You are on page 1of 3

Kesimpulan Hasil Penilaian Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan Hotel

1. Hotel dinyatakan LAIK SEHAT apabila memperoleh nilai sekurang-kurangnya 75%


dengan catatan score minimal untuk masing-masing variable upaya adalah seperti tabel
berikut :

VARIABEL UPAYA
I II III IV
70% 70% 80% 70%

Score variable upaya I :


Score total : 130
Score pemeriksaan : 126
126
Nilai variable upaya I = x 100% = 96,9%
130

Score variable upaya II :


Score total : 181
Score pemeriksaan : 176
176
Nilai variable upaya II = x 100% = 97,2%
181

Score variable upaya III :


Score total : 650
Score pemeriksaan : 644
644
Nilai variable upaya III = x 100% = 99%
650

Score variable upaya IV :


Score total : 20
Score pemeriksaan : 20
20
Nilai variable upaya III = x 100% = 100%
20

Keterangan :
Hotel Tjokro Style berada dalam kondisi LAIK SEHAT karena hasil dalam setiap
variable upaya melebihi dari hasil score yang diminimalkan. Akan tetapi ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan agar dapat lebih meningkatkan lagi kualitasnya, diantaranya
sebagai berikut :
1. Pada variable upaya I (persyaratan kesehatan lingkungan dan bangunan umum) pada
point C (konstruksi) di variable lantai dengan komponen yang dinilai pada lantai
harus tidak licin mendapat score 0 karena didapatkan hasil konstruksi lantai licin
sehingga bila karyawan/pengunjung tidak hati-hati dapat menyebabkan kecelakaan.
Saran : Sebaiknya untuk mengurangi dampak dari lantai yang tidak licin ada baiknya
untuk meletakkan karpet di depan pintu atau lokasi yang strategis agar bila sepatu
karyawan/pengunjung dalam kondisi basah dapat sedikit mengurangi tingkat bahaya
serta karyawan/pengunjung terutama wanita baiknya tidak memakai sepatu dengan
hak terlalu tinggi.
2. Pada variable upaya II (persyaratan kesehatan kamar/ruang) pada point A (umum) di
variable kondisi ruang dengan komponen yang dinilai adalah kondisi ruang harus
tidak pengap mendapat score 0 karena saat melakukan pengamatan di salah satu
ruang kamar hotel, kondisi ruang pengap. Hal tersebut mungkin karena kondisi
furniture yang masih baru serta sirkulasi udara (ventiasi) yang kurang.
Saran : Sebaiknya dalam setiap kamar diberi sirkulasi udara yang lancar agar udara
dapat keluar masuk dengan lancer dapat berupa penambahan ventilasi atau
penghidupan AC. Secara berkala sebaiknya jendela dibuka agar ruangan mendapat
udara segar.
3. Pada variable upaya II (persyaratan kesehatan kamar/ruang) pada point B (khusus) di
variable kamar linen dengan komponen yang dinilai adalah tersedia lemari tertutup
mendapat score 0 karena pada penyimpanan linen bersih (kain/handuk bersih)
ditempatkan di rak terbuka dan tidak ditempatkan di lemari tertutup. Seharusnya linen
bersih ditempatkan di lemari tertutup agar tidak terkontaminasi dengan lingkungan di
sekitarnya yang memungkinkan mengandung bakteri pathogen yang berbahaya bagi
kesehatan manusia.
Saran : Linen (handuk,selimut) bersih ditempatkan pada lemari tertutup untuk
meminimalkan terjadinya penularan penyakit
4. Pada variable upaya III (persyaratan kesehatan fasilitas sanitasi) pada point
pengolahan sampah di variable tempat pengumpulan sampah sementara dengan
komponen yang dinilai adalah mudah dijangkau oleh kendaraan pengangkut sampah
dan frekuensi pengosongan/pengangkutan sampah min 3x4 jam mendapat score 0
karena bak sampah berada di dalam dekat ruang karyawan sehingga menyulitkan truk
sampah bila ingin menjangkaunya dan pengangkutan sampah dilakukan setiap 1 hari
sekali.
Saran : Sebaiknya bak sampah diletakkan di pintu keluar samping hotel dan dalam
kondisi tertutup ataupun kalau tidak bisa bak sampah dapat dilengkapi dengan roda
atau hal yang dapat memudahkan dalam pengangkutannya. Untuk pengangkutan
sampah sebaiknya 3x dalam jeda waktu 4 jam agar meminimalkan terjadinya tempat
sarang berkembang biak tikus atau kecoa, kalau tidak bisa dalam rentang waktu
tersebut, sampah diletakkan di bak sampah besar dengan kondisi tertutup rapat, kuat
dan kedap air.