You are on page 1of 3

Ariel Agustian

Hamzah Bin Abdul Muththalib


Hamzah Bin Abdul -Muththalib- lahir di perkirakan hampir bersamaan dengan
Nabi Muhammad SAW. Ia merupakan anak dari Abdul-Muththalib dan Haulah binti
Wuhaib dari Bani Zuhrah. Menurut riwayat, pernikahan Abdul-Muththalib dan Abdullah bin
Abdul-Muththalib terjadi bersamaan dengan waktu nya, dan ibu dari Nabi, Aminah binti
Wahab, adalah saudara sepupu dari Haulah binti Wuhaib. Hamzah Bin Abdul Mutholib
adalah seorang yang mempunyai otak yang cerdas dan pendirian yang kuat dia termasuk
tokoh Quraish yang di segani. Nama sebenarnya Hamzah bin Abdul Muthalib bin Hasyim,
seorang paman Nabi Muhammad Saw dan saudara sepersusuan nya. Dia memeluk Islam pada
tahun keenam kenabian, Ia Ikut Hijrah bersama Rasulullah SAW dan ikut dalam perang
Badar, dan meninggal pada saat perang Uhud, Rasulullah SAW menjuluki nya dengan
“Asadullah” (Singa Allah) dan menamai nya sebagai “Sayidus Syuhada”.

Ibnu Atsir berkata dalam kitab ‘Usud al Ghabah”, Dalam perang Uhud, Hamzah
berhasil membunuh 31 orang kafir Quraisy, sampai pada suatu saat dia tergelincir sehingga ia
terjatuh kebelakang dan tersingkap lah baju besi nya, dan pada saat itu ia langsung di tombak
dan di robek perut nya . lalu hati nya di keluarkan oleh Hindun kemudian di kunyah nya hati
Hamzah tetapi tidak tertelan dan segera di muntah kan nya.

Kisah Paman Rasulullah Hamzah bin Abdul-Muththalib

Ketika Rasulullah saw melihat keadaan tubuh paman nya Hamzah bin Abdul
Muthalib, Dia sangat marah dan Allah SWT menurunkan firman nya ,” Dan jika kamu
memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang di
timpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguh nya itulah yang lebih baik
bagi orang-orang yang sabar. (Quransurah ; an Nahl 126) Di riwayat kan oleh Ibnu Ishaq di
dalam kitab,” Sirah Ibnu Ishaq” dari Abdurahman bin Auf bahwa Ummayyah bin Khalaf
berkata kepada nya, “Siapakah salah seorang pasukan kalian yang dada nya di hias dengan
bulu bulu itu?”, aku menjawab “Dia adalah Hamzah bin Abdul Muthalib”. Lalu Umayyah dia
berkata Dialah yang membuat kekalahan kepada kami”.

Sementara itu Abu jahal yang telah mengetahui bahwa Hamzah telah berdiri dalam
barisan kaum muslimin berpendapat perang antara kaum kafir Quraisy dengan kaum
muslimin sudah tidak dapat dielakkan lagi. Oleh karena itu ia mulai menghasut dan
memprovokasi orang-orang Quraisy untuk melakukan tindak kekerasan terhadap Rasulullah
SAW dan pengikut nya. Bagai manapun Hamzah tidak dapat membendung kekerasan yang di
lakukan oleh kaum Quraisy terhadap para sahabat yang memang dalam keadaan yang lemah.
Akan tetapi harus di akui, bahwa ke islaman nya telah menjadi perisai dan benteng pelindung
bagi kaum muslimin lain nya. Lebih dari itu menjadi daya tarik tersendiri bagi kabilah-
kabilah Arab yang ada di sekitar jazirah Arab untuk lebih mengetahui agama islam lebih
mendalam.

Sejak memeluk islam, Hamzah telah berniat untuk membaktikan segala keperwiraan,
ke perkasaan, dan juga jiwa raga nya untuk kepentingan da’wah islam. Karena itu tidaklah
mengherankan jika Rasulullah SAW menjuluki nya dengan sebutan “Asadullah” yang berarti
singa Allah.

Pasukan kaum muslimin yang pertama kali di kirim oleh Rasulullah SAW dalam
perang Badar, di pimpin langsung oleh Sayyidina Hamzah, Si Singa Allah, dan Ali bin Abu
Thalib menunjuk kan keberanian nya yang luar biasa dalam mempertahan kan kemuliaan
agama islam, hingga akhir nya kaum muslimin berhasil memenang kan perang tersebut
secara gilang gemilang. Banyak korban dari kaum kafir Quraisy dalam perang tersebut, dan
tentu nya mereka tidak mau menelan begitu saja. Maka mereka mulai mempersiap kan diri
dan menghimpun segala kekuatan untuk menuntut balas kekalahan yang mereka alami
sebelum nya.

Akhirnya tibalah saat nya perang Uhud di mana kaum kafir Quraisy di sertai beberapa
kafilah Arab lain nya bersekutu untuk menghancur kan kaum muslimin. Sasaran utama
perang tersebut adalah Rasulullah SAW dan Hamzah bin Abdul Muthalib. Dan mereka
memiliki rencana yang keji terhadap Hamzah yaitu dengan menyuruh seorang budak yang
mahir dalam mengguna kan tombak dan organ hati nya akan di ambil dan akan di makan oleh
Hindun yang memiliki dendam sangat membara karena ayah nya di bunuh oleh Hamzah pada
Perang Badar

Sedang kan Washyi bin Harb di beri kan tugas yang maha berat yaitu membunuh
Hamzah dan akan di janjikan kepada nya imbalan yang besar pula yaitu akan di merdekakan
dari perbudakan. Akhir nya kedua pasukan tersebut bertemu dan terjadilah pertempuran yang
dahsyat, sementara Sayyidina Hamzah berada di tengah-tengah medan pertempuran untuk
memimpin sebagian kaum muslimin. Ia mulai menyerang ke kiri dan ke kanan.

Seluruh pasukan kaum muslimin maju dan bergerak serentak ke depan, hingga akhir
nya dapat di perkira kan kemenangan berada di pihak kaum muslimin. Dan seandai nya
pasukan pemanah yang berada di atas bukit Uhud tetap patuh pada perintah Rasulullah SAW
untuk tetap berada di sana dan tidak meninggalkan nya untuk memungut harta rampasan
perang yang berada di lembah Uhud, niscaya kaum muslimin akan dapat memenang kan
pertempuran tersebut.

Di saat mereka sedang asyik memungut harta benda musuh islam yang tertinggal,
kaum kafir Quraisy melihat nya sebagai peluang dan berbalik menduduki bukit Uhud dan
mulai melancar kan serangan nya dengan gencar kepada kaum muslimin dari atas bukit
tersebut. Tentu nya penyerangan yang mendadak ini pasukan muslim pun sangat terkejut dan
kocar-kacir di buat nya. Melihat itu semangat Hamzah semakin bertambah berlipat ganda. Ia
kembali menerjang dan menghalau serangan kaum Quraisy.

Sementara itu Wahsyi terus mengintai gerak gerik Hamzah, setelah menebas leher
Siba’ bin Abdul Uzza dengan lihai-nya. Maka pada saat itu pula, Wahsyi mengambil ancang-
ancang dan melempar tombak nya dari belakang yang akhir nya mengenai pinggang bagian
bawah Hamzah hingga tembus ke bagian muka di antara dua paha nya. Lalu Ia bangkit dan
berusaha berjalan ke arah Wahsyi, tetapi tidak berdaya dan akhirnya roboh sebagai syahid.

Usai peperangan, Rasulullah SAW dan para sahabat nya bersama-sama memeriksa
jasad dan tubuh para syuhada yang gugur. Sejenak dia berhenti, menyaksikan dan membisu
seraya air mata menetes di kedua belah pipi nya. Tidak sedikit pun terlintas di benak nya
bahwa akan ada moral bangsa arab telah merosot sedemikian rupa, hingga dengan tega nya
berbuat keji dan kejam terhadap jasad Hamzah. Dengan keji mereka telah merusak jasad dan
merobek dada Sayyidina Hamzah dan mengambil hati nya. Kemudian Rasulullah SAW
mendekati jasad Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah, Seraya bersabda,

“Tak pernah aku menderita sebagaimana yang kurasakan saat ini. Dan tidak ada suasana
apapun yang lebih menyakitkan diriku daripada suasana sekaran ini.”

Setelah itu Rasulullah SAW dan para kaum muslimin menshalatkan jenazah paman
nya dan para syuhada lain nya satu persatu. Pertama Sayyidina Hamzah di shalatkan lalu di
bawa lagi jasad seorang syahid untuk di shalatkan, sementara jasad Sayyidina Hamzah tetap
di biar kan nya disitu. Lalu jenazah itu di angkat, sedangkan jenazah Sayyidina Hamzah tetap
di tempat. Kemudian di bawa jenazah yang ketiga dan di baring kan nya di samping jenazah
Sayyidina Hamzah. Lalu Rasululla SAW dan para sahabat lain nya menshalat kan mayat itu.
Demikianlah Rasulullah SAW menshalat kan para syuhada Uhud satu persatu, hingga jika di
hitung Maka Rasulullah SAW dan para sahabat telah menshalatkan Sayyidina Hamzah
sebanyak tujuh puluh kali.

Abdurahman bin Auf menyebut kan bahwa ketika perang Badar, Hamzah berperang
di samping Rasulullah SAW dengan memegang 2 bilah pedang. Di riwayat kan dari Jabir
bahwa ketika Rasulullah SAW melihat Hamzah terbunuh, maka dia menagis. Ia wafat pada
tahun 3 H, dan Rasulullah SAW dengan “Sayidus Syuhada”.

Penting nya kita sebagai umat muslim mengetahui tentang kisah-kisah pada zaman
Rasull kita, termasuk mengetahui tentang Kisah Paman Rasulullah Hamzah bin Abdul-
Muththalib.