You are on page 1of 2

Tatap Muka 2 (25 Maret 2010)

1. Mati rasa dan finger paint


Peyebab : multiple skelerosis, diabetes, karena pengaruh alcohol, kerusakan saraf.
2. Swelling (pembengkakan)
Penyebab : kekurangan protein, malabsorpsi, dan malunutrisi.
3. Scalling
Merupakan gejala penyakit dermatitis. Penyakit dermatitis dibagi menjadi 2, yaitu dermatitis
contact irritant dan dermatitis contact allergic (gatal, kemerahan, pembengkakan,
pengeluaran cairan, penebalan kulit)
4. Fissure : berupa kerutan pada kulit hingga ke lapisan dermis
Fissure merupakan gejala penyakit dermatitis. Material dan alat yang biasanya diggunakan
dalam kedokteran gigi yang dapat menimbulkan kulit iritasi atau alergi adalah handscone
(latex), alcohol hand sanitizer, metal, nikel.
5. (Jurnal) dari 499 orang yang terkena penyakit dermatitis: 169 dermatitis tangan (dokter gigi),
27 diantaranya (pacth testing), 3 (alergi terhadap dental tray).
Gipsum : sampai sekarang efeknya masih ke paru-paru, belum ke jari tangan.
6. Kawat dan komposit : efek negatifnya lebih ke pasien, sedangkan pada dokter gigi jarang
terjadi.
Alat-alat kedokteran gigi yang membahayakan misalnya alat-alat yang tajam, yang terbuat
dari logam seperti emas, cincin baja. Dan biasanya luka infeksi oleh alat-alat tersebut
disebabkan oleh bakteri Streptococcus).
7. Amalgam : pada proses triturasi (menggunakan jari), efeknya lebih ke paru-paru karena uap
merkurinya.
8. GTL : akrilik monomer sisa bisa mengkontaminasi lingkungan.
9. SOP : yang terpenting adalah step proteksi. Di kedokteran gigi ada 3 jenis sarung tangan,
yaitu sarung tangan latex (memeriksa pasien), steril (bedah), dan heavy duty (membersihkan
alat atau menggunakan bahan kimia).
10. Pekerjaan dokter gigi itu dapat merubah pola makan dan pola hidup.
11. Amalgam : pada dokter gigi dapat menyebabkan reaksi hypersensitivitas pada kulit
(kemerahan, bengkak, dan melepuh dengan ambang batas 0,1 %).
12. Material yang dapat mengiritasi kulit : Handscone, Alcohol Hand Sanitizer, Epoxy Resin,
Emas Cincin baja dan alat-alat tajam (luka infeksi oleh bakteri streptococcus), bahan kimia
komersial.
13. Pada dokter gigi , contact dermatitis (cepat atau terakumulasi) : spesialis ortodonti.
Materialnya bisa dental bonding yang disebabkan oleh bahan akrilik.

Tugas :
Mencari dermatitis contact allergic dan dermatitis contact irritant
Kenapa bagian yang terparah adalah tangan kiri?
Bonded
Dari jurnal : amalgam (merkuri), methacylate based(dental filling materials), polymer based
(dental filing materials).
Keywords : amalgam, mercury, komposit, lingkungan, dan estrogenicity.
1. Limbah kedokteran gigi ada 3, yaitu sharp, infectious waste, dan chemical waste (cair dan
padat).
2. Limbah kimia cair : mercury dan amalgam, disinfektan, baterai, logam, sisa material
kedokteran gigi, sisa obat-obatan, lead foil. Limbah kimia padat : mercury dan
amalgam, pothographic solutions, plating solutions, monomer, solvent, disinfektan,
minyak, asam/alkalis, sisa obat-obatan.
3. Merkuri : 55% dikonsumsi, 3-4% digunakan di kedokteran gigi. Pada kedokteran gigi
amalgam menggunakan merkuri 500 kg per tahun = 27 % per tahun. Klinik tanpa
amalgam separator (250 mg Hg/hari, 57g Hg/tahun), menggunakan amalgam separator
(35 mg Hg/hari).
4. Mercury cycle in dentistry
5. Sedimen amalgam pada bagian dalam yang kasar dari flexible plastic tube. Kelarutan
amalgam dalam air sangat rendah.
6. Enviromental Regulations : discontinuation of use of amalgam in dentistry (1997 and
1999).
7. Amalgam pada orang yang telah meninggal. Kremasi dapat meningkatkan kadar merkuri
di udara (7% dari total pembuangan merkuri di Swedia) atau sama dengan 1-4 gr Hg per
kremasi.
8. Xenoestrogen (bisphenol-A dan phatalates) terdapat pada (di)methacrylate-based
restorative.
9. Estrogenic activity juga ditemukan pada non-polymerized composite resin
10. Resin based dental material dan bonding agents dapat menyebabkan alergi melalui
kontak atau dapat juga menghasilkan bahan-bahan penyebab alergi seperti
formaldehyde (kurang lebih 0,7% akan tetapi yang terlihat gejalanya sampai 2%)
11. Latex dan vynil (disposable) kurang bisa memproteksi tangan kita dari methacrylates.
12. Mahasiswa kedoktetan gigi (24 tahun) dengan gejala (sedikit scaling, pricking, itching,
dan penurunan sensitivity pada jari kiri pertama, kedua, dan ketiga) yang digunakan
untuk penempatan komposit (di) methacrylate-containing product.
13. Dokter gigi (60 tahun), dengan gejala scaling, fissures dan sensitivity disorders pada jari
kiri pertama, kedua, dan ketiga karena telah lama kontak langsung dengan dentin
bonding agents dan resin pada saat penempatan komposit (finger fixation of
matrices). Menggunakan protektiv gloves.
14. Dokter gigi (40 tahun) dengan gejala scaling, fissures, swelling, dan sensitivity disorders
pada kedua tangan terutama pada jari pertama, kedua, dan ketiga kiri. Alergi terhadap
komponen (di)methacrylate. Tidak dapat prakter kembali.