You are on page 1of 5

Nama : NUR IZZAH SALSABILA

Kelas : VIII E

No. Abs : 21

Tanggal Pengumpulan : 1 November 2016

Hama Dan Penyakit Pada Tumbuhan


Hama pada Tanaman

Hama pada tumbuhan merupakan hewan yang merusak bagian organ tumbuhan. Hama pada
tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi:

a) Kelompok mamalia, contoh: gajah, babi hutan, tikus, dan kera.

b) Kelompok burung, contoh: burung pipit.

c) Kelompok serangga, contoh: wereng, belalang, ulat, kumbang, dan kutu daun.

Serangga merupakan kelompok hewan yang paling banyak merusak tumbuhan, diantaranya
wereng coklat (Nilapavarta), wereng hijau (Nepholettix nigropictus), wereng punggung putih
(Sogatellia furcifera Horvath) yang menyerang tanaman padi.

Hama lain yang merusak tanaman padi adalah ulat pengerek (ulat dari kupu-kupu Tryporyza innotata),
walang sangit yang menyerang biji padi muda, wangwung yang merusak tanaman kelapa dan tanaman
tebu.
Penyakit pada Tumbuhan

Penyakit pada tumbuhan yang disebabkan oleh jamur, bakteri, dan virus (mikroorganisme),
contohnya:

a) Virus TMV (Tobacco Mosaic Virus), menyerang daun tembakau, dan menyebabkan daun
tembakau bercakbercak putih.

b) Jamur Pyricularia oryzae, menyerang batang dan biji padi, sehingga mudah patah. Jamur ini
menyebabkan penyakit blas (blast) pada tanaman padi.
c) Jamur Rhizoctonia solani, menyerang tunas tumbuhan, sehingga membusuk.

d) Bakteri Pseudomonas cattleyas, menyerang tanaman anggrek.


Cara Mudah Membasmi Hama dan Penyakit Tanaman
Hama merupakan salah satu masalah yang menyerang pada tanaman, sehingga tidak dapat
tumbuh dengan seharusnya, bahkan bisa mati. Di sini, Hama tersebut bisa saja menyerang di
setiap bagian, entah itu pada batang, daun atau bahkan buahnya. Sehingga, tanaman tersebut pun
tidak tumbuh dengan sempurna. Masalah seperti ini pun seri kali terjadi di dunia tanaman,
dimana masing-masing tanaman mempunyai jenis hama yang berbeda. Karena, hama tersebut
tidak hanya satu atau dua saja, tetapi ada banyak sekali.

Dalam contoh mudah ialah tanaman Padi, yang ditanam setiap tahunnya bisa 2 sampai 3 kali dalam satu
tahun. Pada setiap pertumbuhannya, tanaman itu seringkali mendapatkan perawatan dari para Petani.
Tentu saja bertujuan untuk merawat pertumbuhan agar lebih maksimal. Tetapi tidak sedikit dari mereka
yang melakukan perawatan guna membasmi hama. Apalagi jenis hama itupun diimbangi dengan
berbagai kriteria, seperti:

 Tikus.
 Burung.Ulat.
 Wereng.
 Walang sangit, dll.

Begitu banyak beberapa hama yang siap menyerang Padi kapanpun itu. Sehingga, perawatan
pada Padi pun harus lebih extra, supaya hama tersebut tidak menyebabkan penyakit yang serius.
Atau bahkan dapat menyebabkan tanaman tersebut mati. Berikut ini ialah beberapa upaya
menanggulangi hama, diantaranya:

 Untuk hama tikus, petani harus mencari sarang dan menghancurkannya. Bila perlu
menebarkan racun tikus di sekitar tersebut.
 Menyiapkan boneka yang disusun sedemikian rupa seperti manusia untuk di letakkan di
sawah pada beberapa titik.
 Menggunakan pestisida yang disebarkan secara merata.

Beberapa upaya tersebut membutuhkan proses yang tidak mudah, bahkan para Petani harus
bekerja dari pagi hari hingga sore. Terlebih lagi, bilamana upaya tersebut tidak ada hasilnya.
Dalam artian, satu hari ini baik-baik saja, tetapi besok muncul lagi. Semakin menjadikan masalah
yang tak kunjung berakhir. Secara pasti perihal ini akan membuat tanaman tidak menghasilkan
produk yang banyak, bahkan hanya sedikit saja. Untuk itu, Anda perlu melakukan kerja lagi
dalam program pembasmian hama tersebut agar tidak berujung pada penyakit yang menghambar
ataupun mengurangi hasil panen.

Sebagai upaya kedua atau selanjutnya terutama pada fokus pembasmian aneka hama tersebut,
Anda bisa menerapkan beberapa cara berikut ini:

 Mengajak para Petani lain untuk diskusi bersama, dalam rangka pembasmian hama
secara serempak. Seperti yang kita tahu bahwa sawah-sawah yang ada pasti hanya
berbatasan satu garis kecil saja.
 Melakukan kinerja bersama, seperti program besar untuk semua sawah dalam satu lokasi.
Maksudnya ialah membasmi dengan cara yang sama sehingga hama tersebut bisa teratasi
secara bersama. Dengan demikian, satu petak sawah yang telah melakukan pembasmian
hama, tidak terserang oleh hama dari tetangga sebelah, begitu juga sebaliknya. Percuma
saja melakukan pembasmian hama bila hanya di satu tempat saja, dengan bersamaan,
semua akan lebih berhasil dan produksi pun jauh lebih unggul.