You are on page 1of 5

Sifat-Sifat Amonia

Sifat Fisika Amonia


Amonia dalam suhu kamar berwujud gas yang tidak berwarna.
Memiliki bau yang sangat menyengat dan mempunyai rasa seperti logam alkali atau
sabun. Ketika dihirup bisa membua air mata mengalir.
Lebih ringan dari udara sehingga akan bergerak ke atas pada keadaan normal. Gas ini
sering jatuh ke bawah dan terakumulasi bersama air hujan.
Amonia larut dalam air. Perbandingannya 1 liter air berbanding dengan 1300 liter
volume gas amonia. Karena kelarutannya dalam air sangat tinggi gas ini jarang
dijumpai di atas permukaan air.
Gas amonia dapat dengan mudah diubah wujudnya ke cair dengan mengkondisikannya
pada tekanan 8 sampai dengan 10 atmosfer (atm).
Gas amonia mendidih pada suhu 239 K (-35 C) pada tekanan 1 atm.
Struktur Senyawa Amonia

Senyawa amonia adalah senyawa dengan ikatan kovalen. Coba sobat perhatikan struktur titik
pada gambar diatas, unsur N dan H masing masing berikatan dengan saling menggunakan
pasangan elektron yang sama (selengkapnya ikatan kovalen). Jika dilihat dari bentuk
molekulnya, amonia terbentuk dari tumpang tindih tiga buah orbital sp3 hibrida dan tiga
orbital hidrogen. Bentuk molekul amonia adalah primida trigonal seperti tampak pada gambar
di atas.
Sifat Kimia Amonia

Stablilitas Termal
Amonia termasuk senyawa yang sangat stabil. Akan tetapi ia masih dapat diuraikan atau
didekomposisi menjadi unsur nitrogen dan hidrogen dengan katalis logam panas dan dialiri
arus listrik. Reaksinya

2NH3 N2 + 3H2

Keterbakaran
Amonia mudah terbakar di udara. Ia akan terbakar oleh oksigen di atmosfer menurut reaksi di
bawah ini dan menghasilkan gas nitrogen dan uap air.

4NH3 + 3O2 2N2 + 6H2O


Molekul dari senyawa amonia memiliki kecenderungan kuat untuk menymbangkan sepasang
elektron dari atom nitrogen ketika bereaksi. Dengan dimikian menurut teori asam basa
lewis ia adalah basa kuat. Akan tetapi dalam larutannya amonia adalah basa yang lemah.
Ketika dilarutkan dengan air ammonia terionisasi menurut reaksi

Derajat ionisasi amonia dalam larutan tersebut sangat rendah sehingga larutan amonia adalah
basa lemah.

Reaksi dengan Logam


Amonia akan teroksidasi ketika direaksikan dengan oksida logam pada suhu tinggi nampak
seperti rekasi oksida dari tembaga dan oksida plumbum dengan amonia di bawah ini
Reaksi dengan Halogen
Amonia bereaksi dengan halogen dan menghasilkan produk yang berbeda-beda tergantung
dari jenis halogen yang direaksikan.

Klor
Ketika amonium direaksikan dengan klorin terbatas akan menghasilkan amonium klorida dan
jika direaksikan dengan klorin berlebih akan menghasilkan nitrogen triklorida. Berikut
reaksinya

8NH3 + 3Cl2 (terbatas) 6NH4Cl + N2

NH3 + 3Cl2 (berlebih) NCl3 + 3HCl


Bromin
Reaksi amonia dengan bromin akan menghasilkan amonium bromida dan gas nitrogen

8NH3 + 3Br2 6NH4Br + N2


Reaksi dengan Karbon Dioksida
Sobat tahu apa itu urea? ternyata urea dihasilkan dari reaksi antara amonium dengan karbon
dioksida. Ketika amonium dipanaskan (suhu 200C) bersama gas karbondioksida pada
tekanan tertentu (80-200 atm) akan menghasilkan urea menurut reaksi

2NH3 + CO2 NH2CONH2 + H2O


Jika sobat penasaran dengan senyawa urea silahkan baca apa rumus kimia urea.
Reaksi dengan Logam Alkali
Ketika amonia direaksikan dengan logam alkali seperti natrioum atau kalium akan
menghasilkan senyawa amida dan hidrogen. Dengan natrium akan menghasilkan natrium
amida dengan kalium akan menghasilkan kalium amida. Reaksinya sebagai berikut:

2Na + 2NH3 2NaNH2 + H2

2K + 2NH3 2KNH3 + H2
logam alkali ketika di masukkan ke dalam amonia cair akan larut dan menghasilkan larutan
berwarna biru diiringi dengan pelepasan nitrogen. Warna biru mucul karena adanya elektron
terlarut misalnya elektron yang berasal dari unsur natrium atau kalium.
AMMONIA

SIFAT FISIKA
Bentuk fisik: gas
Tekanan uap pada 70F : 94 psia
Tekanan densitas pada 60F (Udara = 1) : 0.62
Titik evaporasi: tidak tersedia
Titik didih : -33.3 C
Titik beku : -77.7 C
pH : tidak tersedia
Specific gravity : tidak tersedia
Koefisien partisi minyak/air : tidak tersedia
kelarutan (H20) : sangat larut
ambang bau : tidak tersedia
bau dan penampilan : sebuah gas yang tidak berwarna dengan bau yang menyengat

SIFAT KIMIA

Stabilitas: tidak stabil

Ketidakcocokkan: Bereaksi keras dengan fluor, klor, HCl, HBr, nitrosyl klorida, chromyl
klorida, nitrogen dioksida, trioxygen difluoride, dan nitrogen triklorida.

Bahaya ledakan: Energi pengapian minimum untuk amonia sangat tinggi. Ini adalah sekitar
500 kali lebih besar dari energi diperlukan untuk memicu hidrokarbon dan 1000 sampai
10.000 kali lebih besar dari yang dibutuhkan untuk hidrogen.

BAHAYA
Bagi manusia: Konsentrasi ringan dari produk akan menyebabkan dermatitis pada kulit.
Kontak dengan konsentrasi yang lebih tinggi dari produk akan menyebabkan pembengkakan
mata dan lesi dengan kemungkinan kehilangan penglihatan. Korosif dan mengiritasi sistem
pernapasan bagian atas dan semua jenis jaringan mukosa. Tergantung pada konsentrasi
dihirup, dapat menyebabkan sensasi terbakar, batuk, mengi, sesak napas, sakit kepala, mual,
dengan akhirnya runtuh.
Bagi lingkungan:
Aspek Ekonomi Pembuatan Amoniak

Industri-industri di Indonesia saat ini telah mengalami peningkatan setiap tahunnya, baik
secara kuantitas maupun kualitasnya. Demikian hal ini telah menyebabkan kebutuhan-
kebutuhan akan bahan baku atau bahan penunjang mengalami peningkatan. Salah satunya
ammonia yang menjadi bahan penunjang dalam industry kimia baik didalam negeri maupun
diluar negeri.

Penggunaan ammonia sangatlah tidak kalah pentingnya dengan bahan baku/bahan dasar
lainya dalam suatu industry, baik industry pupuk (sekitar 80%), industry bahan-bahan kimia
serta kebutuhan lembaga-lembaga lainya yang sangat membutuhkannya sebagai bahan
penunjang. Mengingat pentingnya ammonia dalam penerapannya, maka kebutuhan Negara
dapat dijadikan tolak ukur untuk kemajuan industri Negara Indonesia saat ini.