You are on page 1of 2

3.

3 Hasil Jurnal

Kecemasan merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami oleh anak karena menghadapi
stressor yang ada di lingkungan rumah sakit (Supartini, 2004). Kecemasan terbesar pada anak usia
prasekolah selama menjalani hospitalisasi adalah kecemasan terjadinya perlukaan pada bagian
tubuhnya. Menurut Suparniti (2004) ada beberapa reaksi anak usia pra sekolah yang menunjukan
kecemasan seperti anak menolak makan, menangis, sering bertanya tentang keadaan dirinya,
mengalami sulit tidur, tidak kooperatif terhadap petugas kesehatan saat dilakukan tindakan
keperawatan. Terapi bermain adalah suatu kegiatan bermain yang dilakukan untuk membantu
dalam proses penyembuhan anak dan sarana dalam melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan
secara optimal. Terapi bermain yang diebrikan pada usia pra sekolah salah satunya adalah skill
play adalah bermain lilin (Fradianto, 2014). Plastisin atau playdought adalah lilin lembut yang
mudah dibentuk sesuai keinginan dengan warna yang bervariasidikarenakan teksturnya yang
lembut.

Menurut hasil penelitian Gozde et al, menemukan hasil bahwa pemberian permainan dengan
playdough berguna dalam mengurangi kecemasan anak-anak selama preoperative. Pada penelitian
ini terlihat hasil yang signifkan antara group PD dan Group C. Perbedaan skor mYPAS antar
kelompok pada T0 (segera setelah memasuki pra operasi holding area) tidak signifikan (p= 876).
Pada T1 dan T2 dalam kelompok PD, skor mYPAS secara signifikan lebih rendah (P< 001)
dibandingkan kelompok C. Peneliti memilih Playdough sebagai obyek penelitian karena
sederhana, bersih, murah, dan sering digunakan oleh anak-anak, bermain playdough juga
membutuhkan konsentrasi dan kreativitas tinggi.

Hal yang sama dipaparkan dalam penelitian Dayani, dkk., (2015), menyatakan bahwa terapi
bermain clay mempunyai pengaruh terhadap penurunan kecemasan pada anak usia prasekolah
yang menjalani hospitalisasi di RSUD Banjarbaru karena dengan melakukan permainan anak dapat
mengalihkan perhatian terhadap rasa sakit yang dialami pada permainannya (distraksi) dan
relaksasi melalui kesenangannya melakukan permainan selama menjalani hospitalisasi. Perbedaan
selisis skor rata-rata kecemasan antara kelompok eksperimen dengan kelompok control adalah
4,76 dengan derajat kepercayaan 95% berada dalam rentang 2,75 sampai 6,77.

Senada halnya dengan penelitian Alini (2017) menyatakan bahwa ada pengaruh pemberian terapi
bermain plastisin (playdought) terhadap perubahan kecemasan pad anak usia prasekolah yang
mengalami hospitalisasi di ruangan perawatan anak RSUD Bangkinang, dibuktikan dengan uji T-
test dependen dengan P Value 0,0 (P<0,05).