You are on page 1of 39

APPENDIKS A

PERHITUNGAN NERACA MASSA

Kapasitas Produksi = 56,91 MMSCFD

= 45.866 kg/jam

Kapasitas batubara masuk = 792.000 ton/tahun

= 100 ton/jam

= 100.000 Kg/jam

1 tahun = 330 hari = 7920 jam

Basis = 1 jam operasi

Tools dalam Perhitungan

Dalam pengerjaan Pra Desain Pabrik Substitute Natural Gas dari Low Rank Coal
ini, neraca massa dihitung dengan menggunakan software Aspen HYSYS version 8.8.

Dalam Aspen HYSYS fluid package berfungsi sbagai dasar perhitungan untuk
termodinamika (berupa data-data seperti molar enthalpy, molar entropy, standard ideal
liquid volume flow, dan lain-lain) juga untuk menghitung tekanan, suhu, dan lain-lain.
Untuk komponen batubara dilakukan pendefinisian komponen dengan memilih
Hypothetical Solid
Perhitungan Neraca Massa

Berdasarkan Himmelblau (1996), perhitungan neraca massa untuk sistem steady


state dapat dituliskan pada Persamaan (1).
Accumulation = massa masuk – massa keluar + generation – consumption

0 = Massa Masuk – Massa Keluar + Generasi – Konsumsi (1)

 Bahan Baku.

Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan pabrik SNG (Subitute Natural Gas)
adalah batu bara dari PT Bukit Asam tipe 45. Untuk menghitung berat molekul dari
batubara, terlebih dahulu dilakukan pendefinisian rumus senyawa kimia dari batubara
berdasarkan Analisis Ultimate batubara PT. Bukit Asam tipe-45 pada Tabel A.1.

A-1
Tabel A.1. Analisis Ultimate Batubara PT. Bukit Asam Tipe-45

Komponen % massa
C 60.3
H 4.54
N 0.85
S 1
O 21.64
Ash 11.49

Rumus senyawa kimia batubara diperoleh dengan menghitung jumlah %mol masing-
masing unsur pada Tabel A.1. dengan basis massa batubara sebesar 100 kg dan asumsi ash
sebagai komponen inert menggunakan Persamaan (2). Selanjutnya massa tiap komponen
akan dikonversi menjadi mol komponen melalui Persamaan (3). Setelah diperoleh mol tiap
komponen, selanjutnya dihitung jumlah mol semua komponen dan dihitung %mol tiap
komponen menggunaan Persamaan (4). Hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel A.2.
Tabel A.2. Nilai %Mol Komponen Penyusun Batubara

Komponen Massa BM Mol %Mol

C 60.3 12.01 5.021 46

H 4.54 1.008 4.504 41

N 0.85 14.005 0.0607 0.5

S 1 32.07 0.0312 0.3

O 21.64 16 1.3525 12

Total 10.9757 100

Massa komponen = % massa komponen x massa batubara (2)


𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎
𝑚𝑜𝑙 = (3)
𝐵𝑀

𝑚𝑜𝑙 (4)
%𝑚𝑜𝑙 = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑚𝑜𝑙 𝑥100

Nilai %mol komponen merupakan jumlah mol komponen dalam senyawa


batubara, sehingga diperoleh rumus senyawa kimia dari batubara yaitu
C46H41N0.5S0.3O12. Melalui rumus senyawa kimia dari batubara yang telah

A-2
diperoleh, dapat dihitung berat molekul (BM) dari batubara yang
digunakan melalui Persamaan (5). Diperoleh nilai berat molekul batubara
sebesar 801,6 kg/kgmol.

BM Batubara = (46 x BM C)+(41 x BM H)+(0.5 x BM N)+(0.3 (5)


x BM S)+(12 x BM O)

A.1 Gasifier (R-110)

Komponen yang masuk pada gasifier adalah batubara. Gasifier beroperasi pada
suhu dan tekanan tinggi untuk mengubah batubara menjadi gas. Gasifier ini beroperasi
pada suhu 600 oC dan tekanan 30 Bar. Gasifier yang digunakan adalah Fixed bed gasifier,
terdapat 3 zona reaksi yaitu:

1. Zona Coal Devolatilization


Zona devolitilisasi merupakan zona dimana low rank coal mengalami perubahan bentuk
dari padatan menjadi gas dan char (ash).

Low rank Zona Masuk zona


Coal Devolatilization combustion

Reaksi Zona devolatilization :

C46H41N0.5S0.3O12 → 34.4C+5.3CO+3.23CO2+12.847H2+0.18 H2S+0.25N2 +0.12H2O


+3.08CH4+0.12COS
Asumsi:

o Konversi coal (XA) = 100 %

Pada suhu 600 oC, % konversi batubara di set terkonversi sebesar 100 %.

Komposisi gas yang dihasilkan pada zona ini dapat dihitung menggunakan
persamaan sebagai berikut:

𝑘𝑜𝑒𝑓. 𝑠𝑡𝑜𝑖𝑘𝑖𝑜𝑚𝑒𝑡𝑟𝑖 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘


𝑛𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 = × 𝑛𝑏𝑎𝑡𝑢𝑏𝑎𝑟𝑎 (𝑧𝑜𝑛𝑎 1)
𝑘𝑜𝑒𝑓. 𝑠𝑡𝑜𝑖𝑘𝑖𝑜𝑚𝑒𝑡𝑟𝑖 𝑏𝑎𝑡𝑢𝑏𝑎𝑟𝑎

A-3
Tabel A.1 Neraca Massa Pada Zona Devolatilisation

Masuk Keluar
Komponen
Fraksi Mol Massa Fraksi Massa (kg)
Coal 1 100000 0 0
C 0 0 0,57 51544,2
CH4 0 0 0,051 6164,2
CO 0 0 0,089 18520,2
CO2 0 0 0,054 17733,6
H2 0 0 0,215 3230,9
H2S 0 0 0,003 765,2
COS 0 0 0,002 899,2
N2 0 0 0,004 873,6
H2O 0 0 0,002 269,7
TOTAL 1 100000 1 100000

2. Mixing Point 1
Tabel A.2 Neraca Massa Pada Mixing Point 1

Masuk Keluar
Komponen
Fraksi Mol Massa Fraksi Massa (kg)
Vapor
CH4 0,051741 6147,705 0,0517 6147,705
CO 0,089035 18512,97 0,089 18512,97
CO2 0,054261 17729,54 0,0543 17729,54
H2 0,215818 3205,339 0,2158 3205,339
H2S 0,003024 763,4731 0,003 763,4731
COS 0,002016 898,2036 0,002 898,2036
N2 0,0042 873,2535 0,0042 873,2535
H2O 0,002016 269,4611 0,002 269,4611
O2 0 0 0 0
Solid
C 1 51497,01 1 51497,01
TOTAL 1 100000 1 100000

3. Zona Combustion

Oxygen Zona Combustion


Masuk zona
Steam gasifikasi

A-4
Pada zona ini terdapat 3 reaksi, yaitu

a. C + ½ O2  CO
b. CO + ½ O2  CO2
c. H2 + 1
/2 O2  H2O

Asumsi dari Hysys :

- Pada reaksi a konversi sebesar 11,02 %


- Pada reaksi b konversi sebesar 5,51 %
- Pada reaksi c konversi sebesar 11,02 %

Reaksi a

Konversi C : 0,1102

Stoikiometri C + 0.5 O2 CO
mula 4291 kgmol
bereaksi 473 236,47299 473 kgmol
sisa 3818 236,47299 473 kgmol

Reaksi b

Konversi CO : 0,0551

Stoikiometri CO + 0,5O2 CO2


mula 661 kgmol
bereaksi 237 118,3 236,6 kgmol
sisa 425 118,3 236,6 kgmol

Reaksi c

Konversi H2O : 0,1102

Stoikiometri H2 + 0.5 O2 H2O


mula 1603 kgmol
bereaksi 473 236,45 473 kgmol
sisa 1130 236,45 473 kgmol

Total kebutuhan O2 teoritis = O2 reaksi a + O2 reaksi b + O2 reaksi c

Total kebutuhan O2 teoritis = 591,2 kgmol

A-5
Tabel A.3 Neraca Mol Pada Zona Combustion

Mol
BM Komponen
Masuk generasi konsumsi keluar
12 C
4291 0 473 3818,5
16 CH4
384 0 0 384,2
28 CO
661 473 237 897,5
44 CO2
403 236,6 0 639,5
2 H2
1603 0 473 1129,8
34, H2S
22 0 0 22,5
60 COS
15 0 0 15,0
28 N2
31 0 0 31,2
18 H2O
15 473 0 487,9
32 O2
591 0 591,22 0
Total 27372,6 1182,446 1774 7426,0

Tabel A.4 Neraca Massa Pada Zona Combustion

Massa
BM Komponen
Masuk Generasi konsumsi keluar
12,01 C 51497,01 0 5675,352 45821,7
16,04 CH4 6147,705 0 0 6147,7
28,01 CO 18512,97 13242,49 6624,8 25130,7
44,01 CO2 17729,54 10410,4 0 28139,9
2,02 H2 3205,339 0 945,8 2259,54
18,02 H2S 763,4731 0 0 763,473
34,08 COS 898,2036 0 0 898,204
28,01 N2 873,2535 0 0 873,253
60,07 H2O 269,4611 8512,2 0 8781,66
32,00 O2 18919,14 0 18919,14 0
Total 118816,1 32165,09 32165,09 118816,1

A-6
4. Zona Gasifikasi

Pada zona ini terdapat 3 reaksi, yaitu sebagai berikut :

C + CO2  2CO
C+ H2O  CO + H2
C+ 2H2  CH4

Reaksi di zona gasifikasi merupakan reaksi kesetimbangan, sehingga perlu dihitung


konstanta kesetimbangan reaksi untuk memperoleh konversi. Nilai konstata kesetimbangan
reaksi dihitung menggunakan persamaan 6 sampai 9 (Van Ness, dkk 2010).

−∆𝐺 𝑜 (6)
𝑙𝑛 𝐾 = 𝑅𝑇

∆𝐺 𝑜 ∆𝐺0𝑜 −∆𝐻0𝑜 ∆𝐻0𝑜 1 𝑇 ∆𝐶𝑝𝑜 𝑇 ∆𝐶𝑝𝑜 𝑑𝑇 (7)


= + + 𝑇 ∫𝑇 𝑑𝑇 − ∫𝑇
𝑅𝑇 𝑅𝑇0 𝑅𝑇 0 𝑅 0 𝑅 𝑇

𝑇 ∆𝐶𝑝𝑜 𝑑𝑇 ∆𝐷 𝜏+1 (8)


∫𝑇 = ∆𝐴𝑙𝑛𝜏 + [∆𝐵𝑇0 + (∆𝐶𝑇0 2 + 𝜏2 𝑇 2) ( )] (𝜏 − 1)
0 𝑅 𝑇 0 2

𝑇 (9)
𝜏=𝑇
0

Dimana:

K : konstanta kesetimbangan (fungsi suhu)

Go : energi Gibbs pada keadaan standard pada tekanan tertentu

T : Suhu Operasi (K)

R : Tetapan gas ideal

∆𝐺0𝑜 : energi Gibbs pembentukan (J/mol)

∆𝐻0𝑜 : panas pembentukan (J/mol)

𝑇0 : suhu referensi (T=298.15 K)

𝐴, 𝐵, 𝐶, 𝐷 : konstanta kapasitas panas gas

𝐶𝑝𝑜 : kapasitas panas pada keadaan standard

Karena terdapat empat reaksi kesetimbangan, maka akan dicari empat konstanta reaksi
kesetimbangan. Untuk menyelesaikan Persamaan 6 sampai 9, digunakan data-data seperti
yang tercantum pada Tabel A5 dan Tabel A.9.

A-7
Persamaan 10 dan 11 (Van Ness, 2010) digunakan untuk menghitung energi Gibbs
pembentukan dan panas pembentukan yang dibutuhkan pada Persamaan 6 dan 7 untuk
perhitungan nilai K masing-masing reaksi.
Tabel A.5. Panas Pembentukan dan Energi Gibbs Pembentukan

ΔH0f298 ΔG0f298
Komponen (kJ/kgmol) (kJ/kgmol)
C 0 0
CO2 -393790 -394359
CO -110590 -137169
H2O -241814 -228572
H2 0 0
CH4 -74900 -50460

Dimana:

𝑜 𝑜
∆𝐺0𝑜 = ∆𝐺𝑓298 produk - ∆𝐺𝑓298 𝑟𝑒𝑎𝑘𝑡𝑎𝑛 (10)

𝑜 𝑜
∆𝐻0𝑜 = ∆𝐻𝑓298 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 − ∆𝐻𝑓298 𝑟𝑒𝑎𝑘𝑡𝑎𝑛 (11)
Tabel A.6. Konstanta Kapasitas Panas

Komponen A B x 103 C x 106 D x 10-5

C - - - -

CO2 5,457 1,045 - -1,157

CO 3,376 0,557 - -0,031

H2O 3,470 1,450 - 0,121

H2 3,249 0,422 - 0,083

CH4 1,702 9,081 -2,164 -

Dimana:

∆𝐴 = ∆𝐴𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 − ∆𝐴𝑟𝑒𝑎𝑘𝑡𝑎𝑛 (12)

∆𝐵 = ∆𝐵𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 − ∆𝐵𝑟𝑒𝑎𝑘𝑡𝑎𝑛 (13)

A-8
∆𝐶 = ∆𝐶𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 − ∆𝐶𝑟𝑒𝑎𝑘𝑡𝑎𝑛 (14)

∆𝐷 = ∆𝐷𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 − ∆𝐷𝑟𝑒𝑎𝑘𝑡𝑎𝑛 (15)

Setelah konstanta kesetimbangan diketahui, komposisi komponen pada produk dapat


dicari dengan Persamaan 23 (Van Ness, 2010).

(16)

Semua komponen yang terlibat dalam reaksi berada pada fase gas kecuali karbon yang
berada pada fase solid. Berdasarkan persamaan (23), rasio fugasitas dari karbon murni
adalah rasio fugasitas karbon pada tekanan operasi 10 bar dibagi dengan fugasitas karbon
pada tekanan 1 bar. Efek dari tekanan pada fugasitas solid sangat kecil, sehingga rasio ini
dapat dianggap bernilai satu dan dapat diabaikan dari persamaan kesetimbangan. Untuk
komponen gas yang terlibat dalam reaksi merupakan gas nyata yang selanjutnya
penyelesaiannya dilakukan dengan pendekatan Peng-Robinson EOS, digunakan Persamaan
24 sampai 38 (Smith, 2005).

(17)

(18)

𝑛𝑖𝑜 +∑𝑗 𝑣𝑖,𝑗 𝜀𝑗 (19)


𝑦𝑖 = 𝑛0 +∑𝑗 𝑣𝑗 𝜀𝑗

𝑏𝑖 𝐴 2 ∑ 𝑥𝑖 𝑎𝑖 𝑏 𝑍+(1+√2)𝐵 (20)
𝑙𝑛∅𝑖 = (𝑍 − 1) − 𝑙𝑛(𝑍 − 𝐵) − ( + 𝑏𝑖 ) 𝑙𝑛 (𝑍+(1−√2)𝐵)
𝑏 2√2𝐵 𝑎

𝑎𝑃 (21)
𝐴=
𝑅2 𝑇2

𝑏𝑃 (22)
𝐵 = 𝑅𝑇
𝑅 2 𝑇𝑐2
𝑎 = 0,45724 𝛼 (23)
𝑃𝑐
𝑅𝑇𝑐
𝑏 = 0,0778 (24)
𝑃𝑐
2
𝛼 = (1 + 𝜅(1 − √𝑇𝑟 )) (25)
𝜅 = 0,37464 + 1,54226𝜔 − 0,26992𝜔2 (26)

A-9
𝑃 𝑠𝑎𝑡 (27)
𝜔 = [−𝑙𝑜𝑔 ( ) ]−1
𝑃𝑐 𝑇𝑟 =0,7
3 2
𝑍 + 𝛽𝑍 + 𝛾𝑍 + 𝛿 = 0 (28)

(29)
𝛽 =𝐵−1
𝛾 = 𝐴 − 3𝐵 2 − 2𝐵 (30)

𝛿 = 𝐵 3 + 𝐵 2 − 𝐴𝐵 (31)

Dimana:

j : indeks reaksi

vi,j : konstanta stokiometri komponen i pada reaksi j

yi : fraksi mol komponen i

: koefisien fugasitas parsial komponen i.

𝑛𝑖𝑜 : mol komponen i mula-mula

𝑣𝑗 : jumlah total koefisien stokiometri pada reaksi j

𝜀𝑗 : koordinat reaksi

𝐴, 𝐵, 𝐶, 𝐷 : konstanta kapasitas panas gas

𝐶𝑝𝑜 : kapasitas panas pada keadaan standard

Karena sistem yang digunakan adalah sistem multikomponen, maka aturan


pencampuran diperlukan untuk mendapatkan nilai a dan b sesuai persamaan 32 dan 33
(Smith, 2005).

𝑏 = ∑𝑁𝐶
𝑖 𝑥𝑖 𝑏𝑖 (32)
𝑎 = ∑𝑁𝐶 𝑁𝐶
𝑖 ∑𝑗 𝑥𝑖 𝑥𝑗 √𝑎𝑖 𝑎𝑗 (1 − 𝑘𝑖𝑗 ) (33)

Karena semua komponen berada pada fase gas, maka xi dan xj dianggap sama dengan
yi dan yj. Nilai kij untuk hidrokarbon dapat diabaikan atau dianggap nol. Persamaan (30)
menghasilkan tiga akar-akar, nilai akar terbesar akan menjadi nlai kompresibilitas untuk
vapor dan nilai akar-akar terkecil akan menjadi nilai kompresibilitas untuk liquid. Nilai
kompresibilitas digunakan untuk menghitung koefisien fugasitas komponen pada
persamaan (20), begitu pula dengan nilai kompresibilitas untuk liquid. Untuk

A-10
menyelesaikan persamaan (20) hingga (33), data properti termodinamika komponen yang
berekasi ditampilkan pada Tabel A.10.

Tabel A.3. Properti Termodinamika Komponen dalam Reaksi Gasifikasi

Komponen Tc (K) Pc (bar) 𝝎𝒊

CO2 304,1 73,70 0,239

CO 132,95 34,99 0,093

H2O 647,25 221,2 0,344

H2 33,45 13,16 -0,12

CH4 190,7 46,41 0,011

Dengan nilai konstanta K dan koefisien fugasitas yang telah diketahui, selanjutnya
akan digunakan untuk menyelesaikan Persamaan (41) (Van Ness, 2010).

𝑃 −𝑣𝑖,𝑗
𝑣 𝑣
(𝑦𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘) 𝑖,𝑗 (∅𝑖 𝑟𝑒𝑎𝑘𝑡𝑎𝑛) 𝑖,𝑗 (34)
𝑣 = 𝑣 (𝑃0 ) 𝐾
(𝑦𝑖 𝑟𝑒𝑎𝑘𝑡𝑎𝑛) 𝑖,𝑗 (∅𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘) 𝑖,𝑗

Setelah menyelesaikan persamaan (41) selanjutnya akan diperoleh persamaan yang


digunakan untuk menghitung nilai koordinat reaksi (𝜀𝑗 ). Dengan diketahui nilai 𝜀𝑗 , dapat
diketahui komposisi masing-masing komponen hasil reaksi equilibrium. Komposisi
komponen yang didapat berdasarkan perhitungan ini berupa fraksi mol.

Berdasarkan hukum kekekalan massa, massa yang kelur dari suatu sistem akan sama
dengan massa yang masuk. Massa masing-masing komponen dapat diketahui berdasarkan
persamaan berikut:

𝑚𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑎𝑘𝑠𝑖 = 𝑚𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 − 𝑚𝑖 𝑖𝑛𝑒𝑟𝑡 (35)

𝑚𝑖 𝑎𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 = %𝑚𝑖 × 𝑚𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑎𝑘𝑠𝑖 (36)

Nilai %massa komponen (%mi) dapat diperoleh dari %mol (yi ) yang telah diperoleh dari
perhitungan sebelumnya dengan menggunakan persamaan (37).
𝐵𝑀 𝑘𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛
%𝑚𝑖 = %𝑚𝑜𝑙 × (37)
𝐵𝑀 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟

A-11
Nilai BM total dalam satu aliran dapat didekati dengan persamaan (45) dengan asumsi
yi=zi dikarenakan komponen hanya berada dalam satu fase yaitu gas.
𝐵𝑀 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 = ∑𝑖 𝑧𝑖 × 𝐵𝑀𝑖 (38)
Selanjutnya dapat dihitung jumlah produk yang terbentuk dari reaksi dan berapa reaktan
yang belum bereaksi. Berdasarkan langkah perhitungan yang telah dijelaskan di atas maka
diperoleh aliran keluar reaktor gasifikasi seperti ditunjukkan pada tabel A.11.

Table A.11 Neraca Massa Pada Zona Gasifikasi


Masuk Keluar
Komponen
Fraksi Mol Massa Fraksi Massa (kg)
C 0 0 0 0
CH4 0,065063347 12663,99 0,098234639 19989,44311
CO 0,152000268 29585,47 0,263890167 53698,14105
CO2 0,108272629 21074,28 0,167372498 34058,07851
H2 0,191304752 37235,73 0,37630547 76573,16089
H2S 0,003802403 740,1033 0,002087099 424,6968221
COS 0,002534936 493,4022 0,001391399 283,1312147
N2 0,005784139 1125,83 0,003174852 646,0401569
H2O 0,082616162 16080,49 0,087543877 17814,01527
O2 0 0 0 2,29743E-43
Steam 0,388621364 85000 0 0
Ash 0 0 1,12903E-48 515,3834445
TOTAL 1 203999,3 1 203999,3

Maka secara overall sistem gasifikasi dapat digambarkan sebagai berikut:

11

12 Gasifier 14

13

15

A-12
Tabel A.12 Neraca Massa Pada Reaktor Gasifier

Aliran Masuk Aliran Keluar


11 14
Komponen Massa (kg) Komponen Massa (kg)
Coal 100000,0 CH4 19989,4
H2O 0 O2 2,3x10-43
Total aliran 11 100000,0 H2 76573,2
12 CO 53698,1
Komponen Massa (kg) CO2 34058,1
H2O 85000 H2O 17814
Total aliran 12 85000 H2S 424,7
13 COS 283,1
Komponen Massa (kg) N2 646
O2 18916,8 Total aliran 14 203486,7
Total aliran 13 18916,8 15
Komponen Massa (kg)
C 515,4
Total aliran 15 515,4
Total aliran
Total aliran masuk 203999,3 203999,3
keluar

A.2 WGS Reaktor (R-210)

WGS &
Inlet COS
hidrolisis Outlet
reaktor
Steam

Reaksi yang terjadi di reaktor WGS ini adalah reaksi equilibrium

CO + H2O CO2 +H2

COS+H2O CO2 + H2S

Fungsi dari reaktor ini adalah membentuk perbandingan sygngas H2: CO=3:1 untuk
stoikiometri di methanator. Reaktor ini beroperasi pada suhu 190 - 200 oC (Otmer, volume

A-13
2, hal 490). Reaktor ini dimodelkan dengan suhu operasi 200 oC dan dengan tekanan
operasi 30 bar.

Pada proses ini H2O yang diumpankan ke dalam reaktor sebesar 4129,3 kg/jam.
Reaktor ini berfungsi pula untuk mengubah COS menjadi H2S, karena pada proses
absorbsi solvent MDEA lebih selektif terhadap H2S dibanding COS. Reaksi yang
berlangusng yaitu reaksi hidrolisis COS.

Neraca massa komponen CO, H2O, CO2, dan H2 dihitung dengan melibatkan reaksi di
dalam reaktor. Sedangkan untuk komponen lainnya diasumsikan tidak terlibat reaksi
(inert).

Data Kapasitas panas dari Tabel C.1 Smith Vannes Sixth edition (Hal : 657):

Tabel A. 13 Data Kapasitas Panas Reaksi 1


Komponen
Konstanta
CO H2O CO2 H2
A 3,376 3,47 5,457 3,249 1,86
B 0,000557 0,00145 0,001045 0,000422 -0,00054
C 0 0 0 0 0
D -3100 12100 -115700 8300 -116400

Tabel A. 14 Data Kapasitas Panas Reaksi 2


Komponen
Konstanta
COS H2O CO2 H2S

A 0 3,47 5,457 3,931 5,918

B 0,32 0,00145 0,001045 0,00149 -0,31892

C 0,000861838 0 0 0 -0,00086

D -6,60416E-07 12100 -115700 -23200 -151000

Tabel A. 15 Data Kapasitas Heat of Formation and Gibbs-energy of Formation Panas


Reaksi 1
Parameter( Komponen
Kj/mol) CO H2O CO2 H2
ΔH f2980
-110525 -241818 -393509 0 -41166
ΔG0f298 -137169 -228572 -394359 0 -28618

A-14
Tabel A. 16 Data Kapasitas Heat of Formation and Gibbs-energy of Formation Panas
Reaksi 2
Parameter( Komponen
Kj/mol) COS H2O CO2 H2S
ΔH f298
0
-138500 -241818 -393509 -20630 -33821
ΔG0f298 -147900 -228572 -394359 -33560 -51447

 RT ln K   vi Gio  G o (39)
i

 G o
ln K  (40)
RT
G o G0o  H 0o H 0o 1 T Cp o T Cp dT
o
(41)
    dT  
RT RTo RT T To R To R T
T
 (42)
To

Kondisi Operasi :
T = 200o C = 473,15 oK
P = 29,91 bar
Treference = 298,15
R = 8,314
τ = 1,58
Table A.17 Perhitungan Konstanta Kesetimbangan
dCp/R
dcp/R dT dT/T dG/RT ln K K
144,659341 0,3697 -5,46668 5,46668 236,6732
-
-43490,842 -111,8 6,732383 6,732383 839,1448

Pers. 13.26 Smith Vannes (Hal : 482) :

A-15
Table A.18 Data properti untuk spesies murni
Komponen Tc/K Pc/bar ω
CO 132,9 34,99 0,048
H2O 405,7 112,8 0,345
CO2 304,2 73,83 0,224
H2 33,19 13,13 -0,216
COS 378,75 61,8 0,104
H2S 373,5 89,63 0,094

Table A.19 Hasil Perhitungan

Komponen Tr Pr B0 B1 Ф
CO 3,5602 0,8548157 0,027671 0,13817 1,008
H2O 1,1663 0,2651596 -0,24695 0,048844 0,949
CO2 1,5554 0,4051199 -0,12515 0,112097 0,974
H2 14,256 2,2779893 0,076989 0,138998 1,008
COS 1,2492 0,4839806 -0,21258 0,071452 0,924
H2S 1,2668 0,3337052 -0,20605 0,075298 0,949

 yCO CO  yH 2O  H O 


 yco2CO 2 yH 5 H 
K1  2
P2
(43)
2 2

 yCO yH 
K1 
yCO 2 yH 2 
2
(44)
4

Menghitung konversi dan komposisi gas keluar reformer :


i CO H2O CO2 H2 COS H2S C CH4 N2 O2 Vj
j
Reaksi
1 -1 -1 1 1 0 0 0 0 0 0 0
Reaksi
2 0 -1 1 0 -1 1 0 0 0 0 0

Komposisi gas yang keluar dari reformer bisa dihitung dengan Persamaan 13.7 di Smith
Vannes sixth edition.

ni 0   j vi , j  j (i = 1, 2,…, N) (45)
yi 
n0  j v j  j

ni0 = jumlah mol komponen i yang masuk


n0 = jumlah mol total komponen yang masuk

A-16
vij = konstanta reaksi komponen i pada reaksi ke j
εj = koordinat reaksi pada reaksi ke j

Tabel A.20 Neraca Mol WGS reaktor

Masuk Keluar
Komponen
Fraksi Mol Massa Fraksi Massa (kg)
C 0 0 0 0
CH4 0,098235 19989,44 0,096185485 19969,64576
CO 0,26389 53698,14 0,156731063 32539,87646
CO2 0,167372 34058,08 0,266900656 55412,8467
H2 0,376305 76573,16 0,470110233 97602,40605
H2S 0,002087 424,6968 0,00338591 702,969104
COS 0,001391 283,1312 2,00269E-05 4,157906821
N2 0,003175 646,0402 0,003108625 645,400325
H2O 0,087544 17814,02 0,003558 738,6977061
O2 0 2,3E-43 1,10548E-48 2,29516E-43
Steam 0,02086 4129,271 0 0
TOTAL 1 207616 1 207616

A.3 Separator (H-312)

Separator berfungsi sebagai pemisah H2O dalam campuran gas yang akan di
bersihkan sebelum masuk ke absorber.

Perhitungan berdasarkan Flash Calculation Van Ness 5th edition hal-456

1) Menghitung mole fraksi tiap komponen (zi) yang masuk separator


Table A.21 Mol Fraksi masuk Separator

Komponen kg kgmol Zi
C 0 0 0
CH4 19969,64576 1057 0,096185485
CO 32539,87646 1722 0,156731063
CO2 55412,8467 2933 0,266900656
H2 97602,40605 5166 0,470110233
H2S 702,969104 37 0,00338591
COS 4,157906821 0 2,00269E-05
N2 645,400325 34 0,003108625
H2O 738,6977061 39 0,003558
O2 2,29516E-43 0 1,10548E-48
Total 207616 10988 1

A-17
2) Dengan menggunakan Persamaan Antoine, didapatkan tekanan uap komponen
murni pada 40°C (Psat)
Table A.22 Konstanta Antoine

Komponen a b c d e f
C 22,6377 -64033 0 -0,3346 3,00996E-24 6
CH4 31,35 -1308 0 -3,261 -3,72476E-09 2
CO 41,66 -1110 0 -5,455 0,00008638 2
CO2 133,6 -4735 0 -21,27 0,04091 1
H2 9,1827 -107,929 0 0,164099 0,00060218 2
H2S 78,68 -3840 0 -11,2 0,01885 1
COS 50,6824 -3360,75 0 -5,83219 1,09402E-05 2
N2 35,41 -966,2 0 -4,318 0,00007932 2
H2O 65,93 -7228 0 -7,177 0,000004031 2
O2 31,23 -1090 0 -3,301 0,00004057 2
Sumber : Hysys

3) dengan menggunakan persamaan :


bi
 ai   d i ln T  eiT f i (46)
sat
ln Pi
(T  ci )
Kondisi Operasi:

T = 40oC =313,15oK

P = 29,86 bar = 2986 kPa

Table A.23 Nilai Psat

Komponen Ln Psat Psat


C -183,7654209 1,55486E-80
CH4 8,432791707 4595,310962
CO 15,23789607 4147001,391
CO2 9,058484531 8591,121203
H2 68,83259958 7,82741E+29
H2S 7,957541627 2857,040641
COS 7,50740761 1821,485416
N2 15,28875448 4363366,633
H2O 1,999762417 7,387300793
O2 12,75785444 347268,816

4) Menghitung Ki masing-masing komponen dengan persamaan :


1 𝑏
𝐾𝑖 = 𝑃 𝑒𝑥𝑝 [𝑎𝑖 + (𝑇+𝑐𝑖 ) + 𝑑𝑖 𝑙𝑛𝑇 + 𝑒𝑖 𝑇𝑓 ] (47)
𝑖

A-18
Table A.24 Nilai Ki

Komponen Ki
C 5,20717E-84
CH4 1,538952097
CO 1388,814933
CO2 2,877133691
H2 2,62137E+26
H2S 0,956812003
COS 0,610008512
N2 1461,274827
H2O 0,002473979
O2 116,2990007

5) Substitusi nilai yang telah diketahui ke dalam persamaan 4.55 Robin Smith
𝑍𝑖 (𝐾𝑖 −1)
∑𝑁𝐶
𝑖 𝑉 =0 (48)
(𝐾𝑖 −1)+1
𝐹

Trial nilai V/F dengan menggunakan goal seek, didapatkan


V/F = 0,99742558527315
V = 10959,9
Sehingga didapatkan harga L, dimana :
L = F-V
= 4944 kgmol
6) Didapatkan harga yi dan xi :
(49)

(50)

A-19
Table A.25 Komposisi keluar separator

Komponen yi xi
C 0 0
CH4 0,096272283 3,73E-08
CO 0,157135304 9,71E-06
CO2 0,267349705 0,003737
H2 0,471323615 2,46E-05
H2S 0,003385517 0,000106
COS 1,9994E-05 2,68E-08
N2 0,003116643 9,47E-07
H2O 0,00174581 0,996122
O2 1,10831E-48 0

7) Komposisi top dan bottom produk masing-masing komponen :

Tabel A.26 Top Produk dan Bottom Produk Separator

Top Produk Bottom Product


Komponen
kmol kg kmol kg
C 0 0 0 0
CH4 1057 19961,7 1,63E-07 2,61E-06
CO 1722 32526,93 4,25E-05 1,19E-03
CO2 2933 55390,8 1,63E-02 7,19E-01
H2 5166 97563,57 1,07E-04 2,15E-04
H2S 37 702,6894 4,62E-04 1,57E-02
COS 0 4,156252 0 0
N2 34 645,1435 4,14E-06 1,16E-04
H2O 39 738,4038 4,36E+00 7,84E+01
O2 0 0 0 0
Total 10988 207616 4,3741789 79,16643

A-20
Tabel A.27 Neraca Massa Separator

Massa
BM Komponen Outlet vapor to
Inlet Outlet Liquid
absorber
16,04 CH4 19969,6 2,61E-06 19961,7
28,01 CO 32539,8 1,19E-03 32526,9
44,01 CO2 55412,8 7,19E-01 55390,8
2,02 H2 97602,4 2,15E-04 97563,6
18,02 H2O 738,7 1,57E-02 738,4
34,08 H2S 702,9 0 702,7
28,01 N2 762,2 1,16E-04 645,1
60,07 COS 4,16 7,84E+01 4,16
32 O2 0 0 0
79,16643 207533
Total 207616
207616

A.4 Absorber (D-310)

Absorber berfungsi sebagai alat untuk mengabsorbsi CO2 dan H2S yang
terkandung dalam syngas. Solvent yang digunakan dalam proses absorbsi merupakan
larutan MDEAmine 45% wt . Aliran feed gas yang akan di absorb masuk melalui bawah
kolom absorber kemudian di kontakan dengan solvent MDEA yang diumpakan dari atas
kolom. Aliran berisi rich amine MDEA dan acid gas keluar melalui bawah kolom menuju
regenerator. Sweet gas hasil absorbsi keluar melalui atas kolom yang akan digunakan
sebagai feed methanator.

MDEA V1 Lo Sweet gas

VN+1 LN
Sour gas Rich Amine

A-21
Kondisi Operasi :
T = 40oC = 313oK
P = 40,958 bar = 4095 kPa

Tabel A.28 Gas Inlet Sour Gas

Mole Mole Flow Mass Flow


Component Frac (Kmol) BM (Kg) Mass Frac
C 0,0000 0,000 12 0,0000 0,0000
CH4 0,0962 1057,788 16 16924,61 0,0816
CO 0,1568 1723,197 28 48249,5236 0,2325
CO2 0,2670 2935,372 44 129156,3822 0,6223
H2 0,4703 5170,413 2 10340,8 0,0498
H2S 0,0034 37,234 34 1265,95 0,0061
COS 0,0000 0,222 60 13,33 0,0001
N2 0,0031 34,187 28 957,228 0,0046
H2O 0,0031 34,586 18 622,557 0,0030
O2 0,0000 0,000 32 0,0000 0,0000
Total 1,0000 10988 207616 1,0000

Tabel A.29 Solvent Inlet MDEA

Mole Flow Mass Flow


Component Mole Frac (Kmol) BM (Kg) Mass Frac
MDEA 0,11761225 4795,9212 119,2 571673,8042 0,4503
Piperazine 0,01807861 737,1987 86,14 63502,3001 0,0500
CO2 5,72341E-05 2,3339 44 102,6897 0,0001
H2O 0,864246038 35241,7023 18 634350,6417 0,4996
TOTAL 1 40777,1561 1269629,4357 1,0000

Asumsi :
1) Gas hidrokarbon yang ikut terlarut dalam solvent MDEA : 0,11 % mol
2) Efisiensi Absorpsi 58,6 %

Mol CO2 pada Gas Inlet : 2937,7062 Kmol


Efisiensi Absorpsi : 99,9%
Mol CO2 pada Gas Outlet Amine Contactor = (1-0,99)* 2937,7062 Kmol
= 0,2938

Mol CO2 pada Solvent Outlet Amine Contactor =( 2937,7062- 0,2938) Kmol

= 2937,4124

Total CO2 Outlet = 0,2938 + 2937,4124 = 2937,7062 Kmol

A-22
Gas Hidrokarbon yang terlarut dalam MDEA = 0,11 % = 12,0923

C 0,0000 Mole frac : 0,0000 Kmol


CH4 0,0962 Mole frac : 1,1636 Kmol
CO 0,1568 Mole frac : 1,8955 Kmol
H2 0,4703 Mole frac : 5,6875 Kmol
H2S 0,0034 Mole frac : 0,0410 Kmol
N2 0,0031 Mole frac : 0,0376 Kmol
COS 0,0000 Mole frac 0,0002 Kmol
Tabel A.30 Gas Outlet Amine Sweet Gas

Mole Mole Flow Mass Flow


Component Frac (Kmol) BM (Kg) Mass Frac
C 0,0000 0,000 12 0,000 0,0000
CH4 0,1313 1056,625 16 16905,99 0,2159
CO 0,2139 1721,3018 28 48196,4491 0,6155
CO2 0,0000 0,2938 44 12,9259 0,0002
H2 0,6417 5164,7 2 10329,5 0,1319
H2S 0,0046 37,19 34 1264,56 0,0161
COS 0,0000 0,222 60 13,31 0,0002
N2 0,0042 34,149 28 956,175 0,0122
H2O 0,0043 34,586 18 622,56 0,0080
O2 0,0000 0,0000 32 0,000 0,0000
Total 1,0000 8049,10 78301,42 1,0000

Tabel A.31 Gas Outlet Solvent Rich Amine

Mole Mole Flow Mass Flow


Component Frac (Kmol) BM (Kg) Mass Frac
CH4 0,00003 1,1636 16,00 18,6171 0,00001
CO 0,00004 1,8955 28,00 53,0745 0,00004
CO2 0,06719 2937,4124 44,00 129246,1459 0,09239
H2 0,00013 5,6875 2,00 11,3749 0,00001
H2S 0,00000 0,0410 34,00 1,3925 0,00000
COS 0,00000 0,0002 60,00 0,0147 0,00000
N2 0,00000 0,0376 28,00 1,0530 0,00000
H2O 0,80606 35241,7023 18,00 634350,6417 0,45348
O2 0,00000 0,0000 32,00 0,0000 0,00000
MDEA 0,10969 4795,9212 119,20 571673,8042 0,40867
Piperazine 0,01686 737,1987 86,14 63502,3001 0,04540
Total 1,0000 43721,1010 14001136 1,0000

A-23
Tabel A.32 Neraca Massa Absorber

Aliran Masuk Aliran Keluar


30 31
Komponen Massa (kg) Komponen Massa (kg)
CH4 16924,61 CH4 16905,99
CO 48249,5236 CO 48196,4491
CO2 129156,3822 CO2 12,9259
H2 10340,8 H2 10329,5
H2O 1265,95 H2O 1264,56
H2S 13,33 H2S 13,31
N2 957,228 N2 956,175
COS 622,557 COS 622,56
O2 0,0000 O2 0,000
Total aliran 30 207616 Total aliran 31 78301,42
48 32
Komponen Massa (kg) Komponen Massa (kg)
MDEA 571673,8 MDEA 571673,6
Piperazine 63502,3 Piperazine 63502,2
CO2 102,7 COS 0,71
H2O 634350,6 H2S 1272,9
Total aliran 48 1269629,4 CO2 128931,8
H2O 634542,7
CO 103,7
H2 27,7
CH4 78,9
O2 0
N2 1,54
Total aliran 32 14001136
Total aliran Total aliran
1477536,6 1477536,6
masuk keluar

A.5 Desorber (D-320)

Rich Acid gas


D320
amine
Lean amine

Desorber berfungsi sebagai alat regenerasi larutan MDEA yang melepaskan CO2
dan H2S. Aliran masuk merupakan aliran rich MDEA keluaran absorber dengan suhu

A-24
aliran 99 oC. Kemudian aliran keluar atas merupakan gas buang berupa acid gas. Aliran
keluar bawah merupakan aliran MDEA yang direcycle untuk masuk kembali kedalam
absorber. Desorber ini dimodelkan dengan suhu operasi 99 oC dan tekanan operasi 2,9 bar.
Tabel A.33 Inlet Amine Regenerator
Mole Mole Flow Mass
Component Frac (Kmol) BM Mass Flow (Kg) Frac
CH4 0,00003 1,1636 16,00 18,6171 0,00001
CO 0,00004 1,8955 28,00 53,0745 0,00004
CO2 0,06719 2937,4124 44,00 129246,1459 0,09239
H2 0,00013 5,6875 2,00 11,3749 0,00001
H2S 0,00000 0,0410 34,00 1,3925 0,00000
COS 0,00000 0,0002 60,00 0,0147 0,00000
N2 0,00000 0,0376 28,00 1,0530 0,00000
H2O 0,80606 35241,7023 18,00 634350,6417 0,45348
O2 0,00000 0,0000 32,00 0,0000 0,00000
MDEA 0,10969 4795,9212 119,20 571673,8042 0,40867
Piperazine 0,01686 737,1987 86,14 63502,3001 0,04540
TOTAL 1,0000 43721,1010 14001136 1,0000

Asumsi :

1. Light Key : CO2 dan Heavy Key : H2O


2. Recovery CO2 Overhead (rL,D) : 82,37 %
3. Recovery H2O Bottom (rH,B) : 99,85 %
4. Relative Volatility Konstan

Table A.34 Data Relative Volatility (Dari Hysys)

Component αij
CO2 90,2440365
H2O 0,32797484
MDEA 0
piperazine 0

Relative Volatility Light Key to Heavy Key (αLH) : 275,1554

1. Menghitung Nmin (jumlah stage minimum) Robin Smith pers. 9.39 :

(51)

Diperoleh Nmin = 1,4317

A-25
2. Menghitung dH/bH dengan komponen Heavy Key sebagai reference
(52)

Diperoleh dH/bH =0,001502253

3. Menghitung di (mol komponen pada overhead) dan bi (mol komponen pada


bottom) untuk setiap komponen

(53)

Perhitungan untuk Komponen CO2 :

αij : 275,1554
Nmin : 1,4317
fi : 2930,2674
dj/bj : 0,0015
Diperoleh
di = 2,33 Kmol
bi = fi-di = 2927,93 Kmol

Dengan cara yang sama, dilakukan perhitungan untuk komponen lainnya. Hasil
Perhitungan dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel A. 35 Hasil Perhitungan desorber

Mole Frac Mole Frac


massa di (Kmol) bi (Kmol) Massa
Component Overhead Bottom
CH4 3,75E-08 2,34E-09 3,01E-13 4,93 0,000137 78,95
CO 4,25E-09 1,51E-10 1,95E-14 3,70 0,0001029 103,73
CO2 102,71 2,33 0,000299 2927,93 0,0813 128829,06
H2 2,04E-09 1,02E-09 1,31E-13 13,84 0,0004 27,67
H2S 8,23 0,24 3,11E-05 37,19 0,001 1264,68
COS 2,81E-10 4,68E-12 6,02E-16 0,0119 3,30E-07 0,7139
N2 3,84E-11 1,37E-12 1,76E-16 0,055 1,53E-06 1,542
H2O 40469,75 2248,32 0,288 33004,05 0,917 594072,979
O2 0 0 0 0 0 0
MDEA 571673,6 4795,9 0,616 2,25E-16 6,26E-21 2,68E-14
Piperazine 63502,2 737,2 0,094 1,05E-15 2,93E-20 9,09E-14
TOTAL 675756,5 7784 1 35991,73 1 724379,3
A-26
Tabel A. 36 Neraca Massa desorber

Aliran Masuk Aliran Keluar


34 39
Komponen Massa (kg) Komponen Massa (kg)
MDEA 571673,6 MDEA 571673,6
Piperazine 63502,2 Piperazine 63502,2
COS 0,71 COS 0
H2S 1272,9 H2S 8,2
CO2 128931,8 CO2 102,7
H2O 634542,7 H2O 40469,7
CO 103,7 CO 0
H2 27,7 H2 0
CH4 78,9 CH4 0
O2 0 O2 0
N2 1,54 N2 0
Total aliran 39 675756,5
40
Komponen Massa (kg)
MDEA 2,7.10-14
piperazine 9.10-14
COS 0,7
H2S 1264,7
CO2 128829,1
H2O 594072,9
CO 103,7
H2 27,7
CH4 78,9
O2 0
N2 1,5
Total aliran 36 724379,3
Total aliran masuk 14001136 Total aliran keluar 14001136

A-27
A.6 Mixing point 2

Output Desorber
Recyle MDEA to

absorber
Process Water

Pada mixing point 2 input berasal dari output desorber + Process water sebelum
pompa yang akan dialirkan ke input absorber bagian atas.

Tabel A.37 Neraca Massa Mixing point 2

Massa
BM Komponen Input Input Output
(Lean amine) (make up H2O) (Recycle to absorber)
119,2 MDEA 571673,6 0 571673,6
86,14 Piperazine 63502,2 0 63502,2
60,07 COS 0 0 0
34,08 H2S 0 0 0
44,01 CO2 102,7 0 102,7
18,02 H2O 40469,7 594384,9 634350,6
28,01 CO 0 0 0
2,02 H2 0 0 0
16,04 CH4 0 0 0
32,00 O2 0 0 0
28,01 N2 0 0 0
634350,6 594384,9
TOTAL 1269629,4
1269629,4

A.7 Mixing point 3

Gas dari absorber

Inlet methanator 1
Dari recycle

A-28
Pada metanator 1 input berasal dari output absorber + recycle. Adapaun alasan
metanator menggunakan recycle dikarenakan sesuai dengan teknologi yang digunakan
untuk metanator yaitu teknologi TREMP.

Tabel A.38 Aliran massa masuk methanator 1 (mixing point 3)

Aliran Masuk Aliran Keluar


41 43
Komponen Massa (kg) Komponen Massa (kg)
CH4 16831,5 CH4 58105,1
CO 48105,5 CO 53450,6
CO2 219,6 CO2 417,2
H2 10304,5 H2 11442,4
H2O 429,9 H2O 28365,4
H2S 0,11 H2S 0,21
N2 954,8 N2 1909,7
COS 12,6 COS 25,2
O2 0 O2 0
Total aliran 41 77682,6 Total aliran 43 153715,8
42 (Recycle)
Komponen Massa (kg)
CH4 41273,5
CO 5345,1
CO2 197,5
H2 1137,8
H2O 27935,5
H2S 0,1
N2 954,8
COS 12,6
O2 0
Total aliran 42 76857,9
Total aliran Total aliran
153715,8 153715,8
masuk keluar

A.8 Methanator 1 (R-410)

Inlet methanator 1 Methanator 1 Outlet Methanator 1

Kondisi Operasi : T = 300oC


P = 30 bar

A-29
Reaksi yang terjadi :
CO + 3H2 CH4 + H2O
CO2 + 4H2 CH4 + 2H2O

Table A.39 Gas Inlet Matanator 1


Mole Flow Mass Flow
Component Mole Frac (Kmol) BM (Kg) Mass Frac
CH4 0,2812 3631,568 16 58105,1 0,3780
CO 0,1478 1908,951 28 53450,6 0,3477
CO2 0,0007 9,481 44 417,2 0,0027
H2 0,4430 5721,191 2 11442,4 0,0744
H2S 0,0000 0,006 34 28365,4 0,0000
COS 0,0000 0,420 60 0,21 0,0002
N2 0,0053 68,206 28 1909,7 0,0124
H2O 0,1220 1575,858 18 25,2 0,1845
O2 0,0000 0,000 32 0 0,0000
1,0000 12915,68 153715,8 1,0000
Total

Konversi CO : 0,8

CO + 3H2 CH4 + H2O


1908,951
1527,161 4581,4819 1527,16 1527
381,790 4581,4819 1527,16 1527

Konversi CO2 : 0,05

CO2 + 4H2 CH4 + 2H2O


9,481
0,474062854 1,89625142 0,47406 0,95
9,007 1,89625142 0,47406 0,95

A-30
Tabel A.40 Neraca massa Keluar methanator 1
Mole
Mole Flow Mass Flow
Component Frac (Kmol) BM (Kg) Mass Frac
CH4 0,5232 5159,203 16 82547,25 0,5370
CO 0,0387 381,790 28 10690,1244 0,0695
CO2 0,0009 9,007 44 396,3165 0,0026
H2 0,1154 1137,813 2 2275,6 0,0148
H2S 0,0000 0,006 34 0,21 0,0000
COS 0,0000 0,420 60 25,20 0,0002
N2 0,0069 68,206 28 1909,775 0,0124
H2O 0,3148 3103,966 18 55871,39 0,3635
O2 0,0000 0,000 32 0,000 0,0000
Total 1 9860,4 153715,89 1

A.9 Tee Methanator 2

Recycle ke methanator 1
Outlet methanator 1
Ke methanator 2

Aliran keluaran dari reaktor methansi 1 di bagi menjadi dua bagian untuk direcycle.
Perbandingan aliran atas dan bawah adalah masing masing 50%.
Tabel A.41 Neraca Massa TEE
Aliran Masuk Aliran keluar
57 58 (To Recycle (50%))
Komponen Massa (kg) Komponen Massa (kg)
CH4 82547,2 CH4 41273,6
CO 10690,1 CO 5345,1
CO2 396,3 CO2 198,2
H2 2275,6 H2 1137,8
H2O 55871,4 H2O 27935,7
H2S 0,21 H2S 0,1
N2 1909,7 N2 954,8
COS 25,2 COS 12,6
O2 0 O2 0
Total aliran 57 153715,8 Total aliran 58 76857,9
60 (To methanator 2 (50%))

A-31
Komponen Massa (kg)
CH4 41273,6
CO 5345,1
CO2 198,1
H2 1137,8
H2O 27935,7
H2S 0,1
N2 954,8
COS 12,6
O2 0
Total aliran 60 76857,9
Total aliran masuk 153715,8 Total aliran keluar 153715,8

A.10 Methanator 2 (R-420)

Methanator 2
Inlet methanator 2 Outlet methanator 2

Kondisi Operasi : T = 300oC


P = 30 bar
Reaksi yang terjadi :
CO + 3H2 CH4 + H2O
CO2 + 4H2 CH4 + 2H2O

A-32
Tabel A.42 Gas Inlet Methanator 2
Mole Flow Mass Flow
Component Mole Frac (Kmol) BM (Kg) Mass Frac
CH4 0,5232 2579,601 16 41273,6 0,5232
CO 0,0387 190,895 28 5345,1 0,0387
CO2 0,0009 4,504 44 198,1 0,0009
H2 0,1154 568,906 2 1137,8 0,1154
H2S 0,0000 0,003 34 27935,7 0,0000
COS 0,0000 0,210 60 0,1 0,0000
N2 0,0069 34,103 28 954,8 0,0069
H2O 0,3148 1551,983 18 12,6 0,3148
O2 0,0000 0,000 32 0 0,0000
Total 1 4930,2 76857,9 1

Konversi CO : 0,8

CO + 3H2 CH4 + H2O


190,895
152,7160633 458,14819 152,716063 152,7161
38,179 458,14819 152,716063 152,7161

Konversi CO2 : 0,05

CO2 + 4H2 CH4 + 2H2O


4,504
0,225179856 0,900719423 0,22517986 0,45036
4,278 0,900719423 0,22517986 0,45036
Table A.43 neraca massa outlet
Mole Flow Mass Flow
Component Mole Frac (Kmol) BM (Kg) Mass Frac
CH4 0,5232 2732,543 16 43720,68 0,5689
CO 0,0387 38,179 28 1069,0124 0,0139
CO2 0,0009 4,278 44 188,2504 0,0024
H2 0,1154 109,858 2 219,7 0,0029
H2S 0,0000 0,003 34 0,10 0,0000
COS 0,0000 0,210 60 12,60 0,0002
N2 0,0069 34,103 28 954,888 0,0124
H2O 0,3148 1705,150 18 30692,69 0,3993
O2 0 0,000 32 0,000 0,0000
Total 1 4624,32 76857,9 1

A-33
A.11 Methanator 3 (R-430)

Methanator 3
Inlet methanator 3 Outlet methanator 3

Kondisi Operasi : T = 300oC


P = 30 bar
Reaksi yang terjadi :
CO + 3H2 CH4 + H2O
CO2 + 4H2 CH4 + 2H2O

Tabel A.44 Neraca Inlet methanator 3


Mole Mole Flow Mass Flow
Component Frac (Kmol) BM (Kg) Mass Frac
CH4 0,5232 2732,543 16 43720,68 0,5689
CO 0,0387 38,179 28 1069,0124 0,0139
CO2 0,0009 4,278 44 188,2504 0,0024
H2 0,1154 109,858 2 219,7 0,0029
H2S 0,0000 0,003 34 0,10 0,0000
COS 0,0000 0,210 60 12,60 0,0002
N2 0,0069 34,103 28 954,888 0,0124
H2O 0,3148 1705,150 18 30692,69 0,3993
O2 0,0000 0,000 32 0,000 0,0000
Total 1 4624,32 76857,9 1

Konversi C : 0,8

CO + 3H2 CH4 + H2O


38,179
30,5432 91,62963799 30,54321266 30,543
7,636 91,62963799 30,54321266 30,543

A-34
Konversi CO : 0,05

CO2 + 4H2 CH4 + 2H2O


4,278
0,21392 0,855683452 0,213920863 0,4278
4,064 0,855683452 0,213920863 0,4278

Tabel A.45 Neraca massa Outlet


Mole Mole Flow Mass Flow
Component Frac (Kmol) BM (Kg) Mass Frac
CH4 0,6056 2763,300 16 44212,80 0,5753
CO 0,0017 7,636 28 213,8025 0,0028
CO2 0,0009 4,064 44 178,8378 0,0023
H2 0,0038 17,372 2 34,7 0,0005
H2S 0,0000 0,003 34 0,10 0,0000
COS 0,0000 0,210 60 12,60 0,0002
N2 0,0075 34,103 28 954,888 0,0124
H2O 0,3805 1736,121 18 31250,17 0,4066
O2 0,0000 0,000 32 0,000 0,0000
Total 1 4562,81 76857,9 1

A.12 Separator (H-323)

vapor

Flash
Drum

F-330

liquid

Separator ini berfungsi untuk memisahkan air yang terbentuk dari reaktor metanasi.
Setelah keluar dari separator , syngas terbentuk dalam dua fasa yaitu vapor dan liquid
sehingga perlu dipisahkan menggunakan flash drum. Alat ini beroperasi pada tekanan
29,97 bar dan suhu 40 °C

A-35
Perhitungan berdasarkan Flash Calculation Van Ness 5th edition hal 456

1) Menghitung mole fraksi tiap komponen (zi) yang masuk Separator


Tabel A.46 Neraca Massa Inlet masuk Separator

Komponen kg kgmol zi
CH4 44212,80 2763,300 0,6056
CO 213,8025 7,636 0,0017
CO2 178,8378 4,064 0,0009
H2 34,7 17,372 0,0038
H2S 0,10 0,003 0,0000
COS 12,60 0,210 0,0000
N2 954,888 34,103 0,0075
H2O 31250,17 1736,121 0,3805
O2 0,000 0,000 0,0000
Total 76857,9 4562,81 1

2) Dengan menggunakan Persamaan Antoine, didapatkan tekanan uap komponen


murni pada 40°C (Psat)
Tabel A.47 Perhitungan Psat

Komponen Ln Psat Psat


C -183,7654209 1,55486E-80
CH4 8,432791707 4595,310962
CO 15,23789607 4147001,391
CO2 9,058484531 8591,121203
H2 68,83259958 7,82741E+29
H2S 7,957541627 2857,040641
COS 7,50740761 1821,485416
N2 15,28875448 4363366,633
H2O 1,999762417 7,387300793
O2 12,75785444 347268,816

A-36
Tabel A.48 Konstanta antoine masing-masing komponen

Komponen a b c d e f
C 22,6377 -64033 0 -0,3346 3,00996E-24 6
CH4 31,35 -1308 0 -3,261 -3,72476E-09 2
CO 41,66 -1110 0 -5,455 0,00008638 2
CO2 133,6 -4735 0 -21,27 0,04091 1
H2 9,1827 -107,929 0 0,164099 0,00060218 2
H2S 78,68 -3840 0 -11,2 0,01885 1
COS 50,6824 -3360,75 0 -5,83219 1,09402E-05 2
N2 35,41 -966,2 0 -4,318 0,00007932 2
H2O 65,93 -7228 0 -7,177 0,000004031 2
O2 31,23 -1090 0 -3,301 0,00004057 2

3) dengan menggunakan persamaan :


bi
 ai   d i ln T  eiT f i
sat
ln Pi
(T  ci )

Kondisi Operasi:

T = 40oC =313,15oK

P = 29,86 bar = 2986 kPa

4) Menghitung Ki masing-masing komponen dengan persamaan :

1 𝑏𝑖
𝐾𝑖 = 𝑒𝑥𝑝 [𝑎𝑖 + + 𝑑𝑖 𝑙𝑛𝑇 + 𝑒𝑖 𝑇𝑓 ]
𝑃 (𝑇 + 𝑐𝑖 )

Komponen Ki
C 0
CH4 1,55
CO 1398,4
CO2 2,89
H2 2,64
H2S 0,96
COS 0,61
N2 1471,3
H2O 0,0025
O2 117,1

A-37
5) Substitusi nilai yang telah diketahui ke dalam persamaan 4.55 Robin Smith
𝑁𝐶
𝑍𝑖 (𝐾𝑖 − 1)
∑ =0
𝑉
(𝐾
𝑖 𝐹 𝑖 − 1) + 1
Trial nilai V/F dengan menggunakan goal seek, didapatkan
V/F = 0,113704349028689
V = 518,8
Sehingga didapatkan harga L, dimana :
L = F-V
= 4944 kgmol
6) Didapatkan harga yi dan xi :

Komponen yi xi
CH4 0,974896934 3,39E-07
CO 0,002693827 1,60E-07
CO2 0,0014261 1,29E-05
H2 0,006128766 3,17E-07
H2S 1,05E-06 2,97E-08
COS 7,40E-05 8,68E-08
N2 0,012029478 3,55E-06
H2O 0,0027498 0,999982619
O2 0,00E+00 0
Total 1 1

7) Komposisi top dan bottom produk masing-masing komponen :

Top Produk Bottom Product


Komponen
kmol kg kmol Kg
CH4 2763,3 44212,8 5,86E-04 9,38E-03
CO 7,63 213,8 2,77E-04 7,75E-03
CO2 4,04 177,8 2,23E-02 9,81E-01
H2 17,37 34,7 5,49E-04 1,10E-03
H2S 0,00296 0,1 5,13E-05 1,74E-03
COS 0,2098 12,6 1,50E-04 9,01E-03
N2 34,09 954,7 6,14E-03 1,72E-01
H2O 7,79 140,3 1,73E+03 3,11E+04
O2 0 0 0 0
Total 2834,45 45746,8 1728,35 31137,1

A-38
Tabel A.49 Neraca Massa Separator

Aliran Masuk Aliran Keluar


68 69
Komponen Massa (Kg) Komponen Massa (Kg)
CH4 44212,8 CH4 44212,8
CO 213,8 CO 213,8
CO2 178,8 CO2 177,8
H2 34,7 H2 34,7
H2O 31250,2 H2O 140,3
H2S 0,1 H2S 0,1
N2 954,8 N2 954,7
COS 12,6 COS 12,6
O2 0 O2 0
Total aliran 68 76857,9 Total aliran 68 45746,8
70
Komponen Massa (Kg)
CH4 9,38E-03
CO 7,75E-03
CO2 9,81E-01
H2 1,10E-03
H2O 3,11E+04
H2S 1,74E-03
N2 1,72E-01
COS 9,01E-03
O2 0
Total aliran 70 31137,1
Total aliran masuk 76857,9 Total aliran keluar 76857,9

A-39