You are on page 1of 1

(Gambar 1)

Perkecambahan biji wortel in-vitro merupakan step awal untuk menghasilkan perkecambahan
wortel steril, kemudian digunakan sebagai eksplan pada tahap induksi kalus.

(Gambar 2 dan Gambar 3)


Setelah 9 hari, presentase biji wortel pada medium MS = 98% dan rata-rata panjangn hipokotil
3,84cm.

(Tabel 1)
Minggu 1. Eksplan tampak mengalami penebalan, terutama pada bagian luka dan kontak langsung
dengan medium sehingga ukurannya besar.
Minggu 2. Kalus mulai tampak pada kedua ujung eksplan, walaupun tidak serentak membentuk
kalus.
Minggu 3. Jumlah kalus bertambah dan ukurannya pun terus bertambah serta meluas menutupi
permukaan eksplan.
Minggu 4. Kalus yang terbentuk menutupi seluruh permukaan eksplan, berwarna putih kekuningan
dengan tekstur yang remah.

(Tabel 2)
Pada taraf 5%:
Perlakuan 0,5 mg/l BAPberbeda nyata dengan perlakuan yang lain (0 ;1; 1,5) mg/l BAP.
Perlakuan 1 mg/l BAP tidak berbeda nyata dengan perlakuan 1,5 mg/l BAP
Perlakuan 1,5 mg/l BAP tidak berbeda nyata dengan perlakuan 0 mg/l BAP
Hasil uji statistik menunjukkan adanya beda nyata rata-rata jumlah embrio somatik yang terbentuk
pada beberapa konsentrasi BAP.

(Gambar 4)
Selama 2-3 minggu kalus embriogenik dikultur. Kalus mulai terdeferensiasi dan embrio somatik
mulai terbentuk.
Akhir minggu ke 3. Sebagian besar permukaan kalus dipenuhi embrio fase globurel terutama pada
0,5 mg/l BAP.
Minggu ke 4. Embrio somatik fase globurel ada yang berkembang membentuk fase torpedo, namun
jumlahnya sangat sedikit.