You are on page 1of 6

Nama : Ketut Ayu Swandewi

NIM : P07120017 055 / 15

Tingkat : 1.2 / D – 3 Keperawatan

HAK- HAK KEWARGANEGARAAN DALAM PERSPEKTIF HAM

A. Pengertian HAM
Secara definitif “hak” merupakan unsur normatif yang berfungsi sebagai pedoman dalam
berperilaku, melindungi kebebasan, kekebalan serta menjamin adanya peluang bagi
manusia dalam menjaga harkat dan martabatnya, dengan unsur-unsurnya sebagai berikut:
a. Pemilik hak
b. Ruang lingkup penerapan hak
c. Pihak yang bersedia dalam penerapan hak
Hak adalah sesuatu yang harus diperoleh. Untuk memperolehnya terdapat dua
teori yaitu:
1) Teori McCloskey, menyatakan bahwa pemberian hak adalah untuk
dilakukan, dimiliki, dinikmati atau sudah dilakukan.
2) Teori Joel Feinbrg, menyatakan bahwa pemberian hak penuh merupakan
kesatuan dari klaim yang absah (keuntungan yang didapat dari
pelaksanaan hak yang disertai pelaksanaan kewajiban). Hak dan
kewajiban adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Sedangkan istilah yang dikenal di barat mengenai Hak-hak Asasi Manusia
ialah “right of man”, yang menggantikan istilah “natural right”. Kemudian
“right of man” diganti dengan istilah “human right” yang dipandang lebih
netral dan universal.
B. Menurut Teaching Human Right
Hak asasi manusia (HAM) adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang
tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.
 Menurut John Locke
HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta
sebagai sesuatu yang bersifat kodrati. Karena sifatnya yang demikian, maka tidak
ada kekuasaan apapun di dunia yang dapat mencabut hak asasi setiap manusia.
HAM adalah hak dasar setiap manusia yang dibawa sejak lahir sebagai anugerah
Tuhan Yang Maha Esa; bukan pemberian manusia atau lembaga kekuasaan.
 Menurut Prof. Dr. A. Gunawan Setiardja
HAM adalah hak-hak yang melekat pada manusia berdasarkan kodratnya, jadi
hak-hak yang dimiliki manusia sebagai manusia
 Menurut UU no. 39 tahun 1999
HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia
sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahnya yang wajib
dihormati, dijunjung tinggi dan di lindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan
setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat martabat manusia.

C. Makna Hak Asasi Manusia


Menurut Undang-Undang RI Nomor 39 tahun 1999, hak asasi manusia adalah
seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk
Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung
tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan
serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Jan Materson, anggota Komisi Hak
Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengartikan HAM sebagai hak-hak yang
melekat dalam diri manusia, dan tanpa hak itu manusia tidak dapat hidup sebagai
manusia. Dari pengertian tersebut, maka pada hakikatnya dalam HAM terkandung dua
makna:
a. HAM merupakan hak alamiah yang melekat dalam diri setiap manusia sejak ia
dilahirkan ke dunia.
b. HAM merupakan instrumen atau alat untuk menjaga harkat dan martabat manusia
sesuai dengan kodrat kemanusiannya yang luhur.
Dibandingkan dengan hak-hak yang lain, hak asasi manusia memiliki ciri-ciri
khusus sebagai berikut:
a) Hakiki, artinya hak asasi manusia adalah adalah hak asasi semua umat
manusia yang sudah ada sejak lahir
b) Universal, artinya hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa
memandang status, suku bangsa, gender atau perbedaan lainnya.
c) Tidak dapat dicabut, artinya hak asasi manusia tidak dapat dicabut atau
diserahkan kepada pihak lain.
d) Tidak dapat dibagi, artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak,
apakah hak sipil dan politik, atau hak ekonomi, sosial dan budaya.
Hak asasi manusia merupakan hak yang dimiliki oleh manusia, yang tidak
dapat dilanggar dan dipisahkan. Hak asasi manusia bersumber pada pokok
pikirannya yang terdapat dalam kitab suci yang menyatakan bahwa
manusia diciptakan Tuhan dengan hak dan kewajiban yang sama. Tuhan
melarang memperlakukan manusia dengan sewenang-wenang. Tuhan
tidak membeda-bedakan manusia dari warna kulit, kaya dan miskin.
Tuhan membedakan manusia dari tingkat keimanan dan ketaqwaannya.
Sebenarnya yang membedakan manusia karena warna kulit, kaya dan
miskin adalah manusia itu sendiri. Dengan demikian, Tuhan sendiri
mengakui dan menjamin keberadaan hak asasi manusia tersebut.

D. Bentuk-Bentuk HAM
Menurut Prof. Bagir Manan ada beberapa kategori bentuk-bentuk HAM, yaitu:
1. Hak sipil
Hak sipil terdiri dari hak diperlakukan sama di muka hukum, hak bebas dari
kekerasan, hak khusus bagi kelompok anggota masyarakat tertentu, dan hak hidup
dan kehidupan.
2. Hak politik
Hak politik terdiri dari hak kebebasan berserikatkan berkumpul, hak kemerdekaan
mengeluarkan pemikiran dengan lisan dan tulisan, dan hak menyampaikan
pendapat di muka umum.
3. Hak ekonomi
Hak ekonomi terdiri dari hak jaminan sosial, hak perlindungan kerja, hak
perdagangan, dan hak pembangunan berkelanjutan.
4. Hak sosial dan budaya
Hak sosial budaya meliputi hak memperoleh pendidikan, hak kekayaan
intelektual, hak kesehatan, dan hak memperoleh perumahan dan pemukiman.

Menurut Prof. Baharuddin Lopa, HAM dibagi dalam beberapa jenis yaitu:

1) Hak persamaan dan kebebasan


2) Hak hidup
3) Hak memperoleh perlindungan
4) Hak penghormatan pribadi
5) Hak menikah dan berkeluarga
6) Hak wanita sederajat dengan pria
7) Hak anak dari orang tua
8) Hak memperoleh pendidikan
9) Hak kebebasan memilih agama
10) Hak kebebasan bertindak dan mencari suaka
11) Hak untuk bekerja
12) Hak memperoleh kesempatan yang sama;
13) Hak milik pribadi
14) Hak menikmati hasil/produk ilmu
15) Hak tahanan dan narapidana
Sedangkan dalam Deklarasi Hak Asasi Manusia Sedunia (Universal Declaration of
Human Right) yang terwujud pada 10 Desember 1948, Hak Asasi Manusia terbagi dalam
beberapa jenis, yang terdapat dalam pasal 3 sampai dengan pasal 21 yaitu:
a) Hak untuk hidup, kebebasan dan keamanan pribadi
b) Hak bebas dari perbudakan dan penghambaan
c) Hak bebas dari penyiksaan atau perlakuan maupun hukuman yang kejam, tak
berperikemanusiaan ataupun merendahkan derajat kemanusiaan
d) Hak untuk memperoleh pengakuan hukum di mana saja secara pribadi
e) Hak untuk pengampunan hukum secara efektif
f) Hak bebas dari penangkapan, penahanan atau pembuangan yang sewenang-
wenang
g) Hak untuk peradilan yang independen dan tidak memihak
h) Hak untuk praduga tidak bersalah sampai terbukti bersalah
i) Hak bebas dari campur tangan yang sewenang-wenang terhadap kekuasaan
pribadi, keluarga, tempat tinggal maupun surat-surat
j) Hak bebas dari serangan terhadap kehormatan dan nama baik
k) Hak atas perlindungan hukum terhadap serangan itu
l) Hak bergerak
m) Hak memperoleh suaka
n) Hak atas satu kebangsaan
o) Hak untuk menikah dan keluarga
p) Hak untuk mempunyai hak milik
q) Hak bebas berpikir, berkesadaran, dan beragama
r) Hak bebas berpikir dan menyatakan pendapat
s) Hak untuk berhimpun dan berserikat
t) Hak untuk mengambil bagian dalam pemerintahan dan hak atas akses yang sama
terhadap pelayanan masyarakat.

Dan mengenai hak ekonomi, sosial dan budaya yaitu:


 Hak atas jaminan social
 Hak untuk bekerja
 Hak atas upah yang sama untuk pekerjaan yang sama
 Hak untuk bergabung dalam serikat-serikat buruh
 Hak atas istirahat dan waktu senggang
 Hak atas standar hidup yang pantas di bidang kesehatan dan kesejahteraan
 Hak atas pendidikan
 Hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan yang berkebudayaan dari masyarakat.
Sementara itu dalam UUD 1945 (amandemen I - IV UUD 1945) memuat hak asasi
manusia yang terdiri dari hak:
a) Hak kebebasan untuk mengeluarkan pendapat
b) Hak kedudukan yang sama di dalam hukum
c) Hak kebebasan berkumpul
d) Hak kebebasan beragama
e) Hak penghidupan yang layak
f) Hak kebebasan berserikat
g) Hak memperoleh pengajaran atau pendidikan.
Selanjutnya secara operasional beberapa bentuk HAM yang terdapat dalam UU Nomor
39 tahun 1999 tentang HAM sebagai berikut:
a) Hak untuk hidup
b) Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan
c) Hak mengembangkan diri
d) Hak memperoleh keadilan
e) Hak atas kebebasan pribadi
f) Hak atas rasa aman
g) Hak atas kesejahteraan
h) Hak turut serta dalam pemerintahan
i) Hak wanita
j) Hak anak.