You are on page 1of 3

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Kabupaten Bombana merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara, yang terletak di
kepulauan jazirah tenggara pulau Sulawesi. Apabila ditinjau dari peta Provinsi Sulawesi tenggara,
secara geografisn terletak dibagian selatan garis khatulistiwa, memanjang dari utara ke selatan
diantara 40 22’ 59,4”- 50 28’ 26,7” lintang selatan (sepanjang + 180 km) dan membentangi dari barat
ke timur diantara 1210 27’ 46,7” – 1220 10’ 9,4” BT (sepanjang + 154 km) Luas wilayah daratan Pulau
Kabaena + 873 Km2 terdiri dari 6 kecamatan. Kecamatan Kabaena, Kabaena Barat, Kabaena Timur,
Kabaena Selatan, Kabaena Utara dan Kabaena Tengah, dengan jumlah penduduk tercatat sebanyak
30.155 Jiwa. Secara Administratif, Kabupaten Bombana dibatasi oleh:

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kolaka dan KonaweSelatan

b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Muna dan Buton.

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Flores.

d. Sebelah Barat berbatasan dengan Teluk Bone.

Tabel 9. Jumlah Penduduk Pulau kabaena dari Tahun 2010-2014

No Kecamatan Luas Jumlah Penduduk

(Km2) 2010 2011 2012 2013 2015

1 Kabaena 49,58 19.368 19.899 21.295 22.691 24.087

Kabaena

Timur

12,35 24.407 25.218 26.254 27. 291 28.362

Kabaena

Barat

9,10 39.244 40.459 42.811 45.163 47.515

Kabaena

Utara

22,98 42.928 44.690 45.094 45.497 45.901


5

KabaenaSelatan 19,55 25.557 26.627 26.801 26.975 27.1946

Kabaena Tengah 23,36 36.163 37.648 37.927 38.206 38.485

Sumber : Pulau kabaena Dalam Angka (BPS) Pulau kabaena

Berdasarkan Tabel 9, menunjukan bahwa pertambahan jumlah

penduduk Pulau kabaena dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

Peningktan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya tingkat

kelahiran, urbanisasi (perpindahan penduduk dari Desa ke Kota).

B. Proses Koreksi Awal Citra Landsat

1. Karakteristik Sumber Data Citra yang Digunakan dalam Penelitian

Teknik penginderaan jauh memiliki kemampuan yang tinggi dalam nganalisis areal yang luas dan sulit
ditempuh dengan cara konvensional dalam waktu yang singkat. Kelebihan dalam teknik inderaja ini
sangat berguna untuk kegiatan pengkajian dan monitoring sumberdaya alam di seluruh dunia baik di
darat maupun di laut. Data penginderaan jauh juga dimanfaatkan dalam berbagai is aplikasi seperti
kehutanan, pertambangan, pertanian, pengembangan wilayah sisir, perikanan, penataantata ruang
kota, dan pemanfaatan bagi militer.

a. Landsat 5.

Dalam penelitian ini digunakan 2 jenis satelit yaitu untuk periode 2005 menggunakan Landsat 5 dan
untuk periode 2015 menggunakan satelit landsat 8. Untuk Satelit Landsat-5 dilengkapi dengan
peralatan pemindai multispektral (multi spectral scanner/MSS) dan Thematic Mapper (TM). MSS
adalah sebuah sensor yang dirancang untuk mengamati radiasi matahari, yang tercermin dari
rmukaan bumi dalam empat saluran/band spektral yang berbeda, menggunakan mbinasi dari sistem
optik dan sensor. TM adalah versi yang lebih canggih dari ralatan pengamatan yang digunakan dalam
MSS, yang mengamati permukaan bumi dalam tujuh band spektral yang berkisar dari sinar tampak
sampai ke daerah ramerah termal. TM dirancang untuk mendapatkan citra dengan resolusi yang ih
tinggi, pemisahan spektral yang tegas, meningkatkan konsistensi geometrik, ketepatan radiometrik
dan resolusi yang lebih tinggi dari sensor MSS. Table 1 menjelaskan sebaran saluran landsat 5
dengan kemampuan yang spesifik dalam merekam objek dipermukaan bumi berdasarkan nilai
pantulannya. Perkembangan penginderaan jauh untuk vegetasi saat ini telah dapat unakan untuk
pemantauan luasan, perhitungan biomassa, produktivitas aman, dan lain-lain. Hal yang perlu
dipahami disini adalah pola karakteristik ektral dari vegetasi (daun), yaitu dengan melihat perbedaan
intensitas radiasi agaekektromagnetik yang dipantulkan. Pada spektrum cahaya tampak, klorofil
mempengaruhi respon spektral dari daun. Pigmen klorofil daun pada mesophyll palisade mempunyai
pengaruh yang signifikan pada penyerapan dan refkektansi pada ujung gelombang tampak red,
green, blue). Sedangkan sel pada spongy mesophyll mempunyai pengaruh yang signifikan pada
penyerapan dan reflektansi pada cahaya NIR yang datang. lain klorofil, nilai respon spektral juga
tergantung pada sudut datang matahari dan waktu pengambilan data. Klorofil tidak menyerap
semua cahaya. Molekul klorofil menyerap haya biru dan merah untuk fotosintesis kira-kira sebesar
70% ampai 90% cahaya datang. Cahaya hijau sedikit diserap dan banyak dipantulkan sehingga pat
kita lihat pantulan cahaya hijau yang dominan sebagai warna dari vegetasi ng hidup (Campell, 1987
dalam Arhatin, 2007). Selain didasarkan pada pantulan spektral spektrum tampak, penginderaan
jauh untuk vsegetasi mangrove juga didasarkan pada sifat penting mangrove yang hanya tumbuh di
daerah pesisir. Dua hal tersebut akan menjadi pertimbangan nting di dalam mendetekdi mangrove
melalui data citra satelit.