You are on page 1of 4

Nama : Mir’atul Jannah

Kelas : 1B/D3 Teknik Kimia

Nim : 1731410060

PEMBAHASAN

KELARUTAN

Kelarutan adalah jumlah zat terlarut yang dapat larut dalam jumlah tertentu pelarut
pada temperatur tertentu. Dalam larutan, zat terlarut adalah zat yang larut, dan pelarut adalah
zat yang tidak larut ke dalamnya. Untuk pelarut tertentu, beberapa zat terlarut memiliki
kelarutan lebih besar daripada yang lain.

Berdasarkan prinsipnya, kelarutan sebagai fungsi suhu didasari oleh pergeseran


kesetimbangan antara zat yang beraksi dengan hasilnya. Dimana bila suhu dinaikkan maka
kelarutan akan bertambah dan kesetimbangan akan bergeser. Tetapi bila suhu diturunkan
maka kelarutan akan semakin kecil dan disertai oleh pergeseran kesetimbangan. Jadi bila
batas kelarutan tercapai, maka zat yang dilarutkan itu dalam batas kesetimbangan yang
artinya bila zat terlarut ditambah, maka akan terjadi larutan jenuh dan bila zat yang dilarutkan
dikurangi, akan terjadi larutan yang belum jenuh dan kesetimbangan tergantung pada suhu
pelarutan. (sukardjo, 1997).

Kelarutan suatu zat di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, temperatur dan tekanan.

1. Faktor temperatur

Semakin tinggi temperatur maka semakin tinggi pula kelarutan suatu zat. Untuk
kebanyakan padatan yang terlarut pada liquid, kenaikkan temperatur akan berdampak pada
kenaikkan kelarutan (Solubilitas).

2. Faktor tekanan
Perubahan tekanan pengaruhnya kecil terhadap kelarutan zat cair atau padat.
Kelarutan gas sebanding dengan tekanan gas parsial itu. Menurut hukum Henry (William
Henry : 1774 – 1836) massa gas yang melarut dalam sejumlah tertentu, cairan (pelarutnya)
berbanding lurus dengan tekanan yang dilakukan oleh gas itu (tekanan parsial) yang berada
dalam kestimbangan dengan larutan itu.

Perbedaan hasil praktikum dengan literature dapat disebabkan karena suhu larutan yang
terpengaruh dengan suhu ruangan, sehingga tidak berada tepat pada suhu keseimbangan.
Adanya jeda waktu yang cukup lama saat larutan asam oksalat diambil pada suhu suhu
setimbang untuk ditambah indikator PP dan menunggu dititrasi memungkinkan suhu larutan
oksalat tidak stabil berada dalam suhu kesetimbangan. Selain itu dapat disebabkan
bercampurnya larutan H2C2O4 dengan kristal endapan sehingga menyebabkan konsentrasi
larutannya berubah. Panas pelarutan (ΔH) asam oksalat bernilai positif sehingga reaksinya
termasuk reaksiendotermis. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya temperatur maka akan
meningkatkan jumlah zat yang terlarut.
Nama : Mir’atul Jannah

Kelas : 1B/D3 Teknik Kimia

Nim : 1731410060

PEMBAHASAN
TEKANAN UAP SUATU ZAT CAIR

Tekanan uap adalah tekanan yang ditimbulkan oleh uap yang secara termodinamika
setimbang dengan fase kondensasi pada temperatur tertentu dalam suatu sistem tertutup.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan uap adalah sebagai berikut :

a. Pengaruh Suhu Terhadap Tekanan Uap Suatu Zat Cair


Tekanan uap suatu zat akan bertambah jika suhu dinaikan. Hubungan ini dapat
dipahami sebagai berikut. Kenaikan suhu menyebabkan energi kinetik molekul-molekul
cairan bertambah besar, sehingga lebih banyak molekul yang dapat meninggalkan permukaan
cairan memasuki fase gas. Akibatnya, konsentrasi uap semakin besar dan dengan demikian
tekanan uap semakin besar.

b. Pengaruh Banyaknya Molekul Terhadap Tekanan Uap Suatu Zat Cair


Tekanan uap suatu cairan bergantung pada banyaknya molekul di permukaan yang
memiliki cukup energi kinetik untuk lolos dari tarikan molekul-molekul tetangganya. Jika
dalam cairan itu dilarutkan suatu zat, maka kini yang menempati permukaan bukan hanya
molekul pelarut, tetapi juga molekul zat terlarut. Karena molekul pelarut di permukaan makin
sedikit, maka laju penguapan akan berkurang. Dengan pekataan lain, tekanan uap cairan itu
turun. Makin banyak zat terlarut, makin besar pula penurunan tekanan uap.

Faktor ketidaksesuaian hasil praktikum dengan literature


Terdapat kesalahan ketika melakukan praktikum yaitu kurang maksimalnya proses
divakumkannya system sehingga kemungkinan terdapat gas – gas dan uap air yang masuk
dalam sistem tersebut menyebabkan manometer tidak stabil dan ΔH yang didapatkan juga
kurang stabil (dapat dilihat pada gambar 1)
Tekanan uap pada komponen tunggal dalam dalam suatu campuran berpengaruh
terhadap tekanan total pada suatu sistem yang disebut dengan tekanan parsial. Jika dalam
suatu campuran terdapat zat terlarut maka akan mempengaruhi tekanan uap, karena pada
permukaan tidak hanya terdapat pelarut, melainkan juga zat terlarut. Semakin banyak zat
terlarut maka tekanan uap akan semakin kecil.
Nama : Mir’atul Jannah

Kelas : 1B/D3 Teknik Kimia

Nim : 1731410060

PEMBAHASAN
KESETIMBANGAN UAP CAIR

Kesetimbangan uap-cair adalah kondisi dimana liquid dan gasnya berada pada
kesetimbangan satu sama lain, kondisi dimana kecepatan evaporasi sama dengan kecepatan
kondensasi pada level molekuler.
Untuk mengetahui kesetimbangan uap cair antara aquades dan etano, dilakukan
proses distilasi. Adapun prinsip kerja dari percobaan ini adalah perbedaan tekanan uap dan
titik didih serta berat jenis suatu pelarut/zat yang dimana saat titik didih terjadi, akan dapat
kembali menjadi cair setelah menguap serta ketetapan saat larutan itu menguap sama dengan
kecepatan pada saat zat/larutan itu kembali ke fase cairan.
Faktor – faktor yang mempengaruhi kesetimbangan uap cair adalah :

a) Pengaruh Suhu Terhadap Indeks Bias dan Fraksi Mol

Pada suhu tinggi, kerapatan optik suatu zat berkurang sehingga indeks bias dan fraksi
molnya berkurang. Berdasarkan teori, semakin tinggi indeks bias suatu zat maka semakin
menurun fraksi molnya.

b) Pengaruh Konsentrasi Terhadap Indeks Bias

Apabila zat cair memiliki konsentrasi lebih besar akan mempunyai kerapatan antar
molekul yang lebih kecil, sehingga indeks biasnya semakin besar dan begitu juga sebaliknya.

c) Pengaruh Kerapatan Terhadap Indeks Bias

Kerapatan yang tinggi, menyebabkan cahaya tidak dapat menembus dan memancar ke
prisma sehingga tidak didapatkan indeks biasnya atau 0.

Perbedaan hasil praktikum kali ini, kami hanya menggunakan 3 variabel suhu yang
berbeda, hal ini dikarenakan terjadi kesalahan ketika praktikum yaitu besar tegangan yang
kami gunakan yaitu 75 volt dengan interval suhu pengambilan destilat dan residu yaitu 5⁰C
sehingga menyebabkan zat mengalami penguapan yang sangat cepat dan tidak terdapat residu
yang dihasilkan. Selain itu, faktor bahan yang terkontaminasi juga memoengaruhi data
pengamatan yang diperoleh, hal ini dpat dibuktikan dengan suhu didih larutan kami adalah
76.8⁰C yang mana suhu didih etanol sesungguhnya adalah 78⁰C.
Nama : Mir’atul Jannah

Kelas : 1B/D3 Teknik Kimia

Nim : 1731410060

PEMBAHASAN
TEKANAN UAP JENUH

Tekanan uap jenuh adalah tekanan tertinggi uap jenuh pada suhu tertentu. Besar
kecilnya tekanan uap jenuh sangat dipengaruhi oleh mudah atau sukarnya zat cair menguap,
semakin mudah zat cair menguap maka semakin tinggi uap jenuhnya dan sebaliknya.
Tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh ini dinamakan tekanan uap jenuh (tekanan gas
ditimbulkan oleh tumbukan antara partikel gas dengan dinding wajahnya.
Faktor – faktor yang mempengaruhi kesetimbangan uap cair adalah :
a. Pengaruh Suhu dan waktu
Kenaikan suhu menyebabkan energi kinetik molekul-molekul cairan bertambah besar
sehingga lebih banyak molekul yang dapat meninggalkan permukaan memasuki fase gas. Hal
ini mengakibatkan molaritas cairan makin besar yang artinya tekanan uap jenuhnya juga
semakin besar. Jika suhu dinaikan, maka tekanan uap jenuh akan bertambah besar.
b. Pengaruh Jenis Zat Terhadap Tekanan Uap Jenuh

Zat – zat yang mudah menguap atau memiliki tekanan uap yang besar disebut dengan
zat volatile. Zat – zat tersebut memiliki tekanan uap yang besar karena memiliki gaya tarik
antar partikel yang rendah, sehingga interaksi antar partikelnya lebih cepat menguap atau
mudah putus begitupun sebaliknya.

Berdasarkan hasil praktikum grafik hubungan antara suhu dengan tekanan maupun suhu
dengan waktu yang dihasilkan kurang stabil, hal ini terdapat ketidaksesuaian dengan
literature (gambar 1 dan 2). Perbedaan ini kemungkinan dapat disebabkan karena kurangnya
ketelitian saat melakukan pengamatan pada suhu dan tekanan pada yang ditunjukkan pada
boiler.