You are on page 1of 12

Listrik AC dan DC

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik
dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan bentuk dan isinya yang
sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun
pedoman bagi pembaca.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca.
Saya menyadari bahwa makalah ini memiliki banyak kekurangan. Oleh kerena itu saya berharap
agar Bapak dapat memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.

Penulis
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................... i
Daftar Isi ................................................................................................... ii
BAB 1
Pendahuluan
Latar Belakang ................................................................................................... 1
Rumusan Masalah ................................................................................................... 2
Manfaat ................................................................................................... 2

BAB 2
Pembahasan ................................................................................................. 3-
BAB 3
Penutup
Kesimpulan ...................................................................................................iii
Daftar Pustaka .................................................................................................. iv
ii
BAB 1
Pendahuluan
Latar Belakang 1.1

1.1 Latar Belakang

Cahaya lampu dihasilkan dari energi listrik. Untuk mengalirkan muatan listrik dari katoda ke
anoda membentuk siklus yang tiada henti sumber tegangan harus mengerluarkan energi.
Energi ini diperlukan untuk menggerakan muatan -muatan listrik di dalam lampu,
yang terindikasi dengan nyala lampu. Nyala lampu terjadi karena muatan -muatan
listrik menimbulkan energi kalor ketika melalui kawat filament lampu.

Dari contoh lampu tadi kita dapat tentang adanya beda potensial dalam muatan listrik. Satuan
beda potensial adalah volt (V). Dan dalam mengukur besarnya ggl atau beda potensial, kita dapat
menggunakan multimeter. Pada multimeter saklarnya di tunjukkan pada tulisan DC V atau AC
V. DC adalah arus listrik searah, sedangkan AC arus listrik bolak-balik. AC dan DC sering kali
kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari.
Pemakaian AC dan DC tidak bisa sembarangan kita harus memperhitungkan kekuatan
listrik tersebut atau daya listrik yang di miliki semua benda elektronik. Daya listrik dinyatakan
dalam satuan watt (W). Dalam mengukur besarnya arus listrik tidak selamanya arus listrik yang
kita ukur memiliki batas ukur maksimum yang sama. Banyak hasil pengukuran dengan hasil
melebihi batas maksimum. Untuk solusi mengukur arus listrik yang melebihi batas ukur dapat
kita menggeser batas ukur jika masih memungkinkan. Jika tidak memungkinkan kita harus
memasang hambatan secara paralel pada ampermeter.
1
Rumusan Masalah 1.2

Apa pengertian dari Listrik AC dan DC?


Bagaimana perbedaan listrik AC dan DC?
Aplikasi/ penerapan listrik AC dan DC dalam kehidupan sehari-hari
Bentuk rangkaian AC dalam rumah-rumah
Bagaimana cara memasang saklar dan sekering pada rangkaian?
Bagaimanakah peralatan listrik di rumah-rumah dihubungkan?
Bagaimana cara kerja testpen?
Bagaimana cara mengamankan peralatan listrik dari arus hubungan singkat?

Manfaat 1.3

Memahami dan mengetahui tentang Listrik Dinamis


Mengetahui pengertian arus listik AC dan DC
Mengetahui penerapan penggunaan Listrik AC dan DC
Mengetahui cara mengamankan peralatan listrik dari hubungan listrik arus listrik
2
BAB 2
Pembahasan

A. Pengertian Arus Listrik AC dan DC

Arus listrik bolak-balik atau AC (Alternating Current)


Arus AC adalah arus listrik yang nilainya berubah terhadap satuan waktu. Arus ini dapat pula
disebut dengan arus bolak-balik. Listrik arus bolak-balik dihasilkan oleh sumber pembangkit
tegangan listrik yang terdapat pada pusat-pusat pembangkit tenaga listrik.

Arus listrik searah atau DC (Direct Current)


Arus DC adalah arus listrik yang nilainya tetap atau konstan terhadap satuan waktu. Arus ini
dapat pula disebut dengan arus searah. Contoh sumber listrik arus searah adalah baterai dan
akumulator (accu).
Perbedaan antara arus listrik searah DC dengan arus listrik bolak-balik AC dapat disimpulkan
antara lain :
Arus Listrik Searah (DC) :
Hanya memiliki 1 (fasa)
Sehingga tidak ada istilah beda (fasa)
Tidak memiliki frekuensi
Hanya ada 1 daya yaitu Daya Aktif (Watt)
Arus Listrik Bolak-Balik (DC) :
Memiliki lebih dari satu (fasa) biasanya R, S, T
Memiliki beda (fasa)
Memiliki frekuensi
Ada 3 jenis daya yaitu Daya Aktif (Watt), Daya Reaktif (VAR), Daya Semu (VA)

Ciri khusus listrik AC (alternating curent) adalah memiliki frekuensi 50Hz, yang biasanya besar
tegangannya dalam kisaran 110-240 volt. Sebagai contohnya dapat kita lihat pada listrik PLN,
dinamo, atau generator AC. Listrik AC juga dapat ditandai dengan adanya 3 kabel, yaitu phase
dan netral, serta ground.

Sedangkan ciri ciri listrik DC (direct curent) dapat dilihat dari adanya kutub positif dan kutub
negatif, yang kalau dihubungkan kedalam rangkaian tertutup menggunakan beban maka akan
menghasilkan beda potensial atau disebut juga dengan tegangan jepit.
Contoh sumber litrik DC adalah batu baterai, akumulator.

3
B. Membedakan Tegangan Listrik AC dan DC
Perbedaan yang pertama dapat dilihat dari bentuk gelombangnya. Bentuk gelombang ini
dapat diteliti dengan menggunakan osiloskop. Osiloskop adaah alat yang digunakan untuk
melihat gelombang sinus yang ditimbulkan tenaga AC dan DC. Perbedaan yang kedua dapat
dilihat dari metode penggunaannya. Arus AC memiliki besar dan arah yangberubah-ubah secara
bolak-balik. Maksudnya, kutub arus ini selalu berubah-ubah dari positif ke negartif dan negative
ke positif. Karena itulah, walaupun stop kontak (colokan listrik) dipasang bolak-balik tidakakan
terjadi konsleting ataupun kerusakan lainnya. Sebaliknya jika sebuah baterai yang merupakan
listrik arus DC dipasang terbalik, maka beterai tidak akan berfungsi. Bahkan untuk alat-
alat listrik DC lainakan terjadi ketidaknormalan fungsi. Hal ini terjadi karena kutub arus DC
tidak pernah berubah dari positif ke negatif maupun sebaliknya.
4

C. Aplikasi/ Penerapan Listrik AC dan DC Dalam Kehidupan Sehari-hari

Arus AC, pada umumnya digunakan oleh peralatan elektronik :


kipas angin,
Air Conditioner (pendingin ruangan),
kulkas,
kompor listrik,
mesin cuci / pengering,
televisi dan sejenisnya

Sedangkan arus DC, pada umunya digunakan oleh peralatan elektronika :


Mainan anak-anak,
jam tangan,
kalkulator,
keyboard,
telepon genggam,
MP3 player, dll.

E. Cara Memasang Sakelar dan Sekering Dalam Suatu Rangkaian

Sakelar

Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan listrik, atau untuk
menghubungkannya. Jadi saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran
listrik. Selain untuk jaringan listrik arus kuat, saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk alat
komponen elektronika arus lemah.
Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu rangkaian, dan
bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on) atau putus (off) dalam
rangkaian itu. Material kontak sambungan umumnya dipilih agar supaya tahan terhadap korosi.
Kalau logam yang dipakai terbuat dari bahan oksida biasa, maka saklar akan
sering tidak bekerja. Untuk mengurangi efek korosi ini, paling tidak logam kontaknya harus
disepuh dengan logam anti korosi dan anti karat. Pada dasarnya saklar tombol bisa diaplikasikan
untuk sensor mekanik, karena alat ini bisa dipakai pada mikrokontroller untuk pengaturan
rangkaian pengontrolan

CARA MEMASANG KABEL LISTRIK UNTUK LAMPU & SAKELAR :


Peralatan:
Obeng plus
Obeng minus
Tang buaya/tang monyong(yang dapat memotong kabel)
Tespen
Pisau cutter

Bahan-bahan:
saklar tunggal untuk satu lampu,
satu buah .fitting lampu,
Kabel NYM ukuran 2X1,5mm, secukupnya(disesuaikan dengan kebutuhan).
Isolasi khusus listrik, secukupnya(disesuaikan dengan kebutuhan).
Klem kabel no.10, secukupnya(disesuaikan dengan kebutuhan).

Cara menyambung:

1. Untuk mencegah dari bahaya sengatan setrum listrik maka matikanlah listrik di rumah
dengan merubah tuas MCB dari posisi on ke posisi off
2. Lihatlah pada jalur utama instalasi kabel listrik di rumah, sambungkan kabel positif/api
(biasanya berwarna hitam dan lampu tespen akan menyala pada kabel ini) ke salah satu konektor
sakelar.
3. Kemudian konektor sakelar yang lain disambungkan ke salah satu konektor fitting
lampu,
4. Sambunglah kabel negatip dari jalur utama(biasanya berwarna biru) langsung ke
konektor fitting lampu yang lain.
5. Setelah selesai menyambung maka jangan lupa untuk membungkus setiap sambungan
dengan isolasi khusus kabel lstrik.
6. Pasanglah klem (billa kabel dipasang di atas kayu plapon) dengan jarak antar klem
minimal 50CM.
Sekering

Rangkaian Sekering Elektronik DC (DC Electronic Fuse) Rangkaian Sekering Elektronik DC


(DC Electronic Fuse) cukup sederhana dan mudah untuk dibuat baik menggunakan PCB maupun
dirakit secara langsung pada tiap kaki komponennya. Komponen yang digunakan untuk
membuat Rangkaian Sekering Elektronik DC (DC Electronic Fuse) ini juga mudah diperoleh di
toko elektronik. Rangkaian Sekering Elektronik DC (DC Electronic Fuse) dapat diaplikasikan
pada power supply dirangkai secara seri dengan beban yang digunakan. Rangkaian Sekering
Elektronik DC (DC Electronic Fuse) merupakan rangkaian sederhana yang dapat digunakan
sebagai pengganti fuse (sekering) dalam rangkaian DC. Rangkaian Sekering Elektronik DC (DC
Electronic Fuse) ini sederhana dan praktis dalam penggunaan serta aplikasinya dalam rangkaian
elektronik. Cara pemasangan Rangkaian Sekering Elektronik DC (DC Electronic Fuse) ini
adalah di pasang seri antara power supply dan rangkaian elektronik yang di proteksi. Rangkaian
Sekering Elektronik DC (DC Electronic Fuse) ini terdiri dari beberapa komponen seperti pada
gambar berikut. Gambar Rangkaian Sekering Elektronik DC (DC Electronic Fuse) Komponen
utama Rangkaian Sekering Elektronik DC (DC Electronic Fuse) ini adalah transistor 2N3055 dan
SCR T106. Komponen yang digunakan untuk mengalirkan arus dari power supply ke beban
adalah transistor 2N3055. Kemudian SCR di atas berfungsi untuk pemutus bias basis transistor
2N3055 apabila terjadi short circuit pada beban. Untuk mengaktifkan kembali cukup dengan
menekan tombol reset, akan tetapi pastikan sudah tidak terjadi short circuit pada beban.
F. Peralatan Listrik Di Rumah-Rumah Dihubungkan

Tenaga listrik awalnya dibangkitkan dari pusat-pusat listrik yang pada umumnya terletak
jauh dari pusat bebannya, yang kemudian tenaga listrik yang dihasilkan dari pusat lisrik,
tegangannya dinaikkan oleh Trafo Step Up yang ada di setiap pusat listrik dan/atau gardu
induk untuk menaikkan tegangan menjadi tegangan tinggi 70 kV dan 150 kV atau tegangan
ekstra tinggi 500 kV karena tegangan generator yang dihasilkan setiap pusat listrik relatif
rendah (6 kV 24 kV). Setelah tegangan dinaikkan maka kemudian disalurkan melalui
transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan/atau Saluran Udara Tegangan Ekstra
Tinggi (SUTET) menuju Gardu Induk (GI) untuk diturunkan tegangannya kembali menjadi
tegangan menengah atau tegangan distribusi primer yang bertegangan 6kV, 12kV atau 20
kV. Namun di Indonesia umumnya di turunkan ke tegangan 20 kV. Tegangan listrik
dinaikkan dan diturunkan kembali sebelum sampai ke konsumen karena tujuan penaikan
tegangan adalah selain memperbesar daya hantar dari saluran (berbanding lurus dengan
kwadrat tegangan), juga untuk memperkecil rugi daya dan susut tegangan pada saluran
transmisi.
Setelah tegangan dari tenaga listrik yang dihasilkan diturunkan menjadi tegangan
menengah 20 kV maka kemudian disalurkan ke saluran distribusi atau dalam istilah
Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM), yang kemudian dari SUTM menuju Trafo
distribusi untuk diturunkan kembali tegangannya menjadi 380/220 V untuk dibagikan ke
setiap konsumen rumah tangga melalui Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) hingga
kita semua bisa menyalakan TV, Radio, AC dan lainnya melalui Sambungan Rumah
tentunya melewati kWH Meter. namun ada pula konsumen yang tidak melalui saluran
tegangan rendah, tapi langsung dari tegangan menengah atau SUTM 20 kV, konsumen yang
demikian ini adalah konsumen pabrik.

G. Cara Kerja Testpen

Langkah-Langkah menggunakkan Testpen :

1. letakkan testpen di sumber stop kontak, lalu letakkan ibu jari tangan di bagian belakang testpen
untuk mengetahui apakah ada tegangan pada stop kontak, apabila lampu indikator testpen hidup,
maka di titik itu terdapat sumber tegangan
jangan sekali-kali mencoba memasang obeng biasa kedalam stop kontak, karena obeng biasa
tidak memiliki pengaman, seperti gambar berikut, ini adalah konstruksi isi dari test pen. terdiri
atas tutup pengaman, per penahan, lampu indikator dan karbon. Poin utama yang menjadi
pengaman adalah karbon hitam tersebut yang berfungsi sebagai resistor, akan menahan arus
sehingga aman bagi manusia, dengan sedikit sentuhan di bagian tutup maka arus yang sangat
kecil akan mengalir dan menyalakan lampu indikator
Jenis lain dari testpen adalah test pen yang menggunakan prinsip induksi listrik, dengan
mendekatkan ke sumber tegangan , maka lampu akan menyala yang menandakan terdapat
sumber tegangan di titik tersebut. alat ini sangat aman karena tidak memerlukan sentukan kontak
langsung dengan sumber tegangan. sayang alat ini masih cukup mahal .
(sumber gambar : http://en.wikipedia.org/wiki/File:Kopp_GVD-505A_wireless_tester.JPG)
Peringatan sebelum menggunakan test pen :
1. perhatikan tegangan kerja test pen tersebut, biasanya antara 90-500volt, jangan menggunakan
di tegangan diluar batas tersebut karena sangat berbahaya.
2. Jangan menggunakan test pen dengan kondisi basah, karena mungkin bisa terjadi loncatan
arus listrik
3. apabila lampu tidak menyala atau masih padam, belum tentu tidak ada tegangan, periksa
apakah test pen yang rusak atau tegangan yang diluar batas test pen

H. Cara Mengamankan Peralatan Listrik Dari Arus Listrik Hubung Singkat

1. Percayakan pemasangan instalasi listrik rumah/bangunan anda pada instalatir yang terdaftar
pada anggota AKLI dan Di PLN. Secara legal instalatir tersebut mempunyai tanggung jawab
terhadap keamanan instalasi.

2. Jangan menumpuk steker atau colokan listrik terlalu banyak pada satu tempat karena
sambungan sperti itu akan terus menumpuk panas yang artinya dapat mengakibatkan korsleting
listrik.

3. Jangan menggunakan material listrik sembarangan yang tidak standar walaupun harganya
murah. Gunakan material listrik produk pabrikan yang telah memiliki sertifikat sistem
Pengawasan Mutu (SPM) yang berlabel tulisan LMK atau SNI.

4. Jika sekering putus jangan menyambung dengan sembarang kawat yang bukan fungsinya
karena setiap sekering telah diukur kemampuan menerima beban tertentu.

5. Lakukan pemeriksaan secara rutin kondisi isolasi pembungkus kabel. Bila ada isolasi yang
terkupas atau telah menipis agar segera dilakukan penggantian. Gantilah instalasi
rumah/bangunan anda secara menyeluruh setiap 5 tahun sekali. Pekerjaan Pemeriksaan dan
penggantian sebaiknya dilakukan oleh instalatir anggota AKLI dan terdaftar di PLN.

6. Gunakan jenis dan ukuran kabel sesuai peruntukan dan kapasitas hantar arusnya.

7. Bila terjadi kebakaran akibat korsleting listrik yang disebabkan MCB tidak berfungsi dengan
baik, matikan segera listrik dari KWH Meter. Jangan menyiram sumber kebakaran dengan air
atau yang basah bila masih ada arus listrik

8. Anda juga perlu mengetahui bahwa hubungan arus pendek atau korsleting adalah kontak
langsung antara kabel positif dan negatif yang biasanya dibarengi dengan percikan bunga
api, dan bunga api inilah yang memicu kebakaran. PLN telah memasang MCB yang terpadu
dengan kWh dan OA Kast yang berfungsi sebagai pembatas bila pemakaian beban melebihi
kapasitas daya sekaligus sebagai pengaman bila terjadi hubungan arus pendek.
9. Hindari pemakaian listrik secara illegal karena disamping membahayakan keselamatan jiwa,
tindakan itu juga tergolong tindak kejahatan yang dipidanakan.

BAB 3
PENUTUP

Kesimpulan
ARUS LISTRIK DC DAN AC
Arus listrik searah dikenal dengan singkatan DC (Direct Current). Sesuai dengan namanya listrik
arus searah itu mengalir ke satu jurusan saja dalam kawat penghantar, yaitu dari kutub positip (+)
ke kutub negatip (-). Sumber arus listrik searah : Baterai, Accu, Dinamo arus searah.

Arus listrik bolak-balik biasa dikenal dengan singkatan AC (Alternating Current).

Sesuai dengan namanya listrik bolak balik mengalir kedua arah dalam kawat penghantar, yaitu
dari positip (+) ke negatip (-) dan juga dari negatip (-) ke positip (+). Arus listrik ini dalam 1
detik mengalami pertukaran 50-60 kali. Perubahan sebanyak sekian kali dalam 1 detik
dinamakan Frekuensi. Sumber arus listrik bolak-balik, ialah : Dinamo Arus bolak-balik, Jaringan
listrik PLN.

Daftar Pustaka

http://elektron.snob.tv/t53-arus-listrik-dc-dan-ac
http://dunia-listrik.blogspot.com/2009/12/mengenal-peralatan-instalasi-listrik.html
http://perawatanrtdonto.blogspot.com/2012/12/cara-menyambung-kabel-listrik-ke.html
www.google.com

SUMBER: http://azizaluthfita.blogspot.com/2013/06/listrik-ac-dan-dc.html

You might also like