You are on page 1of 5

Kelompok 1

Moderator :Novi Arini


Notulen :Betty Indah P.
Penyaji : Dwi Kartika
Sari Eka Saputri
Dewi Anggita
Anggota : Ahmad Dahlan
Erenda Yuneistya
Ivone Permatasari
Lidiatul Masnun
Novi Arini
Rinaldi Arhas
Sari Rahayu
Siti Nurazizah

i
Pertayaan dan Jawaban
Pertanyaan Indra ardiansyah
1. Coba sebutkan fungsi kanal ion . jika terjadi gangian pada kanal ion
penyakit apa saja yang akan terjadi?
Jawaban oleh: Lidiatul Masnun
Fungsi kanal ion sebagai berikut:

Sebagai transfor ion


Sebagai sinyal sel
Sebagai pengatur potensial listrik nelitasi membran sel
Sebagai signal sel ( kanal Ca++)
Penyakit yang ditimbulkan diantarannya:

Aritmia, dimana terjadi ganguan kanal Na+, K+ Ca++ pada otot jantung
Diabetes, dimana terjadi ganguan kanal K+ Ca++
Epilepsi, dimana terjadi ganguan kanal Na+
Pertanyaan Andri Alfaldi
Berdasarkan jawaban dari pertayaan indra. Apakah kanal ion itu berkerja
secara spesifik atau tidak spesifik dan bisa membedakan?
Jawaban oleh: Lidiatul Masnun
Kanal itu memiliki fungsi yang seperti berikut:

Ion Na+ sebagai penyampaian implus saraf atau potensial aksi dengan
membuka jika terjadi depolarisasi membran
Ion K+ sebagai kekuatan penstabil untuk repolarisasi dengan mengatur
istirahat potensial
Ion Ca++ sebagai molekul signaling dan second messsenger
Ion Cl- sebagai regulasi volume dan hemeostatis ionik, transport trans
epitelial, dan regulasi eksitabilitas elektrik.
Kanal ion memilki fungsi yang spesifik tetapi kerjanya bersifat non
spesifik. Dimana pada umunya setiap 1 kanal memiliki 1 ion tetapi hanya pada 1
kanal bisa melewati lebih 1 ion tertentu seperti ion K+ dan Na+ yang bekerja
padasel saraf dan otot.
Penambahan Ibu Mira Febrina
Target obat terdiri atas kanal ion, enzim, transporter, reseptor. Proses
potensial aksi pada membran diakibatkan adanya perbedaan muatan pada sel.
Polarisasi adalah sel dalam keadaan tidak dirangsang. Jika tidak
dirangsang, keadaan didalam membran dan diluar membran berbeda. Dimana
muatan didalam membran lebih negatif.

2
Kanal ion Na+ berfungsi sebagai penyampaian implus. Dimana pada kanal ini
terjadi depolarisasi.
Kanal ion K+ berfungsi untuk mengontrol durasi dari potensial aksi sehingga
mengetahui waktu istirahat dan otomatisasi. Dimana pada kanal ini terjadi
repolarisasi
Kanal ion Ca++ berfungsi sebagai pemberi sinyal. Dimana kerja kanal ini
tergantung voltase
Kanal ion Ion Cl- berfungsi pengaturan volume sehingga terjadi keseimbangan
hemeostatis ion dan sel.

Pertanyaan Laili saadah


Menurut literatur yang saya baca kanal ion bersifat spesifik dan memilki
afinitas terhadap ion-ion tertentu saja?
Jawaban Dwi Kartika Sari
Kanal ion umumnya bersifat spesifik terhadap ion-ion tertentu saja seperti
ion K+ dan ion Na+. Namun ada beberapa kanal ion yang memiliki afinitas
terhadap lebih dari 1 ion. Pembukaan dan penutupan kanal ion diatur oleh suatu
senyawa kimia, sinyal elektrik, atau kekuatan mekanik, tergantung pada jenis
kanalnya contohnya seperti ion K+ dan Na+ yang bekerja padasel saraf dan otot.
Dengan mengatur dan mengontrol aliran ion, kanal ion dapat menjaga muatan
negatif yang dimilki oleh sel pada kondisi istrihat.
Pertanyaan Fitria
Kenapa material yang partikelnya mempunyai area permukaan adsorpsi
yang luas dapat digunakan sebagai pengobatan diarea?
Jawaban Ahmad Dahlan
Kaolin dan karbon aktif untuk pengobatan diare dimanakarbon aktif
memiliki daya serap permukaan yang tinggi, mampu menahan senyawa dengan
berat molekul yg besar termasuk toksin-toksin bakteri dan senyawa racun.
Penambahan Betty Indah
Karena jika suatu permukaan tempat berlangsungnya penyakit luas maka
adsorpsi suatu obat akan diserap besar. Contoh penyakit diarea dimana terjadi di
usus. Usus manusia memiliki luas permukaan yang besar dengan ditandai dengan
bentuk usus yang berlipat-lipat dan jika kita luruskan akan sangat panjang. Diare
terjadi karena gerak peristaltik diusus bekerja dengan cepat sehingga diberi obat
seperti kaolin, dimana kaolin memiliki daya serap permukaan yang tinggi, mampu
menahan senyawa dengan berat molekul yg besar termasuk toksin-toksin bakteri
dan senyawa racun sehingga apabila seseorang terkena diare dan mengkonsumsi
kaolin maka saat kaolin masuk melewati itu akan terserap saat melewati usus
walaupun gerakan peristaltik usus yang cepat sehingga saat kaolin sudah terserap
diusus maka gerak peristaltik akan berjalan normal.

3
Pertanyaan Mutia oktaviani
Coba jelaskan lebih jelas apa itu substrak palsu? Dn apa bila kita
mengonsumsi obat pasti memiliki 2 efek yaitu efek terapi dan efek samping.
Kenapa bisa kita memiliki lebih dari 1 reseptor?
Jawaban Dewi Anggita
Substrat palsu adalah substrat yang memilki kemiripan dengan substrat
yang asli sehingga senyawa obat terkecoh dengan substrat tersebut.
Contoh: Metildopa suatu obat antihipertensi golongan central blockers.
Peningkatan tekanan darah salah satunya dipacu oleh aktivitas syaraf simpatik
pada organ kardiovaskuler dengan melibatkan noradrenalin ( NA). Dalam sistem
syaraf simpatik , NA dibentuk dari dopamin oleh enzim dopamin b-hidroksilase.
Dopamin sendiri dibentuk dari dopa oleh enzim dopa dekarboksiloase. Pada
pemberian metildopa, senyawa tersebut dapat berinteraksi dengan enzim tersebut
sehingga tidak terbentuk noradrenalin namun membentuk metil-noradrenalin.
Metil-noradrenalin merupakan agonis Alfa 2 adrenergik. Aktifitas pada reseptor
alfa adrenergik menyebabkan penghambatan pelepasan noradrenalin dari sistem
syaraf simpatik.
Penambahan Betty Indah
Obat memiliki 2 efek yaitu terapi dan efek samping dikarenakan suatu
obat itu memiliki sifat fisiko kimia yang mirip dengan reseptor lain sehingga juga
berikatan seperti CTM sebagai obat antihistamin atau alergi sebagai efek terapi.
dimana menghambat reseptor H1 yang mengakibatkan seseorang yang
mengonsumsi ctm akan mengantuk sebagai efek samping.
Penambahan Amelia Maharlika
Molekul obat bertindak sebagai substrat yang salah atau palsu dengan cara
molekul obat mengalami transformasi (perubahan) kimia oleh kerja enzim,
sehingga terbentuklah produk yang abnormal( yang tidak diharapkan) atau yang
sering kita sebut dengan efek samping obat. Reseptor bersifat spesifik dan
nonspesifik. Jika lebih dari 1 reseptor maka obat bekerja tidak spesifik. Contoh
aspirin sebagai NSAIDs yang jika berfek dengan enzim akan berefek terapi
dimana menghambat COX 1 dan COX-2. Enzim siklooksigenase ini berperan
dalam memacu pembentukan prostaglanding dan tromboksan dari asam
arakidonat. NSAIDs menghambat COX 1 dilambung dapat menyebabkan iritasi
pada dinding lambung karena prostaglanding berperan sebagai pembentukan
lapisan mukosa yang dihambat. Inilah yang disebut efek samping obat karena
aspirin bertindak sebagai substrat palsu. Sedangkan efek terapi pada COX-2
sebagai NSAIDs, karena pada COX-2 molekul obat yaitu aspirin bertindak
sebagai substrat yang sebenarnya.

4
Penambahan Finna Iasya
Obat bisa menjadi substrak palsu bagi enzim. Jadi obat membohongi
enzim sehingga enzim menyangka obat ini adalah substratnya sehingga obat bisa
berinteraksi dengan enzim.
Contoh: 5 fluorourasil mengganti urasil sebagai intermediet pada
biosintesis purine sehingga terbentuk nukleotida palsu dan menghambat sintesa
DNA dan pembelahan sel terhenti.
Penambahan Ibu Mira Febrina
Obat dapat digolongkan berdasaran aktivitas, struktur kimia seperti obat
golongan sulfa. Obat tidak hanya bekerja dan berikatan dengan reseptor tetapi
obat juga mempengaruhi suasana baik asam dan basa, meningkatkan osmosis
serta mempengaruhi membran.
Obat yang tidak spesifik berdasarkan aktiviatas farmakologi tetapi
mempengaruhi suasana asam dan basa. Contoh obat asam lambung merubah
suasana asam pada lambung menjadi basa tanpa menduduki reseptor.
Aspirin akan memiliki efek terapi jika bereaksi dengan enzim. Aspirin
digunakan sebagai obat meredakan nyeri yang termasuk NSADs sebagai efek
terapi dengan menghambat COX-1 dan COX-2 yang bereaksi di prostaglanding.
Efek samping obat ini adalah terjadinya tukak lambung sebab aspirin
mengahambat COX-1 dimana COX-1 membentuk mukosa lambung. Saat COX-1
dihambat akibatnya dinding lambung akan rusak oleh asam yang bersifat korosif.
COX-1 bekerja di pembentukan tromboksan ( pretelet). Apabila dosis aspirin
diturunkan dari dosis lazim akan menghambat pembekuan darah yang dapat
digunakan untuk penderita hipertensi yang terjadi penyempitan jantung.