You are on page 1of 2

E.

Hasil Prakerin

Normalitas Na-Tiosulfat

b x 1000 x V
N= V x 35,67 x 250

0,089 gr x 1000 x 25 ml
N= = 0,0760 N
2,5 x 35,67 x 250

Konsentrasi SO

(VV) x N x 32,03 x 1000


C= V

(7,205,00) x 0,0760 x 32,03 x 1000


C= 25

= 214,2166g/ml

Konsentrasi SO dalam Contoh Uji

Kode A

a
C= 1000
v

1,022
C = 0,0564 = 18,1 g/Nm

Kode B

a
C= 1000
v

0,259
C = 0,0564 = 4,6 g/Nm
F. Pembahasan

Sampling udara dilakukan di daerah Kota Tangerang selama 1 jam untuk

menentukan konsentrasi SO dengan metode pararosanilin dalam pengukuran

konsentrasi SO yang telah di uji tersebut. Dan untuk mengetahui konsentrasi dari

SO tersebut dibutuhkan data-data penunjang seperti volume absorber, laju alir

udara, temperatur pada saat awal dan akhir pengambilan sempel udara, tekanan

udara pada saat awal dan akhir pengambilan sempel udara, waktu sampling. Data

penunjang tersebut digunakan untuk menentukan volume udara yang serap selama

sampling dan digunakan untuk menghitung konsentrasi dari SO.

Dari hasil sampling diatas,didapat konsentrasi SO di udara ambien daerah

Kota Tangerang (sampel kode B : 4,6 g/Nm) dan (sampel kode A : 18,1

g/Nm). Dengan didapatnya hasil data tersebut dapat diketahui bahwa udara di

daerah Kota Tangerang masih dalam keadaan baik dan belum tercemar. Sesuai

dengan baku mutu SO udara ambien di Indonesia adalah 900 g/Nm, dengan itu

hasil sampling dikatakan masih jauh dari kadar udara yang berbahaya atau belum

tercemar.