You are on page 1of 2

Analisis hukum terhadap jual beli virtual property yang diselenggarakan oleh distributor

virtual seperti steam dan playstore

Rumusan masalah :
1. Apakah keabsahan perjanjial jual beli virtual property di dalam steam dan playstore diatur dalam
bw atau per undang undangan
2. Sejauh manakah perlindungan hukum dalam jual beli virtual property (steam dan playstore)
apabila terjadi error atau bug??

Tujuan penelitian

1. Untuk Mengetahui keabsahan perjanjial jual beli virtual property di dalam steam dan playstore
3. Untuk Mengetahui Sejauh manakah perlindungan hukum dalam jual beli virtual property (steam
dan playstore) apabila terjadi error atau bug??

Manfaat penelitian
1.Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mempermudah transaksi jual beli virtual property
dalam steam dan playstore berdasarkan keabsahan yang diatur dalam undang-undang yang berlaku di
Indonesia
2. hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pertimbangan hukum untuk mengetahui
sejauh manakah perlindungan hukum dalam jual beli virtual property dalam hal ini steam dan playstore
apabila terjadi error atau bug
Bahan hukum Primer
1. burgerlijk wetbook (BW)
2. Undang – undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999
3. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE
4. Undang-Undang No.7 tahun 2014 tentang Perdagangan

Bahan hukum sekunder


Bahan hukum sekunder biasanya berupa pendapat hukum / doktrin/ teori-teori yang diperoleh dari
literatur hukum, hasil penelitian, artikel ilmiah, maupun website yang terkait dengan penelitian. Bahan
hukum sekunder pada dasarnya digunakan untuk memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer.
1. Hukum perlindungan konsumen Indonesia oleh sidharta
2. Hukum Perlindungan Konsumen Oleh Zulham, S.Hi, M.Hum
3. Haris Faulidi Asnawi, Transaksi Bisnis E-Commerce:

Non Bahan Hukum


merupakan bahan hukum yang memberikan penjelasan dan petunjuk terhadap bahan hukum primer dan
bahan hukum sekunder.
1. Bisnis virtual property
2. Jual beli virtual property