You are on page 1of 17

TUGAS MAKALAH

PENDIDIKAN ANAK DALAM QURAN


SURAT LUQMAN

Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah


Psikologi Pendidikan Islam
Dosen Pengampu : Dr. H. Akhmad Alim, MA

Oleh :
Hanna Tazkiyatunnisa

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


UNIVERSITAS IBNU KHALDUN BOGOR
2018
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Sungguh beruntung kita hidup sebagai seorang muslim, karena kita hidup dalam
naungan yang kokoh. Kita hidup dalam naungan kitab yang dijaga kebenarannya
oleh Allah sampai akhir zaman. Sedang bangsa lain seperti barat yang sekuler,
hidup dalam naungan filsafat, sedang ciri filsafat adalah spekulasi pemikiran.
Tetapi banyak kaum muslimin yang mengalami rabun jauh peradaban. Muslimin
banyak yang silau dengan produk barat atau peradaban lain, tetapi ghiroh terhadap
agamanya sendiri kurang, itupun denga upaya literasi dan penelitian yang belum
memadai.
Salah satu silaunya dalam bidang pendidikan, betapa orang orang jaman sekarang
silau dengan pendidikan ala Finlandia, ala Jepang dan Barat seperti Teori
Montessory untuk balita. Padahal setelah kita pelajari lebih jauh model tersebut
hanya berkisar masalah metodologi, dalam konsep yang fundamen seperti
konsepsi filosofis, model tersebut masih merujuk pada spekulasi filsafat. Islam
justru menawarkan sesuatu yang lebih jauh dalam membahas mengenai
pendidikan, salah satunya dalam Quran Surat Luqman.
I.2 Permasalahan
Surat luqman ini merupakan surat Makkiyah, surat yang turun di Makkah. Surat
Makkiyah, bercirikan menguatkan keimanan kepada yang ghoib, menelanjangi
kebusukan kemusrikan dan membangun fondasi tauhid dan Wala wal Bara. Jadi
bisa dikatakan bahwa Surat Luqman menjadi salah satu rujukan nabi dalam
mendidik sahabat nabi di makkah, sehingga akhirnya mereka bisa membangun
peradaban dunia, dalam kaitannya dengan dunia pendidikan akan menjadi
sesuatu yang penting dan menarik apabila kita menggali nilai-nilai pendidikan
yang ada dalam surat Luqman 1. Dalam kaitan pendidikan tersebut penulis
akan memaparkan nilai-nilai pendidikan yang tertulis dalam surat luqman ayat
12-19, yang merupakan inti dari sebuah nilai pendidikan karena ayat
tersebut berisi tentang nasehat-nasehat Luqman pada anak-anaknya.

1
Fuadi, Ahsanul dan Eli, Susanti. 2017. Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Surat Luqman. Jurnal
Pendidikan Islam vol. 2, no 02, 2017

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

‫غولغقغند ااتغنيغنا لرنقامغن انلنحنكغمةغ اغنن انشركنر ن ا الن ِهّٰلِغوغمنن يننشركنر فغا نننغما يغنشركرر لننغنفنس ه هه غوغمنن غكفغغر فغا ننن ا ا‬
‫اغ غغننيي‬

Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu,


”Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah),
maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa
tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”
(12)

‫ي غل ترنشنرنك نبا ا الن ِهّٰلِاننن الششنر غ‬


‫ك لغظرنلمم‬ ‫غواننذ غقاغل لرنقامرن نلنبننهه غوهرغو يغنعظرهه ايبرنغ ن‬

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi
pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan
Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman
yang besar.” (13)

‫ك انلغ ن‬
‫ي‬ ‫صنيغنا ا ن نلننغساغن بنغوالنغدنيهنه غحغملغنتهر ارممهه غونهننا غعالىٰ غونهنن نوفن غ‬
‫صالرهه فنني غعاغمنينن اغنن انشركنر لنني غولنغوالنغدني ِهّٰلِ غ‬ ‫غوغو ن‬

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua
orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah
kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.
(14)

‫صانحنبهرغما نفىٰ المدننغيا غمنعررنونفا نواتنبنسسنع غسسسبننيغل‬ ‫ك بنهه نعنلمم فغغل ترنطنعهرغما غو غ‬
‫س لغ غ‬ ‫ك غع ا للىٰ اغنن ترنشنر غ‬
‫ك بنني غما لغني غ‬ ‫غواننن غجاهغاد غ‬
‫ي غمنرنجرعركنم فغا رنغبشئرركنم بنغما ركننترنم‬ ‫ب انلغ ه ن‬
‫ي ثرنم انلغ ن‬ ‫غمنن اغغنا غ‬

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu


yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau
menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan
ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku
tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah
kamu kerjakan. (15)

3
‫اغ‬‫ار ِهّٰلِاننن ا ا‬
‫ت بنغها ا ا‬
‫ض يغأن ن‬
‫ت اغنو نفىٰ انلغنر ن‬ ‫ك نمنثغقاغل غحبننة شمنن غخنرغدنل فغتغركنن فنني غ‬
‫صنخغرنة اغنو نفىٰ النساماو ن‬ ‫ي انننغهاَ اننن تغ ر‬
‫ايبرنغ ن‬
‫ف‬‫لغنطني م‬

(Lukman berkata), ”Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan)


seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya
Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus,
Mahateliti. (16)

‫ك اننن اذلن غ‬
‫ك نمنن غعنزنم‬ ‫صبننر غعالىٰ غماَ اغ غ‬
‫صابغ ِهّٰلِ غ‬ ‫صالوةغ غونأرمنر نبانلغمنعررنو ن‬
‫ف غواننهغ غعنن انلرمننغكنر غوا ن‬ ‫ي اغقننم ال ن‬
‫ايبرنغ ن‬

Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang


makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap
apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara
yang penting. (17)

‫ب ركنل رمنخغتانل فغرخنوهنر‬ ‫ض غمغرنح ِهّٰلِا اننن ا ا‬


‫اغ غل يرنح م‬ ‫ش نفىٰ انلغنر ن‬ ‫ك نللننا ن‬
‫س غوغل تغنم ن‬ ‫غوغل تر غ‬
‫صشعنر غخند غ‬

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan
janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai
orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. (18)
‫ت‬ ‫ت لغ غ‬
‫صنو ر‬ ‫صغوا ن‬ ‫صنوتن ِهّٰلِ غ‬
‫ك اننن اغننغكغر انلغ ن‬ ‫ض نمنن غ‬
‫ض ن‬ ‫غوانق ن‬
‫صند فنني غمنشين غ‬
‫ك غوانغ ر‬
Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya
seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (19) 2

2
Departemen Agama RI 1996. Al-Qur'an dan Terjemahnya. Madinah: Mujamma al-Malik Fahd li
ath-Thiba’ah al-Mushaf asy-Syarif

4
BAB III
PEMBAHASAN DAN PENGEMBANGAN

Konsep pendidikan Al Quran berdasarkan Surat Luqman ayat 12-19:

Pertama, pendidikan terbaik untuk membentuk generasi adalah pendidikan


orang tua, utamanya pendidikan ayah.
Surat Luqman berisikan dialog antara Luqman dengan anaknya. Beberapa tempat
‫ ايبرنغ ن‬.
Luqman memanggil anaknya untuk menasehati dengan panggilan terbaik ‫ي‬
Cahyadi T (2016) menyampaikan hasil penelitian ulama mengenai pola
pendidikan Quran, disampaikan bahwa ditemukan setidaknya empat belas tempat
dialog antara ayah dan anak dalam Al Quran, dan hanya dua tempat dialog antara
ibu dan anak, dialog antara ibu dan anak itupun cenderung menguatkan ibu (kisah
ashabul ukhdud dan kisah maryam).3
Saat ini karena keluarga muslim kehilangan model ini, ayah dan ibu sibuk mencari
penghasilan dan balita mereka dititipkan kepada pembantu atau mertua. Lalu usia
sekolah dibantu belajar oleh guru les. Dalam surat Ali Imran, adalah kisah
keluarga yang berhasil. Karena 3 generasi keluarga adalah orang mulia. Imran dan
Hana sendiri, Maryam dan nabi isa. Yang menarik adalah Imran ini sudah
meninggal ketika maryam belum lahir, kenapa suratnya dinamakan Ali Imran,
karena Imran sebagai kepala keluarga telah berhasil medidik istrinya.

Kedua, Tantangan Pendidikan Islam yang begitu banyak..


Lalu dalam surat Luqman ayat 6 digambarkan konsep paradigmatis berikutnya
“dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong
(lahwal hadits) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan
menjadikannya olok-olokan. Mereka itu memperoleh azab yang menghinakan”
Dalam Tafsir Al Azhar, lahwal hadits ditafsirkan oleh hasan al basri sebagai
nyanyian. Sedang menurut qatadah ditafsirkan sebagai slogan-slogan kosong. 4

3
T Cahyadi. 2016. Ayah Harus Banyak Dialog dengan Anak. (internet)
https://www.kompasiana.com/pakcah/583e9f77d07a614511c2fa26/ayah-harus-banyak-dialog-
dengan-anak?page=all
4
Hamka. Tafsir Al-Azhar Juz II. Jakarta: Pustaka Panjimas. 1983.

5
Hamka mengambil dua pendapat ini. Bahwa nyanyian, membuat alam bawah
sadar kita terpengaruh. Akhirnya banyak muda-mudi kita yang terbawa gaya
hidup para penyanyi. Mulai dari pakaian, perilaku, pandangan hidup dll.
Slogan kosongpun dibenarkan oleh hamka, bahwa upaya menipu umat selalu ada.
Melalui slogan-slogan kosong toleransi, yang akhirnya menjadikan umat
kehilangan loyalitas terhadap akidah dan umat. Slogan pluralisme yang
mencampuradukka akidah juga diciptakan untuk mengganggu hakikat kebenaran
tauhid.
Sedang dalam tafsir fi dzilalil Quran disampaikan bahwa asbabun nuzul dari ayat
ini berkisah mengenai seorang kafir yang membenci orang arab masuk islam, lalu
dia mengoleksi kisah-kisah mitologi dari persia. Dia duduk dikeramaian orang,
lalu bercerita untuk membuat kagum orang-orang, sehingga menghalangi mereka
dari kisah-kisah hidayah dari Al Quran. Ingat Al quran memiliki kandungan
terbanyak berupa kisah-kisah. “lahwal hadits” atau kisah rekaan itu ingin
menandingi kisah-kisah Al Quran. Mengapa kisah? Karena kisah dapat
memberikan inspirasi bagi kehidupan, bahkan menarasikan kehidupan. 5
Menariknya adalah di zaman ini kita sedang memasuki zaman yang oleh pakar
kebudayaan disebut ‘hiperrealitas’. Hiperrealitas salah satu cirinya adalah yang
fiksi menjadi nyata, yang nyata menjadi fiksi. Seperti kita tahu tokoh-tokoh fiksi
sudah menguasai kita sejak kita kecil, dari mulai tontonan, cerita masa kecil,
action figur dan dongeng. Hal ini membuat anak-anak sekarang lebih mengenal
kisah superhero fiksi daripada kisah sahabat nabi. Pendidikan untuk anak-anak
pun tidak lepas dari hal seperti itu, kisah kancil nyolong timun, buto ijo,
sangkuriang dll adalah fiksi yang tanpa pesan nilai-nilai yang dapat dipertanggung
jawabkan. Dalam perfilemanpun kisah-kisah mitologi persiapun direproduksi
kembali dengan visual effect ala holywood .
Apa yang diharapkan dari sebuah umat yang mengambil kisah fiksi sebagai
inspirasi? Apa yang diharapkan dari sebuah umat yang tidak mengerti kisah yang
benar dari sumber yang benar mengenai sunnatullah perjalanan hidup yang
digariskan Allah?

5
Sayyid Quthb, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an,Jilid 3, Jakarta : Gema Insani,
2000.

6
Jawabannya adalah tidak bisa diharapkan. Karena sebagian motivasi dari kisah
tersebut adalah bisa saja ekonomi. Pun bisa penyesatan berpikir.
Ulama besar Abad ini yang juga sejarawan, Muhammad Ali As Shalabi,
menyebutkan bahwa salah satu faktor keruntuhan Daulah Utsmaniyah adalah
pertama, ditumbuhkannya sentimen identitas lokal melalui penyebaran kisah-
kisah sejarah budaya setempat, sehingga negara tersebut menganggap bahwa
identitas mereka berasal dari cerita tersebut dan islam hendak mengubahnya.4
Seperti di Indonesia yang ditumbuhkan kembali kisah raja-raja hindu budha.
Mesir ditumbuhkan kembali kisah ramses dan kejayaannya. Kedua,
ditumbuhkannya kerancuan berpikir dan khurafat dalam akidah dan pemikiran
Quran yang penuh hikmah, mengkhabarkan hal ini. Pendidikan terbaik adalah
menghindarkan generasi penerus kita dari kerancuan dan angan-angan kosong,
dan mengenalkan hakikat-hakikat dan nilai- nilai hidup yang benar yang
digariskan oleh Allah swt.

Ketiga,mengajarkan adab kepada anak dan mengajarkan kebenaran tauhid


yang ditetapkan Allah swt dan mengajarkan untuk berbakti kepada
orangtua
Setelah diterangkan mengenai tantangan pendidikan, yaitu adanya upaya
pengasingan manusia dari kebenaran sejati, yang menarik adalah dialog Luqman
dengan anaknya justru mengenai Adab kepada Allah, bukan mengenalkan
kebenaran berupa keesaan Allah itu sendiri. Dalam QS Luqman Ayat 12, Luqman
memberikan hikmah kepada anaknya untuk bersyukur kepada Allah.
“dan sungguh telah kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu ‘bersyukurlah
kepada Allah, dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), sesungguhnya dia
bersyukur untuk dirinya sendiri. Barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka
sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji”
Sedang dalam ayat 13 Luqman memerintahkan anaknya untuk tidak
mempersekutukan Allah, karena hal tersebut adalah kedzaliman yang besar.

6
Ash-Shalabi, Ali Muhammad. (2017). Sejarah daulah Utsmaniyah. Jakarta: Ummul Quro

7
“Dan Luqman berkata kepada anaknya, wahai anaku janganlah engkau
menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah benar-benar
kedzaliman yang besar”
Mengapa justru mengenalkan adab didahulukan daripada mengenalkan
kebenaran?
Hal ini paling tidak dikarenakan dua hal : pertama, konsistensi Quran dan hadits
bahwa seorang anak dalam fitrahnya sudah bertauhid, hanya orang tuanyalah yang
membuatnya yahudi, nasrani dan majusi.
Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan hadits dengan lafadz:
“Setiap manusia dilahirkan ibunya di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang
menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
Maka karena sudah ada fitrah tauhid dikenalkanlah dulu adab kepada fitrah iman
tersebut berupa syukur. Syukur menjadikan interaksi anak terhadap fitrah iman
tadi lebih tinggi dan nyata. Jadi pendidikan terbaik itu adalah mengembangkan
dan merawat fitrah suci anak. Kedua, kita dapat mengambil hikmah bahwa
mengajarkan adab sangat penting. Agar anak-anak kita tidak menjadi seperti
orang-orang muktazilah, yang mengerti agama, tetapi tidak punya adab
mensejajarkan akal dengan syariat. Bahkan muktazilah ekstreem sampai pada
tahap tanzih, yang mengetahui Allah, tetapi tak punya adab dengan menafikan
sifat-sifat Allah. Atau seperti aliran mujasimah, yang mengetahui Allah, tetapi tak
punya adab dengan menyerupakan-Nya dengan makhluk. Naudzubillah min
dzalik.
Setelah mengenalkan adab kepada anak, anak diajarkan untuk berpegang teguh
pada kebenaran sejati, yaitu tauhid, dan tidak boleh berkompromi dengan hal ini
bahkan dengan orang tuanya sendiri. QS Luqman ayat 13, Luqman melarang
anaknya agar tidak menyekutukan Allah.

Keempat, mengajarkan anak untuk berbakti kepada orangtua


Lalu diajarkan untuk berbakti kepada orangtua, utamanya ibu,
Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang
tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-

8
tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan
kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.
Dalam QS Luqman ayat 15, Allah sendiri yang berbicara, bahwa tidak boleh
sama sekali berkompromi dengan hal-hal yang merusak tauhid, walaupun oleh
orang tuanya sendiri.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu
yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati
keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan
orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu,
maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Betapa pentingnya hal ini. Bahwa tauhid ini tidak bisa dibatasi oleh apapun,
bahkan oleh orang yang mengklaim paling sayang sekalipun dengan kita, yaitu
orang tua kita. Allah sendiri yang langsung berkata, memberinya batasan yang
sangat jelas dan tegas
Dalam tafsir Al qurthuby mebuliskan kisah Saad bin abi Waqqash yang dipaksa
ibunya kembali ke agamanya dahulu, dengan ancaman nyawa ibunya, tetapi
berkata “andaikata ibu memiliki 100 nyawapun, dan lepas satu persatu, aku akan
tetap memeluk agama islam”. Dan lalu saad menorehkan tinta emas pula dalam
sejarah islam. Jika tauhid menjadi tujuan hidup anak, maka dia telah mendapat
tujuan hidup tertinggi, melampaui tujuan dunia. Karakter tauhid ini akan
menjadkan anak menjadi penakluk dunia pendamba akhirat
Tetapi yang menjadi catatan hebat disini bahwa setelah Allah menetapkan untuk
bertauhid kepada – Nya, Allah menetapkan untuk berbuat baik kepada orang tua.
Penetapan ini sesuai dengan kaedah kemanusiaan, bahwa orang yang paling layak
diberi rasa terimakasih adalah orang tua. Maka pendidikan terbaik adalah merawat
dan menumbuhkan karakter tauhid pada anak, tidak berkompromi dengan hal-hal
yang merusak tauhid, dan berbakti kepada kedua orangtua.

Kelima, mengajarkan anak untuk memiliki sikap muraqabatullah dan


akuntabilitas personal amal saleh
QS Luqman ayat 16

9
“Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan
berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya
(balasan). Sesungguhnya Allah maha halus maha teliti”
Setelah menanamkan akidah tauhid, Luqman mengajarkan kepada anaknya
bagaimana keimanan kepada Allah seharusnya bekerja. Bahwa puncak keimanan
kepada Allah seharusnya berdampak utamanya merasa diawasi Allah setiap
waktu. Bahwa Allah menyaksikan segala apa yang kita perbuat. Karena Allah
Maha Halus dan Maha Teliti, yang ilmunya dapat menjangkau biji sawi yang
terdapat dalam bebatuan, atau di langit atau dibumi. Sungguh dengan pilihan
redaksi ini sudah menggambarkan cakupan yang sangat luas tak terbatas
mengenai detailnya pengawasan Allah.
Kesadaran ihsan atau muraqabatullah ini mengharuskan kita mendidik anak agar
memiliki akuntabilitas amal saleh. Kita harus mendidik anak kita, seperti dalam
perkataan Umar ra, agar menghisab dirinya sebelum diakhirat mendapati hisab
sebenarnya. Karena dengan hisab itu anak akan tahu keadaan dirinya, seberapa
besar kesia siaan yang dia lakukan, amal buruk yang dimiliki dan amal soleh yang
dia upayakan, dengan instrumen yang tertulis dan terhayati. Tentunya dengan
spirit memperbesar amal soleh, mereduksi kesia-sian dan menghilangkan amal
buruk. Bahkan nanti dalam teori-teori psikologi kesuksesan modern, memiliki
instrumen kontrol amal adalah fondasi besar menuju kesuksesan.
Jadi pendidikan anak terbaik adalah menanamkan karakter akuntabilitas amal,
ihsan dan muraqabatullah, agar anak memperbanyak amal kebaikan menuju
sukses dunia dan akhirat.

Keenam, mengajarkan anak fondasi hidup dan untuk turut aktif membentuk
masyarakat melalui dakwah
Ayat berikutnya adalah inti dari risalah manusia sebagai khalifatul ard. Meliputi
fondasi ke dalam dan misi hidup keluar. Jika ayat ini diamalkan dengan baik, anak
akan menjadi penakluk-penakluk dunia, pemakmur-pemakmur bumi, dan
petarung-petarung al haq.
Surat Luqman ayat 17

10
“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang
makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa
yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian termasuk perkara yang penting.”
Dalam ayat ini terdapat fondasi hidup pribadi kuat, fondasi hidup nabi-nabi dan
dai-dai sepanjang sejarah kemanusiaan. Inilah fondasi hidup terkuat yang pernah
dimiliki kemanusiaan, melampaui nilai-nilai ciptaan filsuf, ilmuwan dan
sastrawan yang rapuh, rentan dan palsu. Apa fondasi tersebut? Fondasi itu adalah
sholat dan sabar. Sholat dan sabar adalah rahasia para nabi dan dai tegar
menghadapi ancaman pembunuhan, cacian dan celaan, kemiskinan panjang,
perpisahan dengan keluarga, penghianatan para munafik, makar orang-orang kafir
dan penghianatan para pendosa. Sholat dan sabar adalah sumber pertolongan
Allah.
Dalam ayat ini juga terdapat misi hidup sejati. Misi hidup khalifatul ardi. Misi
para nabi, para dai sepanjang sejarah kemanusiaan. Misi tersebut melampaui misi-
misi yang digaungkan motivator, penyair, penguasa dan pengusaha. Misi inilah
pembeda antara umat islam dengan umat ahli kitab, seperti perkataan Syaikh
Yusuf Qardhawi, ketika mengomentari QS Ali Imran ayat 110
‫س تغأنرمرروغن نبانلغمنعررو ن‬
‫ف غوتغننهغنوغن غعنن انلرمننغكنر غوترنؤنمرنوغن‬ ‫ركننترنم غخنيغر أرنمنة أرنخنرغج ن‬
‫ت نللننا ن‬
Bahwa yahudi dan nasrani juga beriman kepada Allah, tetapi mereka tidak
melakukan amar maruf nahi mungkar. Hanya umat islam yang sampai saat ini
masih menegakkan amar maruf nahi mungkar. Inilah mengapa islam disebut
sebagai umat terbaik.
Jika hal maruf/kebaikan tumbuh berkembang, maka bumi akan termakmurkan
dengan baik, penuh kedamaian dan keberkahan. Rahmat Allah akan turun dari
langit dan bumi. Rahmat itu akan dirasakan oleh hewan, tumbuhan, sungai sungai
dan manusia yang bahkan nonmuslim sekalipun. Dan kita diminta Quran untuk
menjadikan anak kita sebagai pengusung utamanya. Pembela terdepannya. Luar
biasa narasi ini..
Kebalikannya jika kemungkaran merajalela, maka bumi akan perlahan memburuk,
keberkahan diangkat, rahmat Allah jauh dari bumi. Bencana-bencana susul
menyusul. Baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan-ekonomi-politik.
Dan yang merasakan akibatnya adalah juga tumbuhan hewan berupa kekeringan,

11
sungai berupa pencemaran, manusia berupa kemiskinan-kelaparan. Belum jika
manusi tetap bebal maka peringatan itu berupa gempa bumi, pemimpin yang
buruk, tsunami. Karena kemungkaran yang merajalela akan menjadi sebab
turunnya adzab Allah. Dan kita diminta Quran untuk menjadikan anak kita bagian
pencegah adzab ini, dengan menjadikannya di garda terdepan dalam memerangi
kemungkaran. Masha Allah...
Menegakkan dua misi ini memang sangatlah sulit, maka dikokohkan dengan
perintah sholat. Dan pasti akan makin sulit, apalagi mengenai mencegah
kemungkaran. Maka Allah perintahkan untuk bersabar diatas jalan itu.
Maka, pendidikan terbaik adalah menanamkan anak fondasi hidup manusia
tangguh berupa sholat dan sabar, dan menanamkan misi hidup manusia mulia
berupa amar maruf nahi mungkar.

Ketujuh, mengajarkan anak untuk berpegang pada akhlak mulia


Poin-poin sebelumnya jika sudah berhasil dilakukan oleh anak kita, maka sudah
pasti sukses di dunia. Mereka menjadi suluh-suluh ditengah kehidupan. Bberapa
menjadi akar bagi tegaknya masyarakat. Tapi Quran memerintahkan lebih jauh
lagi, karena risalah islam adalah rahmat dan dakwah. Maka kesuksesan terbaik
harus diikuti dengan akhlak terbaik. Luqman melalui ayat 18 memerintahkan
anaknya untuk tidak sombong dan berjalan dengan angkuh.
“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan
janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-
orang yang sombong dan membanggakan diri.”
Lalu melalui ayat 19 memerintahkan anaknya berjalan dengan sederhana dan
melunakkan suara.
“Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya
seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”
Ibnu abbas menafsirkan “ Janganlah takabur dan memandang hina hamba Allah,
dsan jangan engkau palingkan muka engkau ke tempat lain ketika bercakap
dengan dia.”
Begitu pula pendapat Ikrimah, Mujahid, Yazid bin al Asham dan Said bin Jubair.

12
Menjadi tabiat manusia yang berhasil mencapai puncak kesuksesan untuk
membanggakan dirinya. Kadang sampai terbawa pada cara berjalannya. Seakan
hendak menunjukkan bahwa saya orang mulia. Dalam sejarah islam pernah
tercatat, dahulu para bangsawan bani umayah bahkan memiliki latihan khusus
cara berjalan bangsawan. Yang waktu itu Umar bin Abdul Aziz sebelum menjadi
khalifah termasuk yang memiliki cara berjalan bangsawan. Atau dalam sejarah
modern, bangsawan inggris punya standar etis cara hidup bangsawan. Mulai dari
cara berjalan, cara makan, cara berpakaian dan lain sebagainya. Model seperti ini
hendak meneguhkan perbedaan kelas, yang akhirnya memarjinalkan si miskin.
Ada kesenjangan yang lebar antara bangsawan dan kaum marjinal.
Karena misi islam adalah dakwah dan rahmat, maka islam hendak memutus
kesenjangan seperti itu. Islam ingin para pemeluknya yang telah diangkat
derajatnya mudah diakrabi, mudah didekati, dan menjadi bagian tak terpisahkan
dari masyarakat, sehingga mudah dalam mengajak masyarakat pada dakwah.
Maka dilaranglah sombong dan berjalan angkuh. Dan diperintahkanlah
menyederhanakan cara berjalan dan melunakkan suara.
Maka pendidikan terbaik adalah menanamkan ketawadhuan dan akhlak mulia
pada anak, dan menghindarkan anak dari akhlak buruk kepada sesama terutama
kesombongan.

Pengabaran urgensi pendidikan anak di dunia, berkaitan dengan akhirat


Menjelang akhir surat Luqman, yaitu ayat 33, Allah menutup surat ini dengan
sebuah perintah yang diawali dengan perintah taqwa. Menurut para ulama,
perintah yang didahului dengan perintah taqwa menunjukkan betapa pentingnya
hal tersebut.
‫ي غوالنمد غعنن نولغندهه غوغل غمنولرنومد هرغو غجانز غعسسنن نوالنسسندهه غشنيسـنسس ِهّٰلِا اننن غونعسسغد ا ا‬
‫انسس‬ ‫ايلا غميغها الننا ر‬
‫س اتنقرنوا غربنركنم غوانخغشنوا يغنونما نل يغنجنز ن‬
‫ق فغغل تغرغنرننركرم انلغحايوةر المدننيغ ِهّٰلِا غوغل يغرغنرننركنم نبا ا الن انلغغررنورر‬
‫غح ي‬
“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang
(ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak
tidak (pula) dapat menolong bapaknya sedikitpun. Sungguh, janji Allah pasti
benar, maka janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kehidupan dunia, dan
jangan sampai kamu terperdaya oleh penipu dalam (mentaati) Allah”.

13
Seruan ini untuk seluruh manusia. Lalu diiringi perintah taqwa, yang menandai
betapa pentingnya sruan ini. Kemudian Quran mengabarkan hakikat yang
mencengangkan hati. Ada hari dimana bapak dan anak tidak dapat saling
menolong. Ada adagium seorang Ibu mengandung anaknya di perut, seorang
bapak mengandung anaknya dipikiran. Jadi seorang bapak mencintai anaknya
dengan instrumen kepribadian yang lebih progresif. Menjembatani anak dari masa
kini ke masa depan yang lebih baik. Lalu ada hari dimana fitrah dan intrumen
kepribadian itu tidak berguna. Dan seorang anak tidak membalas pengorbanan
bapaknya dihari itu. Betapa menakutkan hari itu.
Maka ayat ini berbicara mengenai prioritas. Bahwa kita dapat menolong anak kita
hanya di dunia saja, dengan cara memberikan pendidikan yang benar, yang
membuat anak beriman dan beramal sholeh. maka janganlah sekali-kali kamu
terperdaya oleh kehidupan dunia. Jangan sampai karena mengejar karir dan posisi
kita lalai mendidik anak. Betapa banyak orang terkenal dan kaya, tetapi anaknya
tidak mengnal agama dengan baik. Jangan sampai karena ingin balas dendam
kepada kemiskinan, kita mengorientasikan pendidikan anak untuk mengubah
nasib dunia saja. jangan sampai kamu terperdaya oleh penipu dalam (mentaati)
Allah”. Kita ingin kaya agar banyak bersedekah, tapi waktu interaksi produktif
dengan anak habis. Kita sibuk menjadi dai, tapi lalai dalam mengamati
kepribadian anak. Kita mendidik anak bangsa dengan menjadi dosen dan guru,
dan anak kitapun berprestasi, tapi kadang lalai dalam pendidikan imani anak.
Betapa tega orang tua yang melahirkan seorang anak ke dunia, tapi
membiarkannya tak tertolong di akhirat. Dikarenakan tidak memberikan
pendidikan iman anak di dunia.
Luqman adalah tauladan terbaik. Luqman hanyalah seorang budak atau tukang
kayu. Harta dan kedudukan tak punya. Secara psikologis orang tak berpunya
seharusnya berpikir bagaiman dirinya bisa mengubah nasib dunianya. Dan
bagaimana agar anaknya tidak merasakan kemiskinan seperti dirinya. Lalu
anaknya disekolahkan dikampus terbaik agar mendapatkan pekerjaan terbaik. Tapi
Luqman melampaui itu semua, sangat jauh, jernih dan bening. Kemiskinan tidak
membuat dia jerih lalu kehilangan hikmah. Kemiskinan tidak mebuat dia
menyimpang dari manhaj rabbani. Luqman justru mendidik anaknya sesuai

14
dengan hakikat yang ditetapkan Allah, garis yang ditetapkan Allah. Tak bergeser
sedikitpun. Luqman tidak terperdaya oleh kehidupan dunia dan luqman tidak
tertipu. Luqman dengan sadar bertindak, bahwa hanya saat didunia saja dia dapat
menolong anaknya.

15
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari kajian ini adalah :
1. Pengajaran pertama yang harus diterapkan kepada seorang anak adalah
adab kepada Allah SWT yang mencakup Syukur kemudia Tauhid
2. Pengajaran kedua setelah adab kepada Allah adalah berbakti kepada
orangtua dan Muraqobatullah.
3. Terakhir pelajaran yang bisa diambil dari hikmah percakapan Luqman
dengan anaknya adalah diperintahkan shalat, sabar dan dakwah.
Seorang anak diajarkan shalat ketika usia 7 sampai 10 tahun. Artinya sebelum usia
tersebut anak harus sudah memiliki Adab, mengenal Tauhid, berbakti pada orang
tua dan muraqabatullah.

4.2 Saran
Saran dalam makalah ini adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai
implementasi pelajaran Quran surat Luqman dalam kurikulum pendidikan sekolah
peserta didik.

16
DAFTAR PUSTAKA

Ash-Shalabi, Ali Muhammad. 2017. Sejarah daulah Utsmaniyah. Jakarta:


Ummul Quro

Departemen Agama Republik Indonesia. 1996. Al-Qur'an dan Terjemahnya.


Madinah: Mujamma al-Malik Fahd li ath-Thiba’ah al-Mushaf asy-Syarif

Fuadi, Ahsanul dan Eli, Susanti. 2017. Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Surat
Luqman. Jurnal Pendidikan Islam vol. 2, no 02, 2017

Hamka. Tafsir Al-Azhar Juz II. Jakarta: Pustaka Panjimas. 1983.

T Cahyadi. 2016. Ayah Harus Banyak Dialog dengan Anak. (internet)


https://www.kompasiana.com/pakcah/583e9f77d07a614511c2fa26/ayah-harus-
banyak-dialog-dengan-anak?page=all

17