You are on page 1of 12

MAKALAH HAK ASASI MANUSIA

MAKALAH HAK ASASI MANUSIA Disusun Oleh : 1. (04) Angga Dwi P 2. (05) Ari Yudha

Disusun Oleh :

  • 1. (04)

Angga Dwi P

  • 2. (05)

Ari Yudha P

  • 3. (05)

Corel Harnowo

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

2017

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, karena berkat rahmat dan karunia-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan dan tepat pada waktu yang telah ditentukan. Dalam makalah ini kami membahas “Hak Asasi Manusia”, yang merupakan suatu permasalahan yang sangat penting dalam kehidupan kita sebagai masyarakat Indonesia yang berbangsa dan bernegara.

Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman dan wawasan tentang Hak Asasi Manusia yang mana hal ini sangat diperlukan dalam berbagai hal. Dan harapan lain yaitu dapat menambah pemahaman kita tentang hal ini, menumbuhkan rasa nasioanalisme dan mensosialisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………………….i

Daftar isi…………………………………………………………………………… ii

..

BAB I: PEMBUKAAN

  • A. Latar Belakang Masalah …………………………………………………………….1

  • B. Rumusan Masalah…………………………………………………………………

...

1

  • C. Tujuan Masalah……………………………………………………………………

...

1

BAB II: PEMBAHASAN

  • A. Pengertian Pengecoran.…………………………………

..........................................

4

  • B. Ciri dan Tujuan Hak Asasi Manusia..………………………………………….…...6

  • C. Dasar Hukum Hak Asasi Manusia di Indonesia.…………………………………

....

7

  • D. Permasalahan yang dihadapi pemerintah dalam penegakan HAM di Indonesia.…

8

  • E. Beberapa masalah Hak Asasi di Indonesia yaitu.…………………………………

....

9

  • F. Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran HAM.………………………….……………

....

10

BAB III: PENUTUP

  • A. Kesimpulan ……………………………………………………………………….12

BAB I PENDAHULUAN

  • 1.1 Latar belakang

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak-hak yang dimiliki manusia sejak ia lahir yang

berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapapun.Hak Asasi merupakan sebuah

bentuk anugrah yang diturunkan oleh Tuhan sebagai sesuatu karunia yang paling mendasar

dalam hidup manusia yang paling berharga. Hak Asasi dilandasi dengan sebuah kebebasan setiap

individu dalam menentukan jalan hidupnya, tentunya Hak asasi juga tidak lepas dari kontrol

bentuk norma-norma yang ada. Hak-hak ini berisi tentang kesamaan atau keselarasan tanpa

membeda-bedakan suku, golongan, keturunanan, jabatan, agama dan lain sebagainya antara

setiap manusia yang hakikatnya adalah sama-sama makhluk ciptaan Tuhan.

Terkait tentang hakikat hak asasi manusia, maka sangat penting sebagai makhluk ciptaan

Tuhan harus saling menjaga dan menghormati hak asasi masing-masing individu. Namun pada

kenyataannya, kita melihat perkembangan HAM di Negara ini masih banyak bentuk pelanggaran

HAM yang sering kita temui.

  • 1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah yang akan dibahas sebagai berikut:

  • a. Apa pengertian dan ruang lingkup Hak Asasi Manusia ?

b.Bagaimana perkembangan Hak Asasi Manusia di Indonesia ?

  • c. Apa saja pelanggaran Hak Asasi Manusia ?

  • 1.3 Tujuan penulisan

Adapun tujuan penulisan sebagai berikut :

  • a. Untuk mengetahui pengertian Hak Asasi Manusia, serta mengetahui ruang lingkup Hak Asasi Manusia.

  • b. Memenuhi tugas Pendidikan pancasila

BAB II PEMBAHASAN

  • 2.1 Pengertian Hak Asasi Manusia

Hak asasi manusia (HAM) secara tegas di atur dalam Undang Undang No. 39 tahun 1999

pasal 2 tentang asas-asas dasar yang menyatakan “Negara Republik Indonesia mengakui dan

menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara

kodrati melekat pada dan tidak terpisahkan dari manusia, yang harus dilindungi, dihormati, dan

ditegakkan demi peningkatan martabat kemanusiaan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan

kecerdasan serta keadilan.”

Hak asasi manusia dalam pengertian umum adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap

pribadi manusia sebagai anugerah Tuhan yang dibawa sejak lahir. Ini berarti bahwa sebagai

anugerah dari Tuhan kepada makhluknya, hak asasi tidak dapat dipisahkan dari eksistensi pribadi

manusia itu sendiri. Hak asasi tidak dapat dicabut oleh suatu kekuasaan atau oleh sebab-sebab

lainnya, karena jika hal itu terjadi maka manusia kehilangan martabat yang sebenarnya menjadi

inti nilai kemanusiaan.Hak asasi mencangkup hak hidup,hak kemerdekaan/kebebasan dan hak

memiliki sesuatu. Ditinjau dari berbagai bidang, HAM meliputi :

  • a. Hak asasi pribadi (Personal Rights) Contoh : hak kemerdekaan, hak menyatakan pendapat, hak memeluk agama.

  • b. Hak asasi politik (Political Rights) yaitu hak untuk diakui sebagai warga negara Misalnya : memilih dan dipilih, hak berserikat dan hak berkumpul.

  • c. Hak asasi ekonomi (Property Rights)

Misalnya : hak memiliki sesuatu, hak mengarahkan perjanjian, hak bekerja dan

mendapatkan hidup yang layak.

  • d. Hak asasi sosial dan kebuadayaan (Sosial & Cultural Rights). Misalnya : mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan santunan, hak pensiun, hak mengembangkan kebudayaan dan hak berkspresi.

  • e. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan Pemerintah

(Rights Of Legal Equality)

  • f. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum.

    • 2.2 Pengertian Ham menurut para ahli

      • 1. Pengertian HAM menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto

HAM adalah suatu hak yang sifatnya asasi atau mendasar. Hak-hak yang dimiliki setiap manusia

berdasarkan kodratnya yang pada dasarnya tidak akan bisa dipisahkan sehingga bersifat suci.

  • 2. Pengertian HAM menurut Oemar Seno Adji

HAM ialah hak yang melekat pada setiap martabat manusia sebagai insan dari ciptaan Tuhan

YME yang memiliki sifat tidak boleh dilanggar oleh siapapun (manusia / kelompok lain).

3.

Pengertian HAM menurut G.J Wolhos

3. Pengertian HAM menurut G.J Wolhos
3. Pengertian HAM menurut G.J Wolhos

HAM merupakan sejumlah hak yang sudah melekat serta mengakar dalam diri setiap manusia di

dunia dan hak-hak tersebut tidak boleh dihilangkan, karena menghilangkan HAM orang lain

sama dengan menghilangkan derajat kemanusiaan.

  • 4. Pengertian HAM menurut UU No 39 Tahun 1999

HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan

YME. dimana hak tersebut merupakan anugerah yang wajib di dilindungi dan hargai oleh setiap

manusia guna melindungi harkat serta martabat setiap manusia.

  • 5. Pengertian HAM menurut Leah Kevin

Menurut Leah Kevin Konsepsi tentang hak-hak asasi manusia mempunyai dua makna dasar.

Yang pertama adalah bahwa hak-hak hakiki dan tak terpisahkan menjadi hak seseorang hanya

karena ia merupakan manusia. Hak-hak itu merupakan hak-hak moral yang berasal dari

keberadaannya sebagai manusia dari setiap umat manusia. Makna kedua dari hak-hak asasi

manusia ialah hak-hak hukum, baik secara internasional atau nasional.AM adalah suatu hak yang

sifatnya asasi atau mendasar. Hak-hak yang dimiliki setiap manusia berdasarkan kodratnya yang

pada dasarnya tidak akan bisa dipisahkan sehingga bersifat suci.

2.3 Ciri dan Tujuan Hak Asasi Manusia

Hak Asasi Manusia pada dasarnya bersifat umum atau universal karena diyakini bahwa

beberapa hak yang dimiliki manusia tidak memiliki perbedaan atas bangsa, ras, atau jenis

kelamin.

Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang ciri pokok

hakikat HAM, yaitu sebagai berikut :

  • a. HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM merupakan bagian dari manusia

secara otomatis

  • b. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis,

pandangan politik , atau asal usul social dan bangsanya

  • c. HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk melanggar dan

membatasi orang lain

Tujuan Hak Asasi Manusia,yaitu sebagai berikut:

  • a. HAM adalah alat untuk melindungi orang dari kekerasan dan kesewenang wenangan.

  • b. HAM mengembangkan saling menghargai antar manusia

  • c. HAM mendorong tindakan yang dilandasi kesadaran dan tanggung jawab untuk menjamin bahwa hak-hak orang lain tidak dilanggar

2.4 Dasar Hukum Hak Asasi Manusia di Indonesia

Berbagai instrumen hak asasi manusia yang dimiliki Negara Republik Indonesia,yakni:

  • 1. Undang Undang Dasar 1945

  • 2. Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia

Ketetapan MPR RI yang diharapkan memuat secara adanya HAM itu dapat diwujudkan dalam masa

Orde Reformasi, yaitu selama Sidang Istimewa MPR yang berlangsung dari tanggal 10 sampai

dengan 13 November 1988. Dalam rapat paripurna ke-4 tanggal 1 Dasar Hukum Hak Asasi

Manusia di Indonesia

Berbagai instrumen hak asasi manusia yang dimiliki Negara Republik Indonesia,yakni:

  • 1. Undang Undang Dasar 1945

  • 2. Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia

Ketetapan MPR RI yang diharapkan memuat secara adanya HAM itu dapat diwujudkan dalam

masa Orde Reformasi, yaitu selama Sidang Istimewa MPR yang berlangsung dari tanggal 10

sampai dengan 13 November 1988. Dalam rapat paripurna ke-4 tanggal 13 November 1988,

telah diputuskan lahirnya Ketetapan MPR RI No. XVII/MPR/1988 tentang Hak Asasi Manusia.

  • 3. Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Adapun hak-hak yang

ada dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 199 tersebut antara lain sebagai berikut :

  • a. Hak untuk hidup (Pasal 4)

  • b. Hak untuk berkeluarga (Pasal 10)

  • c. Hak untuk mengembangkan diri (Pasal 11, 12, 13, 14, 15, 16)

  • d. Hak untuk memperoleh keadilan (Pasal 17, 18, 19)

  • e. Hak atas kebebasan pribadi (Pasal 20-27)

  • f. Hak atas rasa aman (Pasal 28-35)

  • g. Hak atas kesejahteraan (Pasal 36-42)

  • h. Hak turut serta dalam pemerintahan (Pasal 43-44)

  • i. Hak wanita (Pasal 45-51)

  • j. Hak anak (Pasal 52-66)

2.5 Pelaksanaan dan penegakan HAM di Indonesia

Tegaknya HAM selalu mempunyai hubungan korelasional positif dengan tegaknya

negara hukum. Sehingga dengan dibentuknya KOMNAS HAM dan Pengadilan HAM, regulasi

hukum HAM dengan ditetapkannya UU No. 39 Tahun 1999 dan UU No. 26 Tahun 2000 serta

dipilihnya para hakim ad hoc, akan lebih menyegarkan iklim penegakkan hukum yang sehat.

Artinya kebenaran hukum dan keadilan harus dapat dinikmati oleh setiap warganegara secara

egaliter.

Kenyataan menunjukkan bahwa masalah HAM di indonesia selalu menjadi sorotan tajam dan

bahan perbincangan terus-menerus, baik karena konsep dasarnya yang bersumber dari UUD

1945 maupun dalam realita praktisnya di lapangan ditengarai penuh dengan pelanggaran-

pelanggaran. Sebab-sebab pelanggaran HAM antara lain adanya arogansi kewenangan dan

kekuasaan yang dimiliki seorang pejabat yang berkuasa, yang mengakibatkan sulit

mengendalikan dirinya sendiri sehingga terjadi pelanggaran terhadap hak-hak orang lain.

2.6 Permasalahan yang dihadapi pemerintah dalam penegakan HAM di Indonesia

Berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah Indonesia dalam rangka penghormatan,

pengakuan, penegakan hukum dan HAM antara lain :

  • 1. Penegakan Hukum di Indonesia belum dirasakan optimal oleh masyarakat. Hal itu antara lain,

ditunjukan oleh masih rendahnya kinerja lembaga peradilan. Penegakan hukum sejumlah kasus

pelanggaran HAM berat yang sudah selesai tahap penyelidikannya pada tahun 2002, 2003, dan

2004, sampai sekarang belum di tindak lanjuti tahap penyelidikannya.

  • 2. Masih ada peraturan perundang-undangan yang belum berwawasan gender dan belum

memberikan perlindungan HAM. Hal itu terjadi antara lain, karena adanya aparat hukum, baik

aparat pelaksana peraturan perundang-undangan, maupun aparat penyusun peraturan perundang-

undangan yang belum mempunyai pemahaman yang cukup atas prinsip-prinsip perlindungan hak

asasi manusia.

  • 3. Belum membaiknya kondisi kehidupan ekonomi bangsa sebagai dampak krisis ekonomi yang

terjadi telah menyebabkan sebagian besar rakyat tidak dapat menikmati hak-hak dasarnya baik

itu hak ekonominya seperti belum terpenuhinya hak atas pekerjaan yang layak dan juga hak atas

pendidikan

  • 4. Sepanjang tahun 2004 telah terjadi beberapa konflik dalam masyarakat, seperti Aceh, Ambon,

dan Papua yang tidak hanya melibatkan aparat Negara tetapi juga dengan kelompok bersenjata

yang menyebabkan tidak terpenuhinya hak untuk hidup secara aman dan hak untuk ikut serta

dalam pemerintahan

  • 5. Adanya aksi terorisme yang ditujukan kepada sarana public yang mnyebabkan rasa tidak aman

bagi masyarakat

  • 6. Dengan adanya globalisasi, intensitas hubungan masyarakat antara satu Negara dengan Negara

lainnya manjdi makin tinggi. Dengan demikian kecenderungan munculnya kejahatan yang

bersifat transnasional menjadi makin sering terjadi. Kejahatan-kejahatan tersebut antara lain,

terkait dengan masalah narkotika, pencucian uang dan terorisme. Salah satu permasalahan yang

sering timbul adalah adanya peredaran dokumen palsu. Yang membuat orang-orang luar bebas

datang ke Indonesia

2.7 Beberapa masalah Hak Asasi di Indonesia yaitu:

  • 1. Perlindungan Perempuan : Keadilan dan kesetaraan gender.

UUD 1945 pasal 27 menjamin persamaan Hak perempuan dan Laki-laki ; dan Bahwa perempuan

adalah bagian dari HAM yang tercantum dalam UU No. 7/198-4 tentang anti diskriminasi dan

UU No. 39/1999 tentang HAK. Ada pun hak-hak politik perempuan tercantum dalam UU No.

68/1958

  • 2. Rencana Aksi Nasional (RAN) Penghapusan perdagangan perempuan dan Anak

Indonesia telah memiliki rencana aksi nasional penghapusan trafficking perempuan dan anak

2003-2007. RAN tersebut merupakan implementasi dari konvensi PBB menentang kejahatan

Terorganisir antar Negara

  • 3. Perlindungan Hak Anak

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah legislative dan administrative untuk lebih

memperbaiki perlindungan hak-hak anak dan perempuan. Langkah-langkah legislative tersebut

antara lain dengan keluarnya UU No. 32 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan UU No. 20

tahun 2003 dengan system pendidikan nasional. Sedangkan langkah administrative dalam

menetukan rencana aksi dan penentuan penjuru untuk pemajuan dan perlindungan HAM antara

lain, melalui kepres No. 59 tahun 2002 tentang rencana aksi nasional penghapusan Bentuk-

bentuk pekerjaan terburuk anak. Dan juga pembentukan komisi perlindungan anak Indonesia di

bentuk pada tahun 2003 melalui keppres No. 77 tahun 2003.

2.8 Upaya Pemerintah dalam hal penghormatan, pengakuan , dan penegakan Hukum dan

HAM

Untuk mewujudkan dan menegakkan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia tidaklah

semudah menuliskan serta mengucapkannya. Hal ini disebabkan banyak hambatan dan tantangan

yang tidak lagi sebatas terorika, melainkan sudah menjadi realita yang tidak dapat dihindari

apalagi ditunda-tunda. Dalam penegakan HAM melalui sistem hukum pidana yang telah berlaku

di Indonesia terdapat kendala-kendala atau hambatan yang bersifat prinsipil substansil dan

klasik.

Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati, melindungi, menegakkan, Dan

memajukan Hak asasi manusia melalui langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum,

politik, social, budaya, pertahanan dan keamanan Negara, dan bidang lainnya.

Program pemerintah dalam penegakan Hukum dan HAM (PP Nomor 7 tahun 2005) yaitu

meliputi pemberantasan korupsi, anti terorisme, dan pembasmian penyalahgunaan narkotika dan

obat berbahaya. Oleh sebab itu, penegakan hukum dan HAM harus selalu ditegakkan secara

tegas, tidak diskriminatif dan konsisten.

Partisipasi masyarakat dapat pula berpartisipasi dalam perlindungan, penegakan, dan pemajuan

hak asasi manusia. Masyarakat disini meliputi antara lain : setiap orang, kelompok, organisasi

politik, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat atau lembaga kemasyarakatan

lainnya seperti Perguruan Tinggi, lembaga studi

Partisipasi masyarakat ini dapat berupa :

  • 1. Pengajuan usulan mengenai perumusan dan kebajikan yang berkaitan dengan hak asasi manusia

  • 2. Melakukan penelitian

  • 3. Melakukan pendidikan

  • 4. Melakukan penyebarluasan informasi mengenai hak asasi manusia.

Pada 3 November 1988, telah diputuskan lahirnya Ketetapan MPR RI No. XVII/MPR/1988

tentang Hak Asasi Manusia. Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Adapun hak-hak yang ada dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tersebut antara lain sebagai

berikut :

  • 1. Hak untuk hidup (Pasal 4)

  • 2. Hak untuk berkeluarga (Pasal 10)

  • 3. Hak untuk mengembangkan diri (Pasal 11, 12, 13, 14, 15, 16)

  • 4. Hak untuk memperoleh keadilan (Pasal 17, 18, 19)

  • 5. Hak atas kebebasan pribadi (Pasal 20-27)

  • 6. Hak atas rasa aman (Pasal 28-35)

  • 7. Hak atas kesejahteraan (Pasal 36-42)

  • 8. Hak turut serta dalam pemerintahan (Pasal 43-44)

  • 9. Hak wanita (Pasal 45-51)

    • 10. Hak anak (Pasal 52-66)

2.8 Komisi Nasional HAM

Komnas HAM adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lembaga

Negara lainnya yang berfungsi untuk melaksanakan pengkajian, penelitian, penyuluhan,

pemantauan dan mediasi hak asasi manusia.

Tujuan Komnas HAM antara lain :

  • 1. Mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan pancasila, UUD 1945 dan piagam PBB serta Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

  • 2. Meningkatkan perlindungan dan penegakan hak asasi manusia guna berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampuannya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan

2.8

Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran HAM

2.8 Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran HAM
2.8 Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran HAM
  • 1. Terjadinya penganiayaan pada praja STPDN oleh seniornya dengan dalih pembinaan yang menyebabkan meninggalnya Klip Muntu pada tahun 2003.

  • 2. Dosen yang malas masuk kelas atau malas memberikan penjelasan pada suatu mata kuliah kepada mahasiswa merupakan pelanggaran HAM ringan kepada setiap mahasiswa.

  • 3. Para pedagang yang berjualan di trotoar merupakan pelanggaran HAM terhadap para pejalan kaki, sehingga menyebabkan para pejalan kaki berjalan di pinggir jalan sehingga sangat rentan terjadi kecelakaan.

  • 4. Orang tua yang memaksakan kehendaknya agar anaknya masuk pada suatu jurusan tertentu dalam kuliahnya merupakan pelanggaran HAM terhadap anak, sehingga seorang anak tidak bisa memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

  • 5. Kasus Babe yang telah membunuh anak-anak yang berusia di atas 12 tahun, yang artinya hak untuk hidup anak-anak tersebut pun hilang

  • 6. Masyarakat kelas bawah mendapat perlakuan hukum kurang adil, bukti nya jika masyarakat bawah membuat suatu kesalahan misalkan mencuri sendal proses hukum nya sangat cepat, akan tetapi jika masyarakat kelas atas melakukan kesalahan misalkan korupsi, proses hukum nya sangatlah lama

  • 7. Kasus Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri mendapat penganiayaan dari majikannya

  • 8. Kasus pengguran anak yang banyak dilakukan oleh kalangan muda mudi yang kawin diluar nikah

    • 2.9 Upaya Perlindungan dan Pemajuan HAM di Indonesia

  • 1. Pembentukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)

  • 2. Pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi

  • 3. Adanya pengadilan hak asasi manusia dan pengadilan HAM Ad HOC

  • 4. Dibentuknya KPP (Komisi Penyelidikan Pelanggaran HAM untuk berbagai kasus HAM di Indonesia

  • 5. Dimasukkannya rumusan hak asasi manusia dalam UUD 1945

Sedangkan Upaya pemerintah dalam menegakkan HAM:

  • a) Pembentukan lembaga-lembaga penegakkan HAM, seperti Komnas HAM.

  • b) Pemberdayaan hokum dari lembaga-lembaga hukum yang ada.

    • 3.0 Partisipasi /Peran serta Masyarakat dalam Upaya Perlindungan dan Pemajuan

    • 1. Menyampaikan laporan atau pengaduan atas terjadinya pelanggaran HAM kepada KOMNAS HAM atau lembaga berwenang lainnya.

    • 2. Masyarakat juga dapat kerjasama dengan KOMNAS HAM untuk meneliti, memberikan pendidikan, dan memperluas informasi mengenai HAM pada segenap lapisan masyarakat. Peran serta dan upaya perlindungan, pemajuan, penghormatan dan penegakan HAM di Indonesia, tidak terlepas dari kesadaran internal atas perkembangan opini dunia terhadap masalah-masalah demokratisasi dan hak asasi manusia. Hal ini dapat kita lihat pada Pembuakaan UUD 1945 dan Batang Tubuhnya yang mencumkan prinsip-prinsip pelaksanaan HAM. Dalam perkembangan lebih lanjut, peran serta dan upaya pemajuan, perlindungan.

3.1 Kesimpulan

BAB III

PENUTUP

Berdasarkan isi dari pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

  • 1. Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai anugrah dari Tuhan yang harus dihormati, dijaga dan dilindungi oleh setiap individu

  • 2. Rule of Law adalah gerakan masyarakat yang menghendaki bahwa kekuasaan raja maupun penyelenggara negara harus dibatasi dan diatur melalui suatu peraturan perundang-undangan dan pelaksanaan dalam hubungannya dengan segala peraturan perundang-undangan

  • 3. Dalam peraturan perundang undangan RI paling tidak terdapat empat bentuk hokum tertulis yang memuat aturan tentang HAM. Pertama, dalam konstitusi (Undang-undang Dasar Negara). Kedua, dalam ketetapan MPR (TAP MPR). Ketiga, dalam Undang-undang. Keempat, dalam peraturan pelaksanaan perundang-undangan seperti peraturan pemerintah, keputusan presiden dan peraturan pelaksanaan lainnya.

  • 4. Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara, baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyesalan hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.