You are on page 1of 6

5http://dramaterbaru.

net/ 16022200913
http://drakorindo.com/drama-korea-vampire-detective-subtitle-indonesia/
http://drakorindo.com/drama-korea-beautiful-gong-shim-subtitle-indonesia/
http://drakorindo.com/drama-korea-mirror-of-the-witch-subtitle-indonesia/
http://drakorindo.com/drama-korea-the-flower-in-prison-subtitle-indonesia/
refresh man
http://nisaanandacitrayasa.blogspot.co.id/2013/09/sinopsis-drama-taiwan-
just-you.html
http://sugoideas.com/drama-2005/it-started-with-a-kiss/
http://streamingbioskop.com/fall-in-love-with-me-episode-4/
downsub.com
Blackforest roll.
By. Zezama Vee
Resep:
2 telor utuh
1 kuning telor
1/2 sdt sp
50 gr gula pasir
25gr terigu
1sdm coklat bubuk
1sdm maizena
1/4 sdt bp
1sdt pasta coklat
2sdm margarin cairkan
Butter cream secukupnya
coklat blok
cerry
Cara buat :
1.kocok telor,gula dan sp sampai mengembang..masukan ayakan
terigu,maizena,coklat bubuk dan bp..aduk rata..tuang margarin cair aduk
rata..lalu tuang coklat pasta aduk rata.
2.oles loyang 20x20 dengan margarin..tuang adonan ..oven 10-15
menit..angkat ..lalu gulung dan dinginkan.
3.setelah dingin buka gulungan oles buttercream gulung lagi..dan beri topping
butter cream coklat blok serut juga cerry
list drama terbaru
Goodbye Mr. Black
God of Noodles
Arbitrarily Fond
doctor
w

film buat anak yang menginspirasi


11 sd 14
resep
tepung terigu 1/2
gula 100 gr
telur kuning 3
nenas 2
1. perbandingan tugas dan wewenang dpd di indonesia dengan diamerika
2. perbandingan pemberian grasi sebelum dan sesudah perubahan UUD NRI
Tahun 1945
3. perbandingan constitutional review’ dan ‘judicial review’
4. perbandingan tugas dan wewenang mk di indonesia dengan di inggris dilihat
dari segi wewenang dan kekuasaannya
5. perbandingan sistem presidensiil di indonesia dengan di inggris
6. dampak pembatasan tugas dan wewenang dpd bagi perkembangan
sistem ketatanegaraan di indonesia
7. perbandingan kekuasaan legislatif di indonesia dengan di inggris
8. TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMIKIRAN KEDAULATAN RAKYAT DI
DALAM UUD 1945
9.SISTEM PENGUJIAN UNDANG-UNDANG TERHADAP UNDANG-UNDANG
DASAR OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI DAN IMPLIKASINYA DALAM SISTEM
KETATANEGARAAN RI
10. FUNGSI LEMBAGA LEGISLATIF DAERAH DALAM MENETAPKAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

Nama : Sri Maulizar

Nim : 1303101010154
Mata Kuliah : HATAH

HUKUM YANG BERLAKU DALAM KONTRAK DAGANG INTERNASIONAL

Terjadi hubungan dagang internasional yang dilakukan oleh pengusaha dari berbagai

negara dengan sendinrinya menimbulkan pula berbagai kontrak dagang internasional. Dalam

pelaksanaan suatu kontrak dagang tidak selamanya berjalan mulus, tidak jarang suatu kontrak

dagang internasional berakhir dengan perselisihan hukum antara para pihak yang terkait

didalamnya. Oleh karena kontrak dagang tersebut diatas mengandung elemen-elemen

asing, maka dalam pelaksanaannya menimbulkan berbagai persoalan diantaranya adalah:

1. Hukum manakah yang berlaku (appicable law) atas perjanjian atau kontrak tersebut ?

2. Forum pengadilan manakah yang berwenang mengadili jika terjadi sengketa hukum

antara para pihak?

Pada prinsipnya hukum yang berlaku di dalam kontrak yang mengandung unsur HPI

tersebut adalah hukum yang dipilih sendiri oleh para pihak (pilihan hukum). Jika pilihan

hukum tersebut dapat ditemukan dalam kontrak yang bersangkutan, dapat digunakan bantuan

titik-titik taut sekunder lainnya.

a. Pilihan hukum (Choice Of Law)

Sesuai asas dengan kebebasan berkontrak, maka para pihak dalam suatu perjanjian

atau kontrak bebas menentukan isi dan bentuk suatu perjanjian, termasuk untuk menentukan

pilihan hukum. Kemudian apa yang telah disepakati oleh kedua belah pihak tadi berlaku

sebagai undang-undang bagi keduabelah pihak dalam suatu kontrak.

Pada dasarnya para pihak bebas untuk melakukan pilihan hukum dengan mengingat beberapa

pembatasan:

1. Tidak bertentangan dengan ketertiban umum;

2. Pilihan hukum tak mengenai hukum yang bersifat memaksa;


3. Pilihan hukum hanya dalam bidang perjanjian saja, kecuali perjanjian kerja;

Pilihan hukum itu sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:

1. Pilihan hukum secara tegas;

Pada pilihan hukum secara tegas ini para pihak yang mengadakan kontrak secara

tegas dan jelas menentukan hukum negara mana yang mereka pilih.

2. Pilihan hukum secara diam-diam;

Pilihan hukum yang dinyatakan secara diam-diam, bisa didmpulkan dari maksud atau

ketentuan-ketentuan dan fakta-fakta yang terdapat dalam kontrak tersebut.

3. Pilihan hukum secara dianggap;

Berdasarkan pilihan hukum ini hakim menerima telah terjadi suatu pilihan hukum

berdasarkan dugaan belaka.

4. Pilihan hukum secara hipotesis.

Berdasarkan pilihan hukum hipotesis tidak ada kemauan dari para pihak untuk

memilih sedikitpun. Tetapi hakimlah yang melakukan pilihan hukum

b. Pilihan hukum dengan Lex Mercatoria

Didalam kontrak dagang internasional, pilihan hukum tidak hanya kepada salah satu

hukum negara tertentu, tetapi dapat juga tidak mengacu kepada salah hukum negara tertentu,

yaitu apa yang disebut Lex Mercatoria. Adapun elemen-elemen Lex Mercatoria adalah

sebagai berikut:

1. Peraturan-peraturan yang terdapat dalam perjanjian-perjanjian internasional

2. Hukum-hukum yang seragam (uniformed law) seperti united nations convention on

contract for the international sales of goods;

3. Prinsip-prinsip hukum umum yang diakui oleh bangsa-bangsa pedagang di seluruh dunia,

seperti asas pacta sun servanda;

4. Resolusi-resolusi majelis umum PBB;


5. Rekomendasi-rekomendasi dan kode-kode perilaku (code of conduct) yang dikeluarkan

lembaga-lembaga internasional;

6. Kebiasaan-kebiasaan (customs and usages) yang berlaku dalam bidang perdagangan;

7. Putusan-putusan arbitrase;

c. Lex Loci Contractus

Menurut teori ”klasik” Lex Loci Contractus, hukum yang berlaku bagi suatu kontrak

internaional adalah hukum di tempat perjanjian atau kontak itu dibuat. Penerapan teori ini

memang sangat cocok pada zamannya diman dulu biasanya para pihak yang mengadakan

kontrak berada pada tempat yang sama, para pihak langsung bertemu muka.

d. Mail Box Theory and Theory of Declaration

Untuk mengatasi beberapa kesulitan dalam penerapan lex loci contractus dalam

masalah tersebut diatas, di negara-negara common law diintrodusir mail box theory. Menurut

mail box theory bilamana kedua belah pihak dalam suatu kontrak internasional tidak saling

bertemu muka (misalnya melalui surat-menyurat), maka penting adalah saat salah satu pihak

mengirimkan surat yang berisi penerimaan atas penawaran yang diajukan pihak lainnya.

Di negara-negara civil law sebaliknya dikembangkan teori deklarasi (theory of

declaration). Menurut teori ini, penerimaan terhadap penawaran oleh yang ditawari harus

dinyatakan (declared). Surat pernyataan penerimaan penawaran harus sampai kepada pihak

yang menawarkan, dan penerimaan penawaran tersebut harus diketahui oleh pihak yang

menawarkan.

Dengan adanya perbedaan ini, tidak dapat ditentukan dimana tempat

dilangsungkannya perjanjian. Permasalahan ini penting artinya dalam hubungannya dengan

penentuan di hadapan forum hakim mana perkara ini dapat diajukam, karena forum ini
mempunyai kualifikasi sendiri dan bergantung dari kualifikasi forum pengadilan inilah teori

mana yang dianut.

e. Lex loci solutionis

Menurut teori Lex loci solutionis hukum yang berlaku bagi suatu kontrak adalah

tempat dimana kontrak tersebut dilaksanakan.

f. The Proper Law Of contract

Menurut Morris, the proper law suatu kontrak adalah sistem hukum yang dikehendaki

oleh para pihak, atau jika kehendak itu tidak dinyatakan dengan tegas atau tidak dapat

diketahui dari keadaan sekitarnya, maka proper Law bagi kontrak tersebut adalah sistem

hukum yang mempunyai kaitan yang paling erat dan nyata dengan transaksi yang terjadi.

Dalam menerapkan hukum yang berlaku, pengadilan inggris menerapkan proper law.

Proper law ini diketahui dari kehendak para pihak yang mengadakan perjanjian. Jika para

pihak tidak menyatakannya secara tegas, maka pengadilan akan mengadakan dugaan dari

istilah-istilah yang digunakan dalam perjanjian dan keadaan di sekitarnya.

g. Teori The Most Charactristic connection

Dalam teori ini kewajiban untuk melakukan suatu prestasi yang paling karakteristik

merupakan tolak ukur penentuan hukum yang akan mengatur perjanjian itu. Dalam setiap

kontrak dapat dilihat pihak mana yang melakukan prestasi yang paling karakteristik dan

hukum dari pihak yang melakukan prestasi yang paling karakteristik ini hukum yang

dianggap harus dipergunakan, karena istilah hukum inilah yang terberat dan yang sewajarnya

dipergunakan. Misalnya dalam perjanjian jual beli, penjuallah yang dianggap melakukan

prestasi yang paling karakteristik.