You are on page 1of 7

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

No Gambar keterangan
1 Alat dan bahan yang digunakan, terdiri
atas :
1. Alat
Tabung reaksi, Gelas ukur,
Dulang, Rak tabung,Cawan
petri.
2. Bahan
Api bunsen, Alkohol, Kapas,
PCA, Susu kambing, Bpw
2 Memasukkan BPW kedalam gelas ukur
sebanyak 18 ml dan di pindahkan ke
wadah.
3 Memasukkan BPW kedalam tabung 10-3
dan tabung 10-4 sebanyak 9 ml.

4 Menggunakan gelas ukur untuk


megukur susu kambing sebayak 2 ml,
dan di letakan de dalam wadah berisi 18
ml BPW. Kemudian di homogenkan.

5 Mengambil susu kambing yang telah di


campur dengan BPW sebanyak 1
mikropipet, dituangkan kedalam tabung
103 kemudian dihomogenkan.
6 Mengambil cairan pada tabung 10-3
menggunakan mikropipet di masukan
kedalam tabug 10-4 kemudian
dihomgenkan.

6 PCA dimasukkan kedalam cawan petri


yang sebelumya sudah dimasukan
larutan yang berasal dari tabung 10-3

7 Memasukkan larutan dari tabung 10-4 ke


dalam cawan petri, kemudia di campur
dengan PCA

8 Media di simpan didalam oven selama


24 jam
9 Hasil pegamatan pada cawan petri berisi
larutan dari tabung 10-3 setelah 24 jam,
yaitu :
Jumlah koloni :
Kotak 1 : 20
Kotak 2 : 23
Kotak 3 : 18
Kotak 4 : 12
Kotak 5 : 23
Kotak 6 : 13
Total koloni pada tabung 10-3 adalah 99
10 Hasil pegamatan pada cawan petri berisi
larutan dari tabung 10-3 setelah 24 jam,
yaitu :
Kotak 1 : 20
Kotak 2 : 18
Kotak 3 : 24
Kotak 4 : 20
Kotak 5 : 14
Kotak 6 : 15
Total koloni pada tabung 10-4 adalah
110

 Rumus perhitungan :
a. Tabung 10-3
1
Jumlah bakteri = pengenceran x jumlah koloni

Diketahui :
Jumlah koloni pada cawan petri 10-3 :
Kotak 1 : 20
Kotak 2 : 23
Kotak 3 : 18
Kotak 4 : 12
Kotak 5 : 23
Kotak 6 : 13
Total koloni pada tabung 10-3 adalah 99.
Jadi, jumlah bakteri adalah 1 X 99 = 99 = 99.000
10-3 10-3
Jadi jumlah bakteri pada cawan petri 10-3 adalah 99.000 = 9,9 x 104
b. Tabung 10-4
1
Jumlah bakteri = pengenceran x jumlah koloni

Diketahui :
Jumlah koloni pada cawan petri 10-4 :
Kotak 1 : 20
Kotak 2 : 18
Kotak 3 : 24
Kotak 4 : 20
Kotak 5 : 14
Kotak 6 : 23
Total koloni pada tabung 10-4 adalah 110.
Jadi, jumlah bakteri adalah 1 X 110 = 110 = 110.000
10-4 10-4
Jadi jumlah bakteri pada cawan petri 10-4 adalah 110.000 = 1,1 x 106
Karena pegenceran 10-3 lebih sedikit dari pengenceran 10-4 maka hasil
dapat di ambil dari pengenceran teredah yaitu 10-3 dengan jumlah bakteri
adalah 9,9 x 104.
4.2. pembahasan
Rata-rata TPC Jumlah koloni bakteri pada sampel susu kambing yang
diambil langsung dari ambing masing-masing adalah 9,9 x 104 dan 1,1 x 106. Dari
kedua hasil yang diperoleh, pengenceran 10-3 memiliki jumlah bakteri yang lebih
sedikit dibandingkan pengenceran 10-4 maka hasil yang digunakan diambil dari
pengenceran yang memiliki jumlah koloni paling sedikit yakni 10-3, yang berarti
praktikum ini dinyatakan gagal karena terjadi kontaminasi.
Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yakni :
- Kesalahan pada saat pemerahan susu.
Perbedaan waktu pemerahan terhadap TPC menunjukkan hasil
yang tidak berbeda nyata antara susu pagi dan susu sore. Kandungan total
mikroba (total plate count) dari kedua waktu pemerahan tersebut masih
memenuhi persyaratan SNI, yaitu 1 x 106 CFU/ml, atau log 6 cfu/ml (BSN
2011). Standar TPC susu kambing segar menurut EU Council Directive
92/46/EEC (EC 1992) adalah 1,65 x 103 atau 3,2 log10 cfu/ml. Meskipun
tidak berbeda nyata, kandungan TPC susu pagi secara deskriptif lebih
tinggi dibandingkan dengan susu sore. Perbedaan jumlah TPC
kemungkinan disebabkan karena perbedaan dalam sanitasi kandang,
peralatan dan pemerahan (Cahyono et al. 2013). Kondisi kandang saat
pagi hari terdapat kotoran ternak yang lebih banyak daripada di siang hari
karena peternak hanya membersihkan kandang 1 kali sehari pada pagi hari,
sehingga banyak kotoran yang menumpuk di pagi hari. Peralatan dapat
menjadi sumber kontaminasi apabila tidak dibersihkan secara maksimal
terutama bagian yang kontak langsung dengan susu.
Perbedaan temperatur dan kelembaban juga dapat mempengaruhi
total mikroba susu karena pada pagi hari umumnya suhu lebih rendah
dengan kelembaban yang lebih tinggi dibanding sore hari . Kondisi
tersebut dapat membantu pertumbuhan mikroba. Hal ini sesuai dengan
Gaman dan Sherrington (1994) menjelaskan bahwa yang mempengaruhi
pertumbuhan bakteri adalah waktu, pakan, kelembaban, suhu, oksigen, dan
pH.
Kebersihan dari pemerah juga menjadi faktor peyebab
kontaminasi, pada saat pemerahan susu kambing pemerah tidak
menggunakan sarung tangan dan masker.
- Kesalahan praktikan, yakni tidak mengguakan sarung tangan dan masker
pada saat melakukan pengujian.
- Tidak memperhatikan kebersihan personal pada saat pemidahan susu dari
satu kelompok ke kelompok lain yang mengguakan sampel yang sama.