You are on page 1of 15

BAB V

Hasil Kerja, menguraikan tentang pencapaian target kinerja yang meliputi pencapaian target
kegiatan dan pendapatan, pencapaian indikator BLU (keuangan, operasional pelayanan, mutu
manfaat), pencapaian Indikator Kinerja Individu (IKI), Pencapaian SPM RSAB Harapan Kita,
pencapaian KPI (Key Performance Indicators), kegiatan promotif preventif, program unggulan,
realisasi anggaran, upaya untuk meraih WTP dan zona integritas.

HASIL KERJA PELAYANAN


A. Upaya Promotif dan Preventif
Fungsi promotif dan preventif rumah sakit dilakukan dengan melakukan edukasi terhadap pasien
dan keluarga melalui kegiatan kegiatan penyuluhan baik secara individu maupun berkelompok.
Pada Tahun 2017 RSUD Jati Padang telah membentuk Instalasi PKRS ( Promosi Kesehatan
Rumah Sakit) yang bertanggungjawab terhadap kegiatan promotif dan preventif di rumah Sakit.
Adapun Kegiatan Instalasi PKRS di tahun 2017:
• Penyempurnaan tata kelola kegiatan PKRS : penyusunan beberapa SPO dan kebijakan
terkait pelaksanaan program PKRS sesuai standard yang telah
ditentukan.
• Edukasi Perorangan untuk Pasien dan Keluarganya di ruang perawatan: Kegiatan ini
dilakukan oleh dokter secara langsung dan tertuang dalam pengisian form Catatan Edukasi
dalam rekam medis yang dilakukan evaluasi.
• Edukasi Perorangan untuk pasien dan Keluarganya di luar ruang perawatan: Himbauan,
teguran, Leaflet untuk mengingatkan pasien dan seluruh pengunjung rumah sakit terhadap
perilaku yang tidah sehat.
• Edukasi Kelompok kepada pasien dan Keluarganya: Berupa kegiatan penyuluhan
berkelompok sesuai jadwal ke setiap ruangan dengan tenaga penyuluh yang berkompetensi
di bidangnya masing masing. Pemilihan materi sesuai hasil evaluasi terhadap output
penyuluhan sebelumnya.
• Edukasi kelompok di luar gedung RSUD : Penyuluhan pada kelompok di luar rumah sakit
• Lomba poster untuk update materi penyuluhan yang sesuai kebutuhan RSUD.

Kendala yang dijumpai selama kegiatan


• Banyaknya perilaku tidak sehat di Rumah Sakit dan sulitnya mengubah perilaku
tersebut.
• Kebutuhan akan peralatan dan media edukasi untuk mendukung kegiatan penyuluhan
masih perlu dilengkapi.
• Kurangnya SDM

Usulan kegiatan di tahun 2017 :


Melakukan usulan perencanaan pengadaan peralatan dan media edukasi untuk mendukung
kegiatan penyuluhan.
Foto Kegiatan PKRS di tahun 2017:

1. Instalasi Gawat Darurat


IGD dimulai sejak bulan Agustus 2017, yang secara umum bertujuan untuk memberikan rasa nyaman
pada pasien emergensi.Adapun yang dilakukan adalah :
1. Pemindahan admision ke luar gedung IGD
2. Memperluas Ruang fast track Triage
3. Memperluas dan menata Apotik depo IGD.
4. Menata loket –loket di IGD
Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di
sebuah rumah sakit.
Instalasi Gawat Darurat di RSUD Jati Padang terdiri dari pelayanan:
• Triage: medik, anak, bedah, dan kebidanan ,
• Ruang rawat inap: Lt.3 Nani Sadikin (VK dan perinatologi)
Lt.4 Tjokropranolo ( Dewasa dan Isolasi)
Lt.5 MH.thamrin ( Anak)
• Kamar operasi.
• High Care Unit
Pelayanan medis IGD RSUD Jati Padang didukung oleh pelayanan penunjang di satu gedung
meliputi pelayanan : Rontgen dan laboratorium
Gedung IGD RSUD Jati Padang telah berdiri sejak tahun 2017 merupakan bangunan tujuh lantai.
Ruang triage dipisahkan untuk pelayanan kasus Kebidanan, Bedah, Anak dan medik. Tahun 2017
IGD RSUD Jati Padang melakukan beberapa pengembangan yang secara umum bertujuan untuk
meningkatkan pelayanan terhadap pasien.
Beberapa rencana pengembangan di IGD untuk meningkatkan mutu pelayanan adalah :
 Dokter spesialis on site
Mengadakan koordinasi dengan manajemen Rumah Sakit tentang 4 besar dokter spesialis
on site .Saat ini yang sudah on site spesialis Anak, spesialis obsgyn,dan penyakit dalam,
Yang belum ada saat ini spesialis bedah,THT,Mata,Kukel,Saraf,Gerontik,Jiwa.
 Pembuatan Ruangan Isolasi yang standar
Saat ini ruang isolasi masih belum standar, sehingga perlu dilakukan pengerjaan
segera.Sudah dilakukan koordinasi dengan PPI,IPCN dan IPCLN untuk mempercepat
pembangunan ruangan Isolasi yang standar.
 Pembuatan Ruang tunggu yang manusiawi
Ruang tunggu di IGD , untuk pasien-pasien yang masih di Triage, keluarga menunggu di
ruang tunggu Lt.1. Sedangkan yang sudah rawat inap , menunggu di depan Pintu masuk
ruang rawat Lt.4 dan 5.
 Pembuatan Ruangan PONEK yang standar
Setiap ada penilaian baik JCI maupun KARS selalu melihat kondisi ruangan PONEK. Saat
ini ruangan PONEK belum standar ,sehingga diperlukan jalan keluar sehingga dapat
memenuhi standar.

 Pembuatan Ruangan Jaga residen


Ruangan jaga residen di IGD ada 1 kamar belum memadai untuk residen jaga, karena harus
pisah antara laki-laki dan perempuan.
 Pembuatan Ruang Dekontaminasi

Di IGD belum memiliki ruangan dekontaminasi.


 Pembuatan ruangan jaga ambulan
Saat ini ruangan jaga ambulan belum tersedia.4
 Pembuatan akses/jalan pengunjung
Salah satu penyebab kroditnya lalu lintas orang di IGD adalah akses/jalan yang hanya
mempunyai 1 pintu masuk IGD.
 Relokasi IGD
Dengan banyaknya kendala pengembangan di IGD yang diakibatkan kurangnya
ruangan/lahan ,untuk jangka panjang diperlukan pembangunan IGD yang baru agar dapat
menampung seluruh kebutuhan ruangan yang sesuai standar.
 Peralatan
Pengusulan peralatan untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan baik peralatan yang
belum tersedia maupun peralatan yang memerlukan penggantian.
Foto Triage Medik IGD RSUD Jati Padang

2. Ruang Intensif HCU


HCU RSUD Jati Padang terdiri dari 1 ruangan dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 1. Data
statistik pelayanan di HCU tahun 2017 menunjukkan, BOR: 90,13 %, LOS: 7 hari.

Foto Ruang HCU di RSUD Jati Padang

3. Ruang Tunggu
Setiap ruang pelayanan di rumah sakit telah menyediakan tempat tunggu yang manusiawi bagi
pengunjung RSUD Jati Padang. Penetapan jumlah tempat duduk disesuaikan dengan jumlah
kunjungan di masing masing tempat pelayanan. Ruang tunggu di RSUD Jati Padang:
• Ruang Tunggu IGD
• Ruang tunggu Rawat inap:
 Lt.3 Nani Sadikin (VK dan perinatologi)
 Lt.4 Tjokropranolo ( Dewasa dan Isolasi)
 Lt.5 MH.thamrin ( Anak)
• Ruang tunggu masing masing poliklinik rawat jalan
• Ruang tunggu pendaftaran rawat jalan
• Ruang tunggu OK Sentral
• Ruang tunggu Intensif (HCU)
Ruang tunggu yang disediakan telah memiliki akses terdekat menuju toilet sebagai sarana penting
untuk keluarga/penunggu pasien. Kendala yang dijumpai dalam penataan ruang tunggu di RSUD
Jati Padang adalah jumlah kunjungan yang terus meningkat, namun demikian peningkatan
kualitas ruang tunggu terus ditingkatkan terkait fasilitas dan kebersihannya yang merupakan
masalah utama terutama karena tidak tertibnya pengunjung akan kebersihan.
4. RANAP (rawat inap)
RANAP dikembangkan bulan Oktober 2017 dengan mengambil tempat di Ruangan Tjokropranolo
Lantai 4 berkapasitas 20 tempat tidur dan 1 ruang isolasi,. RAPU merupakan suatu unit /ruangan
khusus yang diperuntukkan bagi pasien yang memerlukan pemeriksaan awal yang cepat dan
mendapatkan penanganan yang sesuai dengan keluhan awal saat masuk rumah sakit.Perencanaan
pulang sudah disiapkan sejak awal pasien opname di ruangan RAPU.
Kriteria pasien yang masuk ruang ranap adalah pasien dengan diagnose yang memerlukan perawatan.

Data kunjungan IGD RSUD Jati Padang 2017


Data kunjungan RAJAL RSUD Jati Padang 2017

Data kunjungan RANAP RSUD Jati Padang 2017

Data kunjungan RSUD Jati Padang per Unit 2017


B. Integrasi dengan RS Jejaring
Integrasi antara RSUD Jati Padang sebagai rumah Sakit pusat rujukan di sekitar Wilayah
Jakarta Selatan dengan rumah sakit jejaring sangat diperlukan untuk mengoptimalkan
pelayanan kepada pasien dan untuk mengoptimalkan perencanaan anggaran pembiayaan
kesehatan Nasional. Adapun kegiatan Integrasi dengan rumah sakit jejaring bertujuan untuk
mengoptimalkan sistem rujukan sehingga tidak terjadi penumpukan pasien yang berdampak
pada mutu pelayanan dan pembiayaan. Pengelolaan sistem rujukan meliputi pembinaan,
monitoring dan evaluasi terhadap Puskesmas Kecamatan dan Kelurahan sekitar Jakarta
Selatan. Kegiatan ini bekerjasama dengan dinas Kesehatan propinsi Dki Jakarta. Kegiatan
pembinaan dilakukan dua kali dalam setahun.

Selama tahun 2017, terdata beberapa permasalahan yang hampir serupa di masing masing rumah
sakit yang dibina yaitu keterbatasan sumber daya di Rumah sakit regional menyebabkan system
rujukan belum berjalan optimal, antara lain : obat yang tidak tersedia, SDM kurang memadai,
sarana prasarana gedung yang tidak mencukupi Dengan kerjasama bersama dinas Kesehatan
provinsi diharapkan kondisi ini dapat diminimalisir.
C. Pengaturan SOTK
Pertumbuhan organisasi tidak dapat dihindari akan berdampak pula pada perubahan terkait
pengorganisasian dalam struktur organisasi.
Berdasarkan keputusan menteri Kesehatan RI Nomor 1012/MENKES/SKI/IX/2007 tentang
susunan dan uraian jabatan serta Tata hubungan Kerja RSUD Jati Padang meliputi nomenklatur,
titelatur dan kedudukan yang ada: Jabatan Struktural, terdiri dari 41, yang masing masing
meliputi: satu direktur utama, 11 Bidang/bagian, 25 Subbagian/seksi. Jabatan fungsional Instalasi
terdiri dari 31 masing masing meliputi: 19 Instalasi dibawah Direktorat Medik dan Keperawatan,
2 Instalasi di bawah direktorat SDM da Pendidikan,10 Instalasi dibawah direktorat umum dan
operasional. Evaluasi terhadap SOTK dilakukan melalui rapat tim evaluasi, untuk memenuhi
kebutuhan organisasi.
D. Pengadaan Barang dan Jasa
Pengadaan barang di RSUD Jati Padang sejak tahun 2017 telah melaksanakan sistem pengadaan
barang sesuai Perpres 70 tahun 2012. Kegiatan pengadaan barang/Jasa Tahun 2017 Meliputi jenis
proses:
Sumber APBD
• Pengadaan barang medis e catalog dan e dbugeting
• Pengadaan barang non medis dengan kontrak
Sumber BLU
• Pengadaan Jasa lainnya dengan kontrak
• Pengadaan jasa lainnya dengan SPK
• Pengadaan Jasa Lainnya dengan SP
• Pengadaan jasa konsultasi dengan kontrak
• Pengadaan konstruksi dengan kontrak
• Pengadaan konstruksi dengan dengan SPK
• Pengadaan barang non medis dengan kontrak
• Pengadaan barang non medis dengan SPK
• Pengadaan barang non medis dengan SP
• Pengadaan barang Farmasi obat obatan dengan kontrak
• Pengadaan barang Farmasi obat obatan dengan SP
• Pengadaan barang Farmasi habis pakai dengan e catalog
• Pengadaan barang medis dengan SPK
• Pengadaan barang medis dengan SP
• Pengadaan barang medis dengan e catalog
Di tahun 2017 jenis proses pengadaan barang/ jasa tanpa melalui pelelangan dan e-catalog
mencapai setengah dari proses yang ada. Dengan memperbaiki seluruh sistem dalam rangkaian
pengadaan barang, diharapkan pengadaan barang/jasa dengan SP dan SPK makin berkurang di
tahun mendatang.
E. Gambaran SDM
• Dokter spesialis Penyakit Dalam sebanyak 2 orang,
• Dokter spesialis Anak sebanyak 3 orang,
• Dokter umum sebanyak 9 orang,
• Emergency IGD jumlah bad 5 unit
• Ruang HCU dengan jumlah TT 1
• Tindakan di Cath lab tahun 2017 : 625
Kendala yang dihadapi
• Peralatan medis yang belum memadai
• SDM: kurangnya jumlah dokter spesialis untuk melayani pasien rawat jalan dan rawat
inap yang jumlahnya terus meningkat
Data TENAGAKERJA RSUD Jati Padang 2017

F. Anggaran
Realisasi Belanja RSUD Jati Padang TA 2017 terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp.
110.833.290.827,- atau naik sebesar 9% dari TA 2017 pada periode yang sama. Belanja barang
sebesar Rp. 547.757.498.847,- atau naik sebesar 30% dari TA 2017 pada periode yang sama. Belanja
modal sebesar Rp. 81.012.062.635,- atau mengalami kenaikan sebesar 101% dari TA 2017 pada
periode yang sama. Sedangkan untuk perbandingan realisasi belanja RSUD Jati Padang TA 2017 dan
TA 2018 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

a) Realisasi Biaya

Realisasi
Realisasi s/d
Anggaran Tahun 2017 s/d 30 Pencapaian Ket
Komponen Biaya 31 Desember
(Rp) September (%)
2017 (Rp)
2017
(Rp)
Belanja Operasional Layanan Umum
Belanja Pelayanan 416.886.203,- - 409.722.690,- 98.29
a. Belanja Pegawai 183.139.200,- - 183.139.200,- 100
b. Belanja Bahan 79.251.534,- - 79.251.534,- 100

c. Belanja Jasa Pelayanan - - - -


d. Belanja Pemeliharaan 128.195.437,- - 121.231.924,- 94.42
e. Belanja Barang dan Jasa 26.100.032,- - 26.100.032,- 100
Realisasi
Realisasi s/d
Anggaran Tahun 2017 s/d 30 Pencapaian Ket
Komponen Biaya 31 Desember
(Rp) September (%)
2017 (Rp)
2017
(Rp)
f. Belanja Depresiasi - - - -
g. Belanja Pelayanan Lain-lain - - - -
Belanja Umum dan Administrasi 103,846,551,- - 102,055,673,- 98.28

a. Belanja Pegawai 45.784.800,- - 45.784.800,- 100


b. Belanja Administrasi Kantor 19.812.884,- - 19.812.884,- 100
c. Belanja Pemeliharaan 31,723,859,- - 29,932,981,- 94.35
d. Belanja Barang dan Jasa 6.525.008,- - 6.525.008,- 100
e. Belanja Promosi - - - 0,00
f. Belanja Depresiasi - - - 0,00
g. Belanja Umum dan Administrasi Lain - - - 0,00
Belanja Non Operasional 375.000,- - 375.000 100

a. Belanja Bunga - - - -

b. Belanja Administrasi Bank 375.000,- - 375.000 -

c. Kerugian Penjualan Aset Tetap - - - -

d. Kerugian Penurunan Nilai - - - -

e. Belanja Non Operasional Lain - - - -

TOTAL 521.107.754,- - 512.153.363,- 98.28


PERENCANAAN ANGGARAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JATI PADANG

TAHUN 2017 S.D 2020

ESTIMASI KEBUTUHAN ANGGARAN


NO JENIS KEGIATAN
2017 2018 2019 2020
I SUMBER DANA RM
293,920,590,000 424,390,314,150 456,174,865,478 489,562,198,365
1 Belanja Pegawai
124,411,822,000 136,736,781,000 146,308,355,670 156,549,940,567

2 Belanja Barang
36,270,157,000 40,371,539,850 44,220,416,843 47,483,860,185
a. Belanja pengadaan obat-obatan
15,252,500,000 18,303,000,000 21,048,450,000 23,153,295,000
b. Belanja langganan daya dan jasa
13,009,657,000 13,660,139,850 14,343,146,843 15,060,304,185
c. Belanja bahan makanan pasien
5,626,375,000 5,907,693,750 6,203,078,438 6,513,232,359
d. Belanja Penambah Daya Tahan Tubuh
2,381,625,000 2,500,706,250 2,625,741,563 2,757,028,641

3 Belanja Modal
108,632,448,000 221,445,522,150 238,517,798,258 257,043,688,170
a. Belanja gedung dan bangunan
11,000,000,000 120,000,000,000 132,000,000,000 145,200,000,000
b. Belanja alat kesehatan, kedokteran dan
KB 96,614,783,000 101,445,522,150 106,517,798,258 111,843,688,170
c. Belanja Kendaraan ( Ambulance )
1,017,665,000

4 Belanja Perkantoran RS
9,854,567,000 10,347,295,350 10,864,660,118 11,407,893,123
a. Belanja Alat Tulis Kantor
1,500,000,000 1,575,000,000 1,653,750,000 1,736,437,500
b. Belanja Palen
4,854,567,000 5,097,295,350 5,352,160,118 5,619,768,123
c. Belanja Linen Medis dan Non Medis
2,000,000,000 2,100,000,000 2,205,000,000 2,315,250,000
d. Penunjang komputer
1,500,000,000 1,575,000,000 1,653,750,000 1,736,437,500

5 Belanaja Pemeliharaan Rumah Sakit


14,751,596,000 15,489,175,800 16,263,634,590 17,076,816,320
a. Pemeliharaan alat medis dam momn
medis 11,853,867,000 12,446,560,350 13,068,888,368 13,722,332,786
b. Pemeliharaan jaringan
2,301,099,000 2,416,153,950 2,536,961,648 2,663,809,730
c. pemeliharaan kendaraan dinas
596,630,000 626,461,500 657,784,575 690,673,804

II SUMBER DANA BLU


435,768,988,000 451,903,166,400 475,220,898,075 494,176,270,642
1 Belanja Pegawai
174,307,595,000 177,793,746,900 186,683,434,245 190,417,102,930

2 Belanja Barang
247,293,288,000 259,657,952,400 272,640,850,020 286,272,892,521
a. Belanja perjalanan dinas pegawai
2,799,790,000 2,939,779,500 3,086,768,475 3,241,106,899
b. Belanja administrasi rumah sakit
11,212,936,000 11,773,582,800 12,362,261,940 12,980,375,037
c. Belanja pemeliharaan rumah sakit
11,729,732,000 12,316,218,600 12,932,029,530 13,578,631,007
d. Belanja peningkatan SDM
17,430,760,000 18,302,298,000 19,217,412,900 20,178,283,545
e. Belanja bahan makanan pasien rumah
sakit 4,053,000,000 4,255,650,000 4,468,432,500 4,691,854,125
f. Pengadaan pakaian dinas pegawai - - - -

g. Belanja sistem informasi rumah sakit


3,475,137,000 3,648,893,850 3,831,338,543 4,022,905,470
h. Pengadaan obat-obatan, bahan baku
obat. 147,010,195,000 154,360,704,750 162,078,739,988 170,182,676,987
i. Belanja KSO
45,000,000,000 47,250,000,000 49,612,500,000 52,093,125,000
j. Pengadaan Linen Medis dan Non Medis
408,606,000 429,036,300 450,488,115 473,012,521
k. Pengadaan Barang Cetakan Medik dan
Non Med 4,173,132,000 4,381,788,600 4,600,878,030 4,830,921,932

3 Belanja Modal
14,168,105,000 14,451,467,100 15,896,613,810 17,486,275,191
a. Belanja modal peralatan dan mesin
14,168,105,000 14,451,467,100 15,896,613,810 17,486,275,191
b. Pembangunan gedung

4 Hibah

5 Pembayaran kewajiban tahun


sebelumnya

To t a l
729,689,578,000 876,293,480,550 931,395,763,553 983,738,469,007

C. Upaya Meraih Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrat Bersih, kompeten,
Melayani (WBBKM)
Upaya yang Telah Dilakukan oleh RSUD Jati Padang untuk Mewujudkan
WBK/WBBM
Pelaksanaan Inpres No 5/2004 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi :
1. Penyampaian LHKPN bagi wajib lapor ke KPK (untuk Direksi dan pejabat struktural)
2. Penandatanganan pernyataan penetapan kinerja antara Direktur Utama dan Dirjen
Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI
3. Evaluasi Program SAKIP
4. One Stop Service System keluhan masyarakat melalui pelayanan Admision dan P3
(Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan)
5. Kesepakatan keterbukaan informasi publik
6. Penandatanganan Pakta Integritas untuk Pejabat Struktural
7. Upaya raih WTP 2012 dengan 14 quick wins dan reformasi birokrasi
8. Melaksanakan pengadaan barang/ jasa melalui LPSE
9. Membentuk Tim Konsultasi Pengadaan Barang/ Jasa
10. Membentuk ULP barang/ jasa di lingkungan RSUD Jati Padang
11. Penanganan pengaduan masyarakat melalui Humas RSUD Jati Padang
12. Melakukan kerjasama dengan aparat penegak hukum dalam hal ini dengan
Kejaksaan
13. Memberdayakan pelaksanaan kegiatan SPI
14. Pendampingan pelaksanaan pemeriksaan terhadap kegiatan di RSUD Jati Padang yang
dilaksanakan oleh KAP, BPKP, ITJEN dan BPK RI.
15. Review Laporan Keuangan
16. Pengawasan atas Registrasi Alat Kesehatan.

Kegiatan tambahan RSUD Jati Padang untuk Mewujudkan WBK/ WBBM


Membuat 6 buah banner untuk disosialisasikan pada titik – titik strategis.

Upaya Meraih WBK/WBBM Dan Zona Integritas


1. Upgrading gedung dan peralatan medis yang sudah tua
2. Menjaga kesinambungan pelaksanaan standar rumah sakit
3. Menerapkan langkah-langkah untuk meraih Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah
Birokrat Bersih, kompeten, Melayani (WBBKM), yaitu :
a. Pencegahan dan pemberantasan korupsi
b. Pengawasan atas penyaluran dan penggunaan anggaran