You are on page 1of 10

BELALANG HIJAU (Oxya chinensis)

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Order : Orthoptera
Family : Acrididae
Genus : Oxya
Species : Oxya chinensis

Deskripsi
Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Serangga ini
memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya dan juga memiliki ovipositor pendek.
Suara yang ditimbulkan beberapa spesies belalang biasanya dihasilkan dengan menggosokkan femur
belakangnya terhadap sayap depan atau abdomen (disebut stridulasi), atau karena kepakan sayapnya
sewaktu terbang. Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok untuk melompat.
Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang.
Belalang betina umumnya berukuran lebih besar dari belalang jantan.
Gejala
Daun rusak dari pinggir dengan tepian bergerigi bekas gigitan.
Pengendalian
Kultur Teknis, Dengan cara membajak sawah dan membiarkan belalang terpapar sinar matahari
dan dimakan oleh musuh alaminya. Secara kimiawi bias menggunakan insektisida sistemik berbahan
aktif asetat.

Sumber:
http://www.biodiversitywarriors.org/isi-katalog.php?idk=389&judul=belalang-hijau-yang-menawan
http://tanya.bebeja.com/tanyabebeja/mengatasi-hama-belalang/
https://unsurtani.com/2017/04/pengendalian-hama-belalang-daun-100-ampuh
Walang Sangit (Leptocorisa Acuta Thunberg)

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hemiptera
Famili : Alydidae
Genus : Leptocorixa
Spesies : Acuta
Author : Thunberg

Gejala Serangan
Nimfa dan imago menyerang buah padi yang matang susu dengan cara menghisap cairan buah,
sehingga buah menjadi hampa. Pada bekas tusukannya, timbul suatu bercak-bercak putih yang
disebabkan cendawan Helminthosporium
Pengendalian
Membersihkan gulma di pematang, pertanaman, dan di sekeliling tanaman padi Walang sangit
datang di pertanaman sebelum tanaman padi berbunga, hidup pada gulma Memasang bangkai
binatang. Walang sangit tertarik kapada bau bangkai, setelah berkumpul dapat disemprot dengan
insektisida.Menggunakan bahan kimia (Decis, Regent, BPMC) bila populasi sudah mencapai ambang
ekonomi 10 ekor/20rpn.

Sumber:
http://www.petanihebat.com/2013/05/klasifikasi-dan-morfologi-walang-sangit.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Walang_sangit
http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/tahukah-anda/208-hama-walang-sangit-dan-cara-
pengendaliannya
Penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata)

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Hexapoda
Kelas : Insecta
Ordo : Lepidoptera
Superfamili : Pyraloidea
Famili : Crambidae
Subfamili : Schoenobiinae
Genus : Scirpophaga
Spesies : S. innotata

Gejala Serangan
Gejala Sundep. Larva ngengat merusak tanaman padi sebelum memasuki masa pembungaan
(masa vegetatif). Biasanya gejala sundep muncul pada tanaman padi saat berumur 21 HSPT (hari
setelah pindah tanam). Gejala serangannya dimulai ketika di area lahan padi terlihat populasi ngengat
yang banyak. Selama selang satu minggu, ngengat akan bertelur dan meletakkannya pada batang
tanaman padi. Sekitar 4- 5 hari telur akan menetas, pada saat fase larva inilah larva ngengat akan
memakan sistem pembuluh tanaman yang ada di dalam batang tanaman padi. Gejala serangannya
pucuk batang padi menjadi kering, bewarna kuning dan mudah dicabut.
Gejala Beruk. Merupakan gejala serangan hama penggerek batang pada saat masa pembungaan
dan pembentukan malai (masa generatif). Serangan hama penggerek batang pada fase pembentukan
malai ni mengakibatkan bulir padi akan hampa karena proses pengisian biji nya tidak berlangsung
sempurna (pembuluh pada batang nya telah rusak).
Pengendalian
1. Membersihkan telur dan paket telur dari daun tanaman padi pada saat di persemaian
atau di lapangan.
2. Melakukan pengendalian pencegahan yaitu menggunakan aplikasi insektisida sistemik
saat tanaman padi berumur 2-3 minggu HSPT
3. Melakukan penanaman secara serentak dalam areal penanaman yang luas agar tanaman
padi berada pada fase yang sama sehingga perkembangan dan penyebaran sumber hama
di lapangan dapat ditekan.
4. Memasang Light Trap.
5. Melakukan penggenangan sawah selama 1-2 minggu setelah panen agar ulat/larva/pupa
yang bersembunyi pada pangkal batang padi mati.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Scirpophaga_innotata
http://belajartani.com/waspadai-serangan-hama-penggerek-batang-padi-rice-stem-borer-penyebab-
gejala-sundep-dan-beluk/
Lalat Buah (Bactrocera sp.)

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Order : Diptera
Section : Schizophora
Subsection : Acalyptratae
Superfamily : Tephritoidea
Family : Tephritidae
Gejala Serangan
Lalat buah yang menyerang sebetulnya adalah lalat betina. Lalat tersebut menyerang dengan
menusukkan alat peletak telurnya (ovipositor) ke dalam buah. Tujuannya untuk meletakkan telur-telur
mereka di dalam buah yang selanjutnya telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva dan
berkembang. Oleh karena itu, gejala awal yang ditunjukkan serangan lalat buah adalah adanya
noda/titik bekas tusukan pada permukaan kulit buah. Selanjutnya telur-telur akan menetas di dalam
buah dan menjadi larva. Gangguan yang dilakukan oleh larva-larva inilah yang akan menimbulkan
noda-noda di kulit buah dan berkembang menjadi bercak coklat di sekitarnya.
Pengendalian
1. Sanitasi. Jagalah kebersihan. Buang/ pangkas buah yang telah terserang dan pendam
dalam tanah. Tanah disekitar tanaman dicangkul dan dibalik agar pupa yang ada dalam
tanah mati. Sampah/ seresah disekitar tanaman juga harus dikumpulkan dan dibakar
atau dipendam dalam tanah.
2. Budidaya yang baik. Lakukan pemangkasan pada tanaman buah agar tajuk bisa
terbentuk dan mengurangi kerimbunan kanopi.
3. Gunakan perangkap lem kuning untuk mencegah dan mengurangi serangan lalat buah.
4. Gunakan perangkap metyl eugenol untuk menangkap lalat jantan. Tapi ingat jangan
meletakkan perangkap dalam tengah lokasi pertanaman, sebaikknya di pinggir saja agar
lalat tidak terkumpul ditengah pertanaman.
5. Pembungkusan buah dengan menggunakan kertas, daun pisang, anyaman daun kelapa,
karung, duk, atau plastik pada tanaman buah-buahan dan paria. Lakukan pembungkusan
sebelum buah terserang atau sedini mungkin setelah pentil buah terbentuk.
6. Gunakan insektisida kimia jika telah menggunakan pengendalian 1 5 ternyata masih
terjadi serangan. Menurut pengalaman maspary dengan menggunakan insektisida
piretroid sintetik yang kuat seperti Deltametrin 25 EC, Betasiflutrin 25 EC,
Lamdasihalotrin 25 EC dan Sipermetri 100 EC dengan konsentrasi 1 ml/ liter biasanya
sudah mampu mengendalikan hama lalat buah ini. Yang perlu diperhatikan adalah
waktu dan cara penyemprotannya. Lakukan penyemprotan saat pagi-pagi sekali
sebelum jam 6 pagi dan semprot bagian bawah daun secara merata dan mengabut
Sumber:
http://www.taniorganik.com/lalat-buah-bactrocera-sp/
http://www.gerbangpertanian.com/2011/11/tips-jitu-mengendalikan-lalat-buah.html
Kumbang Kubah Spot (Coccinella Transversalis)

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Coleoptera
Famili : Coccinellidae
Spesies : Coccinella Transversalis

Gejala Serangan
Daun rusak dari pinggir dengan tepian bergerigi bekas gigitan.
Pengandalian
Pengendalian Secara Fisik/Mekanik
Dilakukan dengan cara sanitasi secara selektif terhadap tanaman yang terserang OPT, sanitasi terhadap
tumbuhan pengganggu yang kemungkinan menjadi inang lain dari OPT, Pengambilan kelompok
telur/ulat dari tanaman yang diserang, dan pemasangan penghalang berupa kelambu, rumah kaca, atau
plastic transparan.
Pengendalian Secara Biologi
Dilakukan dengan cara memanfaatkan musuh alami dan agensia hayati. Pengendalian secara biologi
ini dapat juga dilakukan dengan sebuah peraturan, misalnya larangan terhadap pemasukan benih atau
bagian tanaman lain yang dapat membawa OPT berbahaya, baik tanaman impor maupun tanaman dari
area lain.
Pengendalian Dengan Bahan Kimia
Ditinjau dari bahan aktifnya dibagi dalam 2 macam, yakni pestisida hayati dan pestisida sintesis.
Pestisida hayati adalah pestisida yang dibuat dari makhluk hidup yang bahhan aktifnya dapat
mengendalikan OPT, dapat berupa umbuhan dan agen hayati. Sedang kan pestisida sintesis memiliki
bahan aktif dari hasil sintesa kimia yang terdiri atas beberapa golongan. Untuk meningkatkan
efektivitasnya dalam aplikasi, maka perlu memperhatikan pemilihan jenis pestisida yang sesuai dengan
OPT sasaran. Jenis pestisida yang dipilih dan digunakan juga harus bersifat tidak persisten (mudah
terurai pada kondisi lapang) atau mempunyai paruh waktu yang pendek. Biasanya penggunaan
pestisida hanya dilakukan jika berdasarkan hasil pengamatan terhadap OPT telah melebihi ambang
batas pengendalian
Aplikasi pestisida dilakukan ketika sebagian besar OPT pada stadium yang peka terhadap pestisida
tersebut. Penggunaan pestisida dilakukan dengan dosis minimum (tidak berlebihan), namun efektif
terhadap OPT sasaran. Bagian yang disemprot pestisida bukan bagian tanaman yang akan dikonsumsi,
tetapi bagian tanaman yang terserang secara spot atau pada populasi hama (OPT) saja.

Sumber:
https://blog.ub.ac.id/anggiah/2012/02/24/opt/
Kepik Hijau (Nezara viridula)

Klasifikasi
Kingdom : Animalia (Hewan)
Filum : Arthropoda (arthropoda)
Kelas : Insecta (Serangga)
Order : Hemiptera
Subordo : Heteroptera
Family : Pentatomidae
Subfamily : Pentatominae
Genus : Nezara
Species : Nezara viridula

Gejala Serangan
Gejala serangan hama kepik hijau menyerang Polong dan biji menjadi mengempis, polong
gugur, biji menjadi busuk, hingga berwarna hitam. Kulit biji menjadi keriput dan adanya bercak coklat
pada kulit biji. Periode kritis tanaman terhadap serangan penghisap polong ini adalah pada stadia
pengisian biji. Nimfa dan imago merusak polong dan biji kedelai dengan cara mengisap cairan biji.
Serangan yang terjadi pada fase pertumbuhan polong dan perkembangan biji menyebabkan polong dan
biji kempis, kemudian mengering. Serangan terhadap polong muda menyebabkan biji kempis dan
seringkali polong gugur. Serangan yang terjadi pada fase pengisian biji menyebabkan biji
menghitam dan busuk.
Pengendalian
Prinsip pengendalian hama secara terpadu atau PHT merupakan suatu cara pengendalian hama
yang didasarkan pada pertimbangan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan
ekosistem yang berwawasan lingkungan yang berkelanjutan masih menjadi alternative utama dalam
pengendalian hama pengisap polong kepik hijau (Nezara viridula). Penggunaan pestisida merupakan
alternative terakhir yang apabila serangan hama kepik hijau telah melampaui batas ambang kendali
yaitu bila telah ditemukan kerusakan polong lebih dari 2% atau terdapat sepasang kepik dewasa per
tanaman saat tanaman kedelai berumur lebih dari 45 hari setelah tanam.

Sumber:
http://www.petanihebat.com/2013/05/klasifikaasi-dan-morfologi-kepik-hijau.html
http://www.petanihebat.com/2014/03/kepik-hijau-nezara-viridula.html
Wereng Coklat (Nilaparvata lugens)

Klasifikasi
Kingdom: Animalia
Filum: Arthropoda
Subfilum: Hexapoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hemiptera
Famili: Delphacidae
Genus: Nilaparvata
Spesies: N. lugens

Gejala Serangan
Gejala serangan hama wereng batang coklat adalah tanaman menjadi kertil dan ujung daun
tampak melipat
Pengendalian
Gunakanlah tanaman padi dengan varietas unggul tahan wereng (VUTW) sebagai contoh
adalah IR 64, IR 72, IR 74, ciherang, cimelati dll
Pergiliran varietas tanaman padi antar musim. Yang dimaksud pergiliran varietas antar musim
adalah menanam varietas tahan saat musim hujan dan menanam varietas kurang tahan saat musim
kemarau.
Pergiliran variatas tanaman padi satu musim tanam. Cara ini dilakukan dengan menanam padi
yang tahan wereng saat awal musim hujan dan menanam varietas yang kurang tahan (rentan) saat akhir
musim hujan
Menggunakan jamur musuh alami hama wereng coklat sebagai contoh yang sudah biasa
dipraktekkan adalah menggunakan jamur Metharizium anisopleae dan jamur Beuveria basiana
Pengendalian menggunakan musuh alami/ predator (paedorus fuscifes, laba-laba, cooccinella sp,
Ophionea nigrofasciata dll). Untuk memanfaatkan predator ini kita harus melakukan pengamatan
minimal 1 minggu 1 kali dan gunakan insektisida yang selektif untuk menghindari terbunuhnya musuh
alami tersebut.
Penggunaan insektisida yang selektif, jangan sekali-kali menggunakan insektisida dari
golongan piretroid sintetik (fastac, matador, decis, sidametrin, dll) karena justru akan meledakkan
populasi. Kalau saya boleh merekomendasikan sikahkan gunakan yang mempunyai cara kerja sitemik
sebagai contoh fipronil (regent) dan imidakloprit (imidagold, winder dan lain-lain). Bisa juga gunakan
yang cara kerjanya unik yaitu menghambat proses ganti kulit sebagai contoh adalah aplaud. Jangan
lupa dalam pengaplikasiannya semprotkan pada pangkal batang tanaman padi dengan dosis dan
konsentrasi yang tepat

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Wereng_coklat
http://www.ternakku.net/2015/11/klasifikasi-dan-morfologi-wereng-coklat.html
http://www.gerbangpertanian.com/2010/12/6-cara-tepat-mengendalikan-hama-wereng.html
Ulat Grayak (Spodoptera)

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Lepidoptera
Famili : Noctuidae
Genus : Spodoptera

Gejala Serangan
Salah Satu Gejala awal serangan ulat grayak adalah daun daun yang meranggas dan berlubang-
lubang. Ulat grayak mulai memakan dari bagian tepi daun
Pengendalian
Hama ulat dapat dikendalikan menggunakan pestisida namabti organic PESNATOR. Cara
kerjanya ialah agar hama tidak mau makan dan Tidak kerasan tinggal di daerah yang diaplikasikan
PESNATOR.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Spodoptera
https://kabartani.com/pencegahan-dan-pengendalian-hama-ulat-grayak-pada-tanaman-cabai.html
Keong Emas

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Mollusca
Kelas : Gastropoda
Superfamili : Ampullarioidea
Famili : Ampullariidae
Subfamili : Ampullariinae
Bangsa : Ampullariini
Genus : Pila
Spesies : Pila ampullaceal

Gejala Serangan
Keong mas merusak tanaman dengan cara memarut jaringan tanaman dan memakannya,
menyebabkan adanya bibit yang hilang di pertanaman. Bekas potongan daun dan batang yang
diserangnya terlihat mengambang

Cara Pengendalian
Pada dasarnya habitat keong adalah air. Saat terjadi serangan keong, kita bisa mengatur habitat
keong tersebut sehingga tidak layak untuk keong, caranya yaitu pengaturan air.
Pengaturan air bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
1. Pemasangan saringan
Pada lubang masuk air sebaiknya dipasang saringan (5 mm mesh) agar keong atau telor keong
tidak masuk saat air mengalir masuk. Keong yang terjaring bisa dengan mudah dipungut secara
manual.
2. Pengeringan.
Pengeringan dapat mengurangi laju aktifitas keong. Pengeringan dapat dilakukan secara
bergantian dengan penggenangan pada usia 15 HST. Saat pengeringan ini bisa sekaligus dilakukan
pemungutan keong secara manual atau aplikasi pestisida khusus keong yaitu Molustisida (ex: bahan
aktif niclos amida). Aplikasi pestisida pada tempat tergenang air yang bisa menjadi keong berkumpul.
3. Pembuatan carem / cekungan
Carem dibuat sebelum penanaman, dibuat pada sekeliling, didalam petakan sawah, dan
disekitar lubang pembuangan air. Carem ini berfungsi untuk memudahkan pemungutan keong saat
pengeringan sawah. Saat dilakukan pengeringan sawah, air akan mengalir keluar. Saat air keluar
otomatis keong akan mengikuti aliran air , mencari genangan air dan terkumpul disekitar carem.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Keong_sawah
http://benihpertiwi.co.id/mengenal-keong-mas-dan-pengendaliannya/#.WcOPRcgjG00
https://materipengetahuanumum.blogspot.co.id/2016/11/gejala-serangan-keong-mas-terhadap-
padi.html
Ulat Kubis

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Lepidoptera
Famili : Plutellidae
Genus : Plutella
Spesies : Plutella xylostella L.

Gejala Serangan
Gejala serangan yang khas adalah daun berlubang-lubang seperti jendela yang menerawang dan
tinggal urat-urat daunnya saja.
Cara Pengendalian
Pengendalian ulat kubis dapat dilakukan dengan cara mekanis, kimiawi dengan insektisida
kimia sintetik selektif maupun insektisida nabati, pola bercocok tanam (tumpangsari, rotasi, irigasi,
penanaman yang bersih), penggunaan tanaman tahan, pemakaian feromon, pengendalian hayati
menggunakan predator, parasitoid (misalnya dengan Diadegma semiclausum Helen, Cotesia plutellae
Kurdj., dll.), patogen (misalnya pemakaian bakteri B. thuringiensis, jamur Beauveria bassiana, dsb.)
serta aplikasi program PHT.

Sumber:
https://bukuteori.com/2017/05/22/klasifikasi-dan-morfologi-ulat-kubis-plutella-xylostella-l/
http://www.gerbangpertanian.com/2010/08/hama-ulat-daun-kubis-plutella.html