You are on page 1of 11

HAMADA

Humanity-Education-Environment

What Is XCHANGE?
Xchange is the organizer of International Youth Summit under Hamada Foundation. Xchange
comes as a platform for young people who dare to make a change! Xchange is going to give
you a lot of Xperience and Xploration to be an Xtraordinary person through learning abroad.
This event is open for all students in Indonesia ranging from 13 to 27 years old in order to
facilitate diverse exchange of ideas.

Our Vision
Become the most favorite International Youth Summit Organizer in Indonesia and to create
quality human resource in order to support the advancement of the nation through
Xtraordinary way.

Our Mission
1. Organizing an interactive International Youth Summit activities that are useful and has a
strong educational value.
2. Providing exceptional knowledge and experience to all participant
3. Bring benefit for many parties both before and after the event is implemented

Benefit
X-perience
Studying abroad and following an exciting and educative series of Xchange events will be an
amazing experience for all participants.
X-Ploration
Exploring themselves with new knowledge gained from exploring new territory will crack
open new horizons of all Xchange participants.
X-tra Ordinary
Being selected to be a Xchange participant serve as a proof that you are above average, you
have the X factor! And that’s what made all of our participants extraordinary.
What's your top 3 organization that you ever joined
example:
1. Chief Executive of OSIS 2017
2. Co. Sponsorship of ABC Event Organizer 2017
3. Co. Event of ASEAN Youth Conference 2018.

1. Organizer Member of Social and Public Health Departement, Hamada Foundation


2018
2. Coordinator of Research Department, UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah 2016-
2017
3. Co.Event International Symposium of Mother and Child Health, Medical Faculty of
Hasanuddin University 2015

4. Member of Administration Departement of Medical Youth Research Club, Medical


Faculty of Hasanuddin University 2014-2016
5. Member of Medical Operational Service of Medical Muslim Family, Medical Faculty
of Hasanuddin University 2014-2016
6. Volunteer of Makassar Community, Sikola Inspirasi Alam 2017

What's your top 3 achievement


example:
1. Best speaker of English Debate Competition 2017
2. National delegate of International conference in Thailand 2017
3. The best presentation in United Nations Simulation 2018.

1. Delegate of Summer School Taiwan in National Pingtung University of


Science and Technology 2015
2. Awardee of Djarum Beasiswa Plus 2015-2016
3. Top 20 Finalist of Duta Pangan Nasional 2017

1. Passion itu seperti oksigen dalam otak, jika ia tak ada, maka otak akan iskemia dan
terjadi kematian sel otak. Setiap manusia pasti memiliki passion, passion itu tidak
diturunkan (bukan genetik) tetapi dibentuk ketika seseorang telah lahir dan
ditumbuhkan dengan kontribusi lingkungan. Mungkin banyak orang yang belum
menemukan passionnya dan kemudian menyerah, namun menyerah tidak pantas
menjadi alasan untuk tidak menemukan passion, setiap yang lahir ke dunia
dibentuk melalui proses yang sama, proses perjuangan yang dilakukan oleh sperma
terkuat yang menembus ovum dan kemudian terbentuk embrio dari gabungan 2
kromosom dari ayah dan ibunya. Maka harusnya saat lahir ke dunia, setiap orang
berusaha untuk menemukan passionnya masing-masing.
Seseorang tidak harus memiliki passion yang sama dengan anggota keluarganya,
meskipun ia anak kembar sekalipun. Passion tentu berbeda dengan hobby,
seseorang mungkin suka memasak namun untuk menjadi koki, butuh latihan dan
kesungguhan yang lebih daripada sekedar memasak di dapur rumah. Begitulah
sebuah passion, kamu menyukainya, hidup bersamanya dan kamu bersungguh-
sungguh terhadapnya. Kau lakukan tanpa pamrih dan ketika kau tak melakukannya,
kamu merasa ada yang kurang dalam menjalani hidup.

Passion is like oxygen in the brain, if it does not exist, the brain will ischemia and brain
cell death occurs. Every human must have passion, passion is not derived (not genes)
but formed when someone is born and grown with environmental influences. Perhaps
many people have not found their passion and then surrendered, but surrendering is not
an excuse for not finding passion, every born into the world is formed through the same
process, the process of struggle by the strongest sperm penetrating the ovum and then
forming the embryo of the combined 2 chromosomes from his father and mother. When
born into the world, everyone should try to find their respective passion.
Someone does not have to have the same passion with his family, even though he is a
twin. Passion is certainly different from the hobby, someone may like cooking, but to
become a chef, it needs more practice than just cooking in the home kitchen. That's a
passion, you love it, live with it and you mean it to it. You're doing unconditionally
and when you do not do it, you feel there's something missing in life.

2. Passion saya adalah menolong orang lain.

Sejak mulai menginjak remaja, saya iseng mengikuti kegiatan yang bersifat kemanusiaan,
di bangku SMP saya sempat bergabung dalam Palang Merah Remaja yang berlanjut hingga
bangku SMA. Selama 6 tahun lamanya saya bergabung dalam organisasi ini, saya
mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman di bidang medis daripada teman-
teman yang lain. Mulai dari pertolongan pertama pada kecelakaan, obat-obatan hingga
cara membuat program-program bermanfaat di masyarakat seperti donor darah dan bakti
sosial lainnya.

Mengenal dunia medis sejak remaja tak membuat nyali saya surut untuk melanjutkan
kuliah di Fakultas kedokteran yang merupakan jurusan yang diinginkan oleh sejuta umat.
Ternyata tahun pertama kuliah di sini membuat saya seperti dipasung dalam penjara.
Setiap hari hanya kuliah dan kerja tugas, tiap hari pun bertemu orang yang sama. Sangat
membosankan. Di tahun kedua, saya mencoba keluar dari zona tersebut, bergabung
menjadi volunteer dalam sebuah komunitas bernama “Sikola Inspirasi Alam” . Di sana saya
ikut mengajar anak-anak pedalaman yang tak bisa bersekolah di sekolah formal. Setelah
mencoba ikut dalam kegiatan itu, saya mulai mengenal betapa menyenangkannya
berinteraksi dengan anak-anak, mengajari berhitung, membaca dan mengajari mereka
untuk bermimpi. Sangat menyenangkan, senyum bahagia mereka sudah menjadi bayaran
yang mahal untuk saya.

Saat ini saya tengah menempuh pendidikan profesi dokter, profesi yang berat untuk
dijalani, saya follow up pasien setiap hari di rumah sakit, edukasi pasien tentang
penyakitnya dan tak jarang pula saya melakukan edukasi tentang cara hidup sehat. Saya
melakukannya setiap hari, saya pernah berpikir, hal yang saya lakukan sekarang tak ada
bedanya dengan keadaan kuliah yang monoton saat jadi mahasiswa baru di kedokteran.
“Tapi ini menyenangkan.” Kalimat itu terbersit dalam hati saya. Lambat laun saya pun
memahami bahwa inilah passion saya. Rela datang setiap pagi follow up pasien, rela jaga
di hari libur, rela tidur hanya 2 jam semalam, yah, rela melakukan hal yang mungkin
sebagian orang akan jenuh dan merasa berat. Tapi justru tidak bagi saya, semua itu berbalas
ketika melihat pasien sembuh, melihat pasien bisa kembali pulang dan berkumpul dengan
keluarganya, bahkan diberi bayaran “terima kasih” dari pasien, itu sudah sangat membuat
saya bahagia.

Passion saya adalah menulis


Sejak duduk di bangku SMP, saya sempat tergabung dalam tim penyusun majalah sekolah,
mencari berita, menulisnya lalu menerbitkannya. Di bangku SMA, saya pun kembali
bergabung dalam ekskul kepenulisan, khususnya karya tulis. Menurut sebagian orang,
menulis adalah sebuah proses menghasilkan sebuah tulisan. Tapi bagi saya, menulis
adalah proses berkarya, menulis mungkin tak perlu berpikir keras seperti pembuat mesin
pesawat. Tapi sama-sama menghasilkan karya. Bedanya enginer mungkin hanya
menghasilkan pesawat yang hanya bisa dinikmati oleh sebagian orang, yah hanya orang-
orang yang berkesempatan naik pesawat terbang, namun penulis menghasilkan tulisan
yang bisa dinikmati semua golongan manusia, bahkan oleh orang yang tak mengerti
alphabet. Tulisan mampu menggerakkan pembacanya
Saya senang menulis apapun, mulai dari

2.Passion saya adalah riset.


Sejak duduk di bangku SMP, saya sempat tergabung dalam tim penyusun majalah sekolah,
mencari berita, menulisnya lalu menerbitkannya. Di bangku SMA, saya pun kembali
bergabung dalam ekskul kepenulisan, khususnya karya tulis. Di sana saya mulai melakukan
riset-riset kecil dengan arahan guru saya.

Itulah yang menjadi alasan saya mengapa di tahun pertama kuliah, saya tak ragu untuk
mendaftarkan diri sebagai anggota di sebuah lembaga penelitian tingkat fakultas bernama
“Medical Youth research Club”. Alasan lain karena saya mengharapkan lembaga ini yang
akan menjadi wadah untuk mengembangkan diri saya di bidang riset ke depannya. Di tahun
berikutnya, saya memutuskan untuk melebarkan sayap hingga ke tingkat universitas. Saya
lagi-lagi mendaftarkan diri sebagai anggota di sebuah lembaga Keilmuan dan Penalaran
Ilmiah tingkat Universitas. Di sini saya bertemu orang-orang dengan dasar keilmuan
berbeda, namun memiliki passion yang sama dengan saya, mencintai dunia penelitian. Di
lembaga ini pula, saya dan anggota yang lain menerbitkan jurnal lembaga yang kami susun
selama 1 tahun kepengurusan kami.

Riset selalu dimulai dengan adanya masalah dan diakhiri dengan hasil riset yang diharapkan
mampu menjawab masalah sebelumnya. Saya adalah orang yang punya rasa keingintahuan
yang besar terhadap sesuatu. Menurut saya, meneliti suatu proses mendapatkan ilmu yang
baru, perlu kesabaran, ketelitian dan kejujuran. Karena hasil dari sebuah penelitianlah yang
akan dijadikan acuan untuk membuat teori baru dari sebuah bidang ilmu pengetahuan.
Namun, seorang peneliti tidak membutuhkan sekedar rasa ingin tahu yang besar, namun
harus dibarengi dengan kemampuan bekerja tim yang baik dan rasa sabar yang tak
terhingga. Kenapa? Karena kita meneliti untuk kepentingan umat manusia di bumi ini.

My passion is researching.
Since I was in junior high school, I had joined in team of magazine compiles, looking for
news, write it and publish it. In high school, I went back to join the authorship, especially
writing. There I started doing small researches with my teacher.

During my first year of college, I joined research institute in my faculty called "Medical
Youth research Club" . I hope this institution will be a place to develop myself in research
now and future. During the following year, I decided to spread my wings to the university
level. I joined again as a member at Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran
Ilmiah at University level. I met people with different scientific backgrounds here, but
have the same passion as me, love research world. In this same institution, I and other
members publish the institute journals we compiled for 1 year of our stewardship.

Research always begins with problems and ends with research results that are expected
to answer the previous problem. I am a person who has a great sense of curiosity towards
something. In my opinion, researching a process of acquiring new knowledge, requires
patience, thoroughness and honesty. Because the results of a research that will be used
as a reference to create a new theory of science. However, a researcher does not need
just a great curiosity, but must have good teamwork skills and patience infinitely. Why?
Because we are researching for the benefit of mankind on this earth.

3. Australia adalah salah satu Negara yang kerap dijadikan tujuan studi ataupun wisata oleh
warga Internasional. Sydney, salah satu kota di Australia, mendapat peringkat ketujuh untuk The
World’s Most Livable Cities (kota paling nyaman untuk ditinggali) menurut badan tahun 2014 .
Opera House adalah icon sydney, gedung yang telah mendunia, bahkan menjadi bangunan abad
ke-20 yang paling terkenal karena keunikannya. Saya berharap dengan berkunjung ke sana, saya
dapat menambah ilmu dan pengalaman saya, bahkan setelah dari sana, saya berniat untuk menulis
pengalaman saya lalu mengirimkannya ke salah satu media agar dapat dibaca oleh orang lain juga.
Selain itu, Australia juga adalah Negara yang terkenal akan penghargaan Nobel yang
diterimanya lewat penelitian, telah banyak hasil penelitian kelas dunia yang lahir di Australia, salah
satunya di Sydney University yang bermitra dengan Pusat Penelitian, Teknologi dan Informasi di
Australia, saya merasa bahwa passion saya sejalan dengan visi dan misi dari Xchange Hamada,
sehingga melalui exchange ini saya harap saya bisa mendapatkan informasi lebih dalam tentang
passion yang saya miliki tersebut.
Selain mengembangkan passion, Saya berharap dengan mengikuti xchange Hamada, saya
dapat bertemu dengan pemuda-pemudi yang terpilih dari seluruh Indonesia. Saya dapat berbagi
informasi dengan mereka yang memiliki passion yang sama ataupun dengan yang berbeda dengan
saya sehingga pikiran saya bisa terbuka ke hal-hal yang positif.

Australia is one of the countries often used as a study or tourist destination by


International citizens. Sydney, one of Australia's cities, is ranked seventh for The
World's Most Livable Cities (the most comfortable city to live in) according to the 2014
agency. Opera House is a Sydney icon, a world-renowned building, even a 20th century
building most famous for its uniqueness. I hope that by visiting there, I can add my
knowledge and experience, even after from there, I intend to write my experience, then
send it to one of the media so it can read by others too.
In addition, Australia is also a country notorious for its Nobel awards it receives
through research, has many world-class research results born in Australia, one at
Sydney University in partnership with the Center for Research, Technology and
Information in Australia, I feel that my passion in line with the vision and mission of
Xchange Hamada, so through this Xchange I hope I can get more information about
my passion.
In addition to developing passion, I hope by joining Xchange Hamada, I can
meet selected young people from all over Indonesia. I can share information with those
who have the same or a different passion with me so that my mind can open to positive
things.

4. Saya adalah seorang yang kreatif, konsisten dan suka tantangan. Saya telah banyak berkontribusi
di bidang sosial dan penelitian. Saya bermimpi menjadi seorang peneliti ke depannya, khususnya
di bidang medis sesuai background keilmuan yang saya miliki, sehingga saya mampu
mengembangkan riset di Indonesia sehingga dapat menjadi bangsa yang lebih baik ke depannya .
Saya layak dipilih karena saya memiliki pengalaman yang lebih dalam bidang sosial dan penelitian,
dan kegiatan-kegiatan dalam exchange Hamada sangat cocok dengan passion saya tersebut.
Saya mengibaratkan diri saya sebagai oksigen, Indonesia adalah jaringan tubuhnya, dan Hamada
diibaratkan sebagai hemoglobinnya. Indonesia membutuhkan pemuda sebagaimana jaringan
tubuh yang membutuhkan oksigen untuk terus hidup, namun tubuh kita harus memiliki
hemoglobin untuk membawa oksigen yang cukup sampai ke jaringan tubuh, dan Hamada
Foundation adalah hemoglobin itu. Membentuk pemuda-pemudi yang mampu mengembangkan
Indonesia menjadi Negara yang lebih baik ke depannya, salah satunya dengan exchange yang
extraordinary ini.
I am a creative, consistent and challenging person. I have contributed a lot in social and
research. I dreamed to be a researcher in the future, especially in the medical field, according
to my scientific background, so that I was able to develop research in Indonesia so that it
could become a better nation in the future. I am eligible to be selected because I have more
experience in social and research fields, and the activities in the Hamada exchange fit
perfectly with my passion.

I likened myself to oxygen, Indonesia is his body tissue, and Hamada is likened to his
hemoglobin. Indonesia needs good youth generation as the body tissues that need oxygen to
survive, but our bodies must have a hemoglobin to bring enough oxygen to the body's tissues,
and Hamada Foundation is the hemoglobin. To form young people who will be able to develop
Indonesia into a better country in the future, one of them with this Xtraordinary Xchange.

Kesimpulan :

Apapun PASSION kita apabila hal tersebut produktif dan bermanfaat, serta
dilakukan dengan penuh keyakinan niscaya akan menjadi sumber penghasilan yang
sangat besar, sebagaimana designer pesawat tadi, dimana dia dibayar mahal hanya
karena hobinya terkait pesawat.

Bisnis atau karir akan menjadi indah dan mudah dilakukan jika itu merupakan
kesenangan atau kesukaannya, nasehatnya berkata JADIKAN HOBIMU sebagai
BISNIS MU, NISCAYA KAMU CEPAT SUKSES.

Lebih mudah berbisnis jika itu adalah passion baginya. Passion di mancing, bisnis
alat alat pancing atau kolam pemancingan. Passion di Hiking, berbisnis Outbound
Training atau Fun Tracking. Passion dalam belajar dan mengajar berkarir sebagai
GURU, DOSEN, atau Pembicara, dsb…

Pertanyaan penting
1. Perkenalkan dirimu
Nama saya Sitti Fatimah, saat ini saya tengah menempuh pendidikan profesi
kedokteran di universitas hasanuddin.
Hobby saya menulis dan cita-cita saya menjadi dokter peneliti.
Prinsip hidup saya adalah melakukan yang terbaik di setiap kesempatan.
Saya belum pernah mengikuti International Summit sebelumnya. Saya pernah
mengikuti summer school di Taiwan in 2015.

2. Kelebihan dan kelemahan


Kelebihan saya adalah I am a quick learner, Iam a good team player. dan
melakukan sesuatu dengan penuh totalitas. I will be constantly keeping tab of
assigned work with my subordinates and senior, finishing the assigned jod
before deadline.
I believe In team work, even if I find anything irritating, I try to avoid it unless it
personally affects me,
Kelemahan saya adalah hanya bisa fokus melakukan 1 hal pada 1 waktu,
sehingga ketika harus mengerjakan lebih dari satu hal, saya harus
mengerjakannya secara berkelompok.

3. Apa kegiatanmu di waktu luang?


-Di waktu luang saya sering menulis opini di beberapa media seperti Koran
Fajar serta Tribun Timur, saya sering menulis tentang kesehatan dan topik
yang sesuai dengan background keilmuan yang saya miliki.
-Selain itu saya sering mengikuti kegiatan sosial yakni mengajar di pedalaman,
saya senang bertemu dengan orang-orang baru dan belajar banyak hal. Saya
pernah menjadi volunteer di sebuah komunitas di Makassar yakni “Sikola
Inspirasi Alam”.

4. Organisasi yang pernah diikuti?

Level of
NO. Position on Organization Periode of Time Name of Organization
Organization
1. COORDINATOR OF UNIT KEGIATAN MAHASISWA
RESEARCH DEPARTMENT 2015-2016 KEILMUAN DAN PENALARAN UNIVERSITY
ILMIAH
2. MEMBER OF
MEDICAL YOUTH RESEARCH
ADMINISTRATION 2014-2015 FACULTY
CLUB
DEPARTMENT
3. MEMBER OF
MEDICAL YOUTH RESEARCH
ADMINISTRATION 2015-2016 FACULTY
CLUB
DEPARTMENT
4. MEMBER OF MEDICAL
2014-2015 MEDICAL MUSLIM FAMILY FACULTY
OPERATIONAL SERVICE
5. MEMBER OF MEDICAL
2015-2016 MEDICAL MUSLIM FAMILY FACULTY
OPERATIONAL SERVICE
6. MEMBER OF MEDICAL
MEDICAL STUDENT
STUDENT CONVERSATION 2014 FACULTY
CONVERSATION SOCIETY
SOCIETY
5. Prestasi yang pernah dicapai?

3. Debate Competition 1st Place 2015 Djarum Group National


Beswan Djarum Batch 5 Foundation

4. Character Building The Best Team 2015 Djarum Group National


Beswan Djarum Batch 3 Foundation

5. Scientific Poster Finalist 2015 Brawijaya Individu National


Competition University

6. Multicenter Research Finalist 2014 Airlangga Individu National


Competition University

7. National Paper 3rd 2014 Airlangga Group National


Competition University

8. Scientific Poster Participant 2015 Udayana Group National


Competition University

9. National Essay Participant 2014 LP2KI, Law Individu National


Competition Faculty

10. Maritim Scientific Paper Participant 2015 Hasanuddin Group National


Competition University

11. Scientific Paper Participant 2015 Jambi University Group National


Competition

12. Scientific Paper Training Speaker 2015 BEM FIKP Individu Regional
Hasanuddin
University

13. Microbiology Assistant - 2015 Microbiology Individu -


Medical Faculty of Has. Department
Univ

6. Kenapa ingin ikut exchange ini? Kenapa bukan xchange lain?


Saya rasa xchange Hamada ini adalah salah satu kesempatan besar untuk
saya dan pemuda di Indonesia. Alasan saya karena :
a. kegiatan-kegiatan di xchange ini cocok dengan passion yang saya miliki.
b. ketika ada kesempatan, saya ingin melanjutkan studi saya di Australia,
karena Negara ini lebih dekat dari Indonesia dan memiliki system
pendidikan yang tidak kalah baiknya dengan di eropa, kemudian
c. Xchange Hamada memiliki syarat yang paling sederhana dibanding
xchange yang lain.

7. Apa yang ingin kamu tanyakan?

8. Apa targetmu 5 tahun lagi? Dan 10 tahun lagi?


Target saya 5 tahun lagi adalah menjadi dosen
Target 10 tahun lagi membangun komunitas kanker. Kenapa bukan dari
sekarang? Saat ini saya masih belajar dari komunitas lain dan saat ini saya
masih memiliki jaringan yang belum luas. Saya pun berharap dengan
mengikuti xchange ini dapat memperluas jaringan pertemanan saya. Apalagi
di sini saya akan dipertemukan dengan orang-orang hebat dengan beragam
passion.

9. Apa yang kau harapkan?


Professionally advancement and good future

Passion seperti nutrisi dalam tubuh, jika ia tak ada, maka tubuh akan e
Passion adalah penopang kehidupan seseorang