You are on page 1of 17

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.

S
DENGAN SALAH SATU ANGGOTA (Ny.W) MENGALAMI DIABETES
MELLITUS

A. Pengkajian
1. Struktur Dan Sifat Keluarga
a. Kepala Keluarga
Nama : Tn.S
Jenis Kelamin :laki-laki
Suku : Jawa
Umur : 75 Tahun
Agama : Islam
Pendidikan terakhir : SD
Pekerjaan :
Alamat : RT 001 RW 004 Dusun timang kulon,desa
Wonokerto, wonogiri
b. Susunan Anggota Keluarga

No. NAMA L/P USIA HUB.KK PEND PEKJ KET

1. Tn.s L 75 tahun AYAH SD perkebun Sehat


2. Ny. w P 60tahun IBU SD IRT Sehat

c. Genogram

1
Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Sakit
: Meninggal
: Tinggal serumah

d. Jenis/type Keluarga
Jenis : KELUARGA USILA (keluarga yangb terdiri dari suami
dan istri dengan anak yang sudah memisahkan diri dan
tidak tinggal serumah )

2. Faktor Sosio-Budaya-Ekonomi

a. Penghasilan Dan Pengeluaran


Sumber penghasilan adalah dari anak , yaitu sekitar  Rp. 1.200.000,-/perbulan.
Pengeluaran perbulan untuk keperluan makan sekitar  Rp. 300.000,- dan
sisanya untuk keperluan lain –lain seperti membayar listrik, kebutuhan berobat.
b. Pendidikan
Anggota keluarga berpendidikan ,lulusan tamat SD. Berkaitan dengan Masalah
Diabetes mellitus yang diderita NY.W, keluarga mengatakan tidak tahu
bagaimana cara pemecahan masalah tersebut. Setelah dijelaskan tentang
pengertian masalah Diabetes mellitus, cara pencegahan dan pengobatannya,
Tn.s dan ny. W belum bisa menjawab pertanyaan sederhana perawat
c. Suku Dan Agama
keluarga merupakan suku Jawa dan beragama Islam, dalam menjalankan
perintah agama keluarga cukup taat dan rajin mengikuti kegiatan keagamaan
seperti sholat jamaah di Musholla, sholat Jumat di Mesjid,.

3. Kegiatan Sehari - Hari

2
a. Nutrisi
keluarga lebih sering memasak sendiri dari pada membeli, dengan komposisi
sebagai berikut : makanan pokok yaitu nasi, tempe dan tahu, sayuran yang
didapat dari kebun/sawah, jarang makan buah dan minum susu. Keluarga dalam
memasak sayur dengan mencuci dulu lalu dipotong – potong. Keluarga makan
tiga kali dalam sehari dengan porsi yang cukup. Pemberian makan sama rata
untuk seluruh anggota keluarga. Cara menghidangkannya terbuka di atas meja.
Alat makan digunakan bersama atau tidak ada pemisahan dalam pemakaiannya.
Pantangan makan tinggi gula,
b. Eliminasi
Pola BAB anggota keluarga sehari sekali dan BAK tiga-empat kali sehari. Pada
anggota keluarga tidak ada yang mengalami gangguan dalam eliminasi.
Tempat BAB adalah di WC rumah sendiri.
c. Olah Raga
Keluarga Tn.S mengatakan tidak menyediakan waktu khusus untuk melakukan
olah raga. Aktivitas sehari-hari keluarga adalah berkebun.
d. Kebersihan Diri
Kepala keluarga dan istri mandi 2 kali sehari,. Kebersihan : mandi dua kali
sehari dengan menggunakan sabun mandi, menggosok gigi sekali sehari dengan
pasta gigi serta mencuci rambut tiga hari sekali dengan menggunakan sampho,
kebiasaan mandi keluarga di rumah dengan air sumber yang berasal dari mata
air sumur. Berkaitan dengan diabetes mellitus keluarga mengatakan tidak
mengerti mengenai sanitasi yang sehat yang dapat mencegah adanya ulkus.
Tn.MS mengatakan tidak melakukan perawatan khusus pada ulkus Diabetes
mellitus yang dialami NY.W.
e. Waktu Senggang/Hiburan/Rekreasi
Penggunaan waktu senggang oleh anggota keluarga dengan santai–santai atau
digunakan untuk membicarakan masalah keluarga. Anggota keluarga dalam
menggunakan waktu senggangnya sesuai dengan usia dan jenis kelamin. Untuk
mendapatkan hiburan keluarga melihat televisi dan radio.
f. Istirahat

3
Pola istirahat keluarga jarang tidaur siang, kalau sempat tidur siang biasanya
selama 1 – 2 jam mulai pukul 12.30 – 14.30. Kebiasaan tidur pada malam hari
jam 22.00wib – 05.00wib
g. Kebiasaan Sosial
Semua anggota keluarga terlibat aktif dalam kegiatan sosial masyarakat seperti
kegiatan tahlilan, diba’ ,posyandu lansiadan lain-lain. Kepala keluarga yaitu Tn.
S dahulu merupakan perokok berat dengan frekuensi 1 pak perhari. Akan tetapi
sekarang sudah tidak merokok.
4. Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga
a. Tahap Perkembangan Keluarga
Tahap perkembangan keluarga saat ini berada pada tahap ke viii, yaitu
keluarga dengan anak usia lanjut.
c. Riwayat Keluarga Inti
Keluarga mempunyai penyakit keturunan yaitu hipertensi, dan diabetes
mellitus. Riwayat kesehatan masing masing keluarga Tn.s menderita hipertensi
dan Ny.w menderita diabetes mellitus. Kebiasaan anggota keluarga apabila ada
yang sakit periksa ke Bidan Desa atau ke Mantri. Untuk mengatasi penyakit
yang diderita saat ini, ny.w berobat rutin ke PKD ,POSYANDU LANSIA.
d. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Riwayat kesehatan sebelumnya, keluarga mengatakan tidak pernah sakit
serius.keluarga tidak ada yang pernah mondok hanya berobat jalan.

5. Faktor Lingkungan
a. Karakteristik Perumahan
Perumahan yang digunakan adalah semi permanen dan miliknya sendiri.
Luasbangunan dan pekarangan 576 meter persegi. Lantai rumah keramik,dan
kedap air. Ventilasi ada beberapa yaitu : di ruang tamu ada jendela, disekitar
kamar dan ruang tengah serta dapur, disetiap kamar dan ruang tengah serta
dapur ada lubang angin, Penerangan menggunakan lampu listrik. Kamar tamu
ada sebuah lampu neon 15 watt, ruang tengah terdapat bola lampu 20 watt,
masing–masing kamar dan dapur terdapat lampu neon 15 watt.

4
Ruang tamu cukup rapi dan bersih, terdapat perabotan (kursi), ruang tidur,
dapur susah tembok dan lantai sudah di cor. Keluarga mempunyai kamar mandi
ada WC, bila buang air besar di WC sendiri. Halaman rumah tampak bersih..
Keluarga menggunakan air sumber dari mata air sumur untuk minum dan
memasak, keadaan air secara fisik jernih, tidak berbau dan tidak berasa.
Keluarga menyimpan air dari sumur dalam gentong yang kebersihannya cukup
dan tertutup.
Keluarga mempunyai tempat pembuangan limbah yang dibuang langsung di
belakang rumah dan dibiarkan terbuka.
Keluarga mempunyai ternak kambing dengan kandang menempel di samping
rumah. Pembuangan kotoran ternak berupa jurang terbuka berjarak 3 meter dari
kandang.
b. Denah rumah

keterangan :
LKT = Limbah kotoran ternak
LKM = Limbah kamar mandi
LD = Limbah dapur
LKT
= Pintu
= Jalan kampung/gang
= Batas pekarangan

Kandang LD
kambing
LK Kamar Dapur
M mandi
R. Tidur R.Tidur

R. Tidur Ruang keluarga/ R.


Makan

R. Tamu

5
Keterangan denah rumah :
Rumah keluarga Tn. S terdiri dari 1 ruang tamu; 1 ruang keluarga yang
sekaligus sebagai tempat makan; 3 kamar tidur ,1 dapur; 1 kamar mandi
dengan WC; dan kandang ternak.
Masing-masing kamar mempunyai ventilasi sekaligus sebagai pencahayaan
sinar matahari. Pencahayaan dan ventilasi ruang tamu cukup. Sumber air bersih
yang digunakan untuk mandi dan memasak berasal dari mata air Sumur.
Tempat pembuangan air limbah dari kamar mandi berupa selokan terbuka,
pembuangan air limbah dari dapur tidak ada tempat khusus, langsung dibuang
atau dialirkan ke belakang dapur dan dibiarkan meresap sendiri.
c. Macam Tempat Tinggal
Keluarga bertempat tinggal di pedesaan jarak antara rumah satu dengan yang
lainnya berdekatan tapi tidak berhimpitan/menempel. Lingkungan tempat
tinggal adalah masjid yang ramai dikunjungi warga.
d. Karakteristik Tetangga Dan Komunikasi RW
Tetangga di sekitar keluarga Tn. S adalah bersuku Jawa, bahasa komunikasi
sehari-hari yang digunakan adalah bahasa jawa, sebagian besar tetangga Tn. S
bermata pencaharian sebagai petani. Keluarga mempunyai alat komunikasi
seperti televisi dan radio. Jika ada kegiatan sosial kemasyarakatan biasanya
diumumkan melalui pengeras suara yang ada di musholla atau mesjid.
e. Mobilitas Geografis Keluarga
Keluarga Tn. S Keluarga jarang pergi ke tempat-tempat yang jauh. Kegiatan
rutin harian adalah berkebun yang tidak jauh dari rumahnya (sekitar 1 km).
Tempat tinggal keluarga juga tidak berpindah – pindah. Sanak famili dari Tn.S
maupun Ny.w juga berada di sekitar tempat tinggalnya (masih satu desa).

f. Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi Keluarga Dengan Masyarakat.

6
Komunikasi antar keluarga/warga biasanya dilakukan saat mereka melakukan
kegiatan keagamaan seperti tahlilan, yasiinan, diba’ dan kegiatan-kegiatan
keagamaan lainnya.
g. Sistem Pendukung Keluarga
Jarak rumah ke Pustu sekitar ½ km, jarak ke puskesmas sekitar 10 km,.
Keluarga juga mempunyai jaminan pemeliharaan kesehatan keluarga miskin
(bpjs).

6. Struktur Keluarga
a. Pola Komunikasi Keluarga
keluarga Tn. S dalam berkomunikasi menggunakan bahasa jawa. Dalam
keluarga mempunyai kebiasaan berkomunikasi setiap saat dan waktu santai.
Komunikasi saat makan sering dilakukan, dan terbiasa makan bersama.
b. Struktur Kekuatan Keluarga
Kekuatan dalam keluarga yang dapat digunakan untuk meningkatkan derajat
kesehatan adalah Tn. S dan Ny.w cukup bijaksana, tampak sabar dalam
menghadapi penyakit atau masalah yang dialami oleh anggota keluarga,
sehingga dapat mendorong ny.W untuk berobat secara teratur sampai sembuh.
Tn.s sering mengingatkan Ny. W jika lupa minum obat.
c. Struktur Peran ( Formal Dan Informal )
Keluarga dalam struktur peran formal tidak ada atau tidak mempunyai peran.
Begitu juga dalam perannya secara informal.
d. Nilai Dan Norma Keluarga
Keluarga Tn. S menganut agama Islam, dalam kehidupan keseharian diwarnai
dengan kebiasaan secara agamis. Disamping itu keluarga menganut
kebudayaan Jawa, norma yang dianut juga kebudayaan jawa. Dalam kebiasaan
keluarga Tn. S tidak ada yang bertentangan dengan kesehatan.
7. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Afektif
Dalam kehidupan keseharian, keluarga Tn. S sangat harmonis, rukun dan
tentram. Semua keluarga merasa saling memiliki, apabila ada keluarga yang

7
sakit atau ditimpa musibah, maka anggota keluarga yang lain ikut merasakan
akan hal yang sama yaitu keadaan sakit atau ditimpa musibah.
b. Fungsi Sosialisasi
Hubungan dalam keluarga Tn. S menganut kebudayaan jawa. Dalam
berhubungan dengan anggota masyarakat, keluarga tidak tampak kaku. Keluarga
sangat membaur dengan budaya yang ada disekitarnya.
c. Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga Tn S mampu untuk kurang mengenal dengan baik masalah kesehatan
yang dialami oleh salah satu anggota keluarga yaitu ny.W dengan DIABETES
MELLITUS. Hal ini dibuktikan dengan bahwa keluarga belum mampu untuk
menyebutkan tentang tanda dan gejala serta faktor penyebab dari diabetes
mellitus.
Kemampuan keluarga untuk mengerti tentang sifat masalah sudah tampak,
karena keluarga tidak menganggap bahwa luka ulkus yang dialami oleh Ny.W
dianggap sebagai luka ulkus biasa dan keluarga sudah memeriksakannya ke
dokter dan pustu dan sudah mendapat terapi sejak 9 tahun yang lalu. Sejak awal
pengobatan, ny.W mengatakan sudah berobat secara teratur. Kalau obat habis,
keluarga langsung pergi ke Puskesmas untuk mengambil obat dan cek kadar
gula darah. Pemanfaatan fasilitas kesehatan, keluarga Tn. S mampu untuk
memanfaatkannya, karena Tn. S selama sakit berobat ke pustu terdekat dan
dokter supriadi.
d. Fungsi Reproduksi
Jumlah anak yang dimiliki oleh ny.W adalah 5 orang, Sekarang Ny. W Sudah
menopouse.
e. Fungsi Ekonomi
Keluarga Tn. S termasuk keluarga yang mampu hal ini dapat dilihat dari
penghasilan tiap bulanya hanya sekitar Rp.1.500.000/perbulan. Dalam
pemenuhan sandang, pangan dan papan keluarga Tn. S sangat sederhana. Untuk
memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Jika ingin makan lauk-pauk.

8. Stres Dan koping Keluarga

8
a. Stressor Jangka Pendek Dan Panjang
Keluarga Tn. S mengatakan hampir tidak pernah mengalami stress baik itu stess
jangka pendek ( < 6 bulan ) maupun jangka panjang ( > 6 bulan ).
b. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Situasi/Stressor
Pola pemecahan masalah dalam keluarga Tn. S adalah dengan cara
musyawarah antar anggota keluarga, kadang juga melibatkan anaknya.
Misalnya dalam menentukan pengobatan ny.w dalam pengambilan keputusan
di keluarga .
c. Strategi Adaptasi Disfungsional
Dalam menghadapi suatu permasalahan keluarga Tn.S biasanya
mengkonsentrasikan pada bagaimana cara pemecahan masalah tersebut.
Sehingga keluarga tidak terganggu dalam melakukan pekerjaan keseharian.

9. Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan Fisik Tn. S
Riwayat kesehatan sekarang : sejak enam bulan yang lalu Tn. S sering
pusing,cengeng .
Riwayat kesehatan masa lalu : Tn. S menderita penyakit hipertensi, . Tn. S
tidak pernah minum – minuman keras, tapi merupakan perokok .
Pemeriksaan Fisik :
Tanda vital : tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 84/menit, respirasi 22/menit,
tinggi badan 162 cm, berat badan 60 kg.
Bentuk kepala bulat, ukuran sedang dan simetris. Kulit kepala tidak ada luka,
ketombe dan bersih. Pertumbuhan rambut merata, warna hitam dan putih, tidak
rontok. Struktur simetris dan tidak ditemukan kesan sembab.
Mata lengkap, simetris, skelera tidak ikterus, tidak ada peradangan, konjungtiva
an anemis, tidak ada benjolan abnormal, penglihatan agak kabur.
Telinga lengkap, simetris bilateral, pendengaran baik, tidak ada radang atau
benjolan yang abnormal.
Mulut dan faring : bibir tidak sianosis, kering dan tidak ada luka, gigi dan gusi
normal, adanya sisa makanan, caries tidak ada, terdapat karang gigi dan tidak

9
ditemukan perdarahan. Lidah berwarnah merah merata. Bau nafas tidak ada,
uvula simetris, tonsil tidak meradang dan tidak ada perubahan suara.
Hidung bersih, tidak ada secret, tidak terdapat tanda radang, tidak terjadi
deviasi septum nasi, tidak terdapat polip. Pernafasan cuping hidung tidak ada.
Leher ; posisi trachea simetris, tidak ditemukan pembesaran tyroid dan
perubahan suara serta pembesaran kelenjar limfe.
Thorak : bentuk normal, frekwensi pernafasan 22 permenit, terdapat retraksi
intercosta dan batuk produktif serta pergerakan dada kanan dan kiri sama.
Fokal fremitus lebih bergetar paru kiri dari pada kanan, perkusi suara dullness.
Suara nafas bronchial dan bronkho-vesikuler terdapat ronkhi basah. Jantung
suara S1 dan S2 tunggal, tidak ada tanda – tanda pembesaran jantung. Kelainan
tulang belakang tidak ditemukan.
Abdomen turgor baik, bentuk perut cekung, bising usus 12/menit, perkusi
tympani, hepar , lien tidak ada kelainan
Ekstrimitas simetris, tidaki terdapat edema, tidak ada varieses, kekuatan otot
empat.

b. Pemeriksaan Fisik Ny. W


Riwayat Kesehatan masa lalu : Ny. W pernah menderita penyakit DIABETES
MELITUS.
Tanda vital : tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 80/menit, respirasi 14/menit,
tinggi badan 152 cm, berat badan 70 kg.
Wajah agak pucat. Struktur simetris dan tidak ditemukan kesan sembab.
Mata lengkap, bola mata keruh, penglihatan agak kabur.
Telinga lengkap, simetris bilateral, fungsi pendengaran baik
Leher , posisi trachea simetris, tidak ditemukan pembesaran tyroid dan
perubahan suara serta pembesaran kelenjar limfe.
Thorak : bentuk normal, frekwensi pernafasan 16 x/menit. Jantung suara S1 dan
S2 tunggal, tidak ada tanda – tanda pembesaran jantung. Tulang belakang agak
membungkuk.

10
Ekstremitas : terjadi penurunan fungsi gerak (gerakan agak terbatas). Tidak ada
edema ekstremitas. Kekuatan otot nilai 5.,terdapat ulkus dijari tengah kanan

10. Harapan Keluarga


Keluarga berharap agar luka ulkus yang dialami Ny.w dapat di obati secara
benar agar tidak timbul infeksi.
B. Analisa Data
N
Data Etiologi Masalah
o
1. DS : Ketidakmampuan Resiko terjadinya
- Ny.W mengatakan tidak komplikasi
keluarga
mengetahui komplikasi Diabetes Melitus
Diabetes Mellitus mengenal
- Ny.W Mengatakan ada luka
masalah pada
di tangan kanan yang sudah
beberapa hari tidak kunjung komplikasi
sembuh
Diabetes
DO : Mellitus
- Ny. W terlihat bingung
menjawab pertanyaan saat
di tanya tentang komplikasi
DM
- GDP minggu lalu 255 gr/dl
- Luka terlihat kotor ,masih
terdapat nanah pada sekitar
luka
- Luka tidak ditutup kassa
- Pendidikan Tn.S dan Ny.w
hanya tamatan SD
2.
DS : Ketidakmampuan Ketidakefektifan
- Keluarga Ny. W mengatakan keluarga merawat pemeliharaan
tidak tahu tentang cara anggota keluarga pada keluarga
membuat obat tradisional dengan Diabetes
Diabetes Melitus Melitus
- Keluarga Ny. W mengatakan
tidak tahu cara merawat luka
yang benar.
- Keluarga Ny. W mengatakan
belum mengetahui tentang
senam DM

11
DO :
- Keluarga Ny.W terllihat
bingung ketika di tanya
tentang pengobatan
tradisional, cara perawatan
luka dan senam DM

D. Prioritas Masalah

1. Resiko terjadinya komplikasi Diabetes Melitus berhubungan dengan


ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pada komplikasi Diabetes
Mellitus

NO Kreteria Perhit Nilai Pembenaran


1 Sifat masalah : 2/3 X 1 2/3 Klien telah berobat secara
ancaman teratur,

2 Kemungkinan masalah 2/2 X 2 2 Selama pasien berobat secara


untuk diubah : mudah teratur, perlu didukung oeleh
perubahan perilaku yang lebih
higienis

3 Potensial masalah 3/3 X 1 1 Dapat dicegah asal keluarga


untuk dicegah : tinggi mau hidup sehat dan hubungan
dengan petugas kesehatan
cukup baik.

Keluarga tahu bahwa penyakit


4 Menonjolnya 1/2 1/2 Diabetes mellitus dapat di atasi
masalah : keluarga dan merasa bukan sebagai
tahu ada masalah tapi bahaya.
merasa bukan sebagai
bahaya

Jumlah 4 1/6

12
2. Ketidakefektifan pemeliharaan pada keluarga berhubungan dengan
Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes Melitus

N Kreteria Perhit Nilai Pembenaran


O
1 Sifat masalah : aktual 3/3 X 1 1 Keluarga tidak memahami
dengan baik masalah kesehatan
yang dialami Tn.S

2 Kemungkinan masalah ½X2 1 Pemberian informasi tentang


dapat diubah : hanya penyakit dan kebutuhan
sebagian perawatan akan sulit dipahami
karena kemampuan keluarga
menyerap informasi kurang
baik, pendidikan rendah

3 Potensial masalah 2/3 X 1 2/3 Membantu keluarga memaha-


untuk dicegah : cukup mi masalah kesehatan bisa
dilakukan melalui bahasa
keluarga dengan mediasi
anaknya pertamanya yang
sekolah SMA.

4 Menonjolnya masalah: 2/2 x 1 1 Keluarga tidak merasakan


keluarga menyadari adanya masalah yang harus
bahwa mereka kurang segera ditangani
paham dan mereka
ingin diberi penjelasan
yang lebih rinci

Jumlah 3 2/3

Maka prioritas masalahnya sebagai berikut :

13
1. Resiko terjadinya komplikasi Diabetes Melitus berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pada komplikasi Diabetes
Mellitus
2. Ketidakefektifan pemeliharaan pada keluarga berhubungan dengan
Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes
Melitus.

E. Rencana Asuhan Keperawatan

1. Resiko terjadinya komplikasi Diabetes Melitus berhubungan dengan


ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pada komplikasi Diabetes
Mellitus
Tujuan umum : setelah dilakukan tindakan keperawatann selama 1x
kunjungan, diharapkan resiko komplikasi diabetes dapat di cegah atau di
control.
Tujuan khusus:
1. mengerti komplikasi diabetes mellitus
2.mengerti tanda dan gejala terjadinya komplikasi pada diabetes mellitus.

Intervensi :
1. kaji pengetahuan tentang komplikasi diabetes mellitus.
2. berikan informasi atau penyuluhan kesehatan tentang komplikasi
diabetes mellitus.
3. evaluasi tentang komplikasi Diabetes Mellitus.
4. libatkan keluarga terdekat untuk memberikan support.

2. Ketidakefektifan pemeliharaan pada keluarga berhubungan dengan


Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes
Melitus.

14
Tujuan umum : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x
kujungan , diharapkan keluarga dapat melakukan perawatan diabetes
mellitus untuk mencegah kembalinya gula darah naik kembali.

Tujuan khusus:
1. Mengerti tentang obat tradisional untuk DM dan makanan yang perlu
dihindari
2. Dapat merawat anggota keluarga yang menderita diabetes mellitus

INTERVENSI :
1. Kaji pengetahuan keluarga tentang cara merawat dan makanan yang
tidak boleh di makan pada penyakit diabetes mellitus
2. Berikan penyuluhan kesehatan tentng diit yang tidak boleh dimakan
pada diabetes mellitus.
3. Ajarkan cara-cara perawatan Diabetes Melitus : perawatan luka,
membuat obat tradisional dan senam DM.
4. Evaluasi tentang diit dan cara perawatan DM.
5. Libatkan keluarga terdekat untuk memberikan support.

F. Impelementasi Dan Evaluasi

N Tanggal Dx Impelementasi Respon


O Kep
1
14-03-2018 1 - Mengkaji pengetahuan DS : Keluarga Ny.W mengatakan
14:00WIB keluarga tentang komplikasi mengerti tentang penyakit
DM DM akan tetapi belum
tahu tentang
komplikasinya.
DO : Ny.W Tampak bingung

DS : Keluarga Ny.W mengatakan


1 bahwa menegtahui
22-03-2018 - Memberi penkes tentang komplikasi dari penyakit
2 komplikasi DM DM nya diderita Ny,.W
16:00 WIB - Mengevaluasi tentang Do: Tn. S mampu menjelaskan
komplikasi DM ulang apa yang telah
- Melibatkan keluarga terdekat diterangkan oleh mahasiswa
untuk memberikan support.

15
3. 22-03-2018 2 - Mengkaji pengetahuan Ds : Ny.W mengatakan sekarang
menghindari/ mengurangi
keluarga tentang cara komsumsi gula. Dan
15:00WIB menghindari makanan yang
merawat dan makanan manis
yang tidak boleh di makan Do: keluarga Ny.w terutama Ny.w
pada penyakit diabetes dapat menjawab pertanyaan
setelah diberi penyuluhan
mellitus
- memberikan penyuluhan

15:30WIB kesehatan tentng diit yang


tidak boleh dimakan pada
diabetes mellitus.

4. 2 Ds :Ny.w Mengatakan bahwa


24-03-2018 - mengajarkan cara-cara mengerti cara perwatan luka
dengan mengoleskan madu
perawatan Diabetes
Ny.w mengatakan mau
12:OO WIB Melitus : perawatan luka, mencoba membuat ramuan
obat tradisonal dari
membuat obat tradisional sambiloto
Ny.w mngatakan bisa mecobha
13:35 WIB dan senam DM. senam DM yang telah
diajarkan
- mengevaluasi tentang
diit dan cara perawatan
Do: keluarga Ny,.w terlihat
DM. mensupport Ny.w untuk
sembuh
- melibatkan keluarga Pertanyaan yang diajukan
dijawab dengan baik
terdekat untuk Ny.w dapat melakukan senam
dengan baik
memberikan support.

-
.

16
EVALUASI KEPERAWATAN

14-03-2018
Diagnosa keperawatan 1

S : Keluarga Ny.W mengatakan mengerti tentang penyakit DM akan tetapi


belum tahu tentang komplikasinya.
O : Ny.W Tampak bingung
A: masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
1. berikan informasi atau penyuluhan kesehatan tentang komplikasi diabetes
mellitus.
2. evaluasi tentang komplikasi Diabetes Mellitus.
3. libatkan keluarga terdekat untuk memberikan support.

22-03-2018
Diagnosa keperawatan 1
S : Keluarga Ny.W mengatakan bahwa menegtahui komplikasi dari penyakit
DM nya diderita Ny,.W
O: Tn. S mampu menjelaskan ulang apa yang telah diterangkan oleh
mahasiswa
A: MASALAH TERATASI
P: HENTIKAN INTERVENSI
DIAGNOSA KEPERAWATAN 2

S : Ny.W mengatakan sekarang menghindari/ mengurangi komsumsi gula.


Dan menghindari makanan yang manis
O: keluarga Ny.w terutama Ny.w dapat menjawab pertanyaan setelah diberi
penyuluhan
A: Masalah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
1. Ajarkan cara-cara perawatan Diabetes Melitus : perawatan luka,
membuat obat tradisional dan senam DM.
2. Evaluasi tentang diit dan cara perawatan DM.
3. Libatkan keluarga terdekat untuk memberikan support.
24-03-2018
DIAGNOSA KEPERAWATAN 2
S :Ny.w Mengatakan bahwa mengerti cara perwatan luka dengan mengoleskan madu
Ny.w mengatakan mau mencoba membuat ramuan obat tradisonal dari sambiloto
Ny.w mngatakan bisa mecobha senam DM yang telah diajarkan
O: keluarga Ny,.w terlihat mensupport Ny.w untuk sembuh
Pertanyaan yang diajukan dijawab dengan baik
Ny.w dapat melakukan senam dengan baik
A: MASALAH TERATASI
P: HENTIKAN INTERVENSI

17