You are on page 1of 6

Soal

1. Ceritakan dengan singkat apa yang dialami Barbara?


Jawaban:
Setelah memasuki usia menopause selalu ditemukan kadar FSH yang tinggi (>35 mIU/ml).
Pada awal menopause kadang-kadang kadar estrogen rendah. Pada wanita gemuk kadar
estrogen biasanya tinggi. Bila seorang wanita tidak haid selama 12 bulan dan dijumpai kadar
FSH >35 mIU/ml dan kadar estradiol < 30 pg/ml, maka wanita tersebut dapat dikatakan telah
mengalami menopause. Pada wanita dengan siklus haid normal, estrogen terbesar adalah
estradiol yang berasal dari ovarium. Disamping estradiol terdapat pula estron yang berasal
dari konversi androstenedion di jaringan perifer.
Kadar estradiol pada wanita pascamenopause lebih rendah dibandingkan dengan wanita usai
reproduksi pada setiap fase dari siklus haidnya. Pada wanita pascsamenopause estradiol dan
estron berasal dari konversi androgen adrenal di hati, ginjal, otak, kelenjar adrenal, dan
jaringan adipose. Proses aromatisasi yang terjadi di perifer berhubungan dengan berat badan
wanita. Wanita yang gemuk mempunyai kadar estrogen yang lebih tinggi dibandingkan
dengan wanita kurus karena meningkatnya aromatisasi perifer. Kadar estradiol sirkulasi
setelah menopause adalah sekitar 10-20 pg / mL, yang sebagian besar berasal dari konversi
perifer dari estrone, yang pada gilirannya terutama berasal dari konversi perifer dari
androstenedione. Kadar estrone sirkulasi pada wanita menopause lebih tinggi dari estradiol,
sekitar 30-70 pg/mL. Rata-rata tingkat produksi estrogen pascamenopause adalah sekitar
45μg/24 jam. Rasio androgen/estrogen berubah drastis setelah menopause karena penurunan
yang lebih tajam dalam estrogen, dan terjadinya hirsutisme ringan adalah umum, yang
mencerminkan pergeseran yang bermakna dalam rasio hormon. Ovarium mengeluarkan
terutama androstenedion dan testosteron. Setelah menopause, kadar sirkulasi androstenedion
adalah sekitar satusetengah dari yang terlihat sebelum menopause. Sebagian besar
androstenedion menopause ini berasal dari kelenjar adrenal, dengan hanya sejumlah kecil
yang dikeluarkan dari ovarium, meskipun androstenedion adalah steroid utama yang
disekresi oleh ovarium pascamenopause.
Produksi testosteron menurun sekitar 25 % setelah menopause, tetapi ovarium pada masa
pascamenopause mensekresikan lebih lebih banyak testosterone dibandingkan dengan
ovarium pada masa premoenopause dimana hal ini setidaknya terjadi pada tahun-tahun
pertama periode pascamenopause. Dengan hilangnya folikel dan estrogen, gonadotropin yang
tinggi mendorong jaringan di ovarium yang tersisa ke level peningkatan sekresi testosteron.
Supresi gonadotropin dengan pengobatan agonis atau antagonis gonadotropin - releasing
hormone (GnRH) pada wannita pascamenopause menghasilkan penurunan yang signifikan
dalam kadar testosteron yang bersirkulasi, yang menunjukkan ovarium menopause
tergantung gonadotropin.
Dengan bertambahnya usia menopause, penurunan dapat diukur dalam kadar
dehydroepiandrosterone sulfate ( DHAS ) dan dehydroepiandrosterone (DHA) sirkulasi,
sedangkan kadar androstenedion, testosteron, dan estrogen sirkulasi pascamenopause tetap
relatif konstan. Singkatnya, gejala yang sering terlihat dan terkait dengan penurunan
kompetensi folikel ovarium dan kemudian hilangnya estrogen dalam masa klimakterik yaitu:
 Gangguan dalam pola menstruasi, termasuk anovulasi dan penurunan fertilitas,
penurunan aliran atau hipermenorrhea, frekuensi menstruasi tidak teratur, dan kemudian,
akhirnya, amenore.
 Ketidakstabilan vasomotor ( hot flushes dan berkeringat ).
 Kondisi atrofik: atrofi epitel vagina, pembentukan karunkel uretra, dispareunia
dan pruritus karena atrofi vulva, introitus, dan vagina, atrofi kulit umum, kesulitan
berkemih seperti urgensi dan uretritis abakterial dan sistitis.

2. Bagaimana mengelola kasus yang dialami Barbara tersebu agar dia terselamatkan dari
kondisi yang mengancam rumah tangganya dan menjalani kehidupan seksualnya kembali
baik
Jawaban:
 Mengkonsumsi kandungan kalsium
Pada orang dewasa (sampai awal empat puluhan), asupan kalsium yang cukup dapat membantu
mempertahankan kepadatan tulang, khususnya di bagian pinggul, tempat sebagian
pengeroposan terjadi. Di kalangan wanita pramenopause, pascamenopause dan tua, asupan
kalsium yang cukup dapat mengurangi laju pengeroposan tulang meskipun tidak benar-benar
mencegah keropos tulang (Felicia, 2009).
 Mengkonsumsi kandungan fitoesterogen
Terapi fitoestrogen ini merupakan suatu bahan/substrat yang memiliki khasiat mirip estrogen
dan berasal dari tumbuhan. Yang termasuk fitoestrogen adalah kedelai, bengkoang, pepaya,
brokoli, wortel, jeruk, cabe, tomat. Fitoestrogen dijumpai pada kedelai termasuk susu kedelai,
tempe, tahu dan tauco'U5''8 . Fitoestrogen adalah bagian dari terapi sulih hormon yang aman
karena merupakan estrogen alami"7 . Fitoestrogen ini terbukti bisa memperbaiki keluhan
menopause dan lebih banyak dipilih karena penggunaan estrogensintesa untuk jangka lama
menimbulkan risiko terjadinya kanker payudara, stroke dan trombosis. Terapi fitoestrogen ini
merupakan suatu bahan/substrat yang memiliki khasiat mirip estrogen dan berasal dari
tumbuhan. Yang termasuk fitoestrogen adalah kedelai, bengkoang, pepaya, brokoli, wortel,
jeruk, cabe, tomat. Fitoestrogen dijumpai pada kedelai termasuk susu kedelai, tempe, tahu dan
tauco'U5''8 . Fitoestrogen adalah bagian dari terapi sulih hormon yang aman karena merupakan
estrogen alami"7 . Fitoestrogen ini terbukti bisa memperbaiki keluhan menopause dan lebih
banyak dipilih karena penggunaan estrogensintesa untuk jangka lama menimbulkan risiko
terjadinya kanker payudara, stroke dan trombosis.
 Melakukan exercise seperti senam kegel
Keuntungan melakukan senam Kegel adalah lebih mudah mencapai orgasme dan orgasme yang
dicapai lebih baik karena otot yang dilatih adalah otot yang digunakan selama orgasme. Manfaat
lain adalah vagina akan semakin sensitif dan peka rangsang sehingga memudahkan peningkatan
kepuasan seksual, dan suami akan merasakan perubahan yang sangat besar karena vagina
mampu mencengkram penis lebih kuat. Memudahkan kelahiran bayi tanpa banyak merobek
jalan lahir dan bagi wanita yang baru melahirkan, senam Kegel dapat mempercepat pemulihan
kondisi vagina setelah melahirkan dan tentu saja dapat menguatkan otot rangka pada dasar
panggul sehingga pemperkuat fungsi sfingter eksternal kandung kemih, mencegah prolaps uteri
(Salma, 2008; Maryam, 2008 dalam Yanthi, 2011). Beberapa manfaat senam Kegel yaitu
menguatkan otot panggul, membantu mengendalikan keluarnya urin saat berhubungan intim,
dapat meningkatkan kepuasan saat berhubungan intim karena meningkatkan daya cengkram
vagina, meningkatkan kepekaan terhadap rangsangan seksual, mencegah “ngompol kecil” yang
timbul saat batuk atau tertawa. Latihan untuk memperkuat otot panggul (sering disebut
latihan senam kegel) telah lama digunakan untuk mengobati / menurunkan inkontinensia
urin (Nygaard, 2010). Latihan otot panggul (senam kegel) diikutsertakan dalam intervensi
primer dalam menangani inkontinensia urine. Senam kegel adalah senam untuk
menguatkan otot panggul atau senam yang bertujuan untuk memperkuat otot–otot dasar
panggul terutama otot puboccygeal sehingga seorang wanita dapat memperkuat otot–otot
saluran kemih. Senam kegel juga dapat menyembuhkan ketidak mampuan menahan
kencing (inkontinensia urine) (Widianti & Proverawati, 2010). Senam kegel berguna
untuk mengencangkan dan memulihkan otot di daerah alat Genital dan anus. Pelatihan
senam Kegel dengan frekuensi tiga kali perminggu selama empat minggu lebih efektif
dibandingkan dengan senam Kegel dengan frekuensi satu kali seminggu selama empat
bulan dalam menurunkan frekuensi buang air kecil wanita usia 50-60 tahun yang
mengalami stress urinary incontinence.
 Pemberian terapi sulih hormone
Menopause adalah kejadian fisiologis yang normal yang terjadi pada perempuan yang
terjadi pada usia rata rata 51 tahun. Terapi Sulih Hormon (TSH) atau saat ini disebut
terapi hormon merupakan terapi hormon estrogen untuk mengurangi gejala menopause,
pada wanita yang masih memiliki uterus maka terapi dikombinasi dengan pemberian
estrogen untuk melindungi lapisan endometrium. Estrogen yang diberikan dapat secara
oral, intravagina atau transdermal.sedangkan progesteron cara pemberiannya dapat secara
oral, transdermal maupun diberikan bersama alat intrauterine (Mirena, Bayer Schering).
Terapi hormon saat ini merupakan pengobatan paling efektif menangani masalah
vasomotorik. Penelitian secara sistematis menunjukkan pengurangan secara signifikan
frekuensi dari gejala vasomotor hingga 87 % dibandingkan dengan plasebo. Uji acak
yang besar dilakukan dan menunjukkan bahwa terapi hormon menurunkan kemungkinan
insidensi fraktur, mengurangi gejala Vagina yang kering, dan memperbaiki juga fungsi
seksual. Selain itu didapatkan juga perbaikan kualitas tidur, mengurangi nyeri otot, dan
meningkatkan kualitas hidup pasien
 Pemberian secara oral
Pemberian Oral Potensi relatif estrogen yang tersedia secara komersial ini sangat
penting ketika meresepkan estrogen, dan dokter-dokter harus familiar dengan potensi-
potensi sebagai berikut:

 Kombinasi Estrogen-Progesteron Oral


Estrogen diberikan bersama dengan progesteron secara sekuensial atau kontinyu.
Secara sekuensial yaitu estrogen saja diberikan pada hari pertama sampai hari ke-28,
sedangkan progesteron diberikan dari hari ke-16 sampai hari ke-28. Sediaan
kombinasi estrogen-progesteron diantaranya adalah Diane (mengandung siproteron
asetat 2 mg+etinilestradiol 0,035 mg) dan Yasmin (mengandung drospirenone 3 mg +
etinilestradiol 0,03 mg).
 Estrogen Topikal
 Estradiol gel (Oestrogel) Dioleskan di daerah abdomen dan paha atas dan
dibiarkan beberapa menit sampai mengering sebelum menggunakan pakaian.
Sediaan ini dilaporkan efektif dalam mengobati gejala vasomotor dan atropi
vagina yang timbul pada wanita menopause.
 Estrogen dalam bentuk krim (Estrace, Ogen) Pemakaiannya dioleskan
pada vagina. Telah terbukti efikasinya pada pengobatan atropi vagina.
Absorpsinya bervariasi tergantung dari tipe, dosis estrogen dan vehikulum yang
digunakan.
 Cincin vaginal Cincin vaginal (Vaginal ring) diletakkan pada sepertiga
bagian atas dari vagina dan posisinya akan dipertahankan oleh tekanan dari
dinding vagina. Absorpsi secara sistemik melalui epitel Absorpsi secara sistemik
melalui epitel vagina tergantung luas permukaan dari ring vagina. Kadar estradiol
dapat menetap dan dipertahankan sampai kurang lebih 3 bulan.
 Tablet vaginal estradiol (Vagifem, Premarin, ablet vaginal estradiol
(Vagifem, Premarin, Ovestin, Orthogynest) Dimasukkan ke dalam vagina dan
telah dibuktikan efektif dalam mengobati atropi vagina. Dosis dua kali perminggu
dilaporkan efektif dan tidak menimbulkan efek sistemik dan efek pada
endometrium.
 Estradiol implan Ditanam secara subkutan pada daerah abdomen atau
bokong. Implan menimbulkan kadar estradiol yang beredar relatif stabil selama
4–12 bulan.
 Transdermal estrogen patch (TTS) TTS terdiri dari reservoir patch
(Estraderm TTS 50) dan matrix patch (Climara) dengan dosis harian 50–100 mg
17b-estradiol. Matrix patch ditempelkan pada dada atau perut sekali seminggu
sedangkan Estraderm patch ditempelkan 2 kali seminggu.
3. Kulit wajah dan tangan penderita tersebut tampak keriput, tetapi menurut pengakuannya
kulit dibagian yang tertutup terutama (daerah pantat) belum terlihat tanda kerutan, berikan
alasan dengan singkat mengapa dapat terjadi seperti itu? Jelaskan penjelasan menurut sudut
pandang photoaging dan esterogen deficiensi.
Jawaban:
Stratum basal merupakan lapisan terdalam dari epidermis yang terletak berdekatan dengan
dermis. Lapisan ini terbagi atas dua penyusun utamanya yaitu sel keratinosit dan non
keratinosit, yang melekat pada membran dasar oleh hemidesmosom. Keratinosit membelah
dan berdiferensiasi, kemudian berpindah dari lapisan yang lebih dalam menuju ke
permukaan. Sel lainnya yang terdapat dalam lapisan ini adalah melanosit yang berfungsi
menghasilkan pigmen melanin. Sel-sel ini ditandai dengan prosesus dendritik yang
terbentang di antara keratinosit (Tortora & Derrickson, 2009). Melanin terakumulasi di
melanosom yang kemudian ditransfer ke keratinosit di dekatnya, dimana melanin tersebut
menetap sebagai butiran melanin. Pigmen melanin menyediakan perlindungan terhadap
radiasi ultraviolet (UV). Paparan kronis cahaya meningkatkan rasio melanosit terhadap
keratinosit, sehingga melanosit lebih banyak terdapat di kulit wajah dibandingkan dengan
punggung dan lebih banyak di lengan luar dibandingkan dengan lengan bagian dalam. Sel-sel
Merkel juga ditemukan dalam lapisan basal dengan jumlah besar di lokasi peka sentuhan
seperti jari dan bibir. Sel tersebut berhubungan erat dengan saraf kutaneus dan terlibat dalam
rangsang sentuhan halus atau rabaan.