You are on page 1of 2

Pembahasan :

Kelarutan suatu senyawa organik selain dipengaruhi oleh kepolaran air juga sangat
tergantung pada kemampuan senyawa organik untuk membentuk ikatan hidrogen dengan
atom-atom elektronegatif sehingga dapat larut dalam senyawa polar. Pada percobaan ini,
dilakukan pengujian kelarutan beberapa bahan organik dalam berbagai jenis pelarut. Senyawa
- senyawa tersebut yaitu lilin, steroform, vit. C, putih telur. Dan pelarutnya adalah metanol,
etanol, benzena, toluena, kloroform, aseton, dan akuades.
Lilin merupakan asam lemak dengan monohidraksi alkohol yang mempunyai rantai
karbon dengan panjang 14 sampai 34 atom karbon. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada
praktikum ini, lilin larut pada pelarut toluena, kloroform dan benzena. Larut sebagian pada
pelarut metanol, etanol, dan aseton. Sedangkan lilin tidak larut pada air. Lilin dapat larut
dalam pelarut toluena, kloroform dan benzena dikarenakan pelarut-pelarut tersebut
merupakan pelarut non-polar dan lilin termasuk senyawa non-polar. Lilin melarut sebagian di
dalam pelarut metanol, etanol, dan aseton karena pelarut-pelarut tersebut mempunyai gugus
hidrofil yang menjadikan senyawa alkohol dan aseton sedikit polar tergantung panjang
rantainya. Sedangkan air merupakan senyawa anorganik polar sehingga tidak dapat
melarutkan lilin.
Styrofoam atau Polistirena merupakan salah satu polimer yang ditemukan pada sekitar
tahun 1930, dibuat melalui proses polimerisasi adisi dengan cara suspensi. Stirena dapat
diperoleh dari sumber alam yaitu petroleum. Stirena memiliki rumus kimia C6H5CH=CH2
atau ditulis sebagai C8H8. Styrofoam larut sempurna pada kloroform, sebagian larut pada
toluena, aseton, dan benzena. Tetapi tidak larut sama sekali pada metanol, etaol dan air.
Polistirena merupakan molekul non-polar dengan struktur molekul berbentuk polimer
sehingga sulit untuk dapat larut dalam kondisi normal walaupun pada pelarut non-polar
sekalipun.

Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah
senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer
asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Asam amino adalah
sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina
(biasanya -NH2

Menurut literatur karet adalah senyawa non-polar lebih mudah larut dalam pelarut
non-polar, tetapi sukar larut dalam pelarut polar. Tetapi dari hasil pengamatan karet tidak
menunjukan kelarutan pada semua pelarut.

Steroform memiliki sifat tidak larut dalam air oleh karena itu steroform hanya larut
pada pelarut non-polar.

Vitamin b12 tidak larut pada semua pelarut, tetapi setelah dipanaskan vitamin b12
yang berisi pelarut metanol dan aseton hanya larut sebagian sementara dengan pelarut air
larut sempurna. Jadi vitamin b12 dapat bersifat semi-polar.
Kelarutan protein dalam berbagai pelarut berlainan. Protein tidak larut dalam air tetapi
kaya akan radikal-radikal yang bermuatan dan mudah larut dalam garam-garam netral.

Minyak dan grease bersifat non-polar akan larut dengan sempurna pada pelarut non-
polar.