You are on page 1of 7

APPENDIKS

Tudara = 30oC
Tair = 32oC
Diameter pipa (D) = 2,7 cm = 0,027 m
Panjang pipa (L) = 175 cm = 1,75 m
g = 9,8 m/s2
ρraksa = 3,16 kg/m3

1. Perhitungan Densitas Air (ρair)


Suhu Air = 32oC
Data Density dari Liquid Water (Apendiks A.2-3 Geankoplis 4th Ed.)
T (oC) ρ (kg/m3)
30 994,994
32 ρair
40 992,25

(Geankoplis, 2003, hal. 960)


32 − 30 ρair − 995,68
=
40 − 30 992,25 − 995,68

ρair saat 32oC = 994,994 kg/m3

2. Perhitungan Viskositas Air (μair)


Suhu Air = 32oC
Data Viscocity dari Liquid Water (Apendiks A.2-3 Geankoplis 4th Ed.)
T (oC) μ (kg/m.s)
32 0,0007679

(Geankoplis, 2003, hal. 960)

μair saat 32oC = 0,0007679 kg/m.s

A-1
3. Perhitungan Luas Penampang Pipa (A)
D = 2,3 cm = 0,027 m
π
A = D2
4
3,14
A= x (0,027 m)2
4

A = 0,000575 m2

4. Perhitungan Flowrate (Q)


Contoh perhitungan pada pipa A aliran laminar data terkecil:
V = 100 ml = 0,0001 m3
t = 5,85 s
V
𝑄=
t
0,0001 m3
𝑄=
5,85 s

m3
𝑄 = 0,000017
s

5. Perhitungan Kecepatan Fluida (v)


Contoh perhitungan pada pipa A aliran laminar data terkecil:
Q = 0,000004959 m3/s
A = 0,00041526 m2
𝑄
𝑣=
A
𝑚3
0,000017 s
𝑣=
0,000575 m2

m
𝑣 = 0,0297
s

A-2
6. Perhitungan bilangan Reynolds (NRe)
Contoh perhitungan pada pipa A aliran laminar data terkecil:
𝑣 = 0,0119 𝑚/𝑠
ρD𝑣
NRe =
µ
kg m
994,994 𝑚3 (0,027056) m (0,0297) s
NRe = kg
0,0007679 m.s

NRe = 1059,46

7. Perhitungan pressure drop (∆P) pada Manometer Air (pipa A dan pipa B)
Contoh perhitungan pada pipa A aliran laminar data terkecil :
Q = 0,000017 m3/s
∆ℎ = H1-H2 = 0,9 cm = 0,009 m
∆𝑝 = 𝜌𝑔∆ℎ
kg m
∆𝑝 = 994,994 3
(9,8 2 ) (0,009 m)
𝑚 s

kg
∆𝑝 = 87,758
m. 𝑠 2

8. Perhitungn pressure drop (∆P) pada Manometer Raksa (pipa C)


Contoh perhitungan pada pipa C aliran laminar data terkecil :
ρraksa = 13600 kg/m3
∆ℎ = H1-H2 = 2,5 cm = 0,025m
∆𝑝 = 𝜌𝑟𝑎𝑘𝑠𝑎 𝑔∆ℎ
kg m
∆𝑝 = 13600 3
. (9,8 2 ) . (0,025 m)
𝑚 s

𝑘𝑔
∆𝑝 = 24377,353 𝑚.𝑠

A-3
9. Perhitungan Friction Factor dari Percobaan (fpercobaan)
Contoh perhitungan pada pipa A aliran laminar data terkecil :
∆𝑝𝐷
𝑓𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 =
2𝜌𝐿𝑣 2
kg
87,75847 m.𝑠2 . 0,027 𝑚
𝑓𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 =
kg m 2
2 𝑥 994,994 𝑚3 𝑥 1,085 𝑚 𝑥 (0,000884 )
s

𝑓𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 = 0,2258

10. Perhitungan Friction Factor Korelasi Wilayah Laminar (fkorelasi laminar )


Contoh perhitungan pada pipa A aliran laminar data terkecil :
64
𝑓𝑘𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑙𝑎𝑚𝑖𝑛𝑎𝑟 =
𝑁𝑅𝑒
64
𝑓𝑘𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑙𝑎𝑚𝑖𝑛𝑎𝑟 =
1059,46

𝑓𝑘𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑙𝑎𝑚𝑖𝑛𝑎𝑟 = 0,0604

11. Perhitungan Friction Factor Korelasi Wilayah Transisi (fkorelasi transisi )


Contoh perhitungan pada pipa A aliran transisi data terkecil :
𝑓𝑘𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑡𝑟𝑎𝑛𝑠𝑖𝑠𝑖 = 0,3164 ∙ 𝑁𝑅𝑒 −0,25
−0,25
𝑓𝑘𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑡𝑟𝑎𝑛𝑠𝑖𝑠𝑖 = 0,3164 ∙ (2519,45)

𝑓𝑘𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑡𝑟𝑎𝑛𝑠𝑖𝑠𝑖 = 0,0447

12. Perhitungan Friction Factor Korelasi Wilayah Turbulen (fkorelasi turbulen )


Contoh perhitungan pada pipa A aliran turbulen data terkecil :
1 𝑁𝑅𝑒 √𝑓𝑘𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑡𝑢𝑟𝑏𝑢𝑙𝑒𝑛
= 2 log ( )
√𝑓𝑘𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑡𝑢𝑟𝑏𝑢𝑙𝑒𝑛 2.51
1 4187,73√𝑓𝑘𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑡𝑢𝑟𝑏𝑢𝑙𝑒𝑛𝑡
= 2 log ( 2.51
)
√𝑓𝑘𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑡𝑢𝑟𝑏𝑢𝑙𝑒𝑛

𝑓𝑘𝑜𝑟𝑒𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑡𝑢𝑟𝑏𝑢𝑙𝑒𝑛 = 0,03929

A-4
UNFIX
13. Perhitungan Head loss (hL)
Contoh perhitungan pada pipa A aliran laminar data terkecil :
ρudara = 1,1715 kg/m3
∆𝐻 (𝜌𝑎𝑖𝑟 − 𝜌𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 )
ℎ𝐿 =
𝜌𝑎𝑖𝑟
𝑘𝑔 𝑘𝑔
0,0005 𝑚 (994,994 − 1,1715 )
𝑚3 𝑚3
ℎ𝐿 = 𝑘𝑔
994,994 𝑚3

ℎ𝐿 = 0,000499 m

14. Perhitungan Friction Factor dari Percobaan (fpercobaan)


CARA NIMED
Contoh perhitungan pada pipa A aliran laminar data terkecil :
2 𝑥 ℎ𝐿 𝑥 𝐷 𝑥 𝑔
𝑓𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 =
𝐿 𝑥 𝑣2
𝑚
2 𝑥 0,000499 𝑚 𝑥 0,023 𝑚 𝑥 9,8 𝑠2
𝑓𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 = 𝑚
1,75 𝑚 𝑥 (0,0119 𝑠 )2

𝑓𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛 = 0,902

15. Menghitung kekasaran pipa


Contoh perhitungan pada pipa 2:
−1
( ) 2,51
𝜀 = 3,7 ∙ D (10 2√𝑓
− )
𝑅𝑒√𝑓
(
−1
) 2,51
𝜀 = 3,7 ∙ 1,905 (10 2√0,07428 − )
29504,6√0,07428
𝜀 = 0,0006
Perhitungan selanjutnya pada tabel III.1.1 dan III.1.3

16. Menghitung fp Ergun


150. (1 − 𝜀)
𝑓𝐸𝑟𝑔𝑢𝑛 =
𝑅𝑒 . ∅
A-5
150. (1 − 0,0006)
𝑓𝐸𝑟𝑔𝑢𝑛 =
1514,68. 1
𝑓𝐸𝑟𝑔𝑢𝑛 = 0,098
Perhitungan selanjutnya pada tabel III.1.2, III.1.4 dan III.1.6

A-6
A-7