You are on page 1of 3

BAB I

PENDAHULUAN A
1.1 LATAR BELAKANG
Pemeriksaan hematologi merupakan sekelompok pemeriksaan laboratorium
klinik yang terdiri dari beberapa macam pemeriksaan seperti kadar hemoglobin,
hitung lekosit, eritrosit, trombosit, laju endap darah (LED), sediaan hapus,
hematokrit, retikulosit, dan pemeriksaan hemostatis. (Depkes RI, 1989)
Pemeriksaan kadar hemoglobin termasuk salah satu pemeriksaan darah rutin
yang dibutuhkan untuk mendiagnosa suatu penyakit dan banyak diminta diklinik. Hal
ini disebabkan oleh makin meningkatnya kebutuhan akan data tersebut. Dengan
meningkatnya permintaan pemeriksaan kadar hemoglobin maka pemeriksaan kadar
hemoglobindengan alat spektrofotometerkurang memenuhi kebutuhan tersebut.Oleh
karena itu dibuatlah alat BC-2600 Auto analizer hematologi. Dengan alat BC-2600
Auto analizer hematologi maka pemeriksaan kadar hemoglobin menjadi lebih mudah,
cepat, dan teliti di bandingkan dengan alat spektrofotometer. Walaupun demikian
pemeriksaan kadar hemoglobin dengan alat speYktrofotometer masih di pertahankan.
Hal ini disebabkan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan alat spektrofotometer
masih merupakan metode rujukan. Hemoglobin adalah senyawa protein dengan
protoporfirin dan globin (tetra phyrin) dimana hemoglobin ini yang menyebabkan
warna darah menjadi merah karena adanya senyawa Fe. (Syamsul Bakhri,
Kalma,1988)
Menggunakan alat spektrofotometer merupakan cara yang paling banyak
digunakandengan mengubah hemoglobin menjadi sianmethemoglobin, sebab reagens
dan alat untuk mengukurnya dapat dapat dikontrol terhadap suatu larutan standard
yang stabil. Keterbatasan pada teknik ini, yang umumnya terjadi adalah dalam hal
pengenceran sampel secara akurat dan pembuatan reagens serta kalibrasi instrumen
secara teliti. Dengan menggunakan alat BC-2600 auto analizer hematologi
memungkinkan kadar hemoglobin diukur dengan cepat dan teliti. Hemoglobin
ditentukan secara tidak langsung dengan mengolah data mengenai jumlah dan
volume eritrosit, konduktivitas elektrik dan variabel lain yang ditunjukkan oleh
instrumen. Automatisasi tidak menghilangkan kesulitan mengenai pengenceran
sampel dan standarisasi alat, tetapi cara ini meningkatkan kecepatan pemeriksaan dan
ketelitian dibanding menggunakan alat spektrofotometer 4010. Karena pemeriksaan
kadar hemoglobin menggunakan alat BC-2600 auto analyzer hematology ini
mempunyai ketepatan tinggi dan kalkulator elektrik merupakan bagian dari
instrumen. (Frances K. Widmann, 1995)
1.2 Rumusan masalah
1.3 Tujuan
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan Darah adalah cairan yang ada pada manusia sebagai alat
transportasi berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh
jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai
pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Darah terdiri dari 55% Plasma Darah (bagian cair darah) dan 45%
Korpuskuler (bagian padat darah). Plasma Darah (bagian cair darah) terdiri dari
plasma. Korpuskuler (bagian padat darah) terdiri dari:
1.Sel Darah Merah (Eritrosit)
2. Sel Darah Putih (Leukosit)
3. Keping Darah (Trombosit)
Darah didalam tubuh kita mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :
1. Alat pengangkut zat-zat dalam tubuh, seperti sari-sari makanan, oksigen, zat-zat
sisa metabolisme, hormon, dan air.
2. Menjaga suhu tubuh dengan cara memindahkan panas dari organ tubuh yang aktif
ke organ tubuh yang kurang aktif sehingga suhu tubuh tetap stabil, yaitu berkisar
antara 36 – 37oC.
3. Membunuh bibit penyakit atau zat asing yang terdapat dalam tubuh oleh sel darah
putih. 4. Pembekuan darah yang dilakukan oleh keping darah (trombosit)
3.2 Saran.
Dari pemaparan diatas, kami memberikan saran agar dalam ilmu kesehatan maupun
ilmu alam lainnya penting sekali memahai anatomi sistem hematologi secara tepat agar
terhindar dari kesalahan dalam tindakan baik itu dirumah sakit maupun di alam yang
berkaitan dengan perubahan fungsi tubuh akibat kurangnya aktifitas positif untuk
memberikan kesehatan terhadap jantung sebagai pusat kehidupan dan berhubungan pula
dengan darah