Macam Indikator Tujuan Cara Pengukuran Standar/Target
Frek. Pengadaan tiap Untk mengetahui Ambil 30 sampel kartu stok obat Bandingkan dengan
item obat berapa kali obat2 tsb secara acak hasil EOI
dipesan tiap Catat berapa kali pengadaan Semakin rendah
bulannya obat frek. kemungkinan
penumpukan barang
semakin tinggi

Frek. Kesalahan faktur Utk mengetahui Ambil sampel faktur secara acak Sangat Minimal
berapa kali petugas Cocokkan dengan Surat pesanan Sesuaikan target
melakukan kesalahan dengan kondisi
Jika ada, lihat buku catatan
penerimaan setempat
penerimaan barang
Catat frekuensi kesalahan faktur
Frek. tertundanya Utk mengetahui Melihat daftar hutang Tidak ada yang
pembayaran oleh kualitas pembayaran Cocokkan dengan dafra pembayaran tertunda
rumah sakit terhadap RS Catat frekuensi keterlambatan
waktu yang disepakati
pembayaran
TAHAP PENYIMPANAN
Macam Indikator Tujuan Indikator Cara Pengukuran Standar/Target
Kecocokan barang & Utk mengetahui keandalan Lakukan sampel counting 100% cocok atau
kartu stok data penyimpanan Lihat jumlah barang antara data fisik, kartu sesuai
stok, data komputer
Catat yang tidak cocok
Turn Over Ratio Utk mengetahui berapa Cari data omset satu tahun dan nilai stok Industri manufaktur :
kali perputaran modal opname akhir tahun 9 kali
TOR = omset setahun/nilai stok Jasa/RS : 12 kali

Sistem Penataan Menilai sistem penataan Ambil 30 sampel obat Menilai sistem
Gudang obat di gudang Cocokan nama obat, no batch, tgl ED dan tgl penataan obat di
beli gudang
Catat yang tidak sesuai kaidah FEFO dan FIFO
% nilai obat ED dan Mengetahui besarnya Cari nama, jumlah dan harga obat ED 1%
rusak kerugian FRS Hitung total nilai ED
Bagi dengan total stok opname akhir tahun

% Stok mati Utk mengetahui item obat Cari nama, jumlah dan harga obat stok mati 1% atau 3%
yang tidak digunakan Hitung total nilai stok mati
selama 3 bulan
Bagi dengan total stok opname akhir tahun

% stok obat akhir Utk mengetahui nilai stok NIlai stok akhir dibagi jumlah nilai total 20-30%
tahun akhir obat persediaan
Menilai tingkat efisiensi
inventori
TAHAP DISTRIBUSI
Macam Indikator Tujuan Cara Pengukuran Standar/Target
Rata2 waktu Mengetahui Ambil 30 sampel pasien ralan dan Sesuaikan dengan
melayani resep kecepatan pelayanan ranap per pekan/minggu permintaan dan harapan
(dispensing time) Catat waktu penyerahan resep pelanggan
sampai pemberian obat Standar resep paten dan
racikan berbeda
% obat generik Mengetahui Ambil 100 resep secara acak 100%
yang dilayani ketersediaan obat Hitung total item generik yang
generik diserahkan dibagi yang diresepkan

% obat terlayani Meengetahui Ambil data jumlah pasien rawat 95%


kemampuan jalan
menyediakan resep Kurang 10% (asumsi mondok atau
pem diagnosa)
Ambil data jumlah resep
Bagi jumlah resep dengan jumlah
pasien ralan kalikan 100%
% obat dilabeli Mengetahui Ambil sampel 30 resep 100%
dengan benar penguasaan petugas Hitung jumlah obat yang dilabeli
ttg info pokok yang benar
hrs dicantumkan Meliputi : nama pasien, aturan
pakai,
TAHAP USE (WHO,1993)
Macam Indikator Tujuan Tujuan Standar/Target
Jml item Mengukur derajat polifarmasi Ambil sampel 100 resep secara acak Berkisar antara 1,3 2,2
obat/lembar resep Hitung jumlah peresepan generik, obat/lbr
jumlah obat tiap lembar resep Indonesia : 3,3 obat/lbr
Resep mengandung AB, injeksi,
% penulisan obat Mengukur kecenderungan penulisan obat vitamin dan analgetik serta resep Berkisar 82% atau 94%
generik generik yang mengandung obat formularium Indoensia : 80%
dan non formularium
% penulisan resep Mengukur penggunaan antibiotika secara Berkisar antara 29% - 43 %
antibitotika berlebihan Yaman : 22,7%

% penulisan resep Mengukur penggunaan analgetik yang Belum ada standar tertentu
analgetik berlebihan Sebagai kontrol peresepan
analgetik yg berlebihan

% penulisan resep Mengukur penggunaan injeksi yang Berkisar 0,2% - 48%


injeksi berlebihan Yaman : 17.2%

% penulisan resep Mengukur penggunaan vitamin yang Belum ada standar tertentu
vitamin berlebihan Sebagai kontrol peresepan
vitamin yg berlebihan

% penulisan resep Mengukur kepatuhan thd formularium Tanzania : 88%


sesuai
formularium
Indicator of Prescribing Quality (WHO, 1999)

Rata-rata jumlah obat per lembar resep


Prosentase obat yang diresepkan dengan nama
generik
Prosentase antibiotic yang diresepkan
Prosentase injeksi yang diresepkan
Prosentase obat esensial dan obat formularium yang
diresepkan
Peresepan yang mematuhi standar terapi/standar
pelayanan medik
Prosentase pasien yang tidak diberikan terapi obat
Prosentase pasien yang puas dengan pengobatan yang
diterima
Indikator Dispensing
(WHO,1999)

Rata-rata waktu pelayanan obat


Rata-rata waktu pemberian informasi obat
Prosentase obat diresepkan yang dapat dilayani
Prosentase obat yang diberi label dengan
benar/lengkap (meliputi : nama pasien, nama obat,
dosis dan frekuensi penggunaan)
Pengetahuan pasien tentang dosis yang tepat
DESKRIPSI INTERPRETASI
NO
Indikator Waktu tunggu pelayanan resep racikan 25 menit dan non
1
PEDOMAN racikan 10 menit
2 Ukuran prosentase
PENGUKURAN 3 Target Cakupan kesesuaian waktu tunggu 85% untuk resep
racikan dan 80% untuk resep non racikan
INDIKATOR 4 Sumber Data Lembar pemantauan waktu tunggu
5 Jumlah Data per Periode 30 pengamatan per minggu
Updating
6 Pengumpulan data : Mencatat waktu dari mulai resep masuk sampai obat
Cara Pengambilan Data diserahkan
Waktu Pengumpulan Tiap minggu
Alat Bantu Stop watch, lembar pemantauan waktu tunggu
9 Cara Penghitungan Jumlah pengama tan sesuai s tan dar
x 100%
Total jumlah pengama tan
10 Penyajian Data Tabel
11 Update Data Perbulan
12 Periode Evaluasi Per 3 bulan
13 Evaluasi Buat evaluasi atau validasi pencapaian sasaran mutu
( Quality Objective) dan tentukan langkah tindak lanjut
berupa:
Bila target tercapai: perbaiki target, kembangka
sasaran mutu lain.
Bila tidak tercapai, lakukan tindakan koreksi da
pencegahan (lihat formulir tindakan koreksi da
pencegahan
LEMBAR MONITORING PENGUKURAN INDIKATOR

SASARAN MUTU PIC AKTUAL TARGET Dibuat Oleh Disetujui Oleh


eningkatkan cakupan pelayanan resep dengan waktu tunggu R= R= Kaur. Farmasi Rawat Direktur
pelayanan resep racikan 25 menit dan non racikan 10 Ka.Ur. 76.28% 80% Jalan
farmasi NR= NR=
Rawat 84.75% 85%
Jalan Irma R, SSi., Apt. dr. H.A.Hidayat, Sp.OG, M.Kes
Relevansi dengan Kebijakan Mutu Batasan/Definisi Operasional
ANTUSIAS dalam pelayanan Waktu tunggu adalah waktu yang dibutuhkan mulai dari resep diterima sampai obat diserahkan

Monitoring (mingguan)
Action Plan PIC
Jan Feb Maret April Mei Juni
Evaluasi jadwal dan metode kerja SDM Kaur. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Mengatur jadwal istirahat Farmasi
Menjamin ketersediaan obat Ralan
Mengusulkan penambahan tenaga untuk mencapai rasio
resep banding pegawai yang ideal.
Penambahan dan peremajaan alat kerja
Sumber / Jenis Data PIC Rekap Hasil Monitoring (Bulanan)
Lembar monitoring waktu tunggu resep Kaur. BULAN
Farmasi
Ralan Januari Februari Maret

Cara Perhitungan / Pengukuran


Jumlah pengama tan sesuai s tan
dar x 100%
FTKP No. FTKP No. FTKP No
Total jumlah pengama tan
ila Sasaran Mutu tidak tercapai saat Monitoring, segera lakukan Analisa
BULAN
dengan menggunakan Form FTKP
April Mei Juni

FTKP No. FTKP No. FTKP No


INDIKATOR MUTU
PELAYANAN
FARMASI
Perspektif Medication Safety dan
Clinical Pharmacy
MEDICATION USE SYSTEM
inpatient
Seleksi dan Penyiapan
Peresepan Pemberian monitoring
pengadaan obat dan dispensing
Menilai
Pembelian dan respon
formularium Penilaian penyimpanan obat; Review obat pasien
pasien; review dan yang terhadap
menentukan konfirmasi ; diserahkan obat;
Kebutuhan penyiapan obat; dan order; pelaporan
distribusi ke penilaian reaksi pasien
terapi obat ; dan
pemilihan obat pasien/ pasien dan
terjadinya
dan peresepan unit perawatan, pemberian
error
pemebrian
informasi obat outpatient

INPUT PROSES OUTPUT

Klinisi dan Seluruh praktisi


administra Dokter/ Farmasis Perawat/profesi plus pasien dan
tor Prescriber kesehatan lain /atau keluarga
Indikator Prescribing Error
1. Rata-rata jumlah item obat per lembar resep
2. Jumlah kejadian penulisan resep obat yang tidak diperlukan oleh
pasien (unnecessary drug theraphy).
3. Jumlah kejadian penulisan resep obat yang salah (wrong drug)
4. Jumlah kejadian penulisan resep obat dengan dosis terlalu kecil/rendah
(dosage too low)
5. Jumlah kejadian penulisan resep obat dengan dosis terlalu besar/tinggi
(dosage too high)
6. Jumlah kejadian penulisan resep dengan 2 obat atau lebih yang
berinteraksi (potental drug interacton)
7. Persentase antibiotik kombinasi yang diresepkan.
8. Persentase peresepan yang tidak mematuhi standar terapi yang
ditetapkan.
9. Persentase pasien yang puas dengan pengobatan yang diterima.
10. Persentase kesalahan terkait dengan incompatbilitas
(pharmaceutcal issues)
11. Persentase kesalahan dalam penulisan resep atau ketidakjelasan
penulisan resep
Indikator Dispensing Error
1. Rata-rata waktu pemberian informasi obat.
2. Persentase kesalahan pengambilan obat
3. Persentase kesalahan pemberian
etiket/label obat
4. Persentase kesalahan peracikan obat
5. Persentase kesalahan penyerahan obat
pasien
6. Persentase kesalahan penulisan copy
resep/salinan resep
Indikator Administration Error
1. Jumlah kesalahan memberi obat pada pasien (wrong medicaton)
2. Jumlah kesalahan pemberian dosis obat (wrong dose)
3. Jumlah kejadian lupa memberikan obat pada pasien
4. Jumlah kesalahan pemilihan pelarut injeksi (wrong diluent error)
5. Jumlah kesalahan dalam penentuan kecepatan pemberian obat (wrong
rate error)
6. Jumlah ketidapatuhan terhadap metode aseptic (process errors
associated with poor aseptc technique)
Penyajian Data dan
Analisa
Bentuk Penyajian Data
Tabel
Grafik :
a. Pie
b. Balok dan Bar chart
c. Control chart (p chart, u chart, XmR chart) dll
Narasi: terutama untuk data yang bersifat kualitatif seperti jam buka
pelayanan, kelengkapan dokumen, tingkat pendidikan dan kompetensi
karyawan dll
Contoh Grafik Pie:
% Ketidaklengkapan Label Obat

Persentase Ketidaklengkapan Label Obat


9 T
N
C
N
N
% peresepan non formularium
(chart control)

Indikator % penulisan resep non formularium

90
80
70
60
50
% resep non
formularium

40
30
20
10
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
Bulan
Analisa data % non formularium

Adanya spsesial variation (statistical


process) :
a. Adanya 2 titik yang menonjol
penyimpangannya
b. Adanya peningkatan yang
berurutan pada periode tertentu
Kejadian tertentu yang spesifik
menjadi penyebab dari
penyimpangan
Dispensing Time

dispensing time resep non racikan


5
0
4
5
4
0
3
rerata disp time

5
Serie
3 s2
0
(menit)

2
5
2
0
1
5
1
0
5
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1314 151617 1819 20 2122 2324
25 2627 28 2930
t
a
n
g
g
Tampilan data pre dan post
intervensi
Proporsi Coverage pelayanan resep rawat jalan

100

80
% coverage resep

60
Series1
40

20

0
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
bulan
TAHAP-TAHAP DLM FOLLOW UP
HASIL
EVALUASI PADA ASPEK ATAU AREA
YANG SPESIFIK
MENCARI FAKTOR PENYEBAB
PELAJARI BUDAYA YANG
BERLAKU SAAT INI
MOTIVASI UNTUK PERUBAHAN
PILIH DAN LAKUKAN INTERVENSI
UKUR KEBERHASILAN INTERVENSI
EVALUASI PADA ASPEK ATAU AREA
YANG
SPESIFIK
Fokus pada tujuan perbaikan (misal aspek
manajemen atau klinik) atau isu-isu
penting lainnya
Sesuaikan dengan tujuan dan fokus
perhatian yang ditetapkan RS dalam visi
misi
Pilih aspek yang berpengaruh penting
pada proses pelayanan atau
dampak perbaikan yang diharapkan cukup
signifikan
Kemudahan dalam melakukan intervensi
Follow up question
Rata-rata jumlah obat per
lembar
Jika lebih tinggi dari standar :
Apakah prescriber kurang pengetahuan/pelatihan ttg obat

Apakah financial insentif berpengaruh dalam peresepan?

Jika lebih rendah dari standar :


Ketersediaan obat?
Apakah ada regulasi pembatasan peresepan?
Kurang pelatihan/pengetahuan tentang terapi obat?
Prosentase Obat generik
Supply factor
Prescriber factor
Health problem factor
Persentase Peresepan
Antibiotik
Kecenderungan peresepan antibiotik tertentu
(bentuk sediaan, spektrum AB, harga)
Faktor-faktor yang mempengaruhi peresepan
antibiotik
Dampak peresepan antibiotik
Persentase peresepan
injeksi
Kecenderungan penggunaan injeksi tertentu
(penyakit, umur pasien, alternatif bentuk
sediaan lain)
Faktor yang kemungkinan mempengaruhi
penggunaan injeksi
Dampak penggunaan injeksi berlebihan
Persentase peresepan
formularium
Peresepan obat tertentu di luar
formularium (nama obat, penyakit,
generik atau branded )
Supply factor
Karakteristik formularium
dibandingkan dengan formularium
RS lain
Rata-rata waktu pemberian
informasi

Aspek fasilitas kesehatan


Faktor prescriber
Karakteristik interaksi antara
pasien dan petugas farmasi
(farmasis)
Rata-rata dispensing time

Aspek fasilitas kesehatan


Latar belakang dispenser
Karakteristik hubungan dan
interaksi pasien dan dispenser
Percentage of drugs adequately labelled

Specify inadequate labelling


pemberian label obat apa yang spesifik sering salah,
penulisan nama, dosis,cara pakai atau tanggal dan
nomer resep sering tak ditulis.
in adequate labelling terjadi pada karyawan tertentu.
Reason for inadequate labelling
masalah pribadi, kurang pelatihan, resep yang tidak
terbaca jelas atau alasan lainnya.
Poin Penting :

Farmasi harus memiliki


pengetahuan pendukung
yang memadai untuk
mengembangkan follow
up question pada
indikator yang lain
UNIT KERJA : Unit Farmasi

RUANG LINGKUP : Efektifitas Pelayanan Resep

NAMA INDIKATOR : Angka keterlambatan penyerahan obat jadi

DASAR PEMIKIRAN : Diperlukan pengendalian mutu pada pelayanan farmasi

DEFINISI INDIKATOR : Angka kejadian keterlambatan penyerahan obat jadi ke pasien lebih dari 15 menit

KRITERIA :

Inklusi :
1. Persediaan obat di ruang peracikan habis sehingga harus mengambil di gudang
farmasi
2. Kesalahan input ke dalam komputer
3. Salah menghitung dosis, sehingga harus diulang
Eksklusi :
1. Kesalahan dokter menuliskan dosis, sehingga harus di konsultasikan dulu dengan
dokter yang bersangkutan.
2. Obat yang tidak ada di DORS, sehingga untuk mengganti obat yang sejenis harus
di konsultasikan dulu dengan dokter yang bersangkutan
TIPE INDIKATOR : Rate Based

PEMBILANG (Numerator) : Jumlah lembar resep yang penyerahannya lebih dari 15 menit dalam periode waktu tertentu
PENYEBUT (Denominator) : Jumlah seluruh lembar resep yang dilayani dalam periode yang sama

STANDARD : Kurang dari 10%

KETERANGAN :
UNIT KERJA : Unit Farmasi

RUANG LINGKUP : Efektifitas Pelayanan Resep

NAMA INDIKATOR : Angka Penyerahan Obat Racikan Lebih Dari 30 Menit

DASAR PEMIKIRAN : Diperlukan pengendalian mutu pada pelayanan farmasi

DEFINISI INDIKATOR : Angka kejadian keterlambatan penyerahan obat racikan ke pasien lebih dari 30 menit

KRITERIA :

Inklusi : Penyiapan obat yang lama dikarenakan


1. persediaan obat di ruang peracikan habis sehingga harus mengambil di gudang
farmasi.
2. Salah menghitung dosis, sehingga harus diulang
Eksklusi :
1. Kesalahan dokter menuliskan dosis, sehingga harus di konsultasikan dulu dengan
dokter yang bersangkutan.
2. Obat yang tidak ada di DORS, sehingga untuk mengganti obat yang sejenis harus di
konsultasikan dulu dengan dokter yang bersangkutan
TIPE INDIKATOR : Rate Based

PEMBILANG (Numerator) : Jumlah lembar resep yang penyerahannya melebihi waktu standard

PENYEBUT (Denominator) : Jumlah seluruh lembar resep yang dilayani

STANDARD : Kurang dari 20%

KETERANGAN :

UNIT KERJA : Unit Farmasi

RUANG LINGKUP : Efektifitas Pelayanan Resep

NAMA INDIKATOR : Angka Kesalahan Penyerahan Obat


DASAR PEMIKIRAN : Diperlukan pengendalian mutu pada pelayanan farmasi

DEFINISI INDIKATOR : Angka kejadian kesalahan penyerahan obat pada pasien

KRITERIA :

Inklusi : 1. Salah membaca resep


2. Salah pemberian etiket pada obat
Eksklusi :

TIPE INDIKATOR : Rate Based

PEMBILANG (Numerator) : Jumlah lembar resep yang penyerahan obatnya salah

PENYEBUT (Denominator) : Jumlah seluruh lembar resep yang dilayani

STANDARD : Kurang dari 3%


KETERANGAN :
UNIT KERJA : Unit Farmasi

RUANG LINGKUP : Efektifitas Pelayanan Resep

NAMA INDIKATOR : Angka Kesalahan Penulisan Etiket Pada Obat

DASAR PEMIKIRAN : Diperlukan pengendalian mutu pada pelayanan farmasi

DEFINISI INDIKATOR : Angka kejadian kesalahan penulisan etiket obat

KRITERIA :

Inklusi : 1. Salah membaca aturan pakai


2. Tertukar dengan resep lain
Eksklusi :

TIPE INDIKATOR : Rate Based

PEMBILANG (Numerator) : Jumlah lembar resep yang penulisan etiketnya salah


PENYEBUT (Denominator) : Jumlah seluruh lembar resep yang dilayani

STANDARD : Kurang dari 3%

KETERANGAN :
UNIT KERJA : Unit Farmasi

RUANG LINGKUP : Efektifitas Pelayanan Resep

NAMA INDIKATOR : Angka Kesalahan Perhitungan Dosis

DASAR PEMIKIRAN : Diperlukan pengendalian mutu pada pelayanan farmasi

DEFINISI INDIKATOR : Angka kejadian kesalahan menghitung dosis obat

KRITERIA :

Inklusi : 1. Salah membaca aturan pakai


2. Salah memasukkan angka
Eksklusi :

TIPE INDIKATOR : Rate Based

PEMBILANG (Numerator) : Jumlah R/ yang perhitungan dosis yang salah


PENYEBUT (Denominator) : Jumlah seluruh R/ yang dilayani

STANDARD : Kurang dari 3%

KETERANGAN :