You are on page 1of 20

Karakteristik Pompa

Tabel IV.2.1.3 Hasil Perhitungan Kecepatan (v), Bilangan Reynolds (Nre), Faktor Friksi (f), Velocity
Head (vh) pada Pipa Ukuran 1”
Q (ml/s) v (ft/s) NRe Ff vh (ft)
Turbulen
75 0,44144 4644,791 0,0439 0,0030
100 0,58859 6193,054 0,0416 0,0054
130 0,76517 8050,970 0,0398 0,0091
150 0,88288 9289,581 0,0389 0,0121
Laminer
15 0,08829 928,958 0,0668 0,0001
17 0,10006 1052,819 0,0643 0,0002

IV.2.2 Hasil Perhitungan Head Loss pada Bagian Suction

Tabel IV.2.2.1 Head Loss (ft) per Komponen


Q Straight Pipa Globe Coupling Union (ft)
Elbow Increaser
(ml/s) Pipe Entrance Valve ½” ½” 1”
Turb.
75 0,1541 0,0245 0,0154 0,3487 0,0034 0,0034 0,0003 0,0147
100 0,2650 0,0435 0,2740 0,6198 0,0061 0,0061 0,0005 0,0261

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-3


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

130 0,4367 0,0735 0,4631 1,0475 0,0102 0,0102 0,0008 0,0441


150 0,5744 0,0979 0,6166 1,3946 0,0137 0,0137 0,0016 0,0587
Lam.
15 0,0084 0,0009 0,0061 0,0139 0,0001 0,0001 0,000011 0,0006
17 0,0104 0,0012 0,0079 0,0179 0,0002 0,0002 0,000014 0,0007

Tabel IV.2.2.2 Jumlah Total Suction Head Loss (ƩhL)


Total Suction
Q (ml/s)
Head Loss (ft)
Turb.
75 0,70324
100 1,24127
130 1,08641
150 2,77080
Lam.
15 0,03035
17 0,03865

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-4


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

IV.2.3 Hasil Perhitungan Head Loss Bagian Discharge pada Sirkuit 1

Tabel IV.2.3.1 Head Loss(ft) per Komponen pada Pipa Ukuran ½”


Tee
Q Straight Globe Sudden
Elbow Flanged Coupling Union Reducer
(ml/s) Pipe Valve Enlargement
(Line)
Turb.
75 0,0605 0,1541 0,3487 0,0514 0,0034 0,0103 0,0103 0,0073
100 0,1715 0,2740 0,6198 0,0913 0,0061 0,0183 0,0183 0,0130
130 0,1715 0,4631 1,0475 0,1544 0,0103 0,0309 0,0309 0,0220
150 0,2256 0,6166 1,3946 0,2055 0,0137 0,0411 0,0411 0,0294
Lam.
15 0,0033 0,0062 0,0139 0,0020 0,0001 0,0004 0,0004 0,0003
17 0,0041 0,0079 0,0179 0,0026 0,0002 0,0005 0,0005 0,0004

Tabel IV.2.3.2 Head Loss(ft) per Komponen pada Pipa Ukuran 1”


Q Straight Globe Tee
Elbow Coupling Union Reducer Pipe Exit
(ml/s) Pipe Valve Screwed
Turb.
75 0,0352 0,0297 0,0266 0,0054 0,0003 0,0009 0,0018 0,0030
100 0,0592 0,0528 0,0474 0,0097 0,0005 0,0015 0,0003 0,0054

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-5


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

130 0,0957 0,0892 0,0801 0,0163 0,0009 0,0026 0,0008 0,0091


150 0,1247 0,1187 0,1066 0,0218 0,0011 0,0034 0,0014 0,0121
Lam.
15 0,0021 0,0012 0,0010 0,0002 0,000011 0,00003 1,4x10-7 0,00012
17 0,0026 0,0015 0,0013 0,0003 0,000014 0,00004 2,3x10-7 0,00015

Tabel IV.2.3.3 Jumlah Total Discharge Head Loss (ƩhL) pada Sirkuit 1
Total Total Head
Q Total Head Total Discharge
Head Loss Loss Sirkuit 1
(ml/s) Loss 1”(ft) Head (ft)
½” (ft) (ft)
Turb.
75 0,6461 0,1029 0,7490 2,84875
100 1,2124 0,1768 1,3892 3,48893
130 1,9307 0,2947 2,2254 4,32509
150 2,5677 0,3899 2,9576 5,05732
Lam.
15 0,0267 0,0048 0,0315 2,13120
17 0,0342 0,0060 0,0402 2,13993

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-6


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

IV.2.4 Hasil Perhitungan Head Loss Bagian Discharge pada Sirkuit 2

Tabel IV.2.4.1 Head Loss(ft) per Komponen pada Pipa Ukuran ½”


Tee
Q Straight Globe Sudden Pipe
Elbow Flanged Coupling Union Reducer
(ml/s) Pipe Valve Enlargement Exit
(Line)
Turb.
75 0,2323 0,2055 0,6973 0,0061 0,0034 0,0103 0,0103 0,0245 0,0147
100 0,3995 0,3654 1,2397 0,0109 0,0061 0,0183 0,0183 0,0435 0,0261
130 0,6582 0,6175 2,0951 0,0184 0,0103 0,0309 0,0309 0,0735 0,0441
150 0,8658 0,8221 2,7893 0,0245 0,0137 0,0411 0,0411 0,0979 0,0587
Lam.
15 0,0126 0,0082 0,0279 0,0002 0,00013 0,0004 0,0004 0,0009 0,0006
17 0,0157 0,0105 0,0358 0,0003 0,00017 0,0005 0,0005 0,0012 0,0007

Tabel IV.2.4.2 Head Loss(ft) per Komponen pada Pipa Ukuran 1”


Tee Tee
Q Straight
Elbow Screwed Screwed Coupling Union
(ml/s) Pipe
(Branch) (Line)
Turb.
75 0,0071 0,0042 0,0115 0,0054 0,0004 0,0006

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-7


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

100 0,0120 0,0075 0,0204 0,0097 0,0007 0,0010


130 0,0194 0,0127 0,0346 0,0164 0,0013 0,0017
150 0,0253 0,0169 0,0460 0,0218 0,0017 0,0023
Lam.
15 0,0004 0,00017 0,0005 0,0002 0,000017 0,000023
17 0,0005 0,00022 0,0006 0,0003 0,000022 0,000029

Tabel IV.2.4.3 Jumlah Total Discharge Head Loss (ƩhL) pada Sirkuit 2
Total Total Head
Q Total Head Total Discharge
Head Loss Loss Sirkuit 2
(ml/s) Loss 1”(ft) Head (ft)
½” (ft) (ft)
Turb.
75 1,2044 0,0293 1,2338 2,93979
100 2,1277 0,0515 2,1792 3,88518
130 3,5788 0,0861 3,6649 5,37097
150 4,7542 0,1141 4,8683 6,57434
Lam.
15 0,0515 0,0013 0,0528 1,75886
17 0,0657 0,0017 0,0673 1,77337

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-8


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

IV.2.5 Hasil Perhitungan TDH, WHP, BHP, dan Efisiensi (ɳ) pada Sirkuit 1 dan 2

Tabel IV.2.5.1 Hasil Perhitungan TDH, WHP, BHP, dan Efisiensi (ɳ) pada Sirkuit 1
Q TDH WHP BHP Efisiensi
(ml/s) (ft) (hp) (hp) (%)
Turb.
75 2,83021 0,00070 0,00803 8,78309
100 4,00837 0,00133 0,01070 12,43933
130 5,68972 0,00246 0,01392 17,65711
150 7,10634 0,00354 0,01606 22,05339
Lam.
15 1,43978 0,000072 0,00160 4,46812
17 1,45679 0,000082 0,00182 4,52094

Tabel IV.2.5.1 Hasil Perhitungan untuk TDH, WHP, BHP, dan Efisiensi (ɳ) pada Sirkuit 2
Q TDH WHP BHP Efisiensi
(ml/s) (ft) (hp) (hp) (%)
Turb.
75 2,88845 0,00072 0,00803 8,96383
100 4,40462 0,00146 0,01070 13,6690
130 6,73560 0,00291 0,01392 20,90284
Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-9
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

150 8,62337 0,00429 0,01606 26,76120


Lam. 1,06743 0,000053 0,00160 3,31261
15 1,09024 0,000061 0,00182 3,38338
17

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-10


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

IV.3 Grafik dan Pembahasan


Tujuan percobaan karakteristik pompa adalah untuk
mempelajari dan membuat kurva karakteristik pompa
sentrifugal dan mengetahui hubungan kurva sistem antara Total
Differential Head (TDH), Efisiensi (), Brake Horse Power (BHP),
Water Horse Power (WHP) terhadap volumetric flow rate (Q)
pada konfigurasi aliran sistem.
Prosedur percobaan karakteristik pompa terdiri dari 2
tahap yaitu tahap persiapan dan tahap percobaan. Tahap
persiapan meliputi persiapkan seluruh alat dan bahan yang
digunakan dalam percobaan, mengidentifikasi sifat-sifat fisik
fluida, dan mencari volumetric rate maksimum pada masing-
masing sirkuit. Kemudian mengidentifikasi sifat-sifat fisik fluida
yang meliputi densitas, viskositas dan specific gravity
menggunakan pendekatan teoritis hasil pengukuran suhu
fluida. Volumetric rate maksimum didapatkan dari pengukuran
volume air yang keluar dari pipa outlet setiap sirkuit selama 2
detik dengan membuka penuh valve 1, valve 2, dan menutup
valve 3 untuk mendapatkan aliran sirkuit 1. Sedangkan untuk
sirkuit 2 didapatkan dengan membuka penuh valve 1, valve 2
dan menutup valve 4. Tahap percobaan dimulai dengan
melakukan pengaturan valve 2 untuk mendapatkan volumetric
rate sesuai variabel yang telah diberikan yaitu 15 ml/s, 17
ml/s, 75 ml/s, 100 ml/s, 130 ml/s, 150 ml/s pada masing-
masing sirkuit. Setelah mendapatkan volumetric rate yang
sesuai, melakukan pengamatan tekanan yang ditunjukkan pada
barometer dan mencatat waktu yang dibutuhkan oleh kWh
meter untuk mencapai 1 putaran.

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-11


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

Hubungan Kurva Karaketistik Pompa pada


Sirkuit 1 dan 2
0.6
Q (ml/s) vs Pressure (psi)
0.5

0.4
Pressure (P)

0.3
psi

0.2 1st Sircuit


2nd Sircuit
0.1

0
0 50 100 150 200
Volumetric Flow Rate (Q)
ml/s

Grafik IV.3.1 Hubungan antara Q (ml/s) dengan Tekanan (psi) pada Sirkuit 1 dan 2
Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-12
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

Pada grafik IV.3.1 menunjukkan hubungan antara Q


dengan tekanan (P) dan dapat dilihat bahwa pada sirkuit 1 dan
sirkuit 2 nilai tekanan (P) semakin tinggi seiring dengan
bertambahnya nilai Q. Sehingga hubungan antara volumetric
flow rate (Q) dan tekanan (P) adalah berbanding lurus. Semakin
besar nilai Q, maka tekanannya (P) juga akan semakin tinggi.
Hasil percobaan yang didapat juga dapat dibandingkan
dengan rumus sebagai berikut:

∆𝑃 = ∑𝐹 𝑥 𝜌

Dari rumus yang dibandingkan dapat disimpulkan bahwa


hubungan antara tekanan dan total friksi berbanding lurus.
Semakin besar total friksinya maka semakin besar pula
tekanannya. Total friksi sendiri berbanding lurus dengan debit
(Q). Sehingga, hasil percobaan yang didapat sesuai dengan
literatur yang menyebutkan bahwa hubungan antara Q dengan
tekanan (P) adalah berbanding lurus.
()

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-13


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

Hubungan Kurva Karaketistik Pompa


9.1 Q vs TDH
Total Differential Head (TDH)

8.1
7.1
6.1
5.1
ft

4.1
1st Sircuit
3.1
2nd Sircuit
2.1
1.1
0.1
0 20 40 60 80 100 120 140 160
Volumetric Flow Rate (Q)
ml/s
Grafik IV.3.2 Hubungan antara Q dengam TDH pada Sirkuit 1 dan 2

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-14


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

Pada grafik IV.3.2 dapat dilihat bahwa kurva hubungan


antara Q dengan Total Differential Head (TDH) menunjukkan
kenaikan nilai TDH seiring dengan bertambahnya nilai Q,
sehingga semakin besar volumetric flow rate (Q) maka semakin
besar pula nilai TDH.
Hasil percobaan yang didapat juga dapat dibandingkan
dengan rumus sebagai berikut:

𝑇𝐷𝐻 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝐻𝑒𝑎𝑑 + 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑖𝑠𝑐ℎ𝑎𝑟𝑔𝑒 𝐻𝑒𝑎𝑑

Dari rumus yang dibandingkan dapat disimpulkan bahwa


hubungan antara (TDH) dengan total suction head dan total
discharge head adalah berbanding lurus. Semakin besar nilai
total suction head dan total discharge head, makan semakin
besar pula nilai TDHnya. Total suction head dan total discharge
head sendiri berbanding lurus dengan debit (Q). Sehingga, hasil
percobaan yang didapat sesuai dengan literatur yang
menyebutkan bahwa hubungan antara Q dengan TDH adalah
berbanding lurus.
()

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-15


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

Hubungan Kurva Karaketistik Pompa


0.005 Q vs WHP
0.0045
0.004
Water Horse Power

0.0035
0.003
hp

0.0025
0.002 1st Sircuit
0.0015 2nd Sircuit
0.001
0.0005
0
0 20 40 60 80 100 120 140 160
Volumetric Flow Rate (Q)
ml/s
Grafik IV.3.3 Hubungan antara Q dengan WHP pada Sirkuit 1 dan 2

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-16


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

Pada grafik IV.3.3 dapat dilihat bahwa kurva hubungan


antara Q dengan Water Horse Power (WHP) menunjukkan
kenaikan nilai WHP seiring dengan bertambahnya nilai Q,
sehingga semakin besar volumetric flow rate (Q) maka semakin
besar pula nilai WHP.
Hasil percobaan yang didapat juga dapat dibandingkan
dengan rumus sebagai berikut:

𝑄 (𝑔𝑝𝑚) 𝑥 𝑇𝐷𝐻 (𝑓𝑡)𝑥 𝑆𝑝𝑒𝑐𝑖𝑓𝑖𝑐 𝐺𝑟𝑎𝑣𝑖𝑡𝑦


𝑊𝐻𝑃 =
3960

Dari rumus yang dibandingkan dapat disimpulkan bahwa


hubungan antara WHP dengan debit (Q) adalah berbanding
lurus. Semakin besar nilai total Q, maka semakin besar pula
nilai WHPnya. Sehingga, hasil percobaan yang didapat sesuai
dengan literatur yang menyebutkan bahwa hubungan antara Q
dengan WHP adalah berbanding lurus.
()

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-17


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

Hubungan Kurva Karaketistik Pompa


0.018 Q vs BHP
0.016
0.014
Water Horse Power

0.012
0.01
hp

0.008
1st Sircuit
0.006
2nd Sircuit
0.004
0.002
0
0 20 40 60 80 100 120 140 160
Volumetric Flow Rate (Q)
ml/s
Grafik IV.3.4 Hubungan antara Q dengan BHP pada Sirkuit 1 dan 2

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-18


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

Pada grafik IV.3.4 dapat dilihat bahwa kurva hubungan


antara Q dengan Brake Horse Power (BHP) menunjukkan
kenaikan nilai BHP seiring dengan bertambahnya nilai Q,
sehingga semakin besar volumetric flow rate (Q) maka semakin
besar pula nilai BHP.
Hasil percobaan yang didapat juga dapat dibandingkan
dengan rumus sebagai berikut:

𝐾𝑤ℎ (𝐾𝑤) 𝑥 𝑇𝐷𝐻 (𝑓𝑡)𝑥 𝑆𝑝𝑒𝑐𝑖𝑓𝑖𝑐 𝐺𝑟𝑎𝑣𝑖𝑡𝑦


𝐵𝐻𝑃 =
3960 𝑥 ɳ

Dari rumus yang dibandingkan dapat disimpulkan bahwa


hubungan antara BHP dengan TDH adalah berbanding lurus.
Semakin besar nilai WHP, maka semakin besar pula nilai
BHPnya. Nilai TDH sendiri berbanding lurus dengan debit (Q).
Sehingga, hasil percobaan yang didapat sesuai dengan literatur
yang menyebutkan bahwa hubungan antara Q dengan BHP
adalah berbanding lurus.
()

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-19


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

Hubungan Kurva Karaketistik Pompa pada


30 Sirkuit 1 dan 2
25 Efficiency (%)vs Q (ml/s)
20
Pressure (P)

15
psi

10
1st Sircuit
5 2nd Sircuit

0
0 20 40 60 80 100 120 140 160

Volumetric Flow Rate (Q)


ml/s
Grafik IV.3.5 Hubungan antara Q dengan BHP pada Sirkuit 1 dan

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-20


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

Pada grafik IV.3.5 dapat dilihat bahwa kurva hubungan


antara Q dengan efisiensi menunjukkan kenaikan nilai efisiensi
seiring dengan bertambahnya nilai Q, sehingga semakin besar
volumetric rate (Q) maka akan semakin besar pula nilai efisiensi
pada kedua sirkuit.
Hasil percobaan yang didapat juga dapat dibandingkan
dengan rumus sebagai berikut:

𝑊𝐻𝑃 (𝑜𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡)
ɳ=
𝐵𝐻𝑃 (𝑖𝑛𝑝𝑢𝑡)

Dari rumus yang dibandingkan dapat disimpulkan bahwa


hubungan antara efisiensi dan WHP adalah berbanding lurus,
sedangkan hubungan antara efisiensi dan BHP adalah
berbanding terbalik. Hasil percobaan yang didapat untuk
sirkuit 1 dan 2 sesuai dengan literatur yang menyebutkan
bahwa semakin besar nilai Q maka semakin besar pula nilai
efisiensinya.

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I IV-21


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS
Karakteristik Pompa

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS