You are on page 1of 7

Jumlah hematokrit biasanya akan

muncul pada hasil tes darah lengkap


yang digunakan untuk mendiagnosis
suatu penyakit. Hematokrit rendah
menandakan seseorang menderita
anemia. Mungkin Anda belum terlalu
familiar dengan istilah hematokrit
rendah dan apa yang menjadi
penyebabnya.
Hematokrit merupakan bagian
dari pemeriksaan darah lengkap yang
biasanya dilakukan untuk mendeteksi
apakah seseorang menderita anemia,
selain dengan pemeriksaan kadar
hemoglobin (Hb). Pemeriksaan hematokrit
juga bisa dilakukan untuk mengetahui
seperti apa respons tubuh terhadap
pengobatan yang sedang dijalankannya.
Tes ini akan mengukur kadar sel darah
merah di dalam darah Anda yang
bertugas membawa oksigen dan berbagai
nutrisi lainnya ke seluruh tubuh. Tubuh
membutuhkan kadar sel darah merah
yang tepat untuk menjaga Anda agar
tetap sehat. Adapun level hematokrit
berbeda-beda tergantung dari jenis
kelamin dan usia Anda.
Perlu diketahui, jika kadar hematokrit diukur
dengan takaran persentase. Sebagai contohnya,
jika kadar hematokrit seseorang pada takaran
20 persen, berarti terdapat 20 mililiter sel
darah merah di dalam 100 mililiter darah.
Untuk pria dewasa, level hematokrit yang
normal adalah 38,850 persen, dan untuk
perempuan dewasa adalah 34,944,5 persen.
Sementara, anak-anak yang berusia 15 tahun
ke bawah memiliki rentang level hematokrit
yang berubah-ubah sesuai dengan
pertambahan usia mereka. Kadar hematokrit
normal dapat berbeda dari satu laboratorium
dengan yang lainnya, namun biasanya
perbandingan rentang angka tersebut tidak
akan melebihi 7%.

Lalu, apa artinya memiliki level hematokrit


rendah?

Penyebab Hematokrit Rendah yang Perlu


Diwaspadai
Hematokrit rendah, atau yang dikenal juga
dengan istilah anemia, merupakan pertanda
dari berbagai jenis gangguan pada area tubuh
yang berbeda pula. Beberapa kondisi yang
ditandai dengan rendahnya level hematokrit
rendah, antara lain:
Anemia defisiensi besi, anemia defisiensi B12
dan folat
Penyakit peradangan kronis
Pendarahan internal atau organ di dalam
tubuh.
Anemia hemolitik
Gagal ginjal
Penyakit tulang sumsum
Limfoma
Anemia sel sabit
Leukemia
Thalassemia
Selain berbagai kondisi di atas, kadar
hematokrit juga bisa dipengaruhi oleh
kehamilan, transfusi darah, kehilangan banyak
darah dalam jumlah banyak (misalnya akibat
pendarahan), atau tinggal di dataran tinggi.
Dokter biasanya akan mencocokkan hasil tes
hematokrit dengan hasil tes darah lainnya dan
pemeriksaan fisik berikut gejala yang dialami,
sebelum menentukan diagnosis.
Jika kadar hematokrit menurun sedikit dari
rentang normal dan orang tersebut tidak
memiliki keluhan , biasanya dokter hanya akan
melakukan observasi. Namun, apabila level
hematokrit rendah yang terjadi disebabkan
oleh anemia, dokter akan merekomendasikan
pengobatan yang sesuai dengan penyebab
anemia, misalnya dengan memberikan
tambahan suplemen zat besi, mengobati luka
atau infeksi, hingga mengangkat kanker yang
ada di usus. Tentunya pengobatan ini
didahului dengan pemeriksaan fisik dan
penunjang yang tepat oleh dokter.

Begitu juga dengan penyakit lain yang


menyebabkan hematokrit rendah, dokter akan
menyesuaikan penanganan kondisi ini dengan
penyebabnya. Pada kondisi tertentu seperti
penyakit demam berdarah dengue,
pemeriksaan hematokrit dan darah lengkap
disertai tanda vital penting untuk dipantau
secara berkala guna menilai kondisi penderita.
Hasil pemeriksaan darah dengan hematokrit
rendah bisa mengandung banyak arti.
Menyampaikan gejala dan riwayat kesehatan
yang pernah Anda atau keluarga alami akan
membantu dokter menentukan diagnosis yang
tepat. Dokter juga mungkin akan melakukan
pemeriksaan tambahan untuk memastikan
penyebab rendahnya hematokrit serta ada
tidaknya gangguan kesehatan lain.