You are on page 1of 11

BAB 4.

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Penelitian

Penelitian mengenai hubungan tingkat pengetahuan peserta BPJS Dusun Watu Ulo,
Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember tentang BPJS Kesehatan di bidang
gigi dan mulut dengan pemanfaatan BPJS Kesehatan di Puskesmas telah dilaksanakan pada
bulan Februari 2018 di Dusun Watu Ulo Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten
Jember. Jumlah subyek dalam penelitian ini adalah 89 responden. Teknik pengambilan
sampel pada penelitian ini dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian
dilakukan dengan memberikan instruksi pada responden untuk mengisi informed consent
terlebih dahulu kemudian responden diinstruksikan untuk mengisi kuisioner yang telah
disediakan. Kuisioner yang disediakan terdiri dari identitas responden, 9 pertanyaan
mengenai pengetahuan tentang jenis perawatan gigi dan mulut yang dapat di tanggung oleh
BPJS Kesehatan di Puskesmas, dan 9 pertanyaan mengenai pemanfaatan fasilitas BPJS
Kesehatan pada bidang gigi dan mulut di Puskesmas yang pernah dilakukan oleh responden.

4.1.1 Gambaran Umum Karakteristik Responden

Penelitian dilaksanakan di 6 RW yang ada di Dusun Watu Ulo Desa Sumberejo


Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Responden penelitian adalah peserta BPJS Kesehatan
yang bertempat tinggal di Dusun Watu Ulo Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten
Jember yang berusia antara 15-64 tahun dan telah bersedia untuk menjadi responden dengan
mengisi informed consent.

a. Distribusi frekuensi responden berdasarkan usia:

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia.

Usia Frekuensi Presentase(%)

15-24 29 32,6
25-34 10 11,2
35-44 16 18
45-54 19 21,3
55-64 15 16,9
Jumlah 89 100

Berdasarkan Tabel 4.1, diketahui bahwa jumlah responden yang termasuk kategori
usia 15-24 tahun sebanyak 29(32,6%) orang, usia 25-34 sebanyak 10(11,2%) orang, usia 35-
44 sebanyak 16(18%) orang, usia 45-54 sebanyak 19(21,3%) orang, dan usia 55-64 sebanyak
15(16,9%) orang.

b. Distribusi frekuensi responden berdasarkan jenis kelamin:

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin.

Jenis kelamin Frekuensi Presentase(%)

Laki-laki 41 46
Perempuan 48 54
Jumlah 89 100

Berdasarkan tabel 4.2, diketahui bahwa responden yang memiliki jenis kelamin laki-laki
berjumlah 41(46%) orang dan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak
48(54%) orang.

c. Distribusi frekuensi responden berdasarkan status peserta BPJS Kesehatan:

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Status Peserta BPJS Kesehatan

Status Peserta BPJS Frekuensi Presentase(%)


Kesehatan

PBI 87 98
Non PBI 2 2
Jumlah 89 100
Berdasarkan tabel 4.3, diketahui bahwa jumlah responden yang menjadi PBI(Penerima
Bantuan Iuran) sebanyak 87(98%)orang dan responden yang menjadi non PBI sebanyak
2(2%) orang.

d. Distribusi frekuensi responden berdasarkan tingkat pendidikan terakhir:

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir

Tingkat Pendidikan Frekuensi Presentase(%)


Terakhir

Tidak sekolah 12 13,5


SD 48 54
SMP 23 25,8
SMA 6 6,7
Jumlah 89 100

Berdasarkan tabel 4.4, telah didapatkan data pada masing-masing responden yang tidak
bersekolah sebanyak 12(13,5%) orang, tingkat pendidikan terakhir SD sebanyak 48(54%)
orang, tingkat pendidikan terakhir SMP sebanyak 23(25,8%) orang, dan tingkat pendidikan
terakhir SMA sebanyak 6(6,7%) orang.

e. Distribusi frekuensi responden berdasarkan jenis pekerjaan:

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Jenis Pekerjaan Frekuensi Presentase (%)

Nelayan 37 41,6
Pelajar 17 19,1
Ibu rumah tangga 30 33,7
Petani 1 1,1
Wiraswasta(warung) 4 4,5
Jumlah 89 100
Berdasarkan tabel 4.5, didapatkan data tentang jenis pekerjaan yang dilakukan oleh
masing-masing responden, pekerjaan sebagai nelayan sebanyak 37(41,6%) orang,pekerjaan
sebagai pelajar sebanyak 17(19,1%) orang, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sebanyak
30(33,7%) orang, pekerjaan sebagai petani sebanyak 1(1,1%) orang, dan pekerjaan sebagai
wiraswasta (warung) sebanyak 4(4,5%) orang.

4.1.2 Hasil dari tingkat pengetahuan peserta BPJS Kesehatan di Dusun Watu Ulo, Desa
Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember

Tingkat pengetahuan peserta BPJS Kesehatan di Dusun Watu Ulo Desa Sumberejo
Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember diukur dengan menggunakan kuisioner. Kuisioner
terdiri dari 9 pertanyaan yang berisi macam layanan apa saja pada bidang gigi dan mulut
yang dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Tabel 4.6 Hasil Kuisioner Tingkat Pengetahuan Peserta BPJS Kesehatan di Dusun Watu Ulo
Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Tentang BPJS Kesehatan di Bidang
Gigi dan Mulut
No Jawaban A Jawaban B Jawaban C
Pert
Frekuens Presentase Frekuens Presentas Frekuen Presentas
anya
i (%) i e (%) si e (%)
an
1 45 50,6 30 33,7 14 15,7
2 35 39,3 46 51,7 8 9
3 47 52,8 27 30,3 15 16,9

4 29 32,6 24 27 36 40,4

5 34 38,2 30 33,7 25 28,1

6 8 9 3 3,4 78 87,6

7 47 52,8 23 25,8 19 21,4

8 32 36 17 19,1 40 44,9
9 10 11,2 10 11,2 69 77,6

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa dari 89 responden untuk pertanyaan nomor 1 mengenai
perawatan gigi dan mulut di Puskesmas yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan, responden
yang memilih jawaban A yaitu pembersihan karang gigi sebanyak 45(50,6%), responden
yang memilih jawaban B, yaitu memutihkan gigi sebanyak 30(33,7%), dan responden yang
memilih jawaban C, yaitu pemasangan behel(kawat gigi) sesuai keluhan(indikasi) sebanyak
14(15,7%). Pertanyaan nomor 2 mengenai perawatan gigi lain yang dapat dilakukan di Poli
gigi Puskesmas dengan menggunakan BPJS Kesehatan, responden yang memilih jawaban A,
yaitu memutihkan gigi sebanyak 35(39,3%), responden yang memilih jawaban B, yaitu
pencabutan gigi sebanyak 27(30,3%), dan responden yang memilih jawaban C yaitu
pemasangan behel sebanyak 8(9%). Pertanyaan nomor 3 mengenai perawatan gigi di
Puskesmas yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan, responden yang memilih jawaban A,
yaitu tambal gigi sebanyak 47(52,8%), responden yang memilih jawaban B, yaitu kondisi
gawat darurat di bidang gigi dan mulut sebanyak 27(30,3%), dan responden yang memilih
jawaban C, yaitu perawatan untuk estetik/mempercantik gigi sebanyak 15(16,9%).
Pertanyaan nomor 4 mengenai jenis tambalan gigi yang dapat ditanggung oleh BPJS
Kesehatan, responden yang memilih jawaban A yaitu tambalan dengan logam emas sebanyak
29(32,6%), responden yang memilih jawaban B , yaitu tambalan komposit sebanyak
24(27%), dan responden yang memilih jawaban C,yaitu tambalan porselen sebanyak
36(40,4%). Pertanyaan nomor 5 mengenai perawatan di poli gigi Puskesmas yang tidak
ditanggung oleh BPJS Kesehatan, responden yang memilih jawaban A, yaitu memutihkan
gigi sebanyak 34(38,2%), responden yang memilih jawaban B, yaitu pembuatan gigi tiruan
sebanyak 30(33,7%), dan responden yang memilih jawaban C, yaitu pembersihan karang gigi
sebanyak 25(28,1%). Pertanyaan nomor 6 mengenai haruskah peserta membayar jika
menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan untuk pembuatan gigi palsu, responden yang memilih
jawaban A,yaitu iya sebanyak 8(9%), responden yang memilih jawaban B,yaitu tidak
sebanyak 3(3,4%), dan responden yang memilih jawaban C, yaitu tidak tahu sebanyak
78(87,6%). Pertanyaan nomor 7 mengenai layanan gigi lain juga ditanggung oleh BPJS
Kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat I(Puskesmas), responden yang memilih jawaban A
yaitu bantuan penuh pada seluruh perawatan gigi (tanpa terkecuali) sebanyak 47(52,8%),
responden yang memilih jawaban B, yaitu pemberian obat-obatan tertentu secara
gratis(setelah perawatan gigi) sebanyak 23(25,8%), dan responden yang memilih jawaban C,
yaitu bantuan biaya tambahan pada peserta setelah perawatan gigi usai sebanyak 19(21,4%).
Pertanyaan nomor 8 mengenai apakah obat-obatan yang bisa di dapatkan dari fasilitas
kesehatan tingkat I (Puskesmas) sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, responden
yang memilih jawaban A, yaitu iya sebanyak 32(36%), responden yang memilih jawaban B,
yaitu sebagian sebanyak 17(19,1%), dan responden yang memilih jawaban C, yaitu tidak
sebanyak 40(44,9%). Pertanyaan nomor 9 mengenai haruskah responden membayar jika
ingin membersihkan karang gigi dengan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, responden
yang memilih jawaban A, yaitu iya sebanyak 10(11,2%), responden yang memilih jawaban B,
yaitu tidak sebanyak 10(11,2%), dan responden yang memilih jawaban C, yaitu tidak tahu
sebanyak 69(77,6%).

Tabel 4.7 Hasil Tingkat Pengetahuan Peserta BPJS Kesehatan di Dusun Watu Ulo Desa
Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Tentang BPJS Kesehatan di Bidang Gigi
dan Mulut

Kategori Skor
Frekuensi Presentase(%)
Pengetahuan

Tinggi 0 0
Sedang 12 13,5
Rendah 77 86,5
Jumlah 89 100

Berdasarkan tabel 4.7, diketahui bahwa tidak ada responden yang termasuk kedalam
kategori yang memiliki skor pengetahuan yang tinggi 0(0%), responden yang termasuk ke
dalam kategori yang memiliki skor pengetahuan sedang sebanyak 12(13,5%), dan responden
yang termasuk kedalam kategori yang memiliki skor pengetahuan yang rendah berjumlah
77(86,5%).

4.1.3 Hasil dari tingkat pemanfaatan BPJS Kesehatan pada bidang gigi dan mulut di
Puskesmas oleh peserta BPJS Kesehatan di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan
Ambulu, Kabupaten Jember

Tingkat pemanfaatan BPJS Kesehatan pada bidang gigi dan mulut di Puskesmas oleh
peserta BPJS Kesehatan di Dusun Watu Ulo Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten
Jember diukur dengan menggunakan kuisioner. Kuisioner terdiri dari 9 pertanyaan yang
berisi layanan apa saja pada bidang gigi dan mulut yang pernah dilakukan oleh responden.

Tabel 4.8 Tingkat Pemanfaatan Peserta BPJS Kesehatan di Dusun Watu Ulo Desa Sumberejo
Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Terhadap Fasilitas BPJS Kesehatan di Bidang Gigi
dan Mulut yang Ada di Puskesmas

No Jawaban A Jawaban B Jawaban C


Pert
Frekuens Presentase Presentas Frekuen Presentase
anya Frekuensi
i (%) e (%) si (%)
an
1 13 14,6 0 0 76 85,4
2 4 4,5 0 0 85 95,5

3 5 5,6 0 0 84 94,4
4 12 13,5 1 1,1 76 85,4

5 16 18 54 60,6 19 21,4

6 0 0 87 97,8 2 2,2

7 0 0 87 97,8 2 2,2

8 6 6,7 0 0 83 93,3

9 5 5,6 0 0 84 94,4

Tabel 4.8 menunjukkan bahwa dari 89 responden untuk pertanyaan nomor 1 mengenai
pernahkah responden pergi berobat ke Puskesmas jika mengalami sakit gigi, responden yang
memilih jawaban A, yaitu pernah sebanyak 13(14,6%), responden yang memilih jawaban B,
yaitu selalu sebanyak 0 (0%), dan responden yang memilih jawaban C yaitu tidak pernah
sebanyak 76(85,4%). Pertanyaan nomor 2 mengenai pernahkah responden memeriksakan
kondisi kesehatan gigi dan mulutnya serta konsultasi rutin di Puskesmas, responden yang
memilih jawaban A, yaitu pernah sebanyak 4(4,5%),respondenyang memilih jawaban B,
yaitu selalu sebanyak 0(0%), dan responden yang memilih jawaban C, yaitu tidak pernah
sebanyak 85(95,5%). Pertanyaan nomor 3 mengenai pernahkah responden menambal gigi
dengan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, responden yang memilih jawaban A, yaitu
pernah sebanyak 5(5,6%), responden yang memilih jawaban B, yaitu selalu sebanyak 0(0%),
dan responden yang memilih jawaban C, yaitu tidak pernah sebanyak 84(94,4%). Pertanyaan
nomor 4 mengenai pernahkah responden melakukan pecabutan gigi di Puskesmas dengan
menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, responden yang memilih jawaban A, yaitu pernah
sebanyak 12(13,5%), responden yang memilih jawaban B, yaitu selalu sebanyak 1(1,1%), dan
responden yang memilih jawaban C, yaitu tidak pernah sebanyak 76(85,4%). Pertanyaan
nomor 5 mengenai pernahkah responden mendapatkan obat-obatan tertentu setelah
melakukan perawatan gigi dengan menggunakan BPJS Kesehatan, responden yang memilih
jawaban A, yaitu pernah sebanyak 16(18%), responden yang memilih jawaban B, yaitu tidak
pernah sebanyak 54(60,6%), dan responden yang memilih jawaban C, yaitu tidak tahu
sebanyak 19(21,4%). Pertanyaan nomor 6 mengenai pernahkah responden membuat gigi
palsu di Puskesmas dengan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, responden yang memilih
jawaban A, yaitu pernah sebanyak 0(0%), respondenyang memilih jawaban B, yaitu tidak
pernah sebanyak 87(97,8%), dan responden yang memilih jawaban C, yaitu selalu(jika
memang ada indikasi memakai gigi palsu) sebanyak 2(2,2%). Pertanyaan nomor 7 mengenai
pernahkah responden membayar jika ingin membuat gigi palsu dengan menggunakan fasilitas
BPJS Kesehatan, responden yang memilih jawaban A, yaitu pernah sebanyak 0(0%),
responden yang memilih jawaban B, yaitu tidak pernah sebanyak 87(97,8%), dan responden
yangmemilih jawaban C, yaitu selalu(tiap melakukan pembuatan gigi tiruan yang sesuai
indikasi) sebanyak 2(2,2%). Pertanyaan nomor 8 mengenai pernahkah responden
membersikhkan karang giginya di Puskesmas dengan menggunakan fasilitas BPJS
Kesehatan, responden yang memilih jawaban A, yaitu pernah sebanyak 6(6,7%), responden
yang memilih jawaban B, yaitu selalu(secara rutin) sebanyak0(0%), dan responden yang
memilih jawaban C, yaitu tidak pernah sebanyak 83(93,3%). Pertanyaan nomor 9 mengenai
pernahkah responden membayar jika ingin membersihkan karang gigi di Puskesmas dengan
menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, responden yang memilih jawaban A, yaitu pernah
sebanyak 5(5,6%), responden yang memilih jawaban B, yaitu selalu sebanyak 0(0%), dan
responden yang memilih jawaban C, yaitu tidak pernah sebanyak 84(94,4%).

Tabel 4.9 Hasil Pemanfaatan fasilitas BPJS Kesehatan dalam Bidang Gigi dan Mulut di
Puskesmas oleh Peserta BPJS Kesehatan di Dusun Watu Ulo Desa Sumberejo Kecamatan
Ambulu Kabupaten Jember

Kategori Skor Frekuensi Presentase (%)


Pemanfaatan

Tinggi 0 0
Sedang 0 0
Rendah 89 100
Jumlah 89 100

Berdasarkan tabel 4.9, diketahui bahwa tidak ada responden yang termasuk kedalam
kategori yang memiliki skor pemanfaatan tinggi 0(0%), tidak ada responden yang termasuk
ke dalam kategori yang memiliki skor pemanfaatan sedang 0(0%), dan responden yang
termasuk kedalam kategori yang memiliki skor pemanfaatan yang rendah berjumlah
89(100%).

4.1.4 Analisa Data

Uji stastistik dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan peserta


BPJS di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember tentang
BPJS Kesehatan di bidang gigi dan mulut dengan pemanfaatan BPJS Kesehatan di
Puskesmas pada subyek. Sebelum melakukan uji korelasi, terlebih dahulu data yang
diperoleh dilakukan uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test dan uji
homogenitas dengan menggunakan Levene Test.

Hasil uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov dan hasil uji homogenitas dengan
menggunakan Levene Test ditunjukkan pada tabel 4.10

Tabel 4.10 Hasil uji normalitas dan homogenitas

Variabel Kolmogorov-Smirnov Levene Test

Pengetahuan p = 0,000 0,299


Pemanfaatan p = 0,000 0,000

Tabel 4.10 menunjukkan bahwa hasil data pengetahuan dan pemanfaatan peserta
BPJS Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember dengan
menggunakan kuisioner memiliki nilai signifikasi 0,00(p<0,05) yang berarti data tersebut
tidak terdistribusi normal. Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa data pengetahuan
peserta BPJS di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember
memiliki nilai signifikasi 0,299(p<0,05) yang berarti data tersebut homogen dan data
pemanfaatan peserta BPJS di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu,
Kabupaten Jember memiliki nilai signifikasi 0,00(p<0,05) yang berarti data tersebut tidak
homogen.

Kesimpulan dari hasil uji normalitas dan homogenitas, telah didapatkan hasil data
yang tidak homogen dan tidak terdistribusi normal. Kemudian diuji dengan menggunakan
korelasi Spearman dan dapat dilihat pada Tabel 4.11.

Tabel 4.11 Hasil uji korelasi Spearman


N R p Keterangan

Pengetahuan -Pemanfaatan 89 0,299 0,004 Ada hubungan

Tabel 4.11 menunjukkan hasil analisa hubungan uji korelasi Spearman dengan nilai
signifikasi 0,004 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan peserta
BPJS di Dusun Watu Ulo dengan pemanfaatan fasilitas BPJS pada bidang gigi dan mulut di
Puskesmas oleh peserta BPJS Dusun Watu Ulo. Tabel 4.11 juga menunjukkan koefisien
korelasi Spearman 0,299 yang berarti hubungan antara kedua variabel tidak kuat.

Kesimpulan dari uji korelasi Spearman, didapatkan hasil yaitu terdapat hubungan
yang tidak kuat antara tingkat pengetahuan peserta BPJS di Dusun Watu Ulo dengan
pemanfaatan fasilitas BPJS bidang gigii dan mulut di Puskesmas oleh peserta BPJS Dusun
Watu Ulo.