You are on page 1of 26

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Banyak sekali pengertian tentang manusia maupun penggolongannya.


Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani dan
istilah kebudayaan atau secara campuran. Secara biologis manusia dikatakan
sebagai homo sapiens artiya spesies mamalia yang memiliki tingkat kecerdasan
yang tinggi dibandingkan dengan spesies lainnya, selain itu dapat diartikan
sebagai manusia berfikir. Manusia sebagai homo sapiens atau manusia berfikir,
akan menghasilkan buah fikir yang beragam, seperti sains, teknologi (homo
faber), dan seni (homo esteticus). Hal tersebut merupakan hal terpenting dalam
peradaban.Kita ketahui bahwa sebenarnya sejak dulu sains, teknologi dan seni
sudah ada. Seseorang menggunakann sains, teknologi dan seni sebagai sarana
untuk hidup lebih baik, lebih aman dan sebagainya. Perkembangan ketiga bidang
tersebut juga terjadi karena seseorang menggunakan akalnya untuk menyelesaikan
setiap masalah yang dihadapinya agar di masa yang akan datang menjadi lebih
baik.Pada satu sisi, perkembangan dunia sains, teknologi dan seni yang demikian
mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi
kemajuan peradaban umat manusia. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan
banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Sumbangan
ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia
tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri
akan kenyataan bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni mendatangkan
malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia jika disalahgunakan.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 1


1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja masalah yang berkaitan dengan manusia, sains, teknologi dan
seni di Indonesia?
2. Bagaimana pengaruh sains, teknologi dan seni dalam kehidupan manusia?
3. Bagaimana dampak dari penyalahgunaan sains, teknologi dan seni dalam
kehidupan manusia?
4. Apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah
dalam kehidupan manusia yang berkaitan dengan sains, teknologi, dan
seni?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui masalah-masalah yang berkaitan dengan manusia,


sains, teknologi, dan seni di Indonesia.
2. Untuk mengetahui pengaruh sains, teknologi dan seni dalam kehidupan
manusia.
3. Untuk mengetahui dampak dari penyalahgunaan sains, teknologi dan seni dalam
kehidupan manusia.

4. Untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-


masalah dalam kehidupan manusia yang berkaitan dengan sains, teknologi
dan seni.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 2


BAB II

ISI

2.1 MANUSIA

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling


sempurna dibandingkan makhluk ciptaan Allah yang lain. Dikatakan paling
sempurna karena manusia dibekali akal sekaligus nafsu. Meskipun manusia
mempunyai nafsu tetapi yang paling berperan adalah akal. Akal ini bertujuan
untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, akal juga sebagai
alat untuk berfikir, berhitung, dan berkreasi sehingga kerja sama antara
keduanya sangat diperlukan dalam kehidupan manusia.

Pada hakekatnya manusia adalah makhluk monopluralis yaitu makhluk


yang terdapat banyak keragaman dalam dirinya, tetapi keragaman tersebut
hanya terdapat pada satu jiwa. Keragaman-keragaman manusia sebagai
makhluk monopluralis tersebut diantaranya:

1. Susunan kodrat
a. Susunan kodrat
manusia adalah mempunyai dua dimensi yaitu:

b. Jasmani
Sebagai bodi/badan atau rangka, yang terlihat oleh indera
kita.
c. Rohani
Ruh atau yang mengisi dan menjalankan badan tersebut. Di
mana dalam dimensi rohani manusia terdapat cipta, rasa,
dan karsa.

2. 2.Sifat kodrat
Secara kodrati sifat kodrat manusia yaitu sebagai berikut:

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 3


3. Makhluk individu Manusia dikatakan sebagai makhluk individu karena
setiap manusia tercipta dengan kepribadian, keunikan, serta kekurangan
dan kelebihan masing-masing sehingga setiap individu manusia berbeda-
beda dan memiliki ciri khas masing-masing.

Makhluk social
Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena manusia tidak
dapat hidup sendiri. Setiap manusia saling membutuhkan untuk dapat
melangsungkan hidupnya.

1. Kedudukan kodrat
Dalam kodratnya manusia memiliki kedudukan sebagai:

a. Makhluk pribadi
Sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai hak dan
kewajiban. Dalam menjalankan hak dan kewajiban ini haruslah
berlandaskan moral dan tanggung jawab sehingga dapat berjalan
seimbang sebagaimana mestinya.

b. Makhluk Tuhan
Sebagai makhluk tuhan manusia memiliki kewajiban
beribadah kepada Allah SWT serta segala sesuatu tindakan
manusia akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah. Selain
mempunyai hakekat hidup, manusia juga memiliki sifat-sifat,
diantaranya yaitu:

1) Sebagai makhluk yang berakal


2) Sebagai makhluk yang berbahasa
3) Sebagai makhluk yang beragama
Berdasarkan sifat-sifat tersebut di atas maka dalam diri
manusia selalu mempunyai pola pikir, pengharapan atau cita-cita
serta kehendak untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik
dari dalam kehidupannya dengan cara menciptakan sesuatu.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 4


2.2 SAINS
Sains merupakan bagian dari himpunan informasi yang termasuk
dalam pengetahuan alamiah, dan berisikan informasi yang memberikan
gambaran tentang struktur dari suatu sistem serta penjelasan tentang pola laku
sistem tersebut. Sistem yang dimaksud dapat berupa sistem alami maupun
sistem yang merupakan rekaan pemikiran manusia mengenai pola laku
hubungan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat.

Kita dapat mempelajari sains dari alam semesta yang dimulai dengan
bertanya kepada alam atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang alam.
Dari pertanyaan itulah kemudian muncul sebuah hipotesis yang akan diajukan
secara empiris sehingga dari pengujian empiris tersebut diperoleh informasi
yang valid dan dapat dipercaya.

Sains dan hasilnya dapat dirasakan dalam semua aspek kehidupan


manusia. Untuk itu sains harus menjadi bagian internal dari sistem pendidikan
nasional supaya para siswa menjadi warga negara dan masyarakat yang sadar
akan pentingnya sains di era masa kini.

Namun pada kenyataanya sains tidak selamanya berjalan dengan baik


dalam memberikan manfaat kepada umat manusia, karena sains dapat
berakibat buruk jika dipersalahgunakan.

Contoh-contoh sains :

1. Terlihatnya kembali ikan purba spesies coelancath di dasar laut


Sulawesi selama ekspedisi penelitian antara 31 mei - 4juni 2006.
2. Pengobatan migran dengan memanfaatkan medan magnet melalui
teknik Transcanial Magnetic Stimulation.
3. Ditemukannya spesies baru katak pohon di hutan Papua.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 5


2.3 TEKNOLOGI
Teknologi merupakan bagian dari himpunan informasi yang termasuk
dalam pengetahuan ilmiah yang berisikan informasi preskriptif mengenai
penciptaan sistem-sistem ciptaan tersebut. Penggunaan teknologi bertujuan
untuk memudahkan segala aktifitas yang berkaitan dengan efisien waktu dan
tenaga.

Penciptaan teknologi ini didorong oleh ciri otomatisme dari fenomena


teknik kehidupan masa kini yang menginginkan segala sesuatu menjadi lebih
cepat dan mudah, sama dengan sains, penggunaan teknologi dan hasilnya juga
memberikan kontribusi yang besar dari kesejahteraan hidup manusia disegala
aspek kihidupan. Namun sayangnya sekarang ini tidak semua teknologi dapat
membantu pekerjaan manusia, justru adapula teknologi yang malah membantu
menjadi boomerang akibat salah dalam memanfaatkannya. Oleh karena itu
dalam memanfaatkan teknologi haruslah didasari dengan moral dan etika yang
baik serta tanggungjawab sosial yang beradab.

Contoh-contoh teknologi

1. Teknologi komunikasi
Yaitu suatu sistem yang memungkinkan kita dapat
berkomunikasi dengan siapapun, kapanpun, dan dimanapun tidak
terbatas pada tempat, jarak dan waktu. Misal: internet, handphone,
bairless, dll.

2. Teknologi informasi
Yaitu suatu sistem yang memudahkan kita untuk memperoleh
berbagai macam info yang dibutuhkan secara praktis dan dalam waktu
yang relative singkat. Misal: internet, tv.

3. Bioteknologi
Yaitu suatu teknologi yang mampu memanipulasi proses alami
secara dramatis. Misal: cloning pada hewan dan tumbuhan.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 6


2.4 SENI
Menurut bahasa seni berarti indah, tetapi menurut istilah seni
merupakan suatu manisfestasi dan pancaran rasa keindahan, pemikiran,
kesenangan yang lahir dari dalam diri seseorang untuk menghasilkan suatu
aktiviti.

Wujud dari lahirnya suatu karya seni adalah hasil dari ide-ide para
seniman yang berlandaskan daya imajinasi, pengetahuan, pendidikan dan
inspirasi serta tenaga seniman itu sendiri. Karya seni dapat dituangkan dalam
bentuk garis, warna, gerak, bunyi, kata-kata, bahasa dan rupa bentuk yang
bersifat kreatif dan imajinatif dari suatu kemahiran.

Namun dijaman sekarang ini kita sering melihat ketidaksenonohan


mengenai suatu karya yang lahir dari diri seseorang dan di atas namakan
sebagai satu karya seni. Sebagai contoh:

1. Body painting (suatu lukisan yang berkanfaskan tubuh manusia hingga


kebagian yang tabu untuk diperlihatkan kepada orang lain)
2. Lukisan telanjang yang mengekspose bagian-bagian dan lekuk tubuh
manusia, yang umumnya adalah pada kaum wanita.
3. Goyang-goyang erotis yang sekarag ini sedang marak dikalangan para
penyanyi dangdut wanita.
Dari contoh-contoh di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa suatu
seni yang baik haruslah mengandung nilai-nilai keindahan, kebaikan, moral,
pendidikan serta tanggung jawab sosial yang tinggi baik kepada diri sendiri,
orang lain, dan masyarakat pada umumnya.

Macam-macam seni menurut Leo Toltoy:

a) Seni halus
b) Seni ukir
c) Seni tembikar ( seramik)
d) Seni logam
e) Seni tekstil

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 7


f) Seni pementasan
g) Seni sastra
h) Seni musik
2.5 BUDAYA
Budaya tidak dapat dilepaskan dan sangat terkait erat dengan
pengertian The Humanities yang berasal dari akar kata dalam bahasa Latin
Humanus yang maknanya secara etiologis manusiawi, berbudaya, dan
halus (refined). Jadi budaya adalah suatu sistem pengetahuan, gagasan dan
ide yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat, yang berfungsi sebagai
landasan pijak dan pedoman bagi masyarakat itu dalam bersikap dan
berperilaku.

Secara garis besar budaya merupakan suatu kekuatan yang tidak


tampak (invisible power), yang mampu menggiring dan mengarahkan manusia
untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan sistem pengetahuan dan gagasan
dibalik kebudayaan masyarakat, baik di bidang ekonomi, sosial, politik,
kesenian, dan sebagainya.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 8


BAB III

TINJAUAN TEORITIS

3.1 Hakekat dan Makna Sains, Teknologi dan Seni bagi Manusia

Berdasarkan kajian filsafat ilmu, istilah Ipteks (ilmu, pengetahuan,


teknologi dan seni) juga sering dibedakan secara terpisah atau sendiri-sendiri,
karena masing-masing ketiga istilah itu dianggap memiliki bobot keilmiahan yang
berbeda-beda. Menurut pengertian ini, pengetahuan merupakan pengalaman yang
bermakna dalam diri tiap orang yang tumbuh sejak ia dilahirkan. Oleh karena itu,
manusia yang normal, sekolah atu tidak sekolah, sudah pasti dianggap memiliki
pengetahuan. Pengetahuan dapat dikembangkan manusia karena dua hal :
Pertama : Manusia mempunyai bahasa yang dapat mengomunikasikan
informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut;
Kedua : Manusia mempunyai kamampuan berpikir menurut suatu alur
pikir tertentu yang merupakan kemampuan menalar. Penalaran merupakan
suatu proses berpikir menurut suatu proses berpikir dalam menarik
kesimpulan yang berupa pengetahuan.

Pengetahuan yang sifatnya acak perlu ditingkatkan lagi derajat atau bobot
keilmiahannya sehingga berubah menjadi ilmu. Dengan demikian pengetahuan
yang bersifat acak serta terbuka itu dengan melalui proses yang cukup panjang,
dapat diorganisasikan dan disusun menjadi bidang-bidang ilmu.

Ilmu dapat diartikan sebagai pengetahuan yang tersusun secara sistematis


dengan menggunakan kekuatan pemikiran, di mana pengetahuan tersebut selalu
dapat dikontrol oleh setiap orang yang ingin mengetahuinya. Berpijak dari
pengertian ini, maka ilmu memiliki kandungan unsur-unsur pokok sebagai
berikut:
Berisi pengetahuan (knowledge).
Tersusun secara sistematis.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 9


Menggunakan penalaran.
Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain

Sedangkan berbicara masalah teknologi, dimana istilah teknologi sendiri


sebenarnya sudah mengandung pengertian sains dan teknik atau engineering,
sebab produk-produk teknologi tidaklah mungkin ada tanpa didasari adanya sains.
Sementara itu, dalam sudut pandang budaya, teknologi merupakan salah satu
unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains.

Pada titik inilah kita berbicara tentang seni. Seni berasal dari bahasa Latin,
yaitu ars yang berarti kemahiran. Secara etimologis, seni (art) diformulasikan
sebagai suatu kemahiran dalam membuat barang atau mengerjakan sesuatu.
Pengertian seni merupakan kebalikan dari alam, yaitu sebagai hasil campur tangan
(sentuhan) manusia. Seni merupakan ekpresi jiwa seseorang yang hasil ekspresi
tersebut berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni dan keindahan
yang tercipta merupakan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Dengan seni, cipta
dan karya manusia, termasuk teknologi, di dalamnya mendapat sentuhan
keindahan atau estetika.

3.2 Hubungan antara Manusia, Sains, Teknologi dan Seni

Manusia sebagai subyek dan obyek sains, teknologi dan seni. Berkat
kemajuan ilmu dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat serta
perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan, sehingga dalam kegiatan
kehidupannya tersedia bebagai kemudahan. Hal ini memungkinkan manusia dapat
melakukan kegiatan lebih efektif dan efisien.

3.2.1 Hubungan Seni dan Teknologi dalam Kehidupan Manusia

Dalam kehidupan sehari-hari ini, berbagai pendapat yang


mempertentangkan praksis sains dan teknologi secara bipolar masih sering

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 10


terdengar. Sudah tentu, diskursus tersebut tidak mungkin muncul tanpa sejarah.
Salah satu penyebabnya, boleh jadi ialah karena pemahaman umum tentang
teknologi sebagai perpanjangan tangan dari sains modern yang dianggap selalu
berurusan dengan kepastian rasional dan serba keterukuran dalam logika
positivisme. Sedangkan seni atau lebih khusus lagi, seni rupa modern, umumnya
dilihat sebagai praksis filosofis yang justru identik dengan berbagai ketidak
pastian, penafsiran personal dan subjektivitas. Pertentangan bipolar itu juga terkait
dengan pandangan khalayak dari yang satu sisi memahami teknologi sebagai
perwujudan nyata dari cita-cita kemajuan peradaban modern secara konkrit,
berdampak pada kehidupan manusia. Sementara di sisi lain, melihat seni sebagai
aktualisasi pengalaman bhatin, intuisi, dunia praleflektif manusia dan khasanah
rasawi yang tak terjamah.Menanggapi perkembangannya video art, seni yang
hadir lewat teknologi video memiliki ciri unik itu sendiri. Secara sejarah, karya-
karya dalam video art menuntut kita untuk mendefinisikan kembali model
persepsi estetik secara baru karena karakter-karakter inheren medium video yang
khusus membedakan dengan seni lukis, tari, teater, bahkan sinema sekalipun.
Video merupakan rangkaian citra bergerak dan suara yang terikat dengan waktu
berbeda dengan lukisan. Karya-karya purwa rupa video art juga mendeskontruksi
konveksi narasi dan pola yang penting hadir dalam film. Ketika fotografi dan film
atau sinema hadir sebagai kebaruan dari teknologi dan seni, video art justru lahir
dari kecurigaan dan kritisme terhadap seni dan teknologi.

3.2.2 Peranan Sains, Teknologi, dan Seni bagi Kehidupan Manusia

a. Peran Terhadap Kebutuhan Pokok

Sandang : Salah satu contoh adalah manusia menemukan cara untuk


memintal benang sehingga dihasilkan sehelai kain dan pada saat ini telah
ditemukan mesin pintal modern yang dapat memproduksi kain dalam
jumlah besar dalam waktu yang relativ singkat dengan berbagai variasi
warna dan corak.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 11


Pangan : Dibidang pangan saat ini, manusia mampu mendapatkan pangan
yang lebih cepat dengan mempersingkat waktu panen. Ditemukan pula
pestisida sebagai pembasmi hama penyerang tanaman. Sedangkan pada
bidang kelautan terdapat alat bernama up welling untuk mendeteksi ikan
yang akan ditangkap.
Papan : Untuk memenuhi kebutuhan pemukiman, saat ini dijumpai
gedung-gedung bertingkat yang membutuhkan pondasi kuat dari beton
untuk dapat menopang dan menahan berat.

b. Peran Terhadap Peningkatan Kesehatan

Saat ini ketika ada orang yang organ tubuhnya sudah tidak dapat berfungsi
lagi, maka upaya cangkok mata, cangkok hati, cangkok ginjal bukan lagi menjadi
hal yang aneh. Bahkan tak jarang pula dilakukan pembuatan organ buatan yaitu
alat buatan manusia yang ditanam di dalam tubuh untuk menggantian bagian-
bagian yang sudah tidak dapat berfungsi lagi.

c. Peran Terhadap Penyediaan Energi

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Dengan kemajuan


teknologi, proses pengilangan minyak dan pengolahannya dapat dilakukan lebih
efisien. Disamping itu, ditemukannya alat-alat untuk mengolah potensi alam
untuk diubah menjadi energi juga semakin banyak. Seperti pemanfaatan air,
gelombang laut, angin untuk menggerakkan generator yang dibutuhkan untuk
menghasilkan energi. Disamping itu telah dimanfaatkan pula tenaga matahari
sebagai sel surya yang juga menghasilkan energi. Jadi berbagai upaya manusia
untuk penyediaan energi meliputi pemanfaatan energi matahari, energi panas
bumi, energi angin, energi pasang surut, energi biologis (pemanfaatan sampah)
dan energi biomassa.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 12


d. Peran Terhadap Komunikasi dan Transportasi

Sains dan teknologi telah membawa perubahan yaitu kemudahan,


kemakmuran, dan kenyamanan dalam kehidupan. Hal ini meliputi terpenuhinya
kebutuhan manusia yang semakin baik yaitu penemuan teknik modern bidang
penerbangan, teknik kimia, teknik sipil, teknik listrik, dan teknik mekanik yang
menghasilkan bahan-bahan dasar untuk industri, mesin-mesin yang sangat
komplek, pesawat terbang yang canggih dan lain sebagainya.
Demikian pula pendayagunaan sumber daya alam menjadi semakin
optimal dengan ditemukannya formula pupuk yang tepat yang digunakan tanaman
untuk pencegahan dari hama. Serta pengembangan industri pengolahannya.
Transportasi dan kominikasi juga semakin mudah, serta berpengaruh bagi
sumber daya manusia adalah semain menaikkan kualitas sumber daya manusia
dimana ketrampilan dan kecerdasannya meningkat.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 13


ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 14
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 15
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 16
BAB III
PEMBAHASAN

4.1 Masalah yang Muncul dalam Pemanfaatan Sains, Teknologi dan Seni di
Indonesia

Bangsa Indonesia dari dulu sudah menyadari akan pentingnya peranan


Ipteks dalam pembangunan. Faktor yang paling menentukan dalam hal
penguasaan Ipteks adalah manusia, yaitu para pelaku yang menggeluti bidang
penelitian dan Pengembangan serta rancang bangun dan perekayasaan.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari dalam
kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan
ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif
bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru
dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat
sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah
dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya
diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan
digunakan untuk hal negatif.
Arus informasi yang berkembang cepat menumbuhkan cakrawala
pandangan manusia makin terbuka luas. Teknologi dan seni yang berkembang
sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang sebenarnya merupakan alat
bantu atau ekstensi kemampuan diri manusia, dewasa ini telah menjadi sebuah
kekuatan otonom yang justru membelenggu perilaku dan gaya hidup kita
sendiri. Akibatnya rasa tanggung jawab sudah pudar terhadap budaya. Masyarakat
tidak lagi peduli dengan budayanya. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar,
karena ditopang pula oleh sistem-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan
yang makin tinggi, ketiga bidang tersebut telah menjadi pengarah hidup manusia.
Perubahan cepat dalam sains, teknologi dan seni telah merubah budaya sebagian
besar masyarakat dunia, terutama yang tinggal di perkotaan, perubahan budaya

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 17


lokal dan sosial akibat revolusi informasi merupakan kelompok masyarakat yang
langsung terkena pengaruh budaya global.
Media elektronik, khususnya televisi yang selalu menayangkan
kebudayaan luar, hal ini dengan mudah mengubah pola pikir masyarakat
khususnya para generasi muda. Mereka cenderung melupakan kebudayaan sendiri
dan beralih ke budaya luar.
Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan
remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada
upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian
warga masyarakat menjadi kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani.
Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin
meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat,
seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan
sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat
lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja
dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian,
corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
Masalah yang dihadapi bangsa Indonesia terkait dengan pemanfaatan
sains, teknologi dan seni ini dapat diidentifikasi sebagai berikut (RPJMN 2004-
2009):

1. Rendahnya kemampuan Ipteks nasional dalam menghadapi perkembangan


global. Hal ini ditunjukkan dengan Indeks Pencapaian Teknologi (IPT)
dalam lapaoran UNDP tahun 2001 menunjukkan tingkat pencapaian
teknologi Indonesia masih berada pada urutan ke-60 dari 72 negara;

2. Rendahnya kontribusi Ipteks nasional di sektor produksi. Hal ini antara


lain ditunjukkan oleh kurangnya efisiensi dan rendahnya produktivitas,
serta minimnya kandungan teknologi dalam kegiatan ekspor;

3. Belum optimalnya mekanisme intermediasi Ipteks yang menjembatani


interaksi antara kapasitas penyedia Ipteks dengan kebutuhan pengguna.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 18


Masalah ini dapat dilihat dari belum tertatanya infrastruktur Ipteks, antara
lain institusi yang mengolah dan menerjemahkan hasil pengembangan
IPTEKS menjadi preskripsi teknologi yang siap pakai untuk difungsikan
dalam sistem produksi;

4. Lemahnya sinergi kebijakan Ipteks, sehingga kegiatan Ipteks belum


sanggup memberikan hasil yang signifikan;

5. Masih terbatasnya sumber daya Ipteks, yang tercermin dari rendahnya


kualitas SDM dan kesenjangan pendidikan di bidang Ipteks. Rasio tenaga
peneliti Indonesia pada tahun 2001 adalah 4,7% peneliti per 10.000
penduduk, jauh lebih kecil dibandingkan Jepang sebesar 70,7%;

6. Belum berkembangnya budaya Ipteks di kalangan masyarakat. Budaya


bangsa secara umum masih belum mencerminkan nilai-nilai Ipteks yang
mempunyai penalaran objektif, rasional, maju, unggul, dan mandiri. Pola
pikir masyarakat belum berkembang ke arah yang lebih suka menciptakan
daripada sekedar memakai, lebih suka membuat dari sekadar membeli,
serta lebih suka belajar dan berkreasi daripada sekedar menggunakan
teknologi yang ada;

7. Belum optimalnya peran Ipteks dalam mengatasi degradasi fungsi


lingkungan hidup. Kemajuan Ipteks berakibat pula pada munculnya
permasalahan lingkungan. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh belum
berkembangnya sistem manajemen dan teknologi pelestarian fungsi
lingkungan hidup;

8. Masih lemahnya peran Ipteks dalam mengantisipasi dan menanggulangi


bencana alam. Wilayah Indonesia dalam konteks ilmu kebumian global
merupakan wilayah yang rawan bencana. Banyaknya korban akibat
bencana alam merupakan indikator bahwa pembangunan Indonesia belum
berwawasan bencana. Kemampuan Ipteks nasional belum optimal dalam

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 19


memberiakan antisipasi dan solusi strategis terhadap berbagai
permasalahan bencana alam, seperti pemanasan global, anomali iklim,
kebakaran hutan, banjir, longsor, gempa bumi, dan tsunami.

4.2 Pengaruh Positif dan Negatif dari Sains, Teknologi dan Seni dalam
Kehidupan Manusia

Baik sains, teknologi maupun seni dan hasil produknya dapat dirasakan
disetiap aspek kehidupan manusia dan budayanya. Sehingga pengaruh sains,
teknologi, seni bagi manusia dan budaya dalam masyarakat dapat berpengaruh
baik secara negatif maupun secara positif.
Pengaruh positif

Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia (secara individu maupun


kelompok) terhadap perkembangan ekonomi, politik, militer, dan
pemikiran-pemikiran dalam bidang sosial budaya.
Pemanfaatan sains, teknologi, dan seni secara tepat dapat lebih
mempermudah proses pemecahan berbagai masalah yang dihadapi oleh
manusia.
Sains, teknologi dan seni dapat memberikan suatu inspirasi tentang
perkembangan suatu kebudayaan yang ada di Indonesia.

b. Pengaruh negatif

Selain untuk memberikan pengaruh positif sains, teknologi dan seni juga
dapat memberikan pengaruh yang negatif bagi perubahan peradaban manusia dan
budaya terutama bagi generasi muda. Selain itu sains, teknologi dan seni telah
melunturkan nilai-nilai luhur kepribadian bangsa dan tata krama sosial yang
selama ini menjadi ciri khas dan kebanggaan. Serta yang terakhir pemanfaatan
dari sains, teknologi, dan seni sering kali menimbulkan masalah baru dalam
kehidupan manusia terutama dalam hal kerusakan lingkungan, mental dan budaya
bangsa, seperti: menipisnya lapisan ozon; terjadi polusi udara, air dan tanah;
terjadi pemanasan global; rusaknya ekosistem laut; pergaulan dan seks bebas serta

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 20


penyakit moral.Oleh karena itu agar sains, teknologi dan seni dapat memberikan
pengaruh yang positif bagi manusia dan budaya, maka sains, teknologi dan seni
seharusnya mampu mengkolaborasikan antara nilai-nilai empiris dengan nilai-
nilai moral dan menyesuaikan dengan nilai-nilai religius, keagamaan, dan
dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab
.
4.3 Dampak Penyalahgunaan Sains, Teknologi dan Seni dalam Kehidupan
Manusia

Dampak langsung dari kemajuan Ipteks adalah kemudahan-kemudahan


dalam beraktifitas. Memang Ipteks diciptakan dengan tujuan untuk memberikan
berbagai kemudahan dan memperingan beban pekerjaan manusia yang tadinya
sangat melelahkan menjadi ringan. Namun, dampak negatif dari kemajuan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni, dapat mengakibatkan masyarakat semakin
terbuai, karena mereka hampir tak sadar bahwa ternyata dirinya telah berada
dalam situasi pola hidup konsumtif, hedonistik, dan materialistik.

Dampak negatif lain akibat penyalahgunaan Ipteks pada kehidupan


dibeberapa bidang diantaranya :

a. Bidang informasi dan komunikasi


Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan
teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris
Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet
yang bisa disalah gunakan pihak tertentu untuk tujuan tertentu.

b. Bidang sosial dan budaya


Kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek budaya seperti
kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja
dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 21


pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga
masyarakat menjadi kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani.

4.4 Contoh Kasus

Belakangan ini teknologi sangat berkembang pesat, hampir setiap manusia


di dunia ini hidup atau mengenal internet. Baik secara aktif maupun pasif internet
dapat digunakan oleh semua orang, karena selain menjangkau daerah pelosok juga
harganya kian hari kian murah serta kecepatannya semakin tinggi. Tapi semua itu
hanyalah kemajuan teknologi yang dilihat dari sisi positif, jika dari sisi negatif
sangat banyak penyalahgunaannya seperti untuk kejahatan-kejahatan yang
menggunakan teknologi. Contohnya penipuan, penculikan dsb. Kepintaran
seseorang bila tidak didukung dengan moral yang baik maka akan menimbulkan
perilaku yang buruk dalam kehidupan sehari-harinya. Memang penanaman moral
sejak dini harus bisa diterapkan oleh para orang tua kepada anaknya. Terlebih
anak sekarang harus mengenal teknologi sejak dini, yang dikarenakan
perkembangan jaman semakin pesat. Jika sudah memiliki moral, maka apapun
yang dilandasinya akan merefleksikan dari moral yang dia pahami dari kecil. Jadi
pada saat dia bertambah dewasa maka dia pun akan siap dengan lingkungan yang
sangat dapat menggangu moralnya. Jadi siapkan moral anda.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup pesat sekarang
ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang
tidak dapat ditawar lagi. Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan
kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman.
Perkembangan iptek, terutama teknologi informasi (information technology)
seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam
waktu singkat, baik legal maupun illegal dengan menghalalkan segala cara karena
ingin memperoleh keuntungan secara potong kompas. Dampak buruk dari
perkembangan dunia maya ini tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan
masyarakat moderen saat ini dan masa depan.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 22


Kemajuan teknologi informasi yang serba digital membawa orang ke
dunia bisnis yang revolusioner (digital revolution era) karena dirasakan lebih
mudah, murah, praktis dan dinamis berkomunikasi dan memperoleh informasi. Di
sisi lain, berkembangnya teknologi informasi menimbulkan pula sisi rawan yang
gelap sampai tahap mencemaskan dengan kekhawatiran pada perkembangan
tindak pidana di bidang teknologi informasi yang berhubungan dengan
cybercrime atau kejahatan mayantara.

Solusi dalam Mengatasi Contoh Kasus


Harus diakui bahwa Indonesia belum mengadakan langkah-langkah yang
cukup signifikan di bidang penegakan hukum (law enforcement) dalam upaya
mengantisipasi kejahatan mayantara seperti dilakukan oleh negara-negara maju di
Eropa dan Amerika Serikat. Kesulitan yang dialami adalah pada perangkat hukum
atau undang-undang teknologi informasi dan telematika yang belum ada sehingga
pihak kepolisian Indonesia masih ragu-ragu dalam bertindak untuk menangkap
para pelakunya, kecuali kejahatan mayantara yang bermotif pada kejahatan
ekonomi/perbankan.

Di Inggris dan Jerman membentuk suatu institusi bersama yang ditugaskan


untuk dapat menanggulangi masalah Cybercrime Investigation dengan nama
National Criminal Intellegence Service (NCIS) yang bermarkas di London. Pada
tahun 2001, Inggris meluncurkan suatu proyek yang diberi nama Trawler
Project bersamaan dibentuknya National Hi-tech Crime Unit yang dilengkapi
dengan anggaran khusus untuk cyber cops. Sementara itu, Amerika Serikat
membentuk pula Computer Emergency Response Team (CERT) yang bermarkas
di Pittsburg pada tahun 1990-an dan Federal Bureau Investigation (FBI) memiliki
Computer Crime Squad di dalam menanggulangi kejahatan mayantara. Beberapa
negara Asia lain ternyata telah maju selangkah dengan membentuk perangkat
undang-undang teknologi informasi seperti The Computer Crime Act 1997
(Malaysia), The Computer Misuse Act 1998 (Singapura), dan The Information
Technology Act 1999 (India), Pihak kepolisian Indonesia telah membentuk suatu

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 23


unit penanggulangan kejahatan mayantara dengan nama Cybercrime Unit yang
berada di bawah kendali Direktrorat Reserse Kriminal Polri. Pembentukan unit
kepolisian ini patut dipuji, namun amat disayangkan apabila unit ini bekerja tidak
dilengkapi dengan perangkat legislasi anti cybercrime. Mengantisipasi kejahatan
ini seyogianya dimulai melalui pembentukan perangkat undang-undang seperti
dalam Konsep KUHP Baru dan RUU Teknologi Informasi yang disusun oleh
Pusat Kajian Cyberlaw Universitas Padjadjaran. Model yang digunakan adalah
Umbrella Provision atau undang-undang payung, artinya ketentuan cybercrime
tidak dibuat dalam bentuk perundang-undangan tersendiri (khusus), akan tetapi
diatur secara umum dalam RUU Teknologi Informasi dan RUU Telematika.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 24


BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan

Sains, teknologi, dan seni dapat memberikan pengaruh yang besar bagi
kehidupan umat manusia, tidak hanya dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya
tetapi juga pengaruh positif dan negatif terhadap peradapan umat manusia.
Pengaruh tersebut diantaranya sebagai berikut:

1. Pengaruh positif

Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia (dalam segala aspek


kehidupan)
Pemanfaatan yang tepat dan lebih mudah dalam memecahkan masalah
yang sedang dihadapi manusia.
Dapat memberikan pelayanan pada masyarakat
Dapat memudahkan pekerjaan manusia.

2. Pengaruh negatif

Dapat merusak mental manusia khususnya generasi muda


Dapat merubah gaya hidup manusia dalam hal berfikir, berpakaian, dan
bergaul
Dapat menimbulkan kerusakan hidup seperti: pemanasan global, polusi
udara, air, dan tanah.
Oleh karena itu dalam pemanfaatan sains, teknologi, dan seni haruslah di
dasari dengan sikap tanggung jawab dan moral yang tinggi supaya dapat
menetralkan pengaruh negatif dan meningkatkan pengaruh positif dari dampak
sains, teknologi dan seni itu sendiri.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 25


Saran
Sebaiknya sebagai manusia, kita harus dapat memanfaatkan sains,
teknologi dan seni dengan bijak sesuai dengan kebutuhan dalam kehidupan sehari-
hari. Di samping itu perlu juga dukungan dari pemerintah dalam membatasi
penggunaan teknologi sesuai dengan hukum dan norma yang berlaku dalam
masyarakat.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 26