You are on page 1of 3

Hasil

Karakteristik Klinis
Sebanyak 86 pasien (51 pria, 35 wanita; mean [standar deviasi] usia 64 ± 16 tahun; rentang usia, 18-
91 tahun) merupakan hasil kami. Interval rata-rata antara USG dan MDCTU adalah 73,0 hari. Faktor
risiko yang signifikan untuk karsinoma urothelial dilaporkan pada 54,7% pasien (47/86). Prevalensi
merokok yang tinggi dalam populasi penelitian kami (40/86) menyumbang sebagian besar faktor-
faktor risiko ini. Proses pemilihan kasus ditunjukkan dalam diagram Standar untuk Pelaporan Akurasi
Diagnostik (Gambar 1) [20]. Data demografi dan faktor risiko populasi kami dirangkum dalam Tabel 1.
Hasil Pemeriksaan Patologis
Sebanyak 17 neoplasma saluran kemih dibuktikan dengan evaluasi patologis: 14 karsinoma sel
transisional dan 3 karsinoma sel ginjal. Histologi, lokasi tumor, dan frekuensi tercantum pada Tabel 2.
Alasan untuk Hasil yang Negatif Palsu dan Positif Palsu pada Ultrasound
Ultrasound dengan benar mengidentifikasi 6 dari 17 saluran kemih neoplasma. Ada 11 hasil negatif
palsu. Dari 11 ini hasil negatif palsu, 4 adalah karsinoma sel kandung kemih kandung kemih, 4
karsinoma sel transisional pelvis atau calices ginjal, 2 karsinoma sel ginjal, dan 1 karsinoma sel transisi
ureter.
Dari catatan, 8 dari hasil negatif palsu ini diukur lebih dari 1 cm (Gambar 2 dan 3). Lokasi, histologi,
dan ukuran diagnosa USG negatif palsu dirangkum pada Tabel 3. Ada 7 diagnosis positif palsu pada
neoplasma saluran urin. Dari 7 hasil positif palsu ini, 6 memiliki negatif asli MDCTU dan hanya 1
memiliki positif palsu MDCTU sebagai dikonfirmasi oleh pencitraan MRI, yang terungkap sebuah
simple cyst.
Akurasi Diagnostik untuk Deteksi Lesi
Sensitivitas, spesifisitas, nilai prediktif positif dan negatif, dan rasio kemungkinan positif dan negatif
untuk mendeteksi neoplasma saluran kemih tercantum dalam Tabel 4.

Keterbatasan
Ada beberapa keterbatasan dalam penelitian kami. Pertama, penelitian kami adalah retrospektif.
Sebuah studi prospektif dari karsinoma urothelial saluran kemih bagian atas akan dapat dicapai tetapi
akan sulit untuk membenarkan secara etis karena ketidakmampuan untuk mengeksklusi tumor ureter
dengan menggunakan ultrasound. Populasi penelitian kami adalah kelompok risiko tinggi yang dipilih
(hematuria makroskopik), dan oleh karena itu, prevalensi karsinoma ginjal dan urotelial lebih tinggi
dari yang diharapkan pada populasi umumnya. Terdapat bias verifikasi, karena kedua referensi tes
standar (MDCTU dan cystoscopy) diperlukan untuk dimasukkan dalam penelitian ini. Karena itu, hasil
USG positif diketahui oleh ahli radiologi dan bisa mengurangi rasio negatif palsu MDCTU. Akhirnya,
penundaan antara pemeriksaan mungkin telah memungkinkan pertumbuhan tumor antara
ultrasound dan referensi tes.

Kesimpulan
Hematuria makroskopik dianggap sebagai faktor risiko tinggi untuk keberadaan karsinoma saluran
kemih dan jaminan evaluasi diagnostik menyeluruh. Sensitivitas ultrasound untuk evaluasi hematuria
makroskopik lebih rendah dari yang diharapkan di era MDCTU. Hasil penelitian kami menunjukkan
bahwa pasien dengan hematuria makroskopik harus menjalani MDCTU sebagai modalitas pencitraan
garis-pertama, dengan sedikit tambahan manfaat dari USG.

Pengakuan
Kami berterima kasih kepada Amine Riahi, mahasiswa kedokteran, untuk bantuan dalam data koleksi.
Tabel 1
Data demografi populasi penelitian (n = 86)
Usia (rata-rata [SD]), y 64± 16
Pria,% (tidak.) 59 (51)
Faktor risiko,% (tidak.)
Merokok> 10 y 46,6 (40)
Paparan bahan kimia> 15 y 0 (0)
Gejala berkemih iritatif 12.8 (11)
Infeksi saluran kemih berulang 2.3 (2)
Penyalahgunaan analgesik 0 (0)
Riwayat iradiasi panggul 1,2 (1)
Sejarah penggunaan siklofosfamid 0 (0)

Tabel 2
Hasil pemeriksaan patologis (n = 17)
Pasien,% (tidak.)
Saluran atas 59 (51)
Karsinoma sel ginjal 18 (3)
Renal TCC 23 (4)
Ureteral TCC 6 (1)
Saluran bawah
Bladder TCC 47 (8)
Saluran atas dan bawah
Renal + ureter + bladder TCC 6 (1)
Total 100
TCC = Karsinoma sel transisional