You are on page 1of 23

STRUKTUR FUNGSI SEL BAKTERI DAN PEWARNAAN

PAPER

Oleh:

Nurul Annisa Lubis

170301054

Agroteknologi 1B

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI PERTANIAN

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2017
STRUKTUR FUNGSI SEL BAKTERI DAN PEWARNAAN

PAPER

Oleh:

Nurul Annisa Lubis

170301054

Agroteknologi 1B

Paper Sebagai Salah Satu Syarat masuk agar dapat memenuhi praktikum di

Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi

Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Diketahui Oleh Diperiksa Oleh

Asisten Koordinator Asisten Korektor

( Toni Arya Dharma ) ( Uci Utari )

NIM :130301115 NIM : 140301212

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI PERTANIAN

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas berkat dan

rahmatnya penulis dapat menuli paper ini tepat pada waktunya.

Adapun judul dari paper yang saya buat adalah STRUKTUR FUNGSI SEL

BAKTERI DAN PEWARNAAN yang dibuat untuk mengetahui struktur fungsi

sel bakteri dan teknik pewarnaan.

Pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada dosen

penanggung jawab yakni Irda Safni SP. McP. PhD., Dr. Lisnawira SP. Ms., Prof.

Ir. T. Sabrina MSC. PhD., dan Ir. Mukhtar Isnandar Pinem M Agr. Sc serta abang

dan kakak asisten Laboratorium Mikrobiologi yang membantu penulisan paper ini.

Penulis menyadari bahwa jurnal ini masih sangat kurang karena pengalaman

penulis yang kurang dan mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk

kesempurnaan paper ini, atas perhatian saya ucapkan terimakasih.

Medan, November 2017

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tujuan Penulisan

Kegunaan Penulisan

TINJAUAN PUSTAKA

STRUKTUR FUNGSI SEL BAKTERI DAN PEWARNAAN

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN

Latar belakang

Mikroorganisme merupakan organisme yang berukuran sangat kecil

sehingga perlu menggunakan suatu alat seperti mikroskop karena tidak dapat dilihat

dengan mata telanjang. Keanekaragaman mikroorganisme di dunia ini sangat

beragam sperti baketri, virus maupun jamur. (Abdillah S, 2015)

Sel merupakan unit terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti

biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena

itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya

terpenuhi. Makhluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniselular),

misalnya bakteri, Archaea, serta sejumlah fungi dan protozoa) atau dari banyak sel

(multiselular). Pada organisme multiselular terjadi pembagian tugas terhadap sel-

sel penyusunnya, yang menjadi dasar bagi hirarki hidup. (Budiyanto.dkk, 2009).

Sel yang hidup bebas dan sel organisme multiseluler dikelompokkan lagi

menjadi dua golongan utama, yaitu eukariot dan prokariot. Pada eukariot, unsur

pokok inti sel dibungkus oleh membran inti, terpisah dari sitoplasma. Pada

prokariot unsur pokok inti tidak dibungkus oleh membran inti.

(Pramitasari, 2013).

Didalam sitoplasma terdapat materi genetic, baik DNA maupun RNA, dan

struktur intisel yang diperlukan untuk metabolism energi. Bakteri bereproduksi

secara aseksual melalui replikasi DNA dan pembelahan sel sederhana. Sebagian

bakteri membentuk kapsul yang mengelilingi dinding sel sehingga bakteri tersebut

lebih tahan terhadap serangan sistem imun pejamu. Bakteri lain mensekresikan
protein yang menurunkan kerentanan terhadap terhadap antibiotic standar. Bakteri

dapat bersifat aerob dan anaerob. Seringkali bakteri mengeluarkan toksin yang

secara spesifik merusak pejamu (Khoirini, 2014)

Tujuan dari pewarnaan adalah untuk mempermudah pengamatan bentuk sel

bakteri, memperluas ukuran jazad, mengamati struktur dalam dan luar sel bakteri,

dan melihat reaksi jazad terhadap pewarna yang diberikan sehingga sifat fisik atau

kimia jazad dapat diketahui. (Temaja, 2010).

Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan paper ini adalah untuk mengetahui struktur dan

pewarnaan bakteri. Dan untuk melengkapi tugas akhir di Laboratprium

Mikrobiologi.

Kegunaan Penulisan

Adapun kegunaan penulisan paper ini adalah sebagai informasi bagi pihak

yang membutuhkan
TINJAUAN PUSTAKA

Berdasarkan ada tidaknya dinding atau selaput inti, maka sel dibedakan

menjadi dua yaitu: struktur sel prokariotik dan struktur sel eukariotik.

Sel prokariotik adalah sel yang tidak mempunyai dinding atau selaput inti

dan biasanya organelnya tidak lengkap. Contoh : Sel bakteri.

Sel eukariotik adalah sel yang mempunyai dinding atau selaput inti dan

biasanya organelnya lengkap. Contoh : sel tumbuhan dan hewan

(Majid,2013)

Bakteri umumnya tidak memiliki pigmen sehingga tidak berwarna dan hampir

tidak kelihatan karena tidak kontras dengan medium dimana mereka hidup. Oleh

karena itu, perlu dilakukan pewarnaan agar bakteri tampak jelas bila diamati dengan

mikroskop. (Nurkamila, 2012)


Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah salah satu teknik pewarnaan

yang paling penting dan luas yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri.

Dalam proses ini, olesan bakteri yang sudah terfiksasi dikenai larutan-larutan

berikut : zat pewarna kristal violet, larutan yodium, larutan alkohol (bahan

pemucat), dan zat pewarna tandingannya berupa zat warna safranin atau air fuchsin.

Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya, ilmuwan Denmark Hans Christian

Gram (18531938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk

membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae. Bakteri

yang terwarnai dengan metode ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu bakteri

Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif. Bakteri Gram positif akan

mempertahankan zat pewarna kristal violet dan karenanya akan tampak berwarna

ungu tua di bawah mikroskop. Adapun bakteri gram negatif akan kehilangan zat

pewarna kristal violet setelah dicuci dengan alkohol, dan sewaktu diberi zat

pewarna tandingannya yaitu dengan zat pewarna air fuchsin atau safranin akan

tampak berwarna merah. Perbedaan warna ini disebabkan oleh perbedaan dalam

struktur kimiawi dinding selnya. (Lina.dkk, 2010)

Beberapa jenis pewarnaan antara lain adalah pewarnaan langsung dengan

pewarnaan basa, pewarnaan tidak langsung atau pewarnaan negatif dengan

pewarnaan asam, pewarnaan gram, dan pewarnaan endospora. Pewarna basa akan

mewarnai dinding sel bakeri yang relatif negatif, contohnya metiline blue dan

kristal violet. Sedanglan pada pewarnaan tidak langsung, yang terwarnai adalah

lingkungan sekitar sel, tetapi tidak mewarnai sel karena daya mewarnai pada zat ini

berada pada ion negatif dan tidak bereaksi dengan ion negatif lainnya dari sel

bakteri.(Temaja, 2010)
Beberapa contoh bahan pewarnaan :

Karbol kristal ungu 0,5 % Cairan Lugol

Alkohol 96 % Air Fukhsin 0,5 %

Minyak Immersi Aquadest


(Andriyani, 2014)

STRUKTUR DAN FUNGSI SEL BAKTERI DAN PEWARNAAN

Pengertian Sel

SEL adalah bagian terkecil dari tubuh makhluk hidup yang membentuk struktur

dan fungsi tertentu. Kata Sel itu sendiri dikemukakan oleh :

Robert Hooke : Pengamatannya terhadap gabus dari kulit pohon

Quecus Suber terlihat ruangan-ruangan kosong dan kecil yang diberi

istilah Sel.

Felix Dujardin : Menemukan bahwa didalam Sel yang hidup tidak

kosong melainkan terhadap subtansi.

Robert Brown : Menemukan adanya inti Sel pada setiap Sel hidup.

(Majid, 2013)

Sel merupakan unit fungsional dan struktural dasar dari suatu makhluk

hidup. Sel tersusun atas bagian-bagian yang masing-masing memiliki struktur dan

fungsi yang berbeda. Berdasarkan beberapa sifat, antara lain ada tidaknya sistem
endomembran, dikelompokkan dalam dua tipe sel, yakni sel prokariot dan eukariot.

(Hirmarizqi, 2016)

Sel ialah unit terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis.

Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel

dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Makhluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniselular), misalnya

bakteri, Archaea, serta sejumlah fungi dan protozoa) atau dari banyak sel

(multiselular). Pada organisme multiselular terjadi pembagian tugas terhadap sel-

sel penyusunnya, yang menjadi dasar bagi hirarki hidup. (Wastanto, 2009)

Bagian-Bagian Sel

Membran Sel adalah selaput yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa

kimia. Fungsi dari membran sel ini adalah sebagai pintu gerbang yang dilalui zat,

baik menuju atau meninggalkan sel. (Majid, -)

Inti dari sel, berbentuk bulat, dibatasi oleh membran sehingga cairan sel bisa keluar

masuk .Secara kimia terdiri dari DNA, RNA dan protein (histon). Dalam nukleus

terdapat kromosom yang berfungsi untuk pembelahan sel

Fungsi nukleus :

Mengendalikan metabolisme sel

Tempat penggandaan dan transkripsi DNA

Pengatur pembelahan sel dan pembawa informasi genetik

(Pambudi, -)
Sitoplasma dan Organel sel Sitoplasma adalah bagian yang cair dalam sel.

Khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan nukleoplasma.

Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%). Berfungsi sebagai pelarut zatzat

kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel. Organel sel adalah benda-

benda yang terdapat dalam sitoplasma dan bersifat hidup serta menjalankan fungsi-

fungsi kehidupan.

a. Nukleus mengendalikan seluruh kegiatan Sel. Beberapa bagian penting dari

nucleus antara lain selaput inti (karioteka),Nukleoplasma dan Nukleous

b. Ribosom (ergastoplasma) adalah organel sel terkecil di dalam sel. Fungsi

ribosom adalah sebagai tempat sintesis protein.

c. Retikulum endoplasma (RE) adalah struktur berbentuk benang-benang yang

bermuara di inti sel. Dikenal dua jenis retikulum endoplasma, yaitu :

I. Retikulum endoplasma granuler( retikulum endopl asma kasar). RE

kasar tampak kasar karena ribosom menonjol di permukaan

sitoplasmik membrane.

II. Retikulum endoplasma agranuler (retikulum endoplasma halus). RE

halus diberi nama demikian karena tidak mempunyai ribosom.

d. Mitokondria. Fungsi mitikondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang

menghasilkan banyak energi ATP. Secara garis besar, tahap respirasi pada

tumbuhan dan hewan melewati jalur yang sama, yang dikenal sebagai daur

atau siklus krebs yang berlangsung di dalam mitikondria.

e. Lisosom. Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan

enzim pencernaan seluler.


f. badan golgi (aparatus golgi / diktiosom) berhubungan dengan fungsi

menyotir dan mengirim produk sel. Badan golgi berperan penting dalam sel-

sel yang secara aktif terlibat dalam sekresi.

g. Sentrosom (sentriol) berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan

sel baik mitosis maupun meiosis.

h. Plastida berperan dalam fotosintesis. Plastida adalah bagian dari sel yang

bisa ditemui pada alga dan tumbuhan (kingdom plantae). Dikenal tiga jenis

plastida, yaitu : (1) Leukoplas : berwarna putih berfungsi sebagai

penyimpanan makanan. (2) Kloroplas : plastida berwarna hijau, berfungsi

menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. (3)

Kromoplas : plastida yang mengandung pigmen.

i. Vakuola (rongga sel) berisi : garam-garam organik, glikosida, tanin (zat

penyamak), minyak eteris misalnya ( jasmine pada melati, roseine pada

mawar, dan zingiberine pada jahe), alkaloid misalnya (kafein, kinin, nikotin,

likopersin, dll), enzim, dan butir-butir pati.

j. Mikrotubulus berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai

rangka sel. Selain itu, mikrotubulus berguna dalam pembentukan sentriol,

agela, dan silia.

k. Mikro lamen terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan

miosin seperti pada otot. Mikro lamen berperan dalam pergerakan sel. l).

Peroksisom (badan mikro) senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan

banyak mengandung enzim oksidae dan katalase (banyak disimpan dalam

sel-sel hati). (Majid, 2013)

Sel Prokariot
Sel prokariot adalah organisme dengan struktur sederhan. Pada sel ini tidak

mempunyai membran pembungkus nukleus. Merupakan sel uniseluler. Yang termasuk

dalam golongan ini adalah bakteri, ganggang hijau, mikoplasma, aactinomycetes dan

ricketsi.

Ciri-ciri sel prokariot :

1. Tidak mempunyai membran internel antara nukleus dan sitoplasma

2. Perbanyakan sel dengan cara pembelahan diri (binary vision) yang sangat

sederhana.

3. Dinding selnya mengandung struktur yng kompleks yaitu mukopolipeptida.

Sel prokariot dikelilingi oleh membran sitoplasma yang mengatur keluar masuknya

bahan makanan. Bagian luar dikelilingi oleh sel kaku.

Didalam sitoplasma prokariot terdapat organel-organel yaitu :

Inti dari sek prokariot hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya.

Tidak mempunyai kromosom yang terikat, tidak mempunyai nukleolus dan

membran nukleus.

Dinding sel

pada bakteri terdapat struktur peptidoglikn yang tidak dipunyai golongan sel lain.

Bakteri terbagi 2 menurut struktur dinding sel yaoti bakteri gram positif terdiri dari

90% peptidoglikan dan 10% asam teikoat, dinding bakteri gram negatif 5-20%

peptidoglikan dan struktur lainnya terdiri dari lemak polisakarida dan protein.

Ribosom : Merupakan partikel kecil yang terdiri dari protein dan RNA (Ribo

Nucleic Acid) yang berfungsi untuk sintesis protein.

Granula : Befungsi sebagai cadangan makanan.

Nukleus : bahan DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) sebagai pembawa informasi

genetik
Meososom : merupakan lipatan dari membran sitoplasma.

Flagela : merupakan alat gerak terdiri dari protein dengan garis tengah 12-30 nm.

Sel Eukariot

Sel-sel eukariotik memiliki struktur yang lebih maju dari pada sel-sel prokariotik.

Sel pada umumnya terlihat sebagai massa yang jernih dengan bentuk yang tidak teratur,

dibatasi oleh suatu selaput dan ditengan-tengahnya terdapat bangunan yang lebih bulat

disebut nukleus.

1. Membran Sel

Membran sel berupa selaput tipis, disebut juga plasmalemma. Pengamatan dengan

mikroskop cahaya tidak terlihat dengan jelas.

2. Plasma Sel

Disebut juga sitoplama. Istilah ini digunakan untuk memberikan nama dari cairan

sel dan segala sesuatu yang terlarut didalamnya, untuk membedakan cairan yang

berada di dalam inti sel yaitu nukleoplasma. Didalam sitoplasma terdapat organel-

organel antara lain.

Retikulum

Ribosom

Mitokondria

Badan golgi

Lisosom

Sentrosom

Vakuola

Khloroplas

a. Retikulum Endoplasma

Berupa sistem membran yang sangat luas didalam ssel, berupa saluran-
saluran dan tabung pipih. Ruang yang terkurung membran itu saling

berhubungan. Membran yang menyusunnya sama dengan membran plasma

hanya lebih tipis. Ada dua jenis RE yaitu RE halus dan RE kasar

Retikulum endoplasma halu dalam bahasa inggris disebut SER (Smooth

Endoplasmic Reticulum). Permukaannya halus karena tidak adanya ribosom

yang menempel. Sedangkan Retikulum Endoplasma kasar disingkat RER

(Rough Endoplasmic Reticulum). Permukaannya kasar dikarenakan adanya

Ribosom yang menempel padanya.

b. Ribosom

Merupakan struktur yang paling kecil yang tersuspensi didalam

sitoplasma. Bentuknya agak bulat dengan diameter kurang lebih 250. Ada

yang melekat pada bagian luar RE dan ada yang tersebar bebas di dalam

sitoplasma.

c. Mitokondria

Bentuknya lonjong atau oval, berdiameter kurang lebih 0,2m.

mitokondria memiliki membran rangkap, membran dalam bentuk lipatan-

lipatan didalam krista. Fungi utama dari mitokondria adalah sebagai tempat

respirasi atau pembangkit energi.

d. Badan Golgi

Berupa tumpukan kantong-kantong pipih dan butiran-butiran. Kantong

pipih dinamakan sisternae atau sakulus. Tiap sakulus cenderung mempunyai

bentuk seperti cakram. Usunan ssissternae atau sakulus disebut dengan

diktiosom.

e. Lisosom

adalah struktur yang agak bulat yang dibatasi oleh membran tunggal.

Lososm hanya ditemukan pada sel hewan saja, dan hingga saat ini belum ada

bukti meyakinkan bahwa lisosom ditemukan pada sel tumbuhan. Lisosom


berisi enzim-enzim hidrolitik untuk memecah polisakarida, lipid, fosfolipid,

protein dan asam inti.

f. Sentrosom

Sentrosom berupa bola duri karena adanya saraf radial. Didalamnya

terdapat sentrosfer yang mengandung dua buah sentriol yang berguna untuk

sel dalam menduplikasikan diri. Pada beberapa sel sentriol menduplikasikan

diri membentuk basal bodi dari silia hingga flagella.

g. Vakuola

Adalah organel sitoplasmik yang dibatasi oleh selaput tipis yang disebut

tonoplas, umumnya berupa rongga atau gembungan. Pada hewan vakuola

biasa berukuran kecil sedangkan pada tumbuhan dapat berukuran menengah

hingga besar.

h. Khloroplas

Hanya terdapat pada tumbuhan dan ganggang tertentu. Pada sel tumbuhan,

khloroplas umumny dijumpai dalam bentuk cakram dengan diameter 5-8m

dan tebal antara 2-4 m. dilamnya terdapat stroma yaitu suatu cairan. Didalam

stroma terdapat struktur membran tilakoid. Tumpukannya disebut granum.

Bagian dalam tilakoid disebut lokulus. Dalam tilakoid terdapat enzim untuk

kelengkapan reaksi terang fotosintesis dan disinilah terdapat khlorofil.

i. Organel Lain

Bagian lain yang terdapat pada el eukariotik adalah dinding sel. Protista,

fungi dan tumbuhan, sel-selnya dikelilingi oleh dinding sel. Dinding ini

disusun oleh molekuk polisakarida.

Organel lain adalah plastida yang juga terdapat pada sel-sel eukariotik.

Sel tumbuhan mengandung plastida.

3. Inti Sel

Inti sel atau nukleus berbentuk bulat lonjong, dibatasi oleh membran rangkap.
Ada dua variasi bentuk inti sel pada beberapa sel. Misalnya pada sel darah putih

berbentuk lengkung sedangkan sel darah merah tidak ada inti sel. Jumlah inti sel

umumnya hanya 1 namun ada beberapa sel memiliki nukleus lebih dari 1. Bagian dari

inti sel adalah membran inti atau karioteka, nukleoplasma, nukleolus, dan benang

kromatin. Nukleoplasma adalah cairan didalam membran inti yang terlarut materi

fosfat, gula ribosa, dan deoksiribosa, protein, nukleotida, dan asal inti. Kromosom

mengandung materi genetik yang mengontrol aktivitass hidup sel dan mengatur

pewarisan sifat keturunan.

Pewarnaan Bakrteri

Pewarnaan bakteri bertujuan untuk memudahkan melihat bakteri dengan

mikroskop, memperjelas ukuran dan bentuk bakteri, untuk melihat struktur luar dan

struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola, menghasilkan sifat-sifat fisik

dan kimia yang khas daripada bakteri dengan zat warna, serta meningkatkan kontras

mikroorganisme dengan sekitarnya. Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat

dibedakan menjadi tiga macam yaitu pengecatan sederhana, pengecatan diferensial

dan pengecatan struktural. Pemberian warna pada bakteri atau jasad- jasad renik

lain dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis, atau

olesan, yang sudah difiksasi, dinamakan pewarnaan sederhana. Prosedur

pewarnaan yang menampilkan perbedaan di antara sel-sel mikroba atau bagian-

bagian sel mikroba disebut teknik pewarnaan diferensial (Soni, 2010)

Beberapa jenis pewarnaan antara lain adalah pewarnaan langsung dengan

pewarnaan basa, pewarnaan tidak langsung atau pewarnaan negatif dengan

pewarnaan asam, pewarnaan gram, dan pewarnaan endospora. Pewarna basa akan
mewarnai dinding sel bakeri yang relatif negatif, contohnya metiline blue dan

kristal violet. Sedanglan pada pewarnaan tidak langsung, yang terwarnai adalah

lingkungan sekitar sel, tetapi tidak mewarnai sel karena daya mewarnai pada zat ini

berada pada ion negatif dan tidak bereaksi dengan ion negatif lainnya dari sel

bakteri. (Temaja, 2010)

Teknik Pewarnaan Bakteri

Bakteri dapat dibedakan melalui teknik pewarnaan gram. Teknik pewarnaan gram

tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu. Bakteri gram negatif ditandai

dengan pewarnaan ungu sedangkan yang positif berwarna merah. (Pramuditya,

Daris, Furi, 2011)

Untuk pewarnaan gram, terlebih dahulu dibuat apusan bakteri pada kaca objek yang

kering dan bersih. Kemudian difiksasi diatas nyala api Bunsen atau di udara barulah

dilakukan pewarnaan dengan larutan kristal violet selama 1-1,5 menit. Selanjutnya

dicuci dengan air suling dan ditetesi dengan larutan garam iodine, dibiarkan selama

1 menit. Kemudian dicuci dengan larutan alkohol 95% sampai warnanya terhapus

yang biasanay selama 30 detik. Cuci kembali dengan air dan kemudian diwarnai

dengan safranin atau karbol fuhsin selama 5 15 menit. Cuci lagi dengan air,

kelebihan air dibuang dengan menggunakan kertas hisap tanpa menggosok sediaan.

Selanjutnya dikeringkan di udara atau diatas nyala api Bunsen. Diamati dibawah

mikroskop dengan pembesaran 100x memakai minyak emersi. (Temaja, 2010)

Teknik pewarnaan warna pada bakteri juga dapat dibedakan menjadi tiga macam

yaitu pengecatan sederhana, pengecatan diferensial dan pengecatan struktural.

Pemberian warna pada bakteri atau jasad- jasad renik lain dengan menggunakan
larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis, atau olesan, yang sudah difiksasi,

dinamakan pewarnaan sederhana. Prosedur pewarnaan yang menampilkan

perbedaan di antara sel-sel mikroba atau bagian-bagian sel mikroba disebut teknik

pewarnaan diferensial.(Soni, 2010)

KESIMPULAN

1. Sel merupakan unit fungsional dan struktural dasar dari suatu makhluk hidup.

Berdasarkan beberapa sifat, antara lain ada tidaknya sistem endomembran,

dikelompokkan dalam dua tipe sel, yakni sel prokariot dan eukariot.

2. Bagian-bagian dari sel antara lain membrane sel, inti sel, bosom, badan golgi,

mitokondria, sitoplasma, vakola, dan verisikel

3. Sel prokariot adalah organisme dengan struktur sederhan. Pada sel ini tidak

mempunyai membran pembungkus nukleus. Merupakan sel uniseluler. Yang

termasuk dalam golongan ini adalah bakteri, ganggang hijau, mikoplasma,

aactinomycetes dan ricketsi.

4. Sel-sel eukariotik memiliki struktur yang lebih maju dari pada sel-sel prokariotik. Sel

pada umumnya terlihat sebagai massa yang jernih dengan bentuk yang tidak teratur.

5. Pewarnaan bakteri bertujuan untuk memudahkan melihat bakteri dengan

mikroskop, memperjelas ukuran dan bentuk bakteri, untuk melihat struktur


luar dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola, menghasilkan

sifat-sifat fisik dan kimia yang khas daripada bakteri

6. Bakteri dapat dibedakan melalui teknik pewarnaan gram. Teknik pewarnaan

gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu. Bakteri gram

negatif ditandai dengan pewarnaan ungu sedangkan yang positif berwarna

merah.

DAFTAR PUSTAKA

Abdillah, N. 2015. Keanekaragaman Mikroorganisme (Bakteri). Universitas

Haluleo. Sulawesi Tenggara

Budiyanto, Ramadani,D., Ariska,D., Asiyano,D., Damayanti,D., Purnamasari, G.,

Wastanto,D,T., Syaman, O., Edward,E., Syahrial,F,N., Saputr,G,B., 2009,

Struktur sel, Fursi organel dan Komunikasi Antar Sel, Politeknik Negeri

Jember. Jawa Tengah

Dyah,A., Anariyani,D., Artha,S,P., 2014, Pewarnaan Gram Bakteri.

Universitas Indonesia. Jakarta

Fardiaz,S., 1993, Analisis Mikrobiologi Pangan. PT. RajaGrafindo Persada: Jakarta

Hirmarizai,N,A., Lestari, A., Novalia, Lusiana,V., 2014, PENGAMATAN SEL

PROKARIOT DAN SEL EUKARIOT PADA ORGANISME BAKTERI

Staphylococcus aureus, UMBI BAWANG BOMBAY (Allium cepa), DAN


JAMUR PADA TEMPE (Rhizopus oryzae), Universitas Bangka Belitung.

Bangka Belitung

Khoirin,M., 2014, Reproduksi dan Pertumbuhan Bakteri, Universitas Syahkuala.

Banda Aceh

Lira,F,R., Sari,D,A., Filayani, I., Septian,R,E., 2010, Mikrobiologi : Bakteri.

Universitas Negeri Surabaya. Surabaya

Majid,R,A., 2013, Struktur dan Fungsi Sel. Universitas Pahlawan. Bogor

Muslimin,L,W., 1996. Mikrobiologi Lingkungan. Subba Rao: Jakarta

Nurkamila,S,U., 2012, Pewarnaan Sel, Universitas Udayana. Bali

Pramudya,A, Daris, Furi,D,O., 2011, PEWARNAAN GRAM DAN

PENGAMATAN MORFOLOGI BAKTERI, Universitas Muhammadiyah

Surakarta.Solo

Pramitasari,S., Durniana,F,I., Zunitasari,D., Anggraini, A,D., Nugraheni., Sel

Pokariotik, Sel Eukariotik dam Virus. Universitas negri Yoyakarta.

Yogyakarta

Soni, A., 2010, Pewarnaan Sel (BAkteri dan Jamur) dan Pewarnaan. Universitas

Brawijaya, Malang

Sumadi dan Mariari,A., 2007. Biologi Sel, Graha Ilmu: Yogyakara

Temaja,B,D,W., 2010, Pewarnaan Sel Bakteri. Universiyas Udayana. Bali