You are on page 1of 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam
penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait
dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak juga merupakan sesuatu
yang harus diperoleh. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan
dibahas terutama dalam era reformasi ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih
diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum reformasi. Perlu diingat bahwa
dalam hal pemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan
orang lain. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang lain dalam
usaha perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita sendiri. Dalam hal ini penulis
merasa tertarik untuk membuat makalah tentang HAM. Maka dengan ini penulis
mengambil judul Hak Asasi Manusia.

Secara teoritis Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia yang
bersifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah dari Tuhan yang Maha Esa yang
harus dihormati, dijaga, dan dilindungi. hakikat Hak Asasi Manusia sendiri adalah
merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi
keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. Begitu juga
upaya menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia menjadi
kewajiban dan tangung jawab bersama antara individu, pemeritah (Aparatur
Pemerintahan baik Sipil maupun Militer), dan negara.

Berdasarkan beberapa rumusan hak asasi manusia di atas, dapat ditarik kesimpulan
tentang beberapa sisi pokok hakikat hak asasi manusia, yaitu :

a. HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun di warisi, HAM adalah bagian dari
manusia secara otomatis.
b. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama,
etnis, pandangan politik atau asal usul sosial, dan bangsa.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 1


c. HAM tidak bisa dilanggar, tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau
melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah negara
membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, rumusan masalah dapat di
buat sebagai berikut:
a. Bagaimana sejarah Hak Asasi Manusia (HAM)?
b. Apa yang dimaksud dengan Hak Asasi Manusia (HAM)?
c. Apa tujuan dibuatnya Hak Asasi Manusia (HAM)?
d. Apa ciri khusus Hak Asasi Manusia (HAM)?
e. Apa saja jenis/macam Hak Asasi Manusia (HAM)?
f. Bagaimana perkembangan pemikairan Hak Asasi Manusia (HAM)?
g. Apa dasar hukum yang mengatur Hak Asasi Manusia (HAM)?
h. Apa saja undang-undang yang mengatur Hak Asasi Manusia (HAM)?
i. Bagaimana penerapan Hak Asasi Manusia (HAM) pada Pancasila?
j. Apa permasalahan dan penegakan HAM di Indonesia?

k. Bagaiaman contoh pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia?

1.3 Tujuan Penulisan


Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijabarkan diatas, tujuan dari penulisan
makalah ini adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui sejarah Hak Asasi Manusia (HAM)
b. Mengetahui Apa yang dimaksud dengan Hak Asasi Manusia (HAM)
c. Mengetahui tujuan dibuatnya Hak Asasi Manusia (HAM)
d. Mengetahui ciri khusus Hak Asasi Manusia (HAM)
e. Mengetahui jenis/macam Hak Asasi Manusia (HAM)
f. Mengetahui perkembangan pemikairan Hak Asasi Manusia (HAM)
g. Mengetahui dasar hukum yang mengatur Hak Asasi Manusia (HAM)
h. Mengetahui undang-undang yang mengatur Hak Asasi Manusia (HAM)
i. Meengetahui penerapan Hak Asasi Manusia (HAM) pada Pancasila
j. Meengetahui permasalahan dan penegakan HAM di Indonesia

k. Meengetahui contoh pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 2


1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dengan pengumpulan data-data
observasi lapangan dan studi literature.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 3


BAB II

HAM (HAK ASASI MANUSIA)

2.1 Sejarah HAM (Hak Asasi Manusia)

Gambar 1. Universal Declaration of Human Rights

Sejarah asal mula Hak Asasi manusia berawal dari Eropa Barat yaitu

inggris.tonggak pertama kewenangan hak asasi ialah pada tahun 1215 dengan lahirnya

(Magna Charta). Dalam Magna Charta dijelaskan raja tidak lagi betindak sewenang-

wenang dan harus mendapat persetujuan para bangsawan.

Perkembangan berikutnya revolusi amerika (1776), dan revolusi perancis (1789).

Dua revolusi pada abad ke XVIII ini besar sekali pengaruhnya terhadap perkembangan

hak asasi manusia tersebut. Tahun 1789 munculnya revolusi perancis yang bertujuan

untuk membebasakan warga negara perancis dari kekangan kekuasaan mutlak dari

seorang penguasa tunggal Negara (absolute monarchie) di perancis pada waktu itu (Raja

Louis XVI)istilah yang dipakai pada waktu itu Droit De IHommeyang artinya hak

manusia didalam bahasa inggris disebut Human Rights atau Mensen Rechten dalam

bahasa belanda dalam bahasa indonesia Hak-hak kemanusiaan atau dikenal dengan

istilah Hak-hak Asasi Manusia

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 4


Dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 Pasal 1 angka 1 ditegaskan bahwa Hak Asasi

Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia

sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah Nya, yang wajib

dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara, hukum dan pemerintahan dan

setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Sebagai

warga Negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia tanpa

membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.

2.2 Pengertian Hak Asasi Manusia

Gambar 1. Hak Asasi Manusia di dunia

HAM (Hak Asasi Manusia) merupakan hak yang melekat pada diri setiap

manusia sejak dilahirkan dan berlaku seumur hidup, tidak dapat diganggu gugat oleh

siapapun. Sebagai warga negara Indonesia yang baik kita harus menjunjung tinggi

nilai HAM tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain

sebagainya. Dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 Pasal 1 ayat 1 ditegaskan bahwa Hak

Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan

manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah Nya, yang

wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara, hukum dan

pemerintahan dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan

martabat manusia..

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 5


Ada 3 hak asasi manusia yang paling fundamental (pokok), yaitu :

1. Hak Hidup (life)

2. Hak Kebebasan (liberty)

3. Hak Memiliki (property)

Ketiga hak tersebut merupakan hak yang fundamental dalam kehidupan sehari hari.

Adapun ruang lingkup HAM meliputi:

1. Hak pribadi: hak-hak persamaan hidup, kebebasan, keamanan, dan lain-lain;

2. Hak milik pribadi dan kelompok sosial tempat seseorang berada;

3. Kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan; serta

4. Hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial

2.3 Tujuan HAM

Tujuan HAM sangat sederhana adalah untuk selalu menyadari keberadaan,

menghormati dan menegakkan HAM serta martabat pribadi manusia demi terciptanya

keadilan dan perdamaian diseluruh dunia, khususnya bagi para anggota yang

tegabung didalamnya.

2.4 Ciri Khusus Hak Asasi Manusia (HAM)

Hak asasi manusia atau HAM mempunya beberapa ciri-ciri khusus jika dibandingkan

dengan hak-hak yang lainnya. Berikut ciri khusus hak asasi manusia :

1. Tidak dapat dicabut, HAM tidak dapat dihilangkan atau diserahkan.

2. Tidak dapat dibagi, semua orang berhak untuk mendapatkan semua hak, baik

itu hak sipil, politik, hak ekonomi, sosial, dan budaya.

3. Hakiki, HAM merupakan hak asasi semua manusia yang sudah pada saat

manusia itu lahir.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 6


4. Universal, HAM berlaku bagi semua orang tanpa memandang status, suku,

jenis kelamin, atau perbedaan yang lainnya. Persamaan merupakan salah satu

dari berbagai ide hak asasi manusia yang mendasar.

2.5 Macam-Macam HAM

Hak-hak asasi manusia dapat dibagi atau dibedakan sebagai berikut:

1. Hak Asasi Pribadi

Hak asasi pribadi ialah hak yang masih berhubungan dengan kehidupan pribadi

manusia. Contoh dari hak asasi pribadi sebagai berikut :

a. Hak kebebasan untuk dapat bergerak, bepergian, serta berpindah-pindah

tempat.

b. Hak kebebasan dalam mengeluarkan atau menyatakan suatu pendapat.

c. Hak kebebasan dalam memilih dan juga aktif berorganisasi.

d. Hak kebebasan dalam memilih, memeluk, dan menjalankan agama yang

diyakini oleh tiap-tiap manusia.

2. Hak Asasi Politik

Hak asasi politik ialah hak yang berhubungan dengan kehidupan politik. Contoh

dari hak asasi politik sebagai berikut :

a. Hak dalam memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan umum.

b. Hak ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintahan.

c. Hak guna dalam membuat dan mendirikan partai politik serta mendirikan

organisasi politik lainnya.

d. Hak untuk membuat serta mengajukan usulan petisi.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 7


3. Hak Asasi Hukum

Hak asasi hukum ialah kesamaan kedudukan dalam hukum dan juga

pemerintahan, yaitu hak yang berhubungan dengan berbagai kehidupan hukum

dan juga pemerintahan. Contoh dari hak asasi hukum sebagai berikut :

a. Hak guna mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum serta

pemerintahan.

b. Hak menjadi pegawai negeri sipil atau PNS.

c. Hak untuk mendapat layanan dan perlindungan hukum.

4. Hak Asasi Ekonomi

Hak asasi ekonomi ialah hak yang berhubungan dengan berbagai kegiatan

perekonomian. Contoh dari hak asasi ekonomi sebagai berikut :

a. Hak kebebasan dalam melakukan berbagai kegiatan jual beli.

b. Hak kebebasan dalam mengadakan perjanjian kontrak.

c. Hak kebebasan dalam menyelenggarakan kegiatan sewa-menyewa atau utang

piutang.

d. Hak kebebasan untuk mempunyai sesuatu.

e. Hak memiliki serta mendapatkan pekerjaan yang layak.

5. Hak Asasi Peradilan

Hak asasi peradilan ialah hak untuk diperlakukan sama terhadap tata cara

pengadilan. Contoh dari hak asasi peradilan sebagai berikut :

a. Hak dalam mendapatkan pembelaan hukum di depan pengadilan.

b. Hak persamaan dalam perlakuan penggeledahan, penahanan, penyelidikan,

penangkapan di muka hukum.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 8


6. Hak Asasi Sosial Budaya

Hak asasi sosial budaya ialah hak yang brhubungan dengan kehidupan dalam

bermasyarakat. Contoh hak asasi sosial budaya sebagai berikut :

a. Hak dalam memilih, menentukan, serta mendapatkan pendidikan.

b. Hak mendapatkan pengajaran.

c. Hak dalam mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan juga minat.

2.6 Perkembangan Pemikiran HAM

Dibagi dalam 4 generasi, yaitu :

1. Generasi pertama berpendapat bahwa pemikiran HAM hanya berpusat pada

bidang hukum dan politik. Fokus pemikiran HAM generasi pertama pada bidang

hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan situasi perang dunia II,

totaliterisme dan adanya keinginan Negara-negara yang baru merdeka untuk

menciptakan sesuatu tertib hukum yang baru.

2. Generasi kedua pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis

melainkan juga hak-hak sosial, ekonomi, politik dan budaya. Jadi pemikiran HAM

generasi kedua menunjukan perluasan pengertian konsep dan cakupan hak asasi

manusia. Pada masa generasi kedua, hak yuridis kurang mendapat penekanan

sehingga terjadi ketidakseimbangan dengan hak sosial-budaya, hak ekonomi dan

hak politik.

3. Generasi ketiga sebagai reaksi pemikiran HAM generasi kedua. Generasi ketiga

menjanjikan adanya kesatuan antara hak ekonomi, sosial, budaya, politik dan

hukum dalam suatu keranjang yang disebut dengan hak-hak melaksanakan

pembangunan. Dalam pelaksanaannya hasil pemikiran HAM generasi ketiga juga

mengalami ketidakseimbangan dimana terjadi penekanan terhadap hak ekonomi

dalam arti pembangunan ekonomi menjadi prioritas utama, sedangkan hak lainnya

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 9


terabaikan sehingga menimbulkan banyak korban, karena banyak hak-hak rakyat

lainnya yang dilanggar.

4. Generasi keempat yang mengkritik peranan negara yang sangat dominant dalam

proses pembangunan yang terfokus pada pembangunan ekonomi dan

menimbulkan dampak negative seperti diabaikannya aspek kesejahteraan rakyat.

Selain itu program pembangunan yang dijalankan tidak berdasarkan kebutuhan

rakyat secara keseluruhan melainkan memenuhi kebutuhan sekelompok elit.

Pemikiran HAM generasi keempat dipelopori oleh Negara-negara di kawasan

Asia yang pada tahun 1983 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut

Declaration of the basic Duties of Asia People and Government.

2.7 Awal perkembangan pemikiran HAM dunia

a) Magna Charta

Pada umumnya para pakar di Eropa berpendapat bahwa lahirnya HAM di

kawasan Eropa dimulai dengan lahirnya magna Charta yang antara lain memuat

pandangan bahwa raja yang tadinya memiliki kekuasaan absolute (raja yang

menciptakan hukum, tetapi ia sendiri tidak terikat dengan hukum yang dibuatnya),

menjadi dibatasi kekuasaannya dan mulai dapat diminta pertanggung jawabannya

dimuka hukum(Mansyur Effendi,1994).

b) The American declaration

Perkembangan HAM selanjutnya ditandai dengan munculnya The American

Declaration of Independence yang lahir dari paham Rousseau dan Montesquuieu.

Mulailah dipertegas bahwa manusia adalah merdeka sejak di dalam perut ibunya,

sehingga tidaklah logis bila sesudah lahir ia harus dibelenggu.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 10


c) The French declaration

Selanjutnya, pada tahun 1789 lahirlah The French Declaration (Deklarasi

Perancis), dimana ketentuan tentang hak lebih dirinci lagi sebagaimana dimuat

dalam The Rule of Law yang antara lain berbunyi tidak boleh ada penangkapan

tanpa alasan yang sah. Dalam kaitan itu berlaku prinsip presumption of innocent,

artinya orang-orang yang ditangkap, kemudian ditahan dan dituduh, berhak

dinyatakan tidak bersalah, sampai ada keputusan pengadilan yang berkekuatan

hukum tetap yang menyatakan ia bersalah.

d) The Four Freedom

Ada empat hak kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat, hak kebebasan

memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran agama yang diperlukannya,

hak kebebasan dari kemiskinan dalam Pengertian setiap bangsa berusaha

mencapai tingkat kehidupan yang damai dan sejahtera bagi penduduknya, hak

kebebasan dari ketakutan, yang meliputi usaha, pengurangan persenjataan,

sehingga tidak satupun bangsa berada dalam posisi berkeinginan untuk melakukan

serangan terhadap Negara lain (Mansyur Effendi,1994).

2.8 Perkembangan pemikiran HAM di Indonesia

Pemikiran HAM periode sebelum kemerdekaan yang paling menonjol pada

Indische Partij adalah hak untuk mendapatkan kemerdekaan serta mendapatkan

perlakukan yang sama hak kemerdekaan.

Perkembangan HAM di Indonesia untuk sekarang ini sudah cukup baik.

Contohnya saja didaerah Sleman Yogjakarta, Sri Sultan HB X dengan para pengusaha

dan pemerintah memberikan bantuan kepada semua masyarkat yogja yang

membutuhkan dan yang tertimpa musibah Gunung Merapi. Tiap pengungsi

mendapatkan jatah Rp 5 ribu per hari.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 11


Bagi warga yang rumahnya rusak, akan mendapatkan jatah sampai rumah

selesai dibangun. Sultan mengungkapkan dana pembangunan selter berasal dari

patungan pengusaha. Sedangkan pemerintah membantu pegadaan fasilitas air dan

listrik. Mengenai mata pencaharian, Sultan mengimbau warga untuk sementara

menebang pohon-pohon bambu.

Sejak kemerdekaan tahun 1945 sampai sekarang di Indonesia telah berlaku 3

UUD dalam 4 periode, yaitu:

2. Periode 18 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949, berlaku UUD 1945

3. Periode 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950, berlaku konstitusi

Republik Indonesia Serikat

4. Periode 17 Agustus sampai 5 Juli 1959, berlaku UUD 1950

5. Periode 5 Juli 1959 sampai sekarang, berlaku Kembali UUD 1945

2.9 Dasar hukum pendidikan Hak Asasi Manusia

Dasar hukum perlunya HAM serta isi pendidikan HAM dibagi atas dasar hukum

internasional dan nasional.

1) Dasar hukum internasional

a. Ada banyak instrumen internasional Hak Asasi MAnusia dalam bentuk

deklarasi, konvensi dan dan kovenan yang menjadi dasar hukum

internasional pendidikanHAM.Dari sekian instrumen tersebut, yang

terutama adalah:

Deklarasi universal Hak-hak Asasi Manusia dari PBB(universal

Declaration of Human Rights),10 desember 1948.

b. Konvensi hak-hak anak(20 november 1989)

c. Konvensi mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap

wanita,18 desember 1979.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 12


d. Konvensi tentang hak-yhak politik wanita 20 desember 1952.

e. Konvensi internasional tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi

rasial,21 desember 1965.

2) Dasar hukum Nasional

Dasar hukum nasional yang digunakan untuk pendidikan HAM adalah:

a. Pancasila sebagai landasan idiil

b. UUD 1945 sebagai landasan konstitusi

c. UUD No. 7 tahun 1984 tentang pengesahan konvensi mengenai penghapusan

segala bentuk diskriminasi terhadap wanita,24 juli 1984.

d. UU No. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia.

e. Tap MPR RI No. XVII/MPR 1998 tentang Hak Asas Manusia 13 November

1998.

f. UU pengesahan perjanjian internasional No.24 tahun 2000.

Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah setiap perbuatan seseoarang atau

kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak

disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi,

menghalangi, membatasi dan atau mencabut Hak Asasi. Manusia seseorang

atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang, dan tidak

mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum

yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1

angka 6 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM).

Pengadilan Hak Asasi Manusia adalah Pengadilan Khusus terhadap pelanggaran Hak

Asasi Manusia yang berat. Pelanggaran HAM yang berat diperiksa dan diputus oleh

Pengadilan HAM meliputi :

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 13


1. Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk

menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras,

kelompok etnis, kelompok agama.

2. Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan

sebagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa

serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil.

2.10 Undang - Undang yang mengatur HAM di Indonesia :


Undang-Undang tentang HAM di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 39 Tahun
1999. Adapun hak-hak yang ada dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 199
tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Hak untuk hidup (Pasal 4)
b. Hak untuk berkeluarga (Pasal 10)
c. Hak untuk mengembangkan diri (Pasal 11, 12, 13, 14, 15, 16)
d. Hak untuk memperoleh keadilan (Pasal 17, 18, 19)
e. Hak atas kebebasan pribadi (Pasal 20-27)
f. Hak atas rasa aman (Pasal 28-35)
g. Hak atas kesejahteraan (Pasal 36-42)
h. Hak turut serta dalam pemerintahan (Pasal 43-44)
i. Hak wanita (Pasal 45-51)
j. Hak anak (Pasal 52-66)

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 14


2.11 Hak Asasi Manusia (HAM) Dalam Pancasila

Gambar 1. Hak Asasi Manusia dalam Pancasila

Hak-hak asasi manusia dalam Pancasila dirumuskan dalam pembukaan UUD

1945 dan terperinci di dalam batang tubuh UUD 1945 yang merupakan hukum dasar

konstitusional dan fundamental tentang dasar filsafat negara Republik Indonesia serat

pedoman hidup bangsa Indonesia, terdapat pula ajaran pokok warga negara Indonesia.

Yang pertama ialah perumusan ayat ke 1 pembukaan UUD tentang hak kemerdekaan

yang dimiliki oleh segala bangsa didunia. Oleh sebab itu penjajahan di atas dunia

harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Kebulatan lima dasar dalam Pancasila, mengemukakan Pancasila seperti

dikemukakan Notonegoro dalam Pidato Dies Universitas Airlangga pada 10

Nopember 1955 secara filsafat kenegaraan, dan istilah Pancasila oleh Dr. Sumantri

Harjoprakoso dalam Indonesisch mensbeeld als basis ener psychotherapie (Leiden,

Juni 1956) yang juga digunakan dalam bidang kebatinan yang menyebut lima tabiat

manusia guna mencapai pendirian hidup sempurna, yaitu: 1. Rela, 2. Narimo (Jawa),

3. Temen (Jujur), 4. Sabar, dan 5. Budi luhur. Lima tabiat ini agar dapat

melaksanakan sandaran hidup yang dinamakannya Tri Sila yakni: a. eling

(beriman), b. percaya dan c. mituhu (setia). Pancasila juga dikemukakan Prof. Dr.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 15


Priyono, Menteri PP dan KK pada Seminar Ilmu dan Kebudayaan di Yogyakarta (29

Juni 1956) sebagai Panca Sila Bahasa Indonesia.

Hubungan HAM dengan Pembukaan, diperlihatkan dengan secara khusus hak asasi

kemerdekaan segala bangsa dan tujuan negara, baik keluar dan kedalam dicantumkan

dalam Pembukaan, sedangkan dalam UUDS hanya mencantumkan tujuan perdamaian

tanpa menjaga ketertiban dunia. Isi Mukaddimah UUDS juga dinyatakan sama

dengan Preambule Piagam Perdamaian (Charter for Peace). Yang menarik adalah

tinjauannya terhadap lima sila dalam Pancasila yang membantu para penyelenggara

memahami makna yang terkandung di dalamnya, sehingga dapat menilai apakah

konstitusi yang dirumuskan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

HAM juga terdapat di dalam Pembukaan konstitusi kita yang pernah berlaku. Namun,

pelaksanaan HAM tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Misalkan contoh

bagaimana kedudukan individu dalam sistem demokrasi? Demokrasi kita tetap

berlandaskan kolektivisme, bukan pertentangan individu dan social orde seperti

demokrasi liberal dan hak-hak lainnya yang tetap berlandaskan kondisi masyarakat

asli Indonesia.

2.12 Permasalahan dan Penegakan HAM di Indonesia

Gambar 1. Permasalahan Hak Asasi Manusia

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 16


Sejalan dengan amanat Konstitusi, Indonesia berpandangan bahwa pemajuan

dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahwa hak-hak sipil, politik,

ekonomi, sosial budaya, dan hak pembangunan merupakan satu kesatuanyang tidak

dapat di pisahkan, baik dalam penerapan, pemantauan, maupun dalam

pelaksanaannya. Sesuai dengan pasal 1 (3), pasal 55, dan 56 Piagam PBB upaya

pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui sutu konsep kerja sama

internasional yang berdasarkan pada prinsip saling menghormati, kesederajatan, dan

hubungan antar negaraserta hukum internasional yang berlaku.

Program penegakan hukum dan HAM meliputi pemberantasan korupsi,

antitrorisme, serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. Oleh

sebab itu, penegakan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas, tidak

diskriminatif dan konsisten.

Kegiatan-kegiatan pokok penegakan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut:

1. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari

2004-2009 sebagai gerakan nasional

2. Peningkatan efektifitas dan penguatan lembaga / institusi hukum ataupun

lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia

3. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga Negara di

depan hukum melalui keteladanan kepala Negara beserta pimpinan lainnya

untuk memetuhi/ menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta

konsekuen

4. Peningkatan berbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi

manusia dalam rangka menyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika

masyarakat dapat berjalan sewajarnya.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 17


5. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana,

Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi.

6. Peningkatan penegakan hukum terhadao pemberantasan tindak pidana

terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat lainnya.

7. Penyelamatan barang bukti kinerja berupa dokumen atau arsip/lembaga

Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakan hukum dan

HAM.

8. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektifitas penegakan

hukum dan HAM.

9. Pengembangan system manajemen kelembagaan hukum yang transparan.

10. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka

mewujudkan proses hukum yang kebih sederhana, cepat, dan tepat serta

dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

2.13 Pelanggaran HAM di Indonesia

1. Kasus terbunuhnya seorang aktivis HAM Munir Said Thalib

Gambar 1. Munir Said Thalib

Munir Said Thalib ditemukan meninggal dalam pesawat jurusan Jakarta-

Amsterdam, pada tanggal 7 September 2004. Pada saat itu ia berumur 38 tahun.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 18


Munir Said Thalib merupakan aktivis HAM paling vokal di tanah air. Jabatan

terakhirnya ialah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau HAM Indonesia

Imparsial.

Saat menjabat menjadi Dewan Kontras, namanya mencuat sebagai pejuang

bagi orang-orang hilang yang diculik pada kala itu. Pada saat itu ia membela para

aktivis yang merupakan korban penculikan Tim Mawar dari Kopasus Tentara

Nasional Indonesia. Setelah Soeharto sudah jatuh tidak menjadi presiden,

penculikan itu menjadi alasan dalam pencopotan Danjen Kopassus Prabowo

Subianto serta diadilinya para anggota tim Mawar.

Namun, sampai saat ini, kasus tersebut hanya mengadili seorang pilot

maskapai Garuda yang bernama Pollycarpus Budihari Priyanto. Polly

mendapatkan vonis hukuman penjara selama 14 tahun lamanya karena ia terbukti

berperan sebagai salah satu pelaku yang meracuni Munir dalam penerbangan

menuju Amsterdam. Namun, sampai saat ini sudah banyak pihak yang meyakini

bahwa Polly bukan otak pembunuhan tersebut.

2. Tragedi Wamena Berdarah pada tanggal 4 April 2003

Gambar 1. Tragedi Wamena Berdah

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 19


Tragedi Wamena berdarah terjadi pada tanggal 4 April 2003 pukul 01.00

waktu Papua. Terdapat sekelompok massa yang tidak dikenal membobol sebuah

gudang bersenjata Markas Kodim 1702/Wamena. Penyerangan tersebut

menewaskankan 2 anggota Kodim, yaitu Lettu TNI AD Napitupulu serta Prajurit

Ruben Kana yang keduanya merupakan penjaga gudang senjata. Kelompok

penyerang tersebut diduga membawa lari sejumlah senjata dan juga amunisi.

Dalam rangka pengejaran terhadap pelaku pembobolan gedung bersenjata

tersebut, aparat TNI-Polri diduga melakukan penyisiran, penyiksaan, perampasan

secara paksa, penangkapan sehingga pada saat itu menimbukan korban jiwa serta

pengungsian penduduk yang dilakukan secara paksa.

Tercatat 42 orang meninggal dunia yang disebabkan karena kelaparan dan

sebanyak 15 orang jadi korban perampasan. Komnas HAM menemukan

pemaksaan penanda tanganan surat pernyataan dan perusakan fasilitas umum.

Proses hukum atas kasus ini sampai saat ini masih buntu. Terjadi tarik ulur

diantara Komnas HAM dengan Kejaksaan Agung. Sementara tersangka terus

dapat menikmati hidupnya, mendapatkan sebuah kehormatan sebagai pahlawan,

dan menerima kenaikan pangkat serta promosi jabatan tanpa tersentuh hukum

sekalipun

3. Tragedi Semanggi dan Kerusuhan pada Mei Tahun 1998

Pada tanggal 13 hingga 15 Mei 1998, terjadi berbagai kerusuhan massif yang

terjadi hampir di seluruh tanah air. Puncaknya kerusuhan ini di Jakarta. Kerusuhan

ini diawali dengan kondisi krisis finansial Asia yang semakin hari semakin

memburuk. Dan dipicu oleh tewasnya 4 anggota mahasiswa Universitas Trisakti

yang terkena tembakan dalam demonstrasi pada 12 Mei tahun 1998.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 20


Gambar 1. Tragedi Semanggi mei 1998

Dalam proses hukumnya, Kejaksaan Agung menyatakan, kasus tersebut dapat

ditindak lanjuti apabila ada rekomendasi dari DPR ke Presiden. Karena belum

adanya rekomendasi, Kejaksaan Agung mengembalikan berkas penyelidikan

tragedi tersebut kepada Komnas HAM. Namun, Kejaksaan Agung beralasan

bahwa kasus ini tidak bisa ditindak lanjuti karena DPR sudah memutuskannya,

bahwa tidak ditemukan pelanggaran hak asasi manusia berat di dalamnya.

Dalih lainnya, Kejaksaan Agung beranggapan bahwa kasus penembakan

Trisakti sudah diputus oleh Pengadilan Militer pada tahun 1999, sehingga tidak

perlu diadili untuk yang kedua kalinya.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 21


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan kiprahnya.
Setiap individu mempunyai keinginan agar HAM-nya terpenuhi, tapi satu hal yang perlu
kita ingat bahwa Jangan pernah melanggar atau menindas HAM orang lain.Dalam
kehidupan bernegara HAM diatur dan dilindungi oleh perundang-undangan RI, dimana
setiap bentuk pelanggaran HAM baik yang dilakukan oleh seseorang, kelompok atau
suatu instansi atau bahkan suatu Negara akan diadili dalam pelaksanaan peradilan HAM,
pengadilan HAM menempuh proses pengadilan melalui hukum acara peradilan HAM
sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang pengadilan HAM.

3.2 Saran
Sebagai makhluk sosial kita harus mampu mempertahankan dan
memperjuangkan HAM kita sendiri. Di samping itu kita juga harus bisa menghormati
dan menjaga HAM orang lain jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM. Dan
jangan sampai pula HAM kita dilanggar dan dinjak-injak oleh orang lain.Jadi dalam
menjaga HAM kita harus mampu menyelaraskan dan mengimbangi antara HAM kita
dengan orang lain.

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 22


Daftar Pustaka

Idjehar, Muhammad Budairi, HAM versus Kapitalisme, Yogyakarta: INSIST Press,


2003.

Ubaidillah Ahmad dkk, Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani, Jakarta: ICCE
UIN Syarif Hidayatullah, 2000.

Alfin Achlamiyatus Samiyah. (juni, 2004). Makalah HAM. www.makalahkimiadasar.


blogspot.co.id/2015/10/makalah-ham.html

ARCHIRA. (april, 2014). Makalah HAM. https://docs.google.com/document/

d/1AZVJLuFYoQKNvc1RvXKFZZqJpkZm3Me7lqycYvB2-Vc/preview#

KEWARGANEGARAAN Hak Asasi Manusia 23