You are on page 1of 7

STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

DENGAN APPENDIKS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00 1

Ditetapkan oleh
STANDAR ASUHAN Tanggal terbit Direktur
KEPERAWATAN Maret 2014

Dr Jephi Yonatha

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN


DENGAN APENDIKSITIS

PENGERTIAN

Apendiksitis adalah peradangan pada apendiks versi formis.

Etiologi :
Penyebab utamanya adalah : obstruksi yang dapat disebabkan oleh :
a. Hyperplasia dari folikel limfoid, yang merupakan penyebab terbanyak.
b. Adanya fekalid dalam lumen apendiks.
c. Adanya benda asing seperti cacing atau sisa makanan.
d. Struktur karena fibrosis akibat peradangan sebelumnya.
e. Sebab lain, misalnya keganasan ( karsinoma, karsinoid ).

Patologi :
Obstruksi apendiks menyebabkan mukus yang diproduksi mukosa terbendung.
Makin lama mukus yang terbendung makin banyak dan menekan apendiks, sehingga
mengganggu aliran limfe dan meyebabkan dinding apendiks oedem serta
merangsang tonika serosa dan peritoneum viseral. Oleh karena pesarafan apendiks
sama dengan usus, yaitu torakal, maka rangsangan itu dirasakan sebagai rasa sakit
disekitar umbilikus. Mukus yang terkumpul itu lalu terinfeksi oleh bakteri dan
menjadi nanah. Kemudian timbul gangguan aliran vena, sedangkan arteri belum
terganggu.
Peradangan yang timbul meluas dan mengenai peritoneum parietal setempat,
sehingga menimbulkan rasa nyeri di kanan bawah, ini disebut : apendiksitis supuratif
akut. Bila kemudian arteri terganggu maka timbul alergen dan ini disebut
apendiksitis gangrenosa. Bila dinding apendiks yang rapuh itu pecah, dinamakan
apendiktis perporasi.
Bila omentum dan usus berdekatan dapat mengelilingi apendiks yang meradang atau
perforasi akan timbul suatu masalah lokal, keadaan ini disebut apendiksitis infiltrat
atau apabila masa itu terisi nanah disebut apendiksitis abses. Pada anak anak
karena pada omentum masih pendek dan tipis, apendiks yang relatif lebih panjang,
dinding apendiks lebih tipis dan daya tahan tubuh masih kurang, demikian pula pada

ASKEP 68
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN
DENGAN APPENDIKS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00

orang tua karena telah ada gangguan pada pembuluh darah, maka perforasi terjadi
lebih cepat. Bila apendiksitis infiltrat penyembuh dan kemudian gejalanya hilang
timbul dikemudian hari, maka menjadi apendiksitis kronis.

DATA FOKUS KEPERAWATAN

PENGKAJIAN

1. Anamnesa
Pada anamnesa akan dijumpai adanya penyakit perut, pada mulanya penyakit perut
ini hilang dan timbul seperti kolik dan terasa disekitar umbilikus, rasa nyeri
berkurang bila pasien platus / bab.
Bila proses radang telah menjalar keporitonium pariental setempat, maka akan
timbul nyeri lokal kanan bawah ( daerah Mc. Bourney ).
Nyeri perut berubah menjadi tajam dan terus menerus. Setiap gerakan yang
menyebabkan teregang akan menimbulkan nyeri.
Bila terjadi perporasi, maka untuk sementara rasa sakit menghilang, kemudian
disusul rasa sakit diseluruh perut. Dijumpai pula adanya anoreksia dan muntah
yang terjadi setelah rasa sakit, konstipasi dan diare terjadi pada anak anak dan
pasien yang apendiksnya dekat rektum.
Gejala umumnya adalah demam, mula-mula tidak begitu tinggi, tetapi menjadi
hyperpireksi bila terjadi perforasi. Bila proses apendiksitis menjadi kronik maka
gejala gejalanya menjadi tidak jelas dan tidak terjadi demam kecuali pada
eksaserbasi akut.

2. Pemeriksaan fisik
Sikap dan posisi pasien : bila disuruh bergerak ia akan berhati hati sekali karena
takut sakit, bila berbaring kaki kanan akan sedikit ditekuk sehingga ketegangan
daerah yang sakit berkurang. Pergerakan dinding perut sebelah kanan mungkin
tertinggal dari yang kiri.
Pengukuran suhu akan menunjukan angka sekitar 37, S 38, 50C. Perbedaan suhu
ketiak dan rektal lebih dari 10C.
Pemeriksaan pada perut ( daerah Mc Bourney ) akan menunjukan nyeri tekan,
nyeri lepas, nyeri ketok defance musculair setempat, rasa sakit bila tungkai atas
kanan diekstensikan dan rasa sakit bila dengan fleksi pada sendi lutut dan
panggul, tugkai kanan atas diendorotasikan.
Rectal toucher penting untuk membedakan kelainan pelvis yang lain.

69
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN
DENGAN APPENDIKS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00

3. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan darah rutin menunjukan lekositosis ringan kecuali pada apendiksitis
perporasi akan dijumapai lekositosis yang lebih tinggi.
Pada pemeriksaan urine rutin kadang kadang ditemukan lekosit, pemeriksaan ini
juga penting untuk membedakan apendiksitis dengan kelainan ginjal.
Pemeriksaan foto polos abdomen mempunyai arti penting untuk membedakan
apendiksitis dengan obstruksi usus halus atau ureter kanan, kadang kadang dapat
ditemukan adanya sedikit fluid level dalam usus difosa iliaka dan udara di bawah
diafragma yang menunjukan adanya perforasi. Pemeriksaan ini tidak menunjukan
tanda pasti apendiksitis.

4. Dasar data pengkajian pasien ( pra operasi )


a. Aktivitas / istirahat
Gejala : malaise
b. Sirkulasi
Tanda : Takikardia
c. Eliminasi
Gejala : Konstipasi pada awitan awal.
Diare ( kadang kadang )
Tanda : Distensi abdomen, nyeri, tekan / nyeri lepas, kekakuan.
Penurunan atau tidak ada bising bising usus.
d. Makanan / cairan
Gejala : anoreksia
mual / muntah
e. Nyeri / kenyamanan
Gejala : Nyeri abdomen, sekitar epigastrium dan umbilikus.
Yang meningkat berat dan terlokalisasi pada daerah Mc. Bourney karena
berjalan, batuk, bersin dll.
Tanda : Perilaku hati hati, tidur berbaring atau terlentang dengan lutut ditekuk,
nyeri pada kwadran kanan bawah.
Nyeri tekan dan nyeri lepas diduga imflamasi peritoneal.

70
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN
DENGAN APPENDIKS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA TUJUAN DAN INTERVENSI


KEPERAWATAN KRITERIA
HASIL
Kemungkinan diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien pre operasi
Apendiksitis
1 Gangguan rasa nyaman Tujuan : 1. Kaji internitas pada pola
/ nyeri berhubungan rasa nyeri hilang / rasa nyeri.
dengan adanya distensi berkurang. 2. Monitor tanda tanda vital.
jaringan usus oleh 3. Beri sikap / posisi yang
inflamasi. Kriteria evaluasi : lebih nyaman / semi fowler.
Pasien merasa 4. Beri pengertian tentang
nyaman dengan pentingnya istirahat di
hilangnya rasa tempat tidur / bedrest.
nyeri. 5. Berikan teknik teknik
untuk mengurangi rasa
nyeri.
2 Potensial terjadi infeksi Tujuan : 1. Awasi tanda tanda vital,
lebih lanjut, Infeksi lebih lanjut perhatikan demam,
berhubungan dengan dapat dicegah. menggigil, meningkatnya
tidak adekuat nyeri abdomen.
pertahanan utama Kriteria evaluasi : 2. Kaji lokalisasi dan
perporasi , ruptur pada Tidak ada tanda perkembangan infeksi.
apendiks, pembentukan tanda lebih lanjut : 3. Monitoring tanda tanda
abses. demam perluasan infeksi.
4. Beri posisi tidur dengan
kepala lebih tinggi dari
kaki.
5. Istirahatkan pasien di
tempat tidur ( bedrest ).
6. Kolaborasi dengan dokter
untuk pemberian antibiotik
3 Gangguan rasa Tujuan : 1. Monitor suhu tubuh.
nyaman, fibris Rasa nyaman terpen 2. Monitor tanda tanda vital
berhubungan dengan hi. : TD, pols dan RR.
adanya infeksi pada 3. Berikan kompres dingin.
apendiks. Kriteria evaluasi : 4. Kolaborasi dengan dokter
Suhu tubuh untuk pemberian therapi
normal

71
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN
DENGAN APPENDIKS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00

4 Potensial nutrisi kurang Tujuan : 1. Kaji hal hal yang dapat


dari kebutuhan Kebutuhan nutrisi merangsang muntah.
berhubungan dengan pasien terpenuhi. 2. Motivasi pasien untuk
anoreksia dan muntah. menambah intake makanan
Kriteria evaluasi : sedikit tapi sering
Keadaan umum 3. Lakukan pemberian cairan
pasien baik dan parentral jika perlu.
tampak segar. 4. Kontrol pemberian cairan
Vomitus berkurang parentral.
/ tidak lagi. 5. Kolaborasi dengan ahli gizi
Tanda tanda 6. Kolaborasi dengan dokter
malnutrisi tidak untuk pemberian obat anti
ditemukan. emitik.

5 Cemas berhubungan Tujuan : 1. Kaji derajat kecemasan


dengan akan diadakan Rasa cemas pasien.
tindakan operasi. berkurang/ hilang. 2. Kaji pengertian dan harapan
pasien dan keluarga tentang
Kriteria evaluasi : prosedur operasi, anestesi,
Pasien bersedia masa pemulihan dan
untuk dilakukan hilangnya konsep yang
tindakan operasi salah.
(mau berpartisipasi
dalam program 3. Ajarkan partisipasi pasien
pengobatan dan dalam perawatan pre
perawatan yang operasi dan post operasi.
dilakukan). 4. Komunikasikan dengan
pasien dan keluarga
berkenaan dengan akan
dilakukan tindakan operasi.
7 Kurangnya Tujuan : 1. Kaji tingkat pengetahuan
pengetahuan tentang Pasien mengerti pasien tentang perjalanan
perjalanan penyakit, tentang perjalanan penyakit, pengobatan / diet
pengobatan / diet dan penyakit, dan prognosa.
prognosa berhubungan pengobatan / diet 2. Beri penjelasan tentang
dengan kurangnya dan prognosa perjalanan penyakit,
informasi dan tidak penyakit. pengobatan / diet dan
mengenal sumber prognosa.
informasi Kriteria evaluasi : 3. Berikan waktu luang bagi
Pasien telah pasien untuk bertanya

72
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN
DENGAN APPENDIKS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00

memperoleh jawab dan mengukapkan


penjelasan tentang perasaannya.
segala sesuatu 4. Anjurkan pasien untuk
tentang berpartisipasi dalam
penyakitnya. program pengobatannya.
Pasien mau
berpartisipasi
dalam program
pengobatan.

Kemungkinan diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien post operasi


Apendiksitis
1 Gangguan rasa nyaman Tujuan : 1. Kaji nyeri pasien, catat
dan nyeri berhubungan Rasa nyaman lokasi nyeri dan
dengan adanya luka terpenu karakteristiknya.
post operasi. hi. 2. Evaluasi efeknya,
kolaborasi dengan dokter
Kriteria evaluasi : mengenai dosis pengobatan
Pasien menerima jika perasaan nyeri tidak
pengobatan segera hilang.
ketika terjadi rasa 3. Beri pengertian pada pasien
nyeri. dan dukungan emosional
Keluhan nyeri sehingga rasa nyeri menjadi
berkurang / hilang. ringan.
Ekspresi wajah 4. Terangkan kepada pasien
tenang. penyebab rasa nyeri.
Pasien dapat 5. Kolaborsikan dengan dokter
istirahat / tidur dalam pemberian therapi.
2 Potensial terjadinya Tujuan : 1. Kaji adanya tanda- tanda
infeksi berhubungan Infeksi dapat infeksi
dengan adanya luka dicegah 2. Cuci tangan sebelum dan
post operasi dan sesudah perawatan pasien.
pemasangan alat- alat Kriteria evaluasi : 3. Lakukan perawatan luka
post operasi (infus, Tidak ada tanda dengan tehnik aseptik
katheter dan drain) tanda infeksi : 4. Perhatikan warna, bau dari
pembengkakan, cairan yang keluar dari
kemerahan dan pus drain.
tidak ada, tepi luka 5. Kolaborasi dengan dokter
rapat. untuk pemberian antibiotik

73
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN
DENGAN APPENDIKS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


00

74