You are on page 1of 7

1.

Miriam Budiarjo – HAM merupakan hak yang dimiliki setiap orang yang dibawa sejak

lahir ke dunia dan menurutnya hak itu sifatnya universal karena dimiliki tanpa adanya

perbedaan ras, kelamin, suku, budaya, agama dan lain sebagainya.

2. Pasal 28 J ayat (1)

Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

3. Fungsi Pemantauan Komnas HAM

 pengamatan pelaksanaan hak asasi manusia dan penyusunan laporan hasil

pengamatan tersebut;

 penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang timbul dalam

masyarakat yang patut diduga terdapat pelanggaran hak asasi manusia;

 pemanggilan kepada pihak pengadu atau korban maupun pihak yang

diadukan untuk dimintai atau didengar keterangannya;

4. KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia, disingkat KPAI, adalah lembaga independen

Indonesia yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang

Perlindungan Anak dalam rangka meningkatkan efektifitas penyelenggaraan

perlindungan anak. Keputusan Presiden Nomor 36/1990, 77/2003 dan 95/M/2004

merupakan dasar hukum pembentukan lembaga ini.

Anggota KPAI pusat terdiri dari 9 orang, berupa 1 orang ketua, 2 wakil ketua, 1

sekretaris, dan 5 orang anggota.

5. Arti penting kebebasan bertanggung jawab dalam masyarakat

 Kebebasan seseorang harus selalu memerhatikan batas-batas penghargaan terhadap

orang lain.
 Kebebasan seseorang harus senantiasa mengindahkan nilai-nilai dan norma-norma

kesusilaan, hukum negara, dan adat istiadat yang berlaku.

6. Kewajiban pemerintah berkaitan dengan hak asasi manusia

 Pemerintah wajib dan bertanggung jawab menghormati,melindungi, menegakkan,

dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undang-undang ini, peraturan

perundang-undangan lain dan hukum internasional tentang hak asasi manusia yang

diterima oleh negara Republik Indonesia.

 Kewajiban dan tanggung jawab pemerintah sebagaiman diatur pasal 71, meliputi

langkah implementasi yang efektif dalam bidang hukum, politik, ekonomi, sosial,

budaya, pertahanan, keamanan negara, dan bidang

7. Kasus Pelanggaran HAM yang ditangani Komnas HAM

 kasus pembunuhan munir

 pembunuhan aktivis buruh wanita , marsinah

 Penculikan Aktivis 1997/1998

 Penembakan Mahasiswa Trisakti

 Peristiwa Tanjung Priok

8. Isi The four freedoms

 Freedom of Speech (Kebebasan berbicara dan mengemukakan pendapat).

 Freedom of Religion (Kebebasan beragama).

 Freedom from fear (Kebebasan dari ketakutan).

 Freedom from want (Kebebasan dari kemiskinan).

9. Dasar hukum kemerdekaan mengeluarkan pendapat

a. Undang Undang Dasar 1945.

 Pasal 28 UUD

 pasal 28 E ayat 3
b. Piagam Hak Asasi Manusia Indonesia dalam Tap MPR No. XVII/MPR/1998.

 Pasal 19

c. Undang Undang No.39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.

 Pasal 3 ayat 2

d. Undang Undang NO.9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di

Muka Umum.

 Pasal 2 ayat 1 "

 Pasal 2 ayat 2

 Pasal 4

 Pasal 9 ayat 1

 Pasal 9 ayat 2

e. Undang Undang No.36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi.

f. Undang Undang No.40 Tahun 1999 Tentang Pers.

g. Undang Undang No.32 Tahun 32 Tentang Penyiaran.

10. Kewajiban Polri setelah menerima surat pemberitahuan mengemukakan pendapat di

muka umum

 segera memberikan surat tanda terima pemberitahuan

 berkoordinasi dengan penanggung jawab penyampaian pendapat di muka umum;

 berkoordinasi dengan pimpinan instansi/lembaga yang akan menjadi tujuan;

 penyampaian pendapat; mempersiapkan pengamanan tempat, lokasi, dan rute;


1. Menurut Oemar Seno Adji yang dimaksud dengan hak-hak asasi manusia ialah hak yang

melekat pada martabat manusia sebagai insan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang

sifatnya tidak boleh dilanggar oleh siapapun, dan yang seolah-olah merupakan suatu holy

area.

2. Cara berpartisipasi dalam pemajuan, penghormatan dan perlindungan

a. Menolak dengan tegas setiap terjadinya pelanggaran HAM

Sikap tersebut kita kemukakan dengan alasan bahwa pelanggaran hak asasi manusia

pada dasarnya adalah pelanggaran atas harkat dan martabat manusia dan secara

hukum pelanggaran HAM bertentangan dengan berbagai peraturan HAM yang ada,

baik Instrumen Ham Nasional maupun Internasional. Selain itu pelanggaran HAM

akan mengancam hak kemerdekaan bagi seseorang dalam berbagai segi kehidupan

b. Mendukung dengan tetap bersikap kritis terhadap upaya penegakan HAM

Kegiatan yang dapat kita lakukan dalam rangka mendukung upaya penegakan HAM

adalah mendukung upaya penegakan HAM yang dilakukan oleh pemerintah maupun

lembaga perlindungan HAM lainnya. Disamping upaya dukungan kita terhadap

tindakan tegas terhadap para pelaku pelanggaran HAM. Misalnya mendukung

penegakan HAM yang dilakukan oleh aparat serta mendukung proses peradilan

HAM dalam upaya penegakan HAM. Bentuk dukungan lain yang dapat kita lakukan

adalah memberikan bantuan kemanusiaan.

3. Bentuk-Bentuk penyampaian pendapat di muka umum

a. Demontrasi (unjuk rasa) adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih

untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagainya secara

demonstrative di muka umum

b. Pawai adalah cara penyampaian pendapat dengan arak-arakan di jalan.

c. Rapat Umum adalah pertemuan terbuka yang dilakukan untuk menyampaikan

pendapat dengan tema tertentu


d. Mimbar Bebas adalah kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang

dilakukan secara bebas dan terbuka tanpa tema tertentu.

4. Tempat yang dilarang menyampaikan pendapat di muka umum

Di lingkungan istana kepresidenan, tempat ibadah, instalasi militer, rumah sakit,

pelabuhan udara atau laut, stasiun kereta api, terminal angkutan darat dan obyek-obyek

vital nasional

5. Hambatan dan tantangan penegakan HAM era 1945-1955

bangsa Indonesia banyak disibukkan oleh perjuangan untuk mempertahankan

kemerdekaan dan terjadinya rongrongan oleh berbagai pemberontakan sehingga masalah

HAM masih terabaikan


1. Empat pilar utama perlindungan HAM

a. upaya penghormatan , pemajuan , dan penegak ham

b. pembentukan ranham ( rencana aksi nasional ham

c. penegakkan ham melalui ratifikasi - ratifikasi mengandung 2 pengertian

d. penegakan ham melalui pencegahan dan penindakan

2. Cara melakukan penegakan HAM

1. Pencegahan

Pencegahan adalah upaya untuk menciptakan kondisi yang semakin kondusif bagi

penghormatan HAM dengan cara persuasif.

Upaya pencegahan :

1. Penciptaan perundang-undangan HAM yang lengkap

2. Penciptaan lembaga-lembaga pemantau dan pengawas pelaksanaan HAM

3. Penciptaan perundang-undangan dengan pembentukan lembaga peradilan HAM

4. Pelaksanaan pendidikan HAM kepada masyarakat melalui pendidikan dalam

keluarga, sekolah, dan masyarakat.

2. Penindakan

Penindakan adalah upaya untuk menangani kasus pelanggaran HAM berdasarkan

ketentuan hukum yang berlaku.

Upaya penindakan :

1. Pelayanan, konsultasi, pendampingan, dan advokasi bagi masyarakat yang

menghadapi kasus HAM

2. Penerimaan pengaduan dari korban pelanggaran HAM

3. Investigasi dengan pencarian data, informasi, dan fakta yang terkait dengan peristiwa

di dalam masyarakat

4. Penyelesaian perkara melalui perdamaian, negosiasi, mediasi, konsiliasi, dan

penilaian ahli

5. Penyelesaian perkara pelanggaran HAM berat melalui peradilan HAM


3. Pengertian Ratifikasi

Ratifikasi adalah pengesahan suatu perjanjian internasional tentang upaya penegakan HAM

oleh negara yang menghadiri perjanjian tersebut, menurut ketentuan konstitusi negara yang

ikut serta dan bersangkutan

4. Bentuk-Bentuk penyampaian pendapat di muka umum

a. Demontrasi (unjuk rasa) adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih untuk

mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan dan sebagainya secara demonstrative di muka

umum

b. Pawai adalah cara penyampaian pendapat dengan arak-arakan di jalan.

c. Rapat Umum adalah pertemuan terbuka yang dilakukan untuk menyampaikan pendapat

dengan tema tertentu

d. Mimbar Bebas adalah kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan

secara bebas dan terbuka tanpa tema tertentu.

5. macam-macam hak asasi demokrasi

1. hak untuk memilih wakil dalam badan-badan pembuat undang-undang;

2. hak untuk mengangkat dan mengontrol pemerintah;

3. hak untuk menyatakan pendapat;

4. hak atas kebebasan pers;

5. hak untuk membentuk perkumpulan politik.