You are on page 1of 25

BINGUNG MEMILIH METODE KONTRASEPSI

STEP 6

1. Jelaskan fisiologi hormon menstruasi/ siklus mens?(mens hari I ketemu mens I


berikutnya)

Tortora
Cara kerja dari alat kontrasepsi adalah untuk:
1) Mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi.
2) Melumpuhkan sperma.
3) Menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma.
BKKBN, 2001

2. Tujuan dari KB?


Suatu program pemerintah yang bertujuan untuk mengendalikan jumlah penduduk
melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, peningkatan
kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, sejahtera, bahagia, dan
berkualitas.
suatu tindakan yang membantu individu atau pasangan suami isteri untuk
- mengatur interval di antara kehamilan
- menentukan jumlah anak dalam keluarga
- mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan
- menghindari kelahiran yang tidak diinginkan
- mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami isteri
KB dan kontrasepsi, dr.Hanafi Hartanto

3. Apa saja yg dismpaikan pada saat konseling KB?


Definisi
Konseling adalah proses pertukaran informasi dan interaksi positif antara klien-
petugas untuk membantu klien mengenali kebutuhannya, memilih solusi terbaik dan
membuat keputusan yang paling sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi.
Tujuan Konseling:
Konseling KB bertujuan membantu klien dalam hal:
a. Menyampaikan informasi dan pilihan pola reproduksi
b. Memilih metode KB yang diyakini
c. Menggunakan metode KB yang dipilih secara aman dan efektif
d. Memulai dan melanjutkan KB
e. Mempelajari tujuan, ketidakjelasan informasi tentang metode KB yang tersedia.
Fungsi Konseling:
a. Konseling dengan fungsi pencegahan merupakan upaya mencegah timbulnya
masalah kesehatan.
b. Konseling dengan fungsi penyesuaian dalam hal ini merupakan upaya untuk
membantu klien mengalami perubahan biologis, psikologis, social, cultural, dan
lingkungan yang berkaitan dengan kesehatan.
c. Konseling dengan fungsi perbaikan dilaksanakan ketika terjadi penyimpangan
perilaku klien atau pelayanan kesehatan dan lingkungan yang menyebabkan terjadi
masalah kesehatan sehingga diperlukan upaya perbaikan dengan konseling.
d. Konseling dengan fungsi pengembangan ditujukan untuk meningkatkan
pengetahuan dan kemampuan serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat
dengan upaya peningkatan peran serta masyarakat.
Informasi yang diberikan meliputi :
Arti KB
Manfaat KB
Cara ber-KB / metode kontrasepsi
Desas- desus tentang kontrasepsi & penjelasannya
Pola perencanaan keluarga & penggunaan kontrasepsi yang rasional
Rujukan pelayanan kontrasepsi
repository.usu.ac.id

4. Macam macam metode kontrasepsi (cara, mekanisme, SE)?


A. Senggama Terputus
Senggama terputus adalah cara mencegah kehamilan dengan menarik penis dari vagina
sebelum terjadi ejakulasi. Cara ini merupakan cara kontrasepsi yang tertua dikenal
manusia, dan mungkin masih merupakan cara yang paling banyak dilakukan sampai
sekarang. Keuntungannya adalah cara ini tidak membutuhkan biaya dan persiapan.
Kekurangannya adalah memerlukan pengendalian diri yang besar dari laki-laki, dan
banyak laki-laki yang tidak bisa mengontrol emosionalnya. Kegagalan dengan cara ini
dapat disebabkan oleh:
A. Adanya pengeluaran air mani sebelum ejakulasi yang dapat mengandung sperma,
apalagi pada koitus yang berulang.
B. Terlambatnya pengeluaran penis dari vagina
C. Pengeluaran semen dekat pada vulva dapat menyebabkan kehamilan, misalnya
karena adanya hebungan antara vulva dan kanalis servikalis uteri oleh benang lendir
serviks uteri yang pada masa ovulasi mempunyai spinnbarkeit yang tinggi.
B. Pembilasan Pasca Senggama
Pembilasan pascasenggama dilakukan oleh perempuan dengan cara membilas vagina
dengan air biasa dengan atau tanpa larutan obat (cuka atau obat lainnya) segera setelah
berhubungan seks. Maksudnya untuk mengeluarkan sperma secara mekanik dari vagina.
Penambahan cuka disini ialah untuk memperoleh efek spermisida seta menjaga asiditas
vagina. Secara alami perempuan juga bisa mencegah kehamilan dengan cara
memperpanjang masa menyusui.
C. Pantang berkala/sistem kalender
Pantang berkala yang juga diistilahkan dengan sistem kalender mula-mula diperkenalkan
oleh Kyusaku Ogino dari Jepang dan Hermann Knaus dari Jerman sekitar tahun 1931.
Karena itu cara ini juga sering disebut dengan cara Ogino-Knaus. Dasar pemikirannya
adalah perempuan hanya dapat hamil selama beberapa hari saja dalam tiap daur haidnya.
Masa tersebut disebut masa subur atau fase ovulasi itu dan terjadi sekitar 14 hari
(toleransinya sekitar 2 hari) sebelum hari pertama haid yang akan datang.
Kendalanya adalah sulit bagi perempuan untuk menentukan masa suburnya, terutama
bagi mereka yang masa haidnya tidak teratur. Banyak yang mengatakan cara ini adalah
yang paling aman dan tidak mempunyai efek samping.

D. Kondom
Penggunaan kondom sudah dimulai sejak zaman Mesir kuno. Pada 1553, Gabrielle Fallopi
melukiskan tentang penggunaan kantong sutera diolesi dengan minyak yang dipasang
menyelubungi penis sebelum berhubungan seks dengan tujuan mencegah laki-laki dari
penyakit kelamin.
Penggunaan:
Kondom sebagai alat kontrasepsi baru dimulai pada abad ke-18 di Inggris. Pada mulanya
kondom ini dibuat dari usus biri-biri dan dalam perkembangannya pada 1844, Goodyear
berhasil membuat kondom dari karet. Kondom yang umumnya dipakai sekarang ini
terbuat dari karet dan tersedia dengan ukuran dan warna yang beragam. Efektivitas
kondom ini bergantung pada mutu dan ketelitian dalam penggunaannya.
Keuntungan:
a. Bila digunakan secara tepat maka kondom dapat digunakan untuk mencegah
kehamilan dan penularan penyakit menular seksual (PMS).
b. Kondom tidak mempengaruhi kesuburan jika digunakan dalam jangka panjang
c. Kondom mudah didapat dan tersedia dengan harga yang terjangkau
Kekurangan:
a. Karena sangat tipis maka kondom mudah robek bila tidak digunakan atau
disimpan sesuai aturan
b. Beberapa pria tidak dapat mempertahankan ereksinya saat menggunakan
kondom.
c. Setelah terjadi ejakulasi, pria harus menarik penisnya dari vagina, bila tidak, dapat
terjadi resiko kehamilan atau penularan penyakit menular seksual.
Kondom yang terbuat dari latex dapat menimbulkan alergi bagi beberapa orang.
E. Pessarium (Diafragma Vaginal dan Cervical Cap)
Pessarium merupakan kondom pada perempuan. Secara umum pessarium ini terbagi dua
golongan, yakni diafragma vaginal dan cervical cap. Diafragma vaginal ini merupakan alat
kontrasepsi yang terdiri dari kantong karet yang berbentuk mangkuk dengan per elastis
pada pinggirnya. Pinggir diafragma mudah dibengkokkan dan disisipkan di bagian atas
vagina untuk mencegah sperma masuk ke saluran reproduksi bagian atas. Supaya efektif
hendaknya dipakai jelly atau krim kontrasepsi untuk pembunuh sperma.
Diafragma ini harus tinggal dalam vagina selama 6 jam setelah melakukan hubungan
seksual. Alat kontrasepsi yang satu ini paling cocok dipakai oleh perempuan dengan dasar
panggul yang tidak longgar dan dengan tonus dinding vagina yang baik. Namun untuk
penggunannya perlu diperiksa dahulu ukuran difragma yang sesuai.
F. Spermatisida
Spermatisida yang dipakai untuk kontrasepsi terdiri atas dua komponen yaitu zat kimiawi
yang mampu mematikan spermatozoa; dan vechikulum yang dipakai untuk membuat
tablet, krim, atau jelly. Spermatisid berguna untuk mematikan sperma sebelum melewati
serviks. Cara kerjanya dengan merusak membran sel sperma dan menurunkan mobilitas
sperma serta kemampuan sperma di dalam membuahi ovum. Spermatisida terdiri dari
bermacam bentuk seperti suppositorum, jelly atau krim, tablet busa dan tisu KB.
Penggunanya masih sangat sedikit.
Kini di pasaran terdapat banyak obat-obat spermatisida, antara lain dalam bentuk:
a) Suppositorium: Lorofin suppositoria, Rendel pessaries. Suppositorium dimasukkan
sejauh mungkin kedalam vagina sebelum koitus. Obat ini baru mulai aktif setelah 5
menit. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit sampai 1 jam.
b) Jelly atau crme : 1) Perseptin vaginal jelly, Orthogynol vaginal jelly, 2) Delfen vaginal
crme. Jelly lebih encer daripada creme. Obat ini disemprotkan kedalam vagina
dengan menggunakan suatu alat. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit sampai 1 jam.
c) Tablet busa: Sampoon, volpar, Syn-A-Gen. Sebelum digunakan, tablet terlebih dahulu
dicelupkan kedalam air, kemudian dimasukkan kedalam vagina sejauh mungkin. Lama
kerjanya 30 sampai 60 menit.
d) C-Film, yang merupakan benda yang tipis, dapat dilipat, dan larut dalam air. Dalam
vagina obat ini merupakan gel dengan tingkat dispersi yang tinggi dan menyebar pada
porsio uteri dan vagina. Obat mulai efektif setelah 30 menit.
G. Pil
Ada tiga macam pil kontrasepsi yaitu: mini pil, pil kombinasi, dan pil pascasenggama.
Selain mencegah terjadinya ovulasi, pil juga mempunyai efek lain terhadap traktus
genitalis. Efeknya berupa perubahan-perubahan pada lendir serviks, sehingga menjadi
kurang banyak dan kental. Dengan demikian sperma tidak bisa memasuki rongga rahim.
Yang umum dipakai adalah pil kombinasi antara estrogen dan progesteron. Pil terbuat
dari hormon sintetik.
Walau macamnya banyak tersedia dipasaran dan tingkat efektivitasnya sangat tinggi,
tidak semua perempuan dapat menggunakan pil kombinasi untuk kontrasepsi. Keadaan
yang tidak diperbolehkan menggunakan pil KB adalah:
1. Perempuan yang mempunyai tumor yang dipengaruhi oleh estrogen
2. Perempuan yang menderita penyakit hati yang aktif, baik akut maupun menahun
3. Perempuan yang pernah menderita trombophlebitis, tromboemboli, dan kelainan
cerebro-vaskuler
4 Perempuan yang mempunyai penyakit diabetes melitus
5. Perempuan yang mengalami depresi, migren, mioma uteri, hipertensi, oligomenorea.
(Khusus untuk kondisi ini bersifat relatif dan pemberian pil kombinasi bagi perempuan
yang mengalami kelainan-kelainan ini harus di diawasi secara teratur, sedikitnya sekali
dalam tiga bulan).
Keuntungan :
Mengurangi resiko terkena kanker rahim dan kanker endometrium.
Mengurangi darah menstruasi dan kram saat menstruasi.
Dapat mengontrol waktu untuk terjadinya menstruasi.
Untuk pil tertentu dapat mengurangi timbulnya jerawat ataupun hirsutism (rambut
tumbuh menyerupai pria).
Kekurangan :
Tidak melindungi terhadap penyakit menular seksual.
Harus rutin diminum setiap hari.
Saat pertama pemakaian dapat timbul pusing dan spotting.
Efek samping yang mungkin dirasakan adalah sakit kepala, depresi, letih, perubahan
mood dan menurunnya nafsu seksual
Kekurangan Untuk pil kb tertentu harganya bisa mahal dan memerlukan resep dokter
untuk pembeliannya.
H. Suntikan
Saat ini terdapat dua macam kontrasepsi suntikan. Pertama, golongan progestin seperti
depoprovera, depogeston, depoprogestin, dan noristerat. Kedua, golongan progestin
dengan campuran estrogen propionat, seperti cycloprovera. Obat ini bekerja dengan jalan
menekan pembentukan hormon dari otak sehingga mencegah terjadinya ovulasi. Obat
suntikan ini sangat cocok diberikan pada ibu-ibu yang sedang menyusui karena cara
kerjanya tidak mengganggu laktasi.
Keuntungan:
Dapat digunakan oleh ibu yang menyusui.
Tidak perlu dikonsumsi setiap hari atau dipakai sebelum melakukan hubungan seksual.
Darah menstruasi menjadi lebih sedikit dan membantu mengatasi kram saat
menstruasi.
Kekurangan :
Dapat mempengaruhi siklus mentruasi.
Kekurangan suntik kontrasepsi /kb suntik dapat menyebabkan kenaikan berat badan
pada beberapa wanita.
Tidak melindungi terhadap penyakit menular seksual.
Harus mengunjungi dokter/klinik setiap 3 bulan sekali untuk mendapatkan suntikan
berikutnya.
I. Susuk/implan
Ada dua macam susuk yang biasa dipergunakan untuk kontrasepsi, yaitu norplan dan
implanon. Norplan merupakan metoda kontrasepsi berjarak 5 tahun yang terdiri atas 6
kapsul silastik silikon berisi masing-masing 36 mg levonorgestrel dan disisipkan dibawah
kulit. Implanon hanya berjarak 3 tahun dan berbentuk batang putih lentur dengan
panjang 40 mm dan diameter 2mm dalam suatu jarum yang terpasang pada inserter
khusus.
Mekanisme kerja
1. Mengentalkan lendir serviks uteri sehingga menyulitkan penetrasi sperma.
2. Menimbulkan perubahan-perubahan pada endometrium sehingga tidak cocok untuk
implantasi zygote.
3. Pada sebagian kasus dapat pula menghalangi terjadinya ovulasi.
Keuntungan :
Dapat mencegah terjadinya kehamilan dalam jangka waktu 3 tahun.
Sama seperti suntik, dapat digunakan oleh wanita yang menyusui.
Tidak perlu dikonsumsi setiap hari atau dipakai sebelum melakukan hubungan seksual.
Kekurangan :
Sama seperti kekurangan kontrasepsi suntik, Implan/Susuk dapat mempengaruhi siklus
mentruasi.
Tidak melindungi terhadap penyakit menular seksual.
Dapat menyebabkan kenaikan berat badan pada beberapa wanita.
J. IUD (Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Sekarang ini di pasaran terdapat berpuluh-puluh jenis IUD. Dari bahan bakunya IUD yang
beredar terdiri dari tiga tipe. Ada yang terbuat dari plastik, mengandung tembaga, dan
ada yang mengandung hormon steroid. Dari segi bentuknya, IUD terbagi ke dalam bentuk
yang terbuka dan tertutup seperti cincin. Yang banyak dipergunakan dalam program KB
masional adalah IUD jenis Lippes loop.
Dibandingkan dengan alat dan obat kontrasepsi yang lain, IUD mempunyai keunggulan
karena hanya memerlukan satu kali pemasangan, tidak menimbulkan efek sistemik,
ekonomis dan cocok untuk penggunaan secara masal, efektivitasnya cukup tinggi, dan
mudah dilepas jika menginginkan anak (reversibel). Namun demikian, IUD bisa
menimbulkan efek samping seperti pendarahan, rasa nyeri, kejang perut, dan gangguan
atau ketidaknyamanan pada suami. Bahkan bisa menimbulkan infeksi pelvik dan
endometritis.
Keuntungan :
Merupakan metode kontrasepsi yang sangat efektif.
Bagi wanita yang tidak tahan terhadap hormon dapat menggunakan IUD dengan lilitan
tembaga.
IUS dapat membuat menstruasi menjadi lebih sedikit.
Kekurangan :
Pada 4 bulan pertama pemakaian dapat terjadi resiko infeksi.
Kekurangan IUD/IUS alatnya dapat keluar tanpa disadari.
Tembaga pada IUD dapat meningkatkan darah menstruasi dan kram menstruasi.
Walaupun jarang terjadi, IUD/IUS dapat menancap ke dalam rahim.
K. Sterilisasi (tubektomi dan vasektomi)
Dalam prakteknya, sterilisasi dibedakan menjadi dua, yakni vasektomi dan tubektomi.
Tubektomi merupakan upaya sterilisasi yang dilakukan terhadap perempuan dengan jalan
menutup atau memotong indung telur dengan cara tertentu sehingga yang bersangkutan
tidak dapat hamil lagi. Vasektomi adalah tindakan pengikatan atau pemotongan pada
saluran sperma (vas deferens) yang mengakibatkan seorang laki-laki tidak bisa
menghamili lawan jenisnya. Keunggulan sterlisasi ini diantaranya adalah efektivitasnya
hampir 100 persen, tidak mempengaruhi libido seks, dan kegagalan dari pihak pasien
hampir tidak ada.
repository.usu.ac.id

5. Apa saja syarat dalam menentukan kontrasepsi?


6. Cara memilih kontrasepsi sesuai kondisi pasien?
Dalam memilih suatu metode, wanita harus menimbang berbagai faktor, termasuk
status kesehatan mereka, efek samping potensial suatu metode, konsekuensi
terhadap kehamilan yang tidak diinginkan, besarnya keluarga yang diinginkan,
kerjasama pasangan, dan norma budaya mengenai kemampuan mempunyai anak.
Jakarta, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional,1980. Pedoman Praktis
Pelayanan Kontrasepsi Petugas Paramedis.

Hipertensi:
Perempuan memiliki hormon estrogen dan progesteronfungsinya mencegah
kekentalan darah serta menjaga dinding pembuluh darah agar tetap baik.
Alat kontrasepsi hormonalketidakseimbangan pada hormon estrogen dan
progesteron dalam tubuhmempermudah retensi ion natrium dan sekresi air
akibar kenaikan renin plasma dan pembentukan angiotensinmempengaruhi
tingkat tekanan darah dan kondisi pembuluh darahhipertensi
Yayasan Harapan Kita, 2008; Max Josep Herman, 2008
DM:
Progesteonmengurangi afinitas insulin terhadap glukosa dalam
darahhiperglikemia.
Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo
7. Pengaruh griseofulvin dgn kontrasepi yg dipilih?

8. Apa hubungan pasien B punya rwyt KB suntik dan tdk pernah mens (hanya
mengandung progesteron)?
Riwayat fibroadenoma:
Kanker payudaradipicu oleh kadar estrogen yang tinggi.
Siklus haid:
Penekanan produksi progesteron dan estrogen alami oleh progesteron dan
estrogen sintetiksiklus haid tidak teratur.
repository.usu.ac.id

9. Apa hubungan usia dgn metode kontrasepsi yg dipilih?


10. Apa kelebihan dan kekurangan dari msg2 kontrasepsi?

MACAM-MACAM ALAT KONTRASEPSI

Berdasarkan waktu:
- Jangka Panjang MOP, MOW, dan IUD
- Jangka Pendek Kondom, pil, suntik, diafragma, implant.
Berdasarkan metode:
- Metode Sederhana koitus interuptus, kalender
- Metode Modern MOP, MOW, Hormonal (implan, pil, suntik), IUD,
kondom, diafragma
No Jenis Kerugian Keuntungan Cara Kontra Indikasi Efek samping
Kontrasepsi Pemakaian/ indikasi
jangka
waktu
1. Hormonal Tidak cocok -mudah Diminum - Menyusui -masih ingin enek/mual,
Pil KB diberikan penggunaannya pada hari ke (khusus pil punya anak berat
pada pasien dan mudah 1 atau ke 5 kombinasi) -punya badan
yang pelupa didapat haid - Pernah jadwal bertambah,
-mengurangi sakit harian yang sakit kepala
kehilangan darah jantung rutin (berkunang-
(akibat haid) dan - kunang)
nyeri Tumor/kega perubahan
haid nasan warna kulit
- mengurangi - Kelainan dan efek
resiko terjadinya jantung, samping ini
KET (kehamilan varices, dan dapat timbul
ektopik darah tinggi berbulan-bulan
terganggu) dan -
Kista Ovarium - Perdarahan
mengurangi pervaginam
resiko terjadinya yang belum
kanker ovarium diketahui
dan rahim sebabnya
2. Suntik - -Mengurangi -Setelah Hamil atau -Calon mual, berat
kunjungan melahirkan : disangka akseptor badan
- Merupakan 6 minggu hamil yang tinggal bertambah,
metode yang pasca salin - di daerah sakit kepala,
telah dikenal oleh - Setelah Perdarahan terpencil pusing-pusing
masyarakat keguguran : pervaginam Lebih suka dan kadang-
- Dapat dipakai segera yang tidak disuntik kadang gejala
dalam waktu yang setelah diketahui daripada tersebut hilang
lama dilakukan sebabnya makan pil setelah
- Tidak kuretase - - beberapa
mempengaruhi atau 30 hari Tumor/kega Mengingink bulan
produksi air susu setelah nasan25 an metode
ibu keguguran - Penyakit yang efektif
(asal ibu jantung, dan bisa
belum hamil hati, darah dikembalika
lagi) tinggi, n lagi
- Dalam kencing - Mungkin
masa haid : manis, tidak ingin
Hari penyakit punya anak
pertama paru berat, lagi
sampai hari varices. - Tidak
ke-5 masa khawatir
haid kalau tidak
mendapat
haid
3. Implan Pada -Sekali pasang Dipasang - Hamil atau -Ingin saat
kebanyakan untuk 5 tahun pada masa disangka metode pemasangan
klien dapat - Tidak menstruasi hamil yang praktis akan terasa
menyebabk mempengaruhi hari ke 1 - -Mungkin nyeri.
an produksi ASI atau ke 7 Perdarahan tidak ingin Selain itu
perubahan -Tidak Penggunaan pervaginam punya anak ditemukan
pola haid mempengaruhi :3-5 tahun yang tidak lagi haid yang tidak
berupa tekanan darah diketahui - Tinggal di teratur, sakit
perdarahan - Baik untuk Periksa lagi sebabnya daerah kepala,
bercak wanita yang tidak setelah 3hr - terpencil kadang-kadang
(spotting), ingin punya anak Tumor/kega -Tak terjadi spotting
hipermenor lagi, nasan khawatir atau anemia
ea, atau tetapi belum - Penyakit jika tak
meningkatk mantap untuk jantung, dapat haid
an jumlah ditubektomi. darah
darah haid, tinggi,
serta kencing
amenorea. manis.

4. IUD/AKDR - Tidak terganggu Digunakan - Hamil atau - Perdarahan


faktor lupa menjelang diduga Mengingink dan kram
-Metode jangka- hari terakhir hamil n selama
panjang selesai - Infeksi kontrasepsi minggu-
(perlindungan menstruasi leher rahim dengan minggu
sampai 10 tahun atau rongga tingkat pertama
dengan Periksa lagi : panggul, efektifitas setelah
menggunakan 2minggu, termasuk yang tinggi, pemasangan.
Tembaga T 380A) 3bln, 6 bln . penderita dan jangka keputihan, rasa
19 . penyakit panjang tidak nyaman
-Mengurangi kelamin - Tidak ingin saat
kunjungan ke - Pernah punya anak bersenggama
klinik menderita lagi atau setelah
-Lebih murah radang ingin pemakaian,
dari pil dalam rongga menjarangk dan risiko
jangka panjang panggul n infeksi rahim
- Penderita anak
perdarahan -
pervaginam Memberika
yang n ASI
abnormal - Berada
- Riwayat dalam masa
kehamilan postpartum
ektopik dan tidak
- Penderita memberika
kanker alat n
kelamin. ASI
- Berada
dalam masa
pasca aborsi
-
Mempunyai
resiko
rendah
terhadap
PMS
- Tidak
dapat
mengingat
untuk
minum
sebutir pil
setiap
hari
-Lebih
menyukai
untuk tidak
menggunak
an metode
hormonal
atau yang
memang
tidak boleh
menggunak
annya

5. MOP a. a. Sangat efektif MOP Infeksi Sudah yakin bengkak,


(Metode Permanen, b. Tidak dilakukan kulit tidak ingin nyeri, dan
Operasi kesuburan mengganggu dengan cara atu punya anak infeksi pada
Pria) tidak dapat senggama memotong jamur lagi luka operasi.
kembali c. Tidak ada vas di Jika hamil Pada
normal perubahan fungsi deferens daerah akan vasektomi
b. Efek seksual sehingga kemalu membahaya infeksi
tertunda d. Baik untuk klien sperma an kan jiwanya dan
sampai 3 yang bila tidak dapat Mende Ingin epididimitis
bulan atau mengalami mencapai rita metode terjadi pada 1-
20 kali kehamilan akan air mani dan kencin yang tidak 2% pasien.
ejakulasi membahyakan air mani g menganggu. Pada
c. Nyeri j iwanya yang manis tubektomi
setelah e. Murah dikeluarkan Hidrok perdarahan,
prosedur tidak el atau infeksi,
serta mengandun varikok kerusakan
komplikasi g sperma. el yang organ lain dan
lain akibat syarat besar komplikasi
pembedaha sukarela, karena
Hernia
n dan bahagia, anastesi dapat
inguina
anestesi dan terjadi.
lis
d. Hanya kesehatan.
Anemi
dapat Istri
a
dilakukan beresiko
berat,
oleh dokter tinggi
gangua
yang
n
terlatih
pembe
e. Tidak
kuan
memberi
darah
perlindunga
atau
n terhadap
sedang
PMS
mengg
unakan
antikoa
gulansi

6. MOW Permanen a. Sangat efektif Setiap Hamil Usia


(Metode b. Nyeri b. Segera efektif waktu (sudah lebih
Operasi setelah c. Permanen selama terdete dari 26
Wanita) prosedur d. Tidak siklus ksi tahun
serta mengganggu menstruasi atau Sudah
komplikasi senggama apabila dicurig punya
lain akibat e. Baik untuk klien diyakini ai) anak
pembedaha yang bila secara Mende cukup
n dan mengalami rasional rita (2
anestesi kehamilan akan klien tekana anak),
c. Hanya membahyakan tersebut n darh ank
dapat j iwanya tidak hamil tinggi terkecil
dilakukan f. Pembedahan harus
Kencin
oleh dokter sederhana dan berusia
Hari ke-6 g
yang hanya perlu minim
hingga ke- manis
terlatih anestesi lokal al 5
13 dari (diabet
d. Tidak g. Tidak ada efek (lima)
siklus es)
memberi samping jangka tahun
menstruasi Penyak
perlindunga panjang
it Yakin
n terhadap h. Tidak ada
Pascapersali jantun telah
PMS gangguan seksual
nan g memp
e.
Penyak unyai
Meningkatk
it paru- keluarg
an resiko Pasca
paru a yag
kehamilan keguguran
sesuai
Perdar
ektokpik -
dengan
ahan
Triwulan
kehend
pertama: vaginal aknya
dalam yang Pada
wakru 7 hari belum kehami
sepanjang terjelas lannya
tidak ada kan akan
bukti infeksi (hingga menim
pelvik) harus bulkan
minilap atau dievalu risiko
laparoskopi) asi) keseha
- Triwulan Infeksi tan
kedua: sistemi yang
dalam k atau serius
waktu 7 hari pelvik Ibu
sepanjang yang pascap
tidak ada akut ersalin
bukti infeksi (hingga an
pelvik masala Ibu
(minilap h itu pasca
saja) disemb kegugu
uhkan ran
atau
dikontr
ol)

Ibu
yang
tidak
boleh
menjal
ani
pembe
dahan
Kurang
pati
menge
nai
keingin
annya
untuk
fertilisa
si di
masa
depan

Belum
memb
erikan
perset
ujuan
tertulis
Kondom pria

Difragma

Penutup serviks

Busa vagina

Intrauterine Device (alat kontrasepri


dalam rahim)
11. Indikasi dan kontraindikasi dari msg2 kontrasepsi (kelebihan dan kekurangan)?
No. 10
12. Mekanisme pentalaksanaan efek samping?
No. 10
13. Apa kontrasepsi sesuai bagi ibu menyusui dan mekanisme?
KB Pasca Persalinan dilaksanakan pada periode menyusui. Rekomendasi Hasil Kajian
Health Technology Assesment (HTA) Indonesia, tahun 2009, tentang KB pada Periode
Menyusui adalah sebagai berikut:
Wanita pada periode menyusui direkomendasikan untuk menggunakan kontrasepsi
KB sebelum terjadi ovulasi pertama kali sekitar 155 45 hari.
Bahwa Pemberian ASI Eksklusif menunda terjadinya ovulasi.
Metode kontrasepsi progestin tidak mengganggu volume dan kandungan nutrisi Air
Susu Ibu.
Kontrasepsi pil progestin (progestin-only minipills) dapat mulai diberikan dalam 6
minggu pertama pasca persalinan. Namun, bagi wanita yang mengalami
keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan, minipil dapat segera digunakan
dalam beberapa hari (setelah 3 hari) pasca persalinan.
Kontrasepsi suntikan progestin/ Depo Medroxy Progesteron Acetat (DMPA) pada
minggu pertama (7 hari) atau minggu keenam (42 hari) pasca persalinan terbukti
tidak menimbulkan efek negatif terhadap menyusui maupun perkembangan bayi.
Penggunaan DMPA jangka panjang (> 2 tahun) terbukti menurunkan densitas
mineral tulang sebesar 5-10% pertahun. Namun, WHO merekomendasikan tidak
adanya pembatasan lama penggunaan DMPA bagi wanita usia 18-45 tahun.
Tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan DMPA dengan peningkatan
risiko kanker payudara.
Kontrasepsi implan merupakan pilihan bagi wanita menyusui dan aman digunakan
selama masa laktasi, minimal 4 minggu pasca persalinan.
AKDR pasca plasenta aman dan efektif, tetapi tingkat ekspulsinya lebih tinggi
dibandingkan ekspulsi 4 minggu pasca persalinan. Ekspulsi dapat diturunkan
dengan cara melakukan insersi AKDR dalam 10 menit setelah ekspulsi plasenta,
memastikan insersi mencapai fundus uterus, dan dikerjakan oleh tenaga medis dan
paramedis yang terlatih dan berpengalaman.
Jika 48 jam pasca persalinan telah lewat, insersi AKDR ditunda sampai 4 minggu
atau lebih pasca persalinan
AKDR 4 minggu pasca persalinan aman dengan menggunakan AKDR copper T,
sedangkan jenis non copper memerlukan penundaan sampai 6 minggu pasca
persalinan.
Penggunaan kontrasepsi kombinasi oral dalam 6 bulan pasca persalinan dapat
menurunkan volume ASI pada wanita menyusui.
Pada negara-negara dengan keterbatasan akses terhadap kontrasepsi, MAL dapat
direkomendasikan untuk digunakan.
Metode Amenore Laktasi (MAL) efektif mencegah kehamilan pada wanita menyusui
pasca persalinan yang memenuhi kriteria sebagai berikut: amenorea, pemberian
ASI eksklusif, proteksi terbatas pada 6 bulan pertama. MAL dapat dipertimbangkan
penggunaannya pada daerah dengan keterbatasan akses terhadap kontrasepsi.

Mengacu pada rekomendasi HTA tersebut, semua metode baik hormonal maupun
non hormonal dapat digunakan sebagai metode dalam pelayanan KB Pasca
Persalinan. Metode tersebut meliputi:

a. Non hormonal
1) Metode Amenore Laktasi (MAL).
2) Kondom
3) Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR).
4) Abstinensia (Kalender).
5) Kontrasepsi Mantap (Tubektomi dan Vasektomi).
b. Hormonal
1) Progestin: pil, injeksi dan implan.
2) Kombinasi: pil dan injeksi.

BKKBN
14. Pandangan agama terhadap kontrasepsi?