You are on page 1of 1

bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit.

Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot
(sel telur yang telah dibuahi).
Ekor sperma digunakan untuk bermanuver untuk penetrasi akhir ovum. Untuk membuahi
sebuah ovum, sebuah sperma mula-mula harus melewati korona radiata dan zona pelusida yang
mengelilingi ovum tersebut. Enzim-enzim akrosom, yang terpajan saat membran akrosom
rusak saat sperma berkontak dengan korona radiata, memungkinkan sperma membuat
terowongan menembus sawar-sawar protektif tersebut. Sperma hanya mampu menembus zona
pelusida setelah berikatan dengan reseptor spesifik di permukaan lapisan ini. Sperma pertama
yang mencapai ovum, memicu suatu perubahan kimiawi di membran yang mengelilingi ovum
sehingga lapisan ini tidak lagi dapat ditembus oleh sperma lain. Fenomena ini dikenal sebagai
block to polispermy.
Kepala spertma yang berfusi secara bertahap tertarik ke dalam sitoplasma ovum oleh suatu
kerucut tumbuh yang menelannya. Dalam proses ini ekor sperma sering lenyap, tetapi kepala
sperma yang membawa informasi genetik yang krusial. Penetrasi sperma ke dalam sitoplasma
memicu pembelhan meiosis akhir oosit sekunder. Dalam satu jam, nukleus sperma dan ovum
menyatu. Selain menyumbang separuh dari kromosom ke ovum yang dibuahi, yang sekarang
disebut zigot, sperma pemenang ini juga mengaktifkan enzim-enzim ovum yang esensial untuk
program pengembangan embrionik dini.