You are on page 1of 2

BAB III

METODE PERCOBAAN
A. Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Kamis/07 Mei 2018
Pukul : 10.00 WITA
Tempat : Laboratorium STIKes Mega Rezky Makassar
B. Alat dan Bahan
1. Alat:
a. Centrifuge
b. Tabung Wintrobe
c. Pipet Pasteur atau pipet Wintrobe
d. Pipet kapiler
e. Tabung kapiler
2. Bahan:
a. Tabung EDTA
b. Darah vena
c. Darah kapiler
d. Tissue roll
e. Dispo
f. Autoklik
g. Kapas alkohol
C. Cara Kerja
1. Cara mikro
a. Diisi pipet kapiler dengan darah yang mengalir (darah kapiler) atau
darah dengan antikoagulan.
b. Disumbat salah satu dari ujung pipet.
c. Dimasukkan tabung kapiler ke dalam alat mikro sentrifuge dengan
bagian yang disumbat mengarah keluar.
d. Disentrifuge selama 5 menit dengan kecepatan 16.000 rpm.
e. Dibaca hematokrit dengan memakai alat baca yang telah tersedia.
f. Bila nilai hematokrit melebihi 50%, disentrifuge 5 menit lagi.
2. Cara makro
a. Diambil darah vena dan dimasukkan ke dalam tabung EDTA.
b. Dicampur darah dengan seksama hingga homogen.
c. Dimasukkan darah ke dalam tabung Wintrobe hingga mencapai
garis tanda 100 dengan menggunakan pipet Pasteur atau pipet
Wintrobe, mulai dari dasar tabung dan hindari terjadinya
gelembung udara di dalam tabung.
d. Dicentrifuge selama 30 menit pada kecepatan 3.000 rpm.
e. Dibaca hematokrit dengan memakai alat baca yang telah tersedia.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang kami dapatkan, maka dapat
disimpulkan bahwa hasil yang diperoleh dari sampel darah Almitha
menggunakan cara mikro diperoleh nilai hematokrit yaitu 38% dan sampel
darah Deyske dengan menggunakan cara makro diperoleh nilai hematokrit
36%, yang artinya dari hasil tersebut menandahkan pasien nilai
hematokritnya normal sesuai dengan nilai rujukkan pada wanita yaitu
36%-46%.
B. Saran
Sebaiknya sebelum melakukan praktikum, para praktikan sudah
lebih dulu memahami prosedur kerjanya untuk dapat menjalani praktikum
dengan baik dan meminimalisir kesalahan saat praktikum, dan lebih
berhati-hati dalam menggunakan alat praktikum yang mudah pecah.