You are on page 1of 1

mataku menatap tajam seseorang yang tengah duduk sibuk membaca buku.

dengan
sesekali dia membalikkan lembar demi lembar sembari mengisi kekosongan waktu
istirahat.

lensa kaca nya yang terkadang mengkilap membuatku susah untuk lupa.

meski itupun hanya bisa aku lihat dari kejauhan.

karena sangat minder aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan saja.

kami duduk sangat berjauhan, kursiku di pojok belakang dan kursinya di pojok depan
dekat pintu.

sering saat aku masuk atau keluar kelas, aku coba untuk curi curi pandang, dan
ketika saat aku sedang lewat dan dia sedang tertawa, langkah kakipun aku cepatkan.